Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Pencegahan Efek Seksualitas On-Line (Mindset, Psychologycal, Habit & Dependence)
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 23 December 2016
kategori : Umum - 2 komentar

Pendahuluan

Seksualitas on-line adalah merupakan dampak negatif dari perkembangan teknologi yang sangat membanggakan. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) khususnya pada bidang komunikasi dengan adanya telepon seluler telah membawa manfaat yang sangat berarti bagi kehidupan umat manusia. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat.

Perkembangan teknologi telepon seluler selain sangat bermanfaat untuk sebaga bidang termasuk perkembangan keilmuan ternyata juga telah dimanfaatkan oleh oknum-oknum atau jaringan/sindikat tertentu untuk melakukan penipuan, eksploitasi ekonomi, sampai segala tindak kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku melalui SmartPhone. Baru-baru ini sedang heboh berita tentang Prostitusi Online Melalui SmartPhone yang berisi penjualan Pekerja Seks Komersial (PSK) secara Online kepada para Lelaki Hidung Belang. 

Maraknya prostitusi melalui media sosial pada saat ini, membuat orang tua harus ekstra ketat mengawasi dan memperhatikan anaknya. Perkembangan teknologi internet dan gadget canggih tidak selamanya membawa sisi positif tetapi terkadang membawa sisi negatif bagi penggunanya terutama anak-anak atau remaja. Peran orangtua dalam membimbing anaknya memang sangat diperlukan, ‎oleh karena itu mereka lah yang paling dekat dengan anak. Jangan sampai anak asyik bermain internet baik melalui laptop, PC, tablet atau gadget, tetapi kita sendiri sebagai orangtua tidak tahu apa yang dilakukan anak saat browsing internet tersebut. Oleh karena itu sebagai orang tua dan semua tenaga kesehatan sudah selayaknya membekali dirinya dengan pengetahuan dan kemampuan untuk belajar dan mempelajari berbagai media sosial seperti facebook dan twitter.

 

Pengertian Seksualitas On-line 

Seksualitas on-line adalah sebuah layanan media tentang beragam informasi seksual, ekspoitasi erotika dan pornografi yang disajikan dalam bentuk on-line. Layanan ini secara  pasif dapat berbentuk gambar porno, video, cerita seks, majalah, film dan game. Aktif seperti partisipasi langsung lewat interaktif video call, mengobrol seksual dalam ruang mengobrol on-line, sampai menawarkan jasa seks baik pria maupun wanita secara on-line.

Pada awalnya penyediaan layanan on-line adalah digunakan untuk mempermudah komunikasi, memperpendek jarak posis sesorang, menghemat biaya untuk semua penawaran dan traknsaksi. Tetapi ketika semua kemudahan ini dimanfaatkan untuk menawarkan jasa seksualitas, maka berbagai dampak buruk akan menghatui masa depan para generasi bangsa.

Dengan penawaran seksualitas online, penyedia layanan dapat dengan mudah menawarkan diri atau anak buahnya, memodifikasi penampinan sesuai yang diinginkan, mengembangkan transaksi dengan mudah. Disisi lain, segala dampak akibat seks bebas dapat dengan mudah menyebar, seperti penyakit seksual menular, HIV-AIDS, kehamilan tak diinginkan, aborsi, depresi, bahkan percobaan bunuh diri. Semua keadaan ini, menuntut kita harus merapatkan barisan untuk mencegah dampak negatis seksual on-line dan yang terpenting adalah membangun bangsa dengan menyiapkan generasi muda yang berkualitas, bertanggung jawab terhadap semua ekspresi pribadi dengan media sosialnya.   

 

Faktor Penyebab

Seksualitas on-line termasuk dalam katagori kejahatan seksual. Kejahatan sebagai fenomena sosial dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti politik, ekonomi, sosial budaya dan hal-hal yang berhubungan dengan upaya pertahanan dan keamanan negara. Gejala yang dinamakan kejahatan pada dasarnya terjadi di dalam proses dimana ada interaksi sosial antara bagian-bagian dalam masyarakat yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perumusan tentang kejahatan dengan pihak-pihak mana melakukan kejahatan.

Sebab timbulnya kejahatan secara garis besar terdiri atas dua bagian yaitu faktor internal dan eksterna. Faktor internal adalah faktor penyebab dari dalam diri manusia sendiri tanpa pengaruh lingkungan sekitar seperti tingkat emosional, gangguan kejiwaan, personality (kepribadian), kelamin, kedudukan dalam keluarga. Faktor eksternal adalah faktor penyebab dari luar si pelaku, seperti tekanan ekonomi, lingkungan, dan lain-lain.

Faktor internal dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu faktor intern yang bersifat khusus dan faktor intern yang bersifat umum. Sifat khusus dari diri individu adalah keadaan psikologis, dimana masalah kepribadian sering tertekan perasaannya cenderung melakukan penyimpangan dan penyimpangan ini biasanya terjadi pada sistem sosial ataupun terhadap pola-pola kebudayaan.

Secara umum faktor yang menyebabkan prostitusi online melalui internet yang semakin marak terjadi dan terus berkembang dari waktu kewaktu, antara lain: (1) lemahnya tingkat keimanan seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (2) kemiskinan yang telah memaksa banyak keluarga untuk merencanakan strategi penopang kehidupan mereka termasuk menjual moral untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang, (3) keinginan mendapatkan uang secara cepat dan tidak perlu sengsara bahkan kondidi ini dapat berkembang menjadi gaya hidup, (4) faktor budaya, dan (5) lemahnya penegakan hukum.

 

Pencegahan

Anak-anak dan remaja merupakan target yang paling mudah dimanfaatkan oleh predator yang melakukan bisnis secara online untuk mengorek informasi pribadinya, karena sebagian besar anak-anak menggunakan internet untuk mencari informasinya. Secara tidak sadar informasi pribadi mereka telah berhasil diperoleh oleh pihak industri baik secara aktif maupun pasif oleh para predator tersebut. Selain aktivitas anak-anak dalam internet seringkali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab seperti kejahatan phedofili baik melalui aktivitas chatting sehingga kejahatan kaum pedofili dimulai dari hubungan secara online. Sehingga perlu upaya guna meminimalisasi perkembangan cyberporn melalui internet. Upaya ini dapat dilakukan oleh para penyedia layanan akses dan pengawas kriminalitas di cyber.   

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan Nawala project, yaitu perangkat lunak penyaring (filtering) yang terpasang di komputer atau warnet yang dapat memblokir situs terlarang. Walaupun dalam tiga bulan penggunaan DNS Nawala yang digunakan warnet AWARI menyebabkan turunnya omset hingga 50 persen, tetapi setelah tiga bulan kemudian mengalami kenaikan omset sebesar 70 persen karena warnet tersebut digolongkan menggunakan Internet yang sehat. Pemerintah dapat membuat peraturan yang mewajibkan pemilik internet menggunakan alat filtering untuk memblokir situs terlarang.   

Upaya penanggulangan dari sruktur hukumnya adalah dengan kerjasama Depkominfo dengan polisi bagian cyber crime baik dari Bareskrim dan Direktorat Reskrim Polda. Polisi Cyber untuk mengontrol penyimpangan aktivitas di dunia maya, misalnya dengan Patroli Cyber yang dilakukan secara rutin di internet. Bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan LSM untuk mensosialisasikan peraturan yang mengatur tata tertib penggunaan internet, implementasi Undang-Undang ITE dengan sanksi yang tegas. Pemerintah melalui Komisi Informasi juga perlu menjadi penengah dan jembatan bagi penyedia layanan internet dan pengguna.

Pencegahan secara terpadu antara semua pihak termasuk dengan tenaga kesehatan antara lain melaui sekolah dan keluarga. Kurikulum di sekolah perlu dipertimbangkan adanya materi tentang penggunaan internet yang efektif, dapat dijadikan standar pengajaran. Hal ini diperlukan di sekolah karena hampir semua sekolah menyediakan Wifi yang bisa diakses secara gratis oleh siswa atau mahasiswa, bahkan di warung kopi pun tersedia free wifi. Oleh karena itu pengenalan tenteng penggunaan internet yang efektif sangat diperlukan, terutama untuk menunjang proses pembelajaran dan  pengembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan moral kognitif yang konkret juga perlu dikembangkan disamping mata ajar penggunaan internet, karena remaja membutuhkan pendidikan moral kognitif yang secara tidak langsung menekankan agar remaja mengambil nilai-nilai selama penalaran moral mereka terbentuk. Tujuan dari program pembelajaran ini adalah agar anak-anak memiliki kewaspadaan dini terhadap internet. Dengan demikian dapat meningkatkan potensi positif internet yang tidak sekedar chattingdan bertukar salam dengan pengguna lain. Akan lebih baik jika anak mengetahui proses pembuatan blog, website maupun online shop sehingga anak-anak dapat dimotivasi untuk mengembangkan diri baik dalam hal menulis maupun berwiraswasta. Keuntungan lain adalah anak dapat tidak mudah tergoda oleh semua penawaran on-line, karena kejujuran dan kepastiannya tidakdapat dijamin, semua hanya ada di dunia maya.

Keluarga diharapkan dapat mengembangkan komunikasi lebih positif dan melaksanakan fungsi keluarga dengan baik. Pengawasan yang berlebihan tampaknya bukan jawaban yang tepat karena itu malah membuat anak menjadi semakin memberontak. Sesuai dengan kondisi umum mental remaja yang tidak suka dikekang, maka ia akan bertindak berlawanan dengan kehendak orang tuanya. Hal itu dilakukan agar ia dapat merasa menjadi dirinya tanpa dipengaruhi orang lain. Orang tua adalah significant other yang paling dekat dengan anak. Sayangnya dalam pergelutan kehidupan modern, perlahan-lahan posisi itu tergantikan oleh pembantu, baby sitter ataupun teman. Namun, tidak ada yang lebih berhak mengarahkan perilaku anak selain orang tuanya sendiri. Orang tua bertanggung jawab untuk membenarkan tindakan yang salah.

 

Peran Perawat dalam Pencegahan Efek Seksualitas On-line

Peran perawat dalam pencegahan efek seksualitas on-line dapat difokuskan pada pendidikan kesehatan pada siswa atau mahasiswa, menciptakan peer group support antara sesama remaja, sehingga mereka dapat saling membantu untuk mencegah jika melihat temannya cenderung akan terjerumas dalam penyimpangan perilaku seksual secara on-line. Jika sudah terjadi masalah penyimpangan seksual, lakukan tindakan sesuai kondisi korban, misalkan terjadi seks bebas, kekerasan seksual, perkosaan, depresi, atau risiko terjadi percobaan bunuh diri.

Pendidikan kesehatan fokuskan pada apa sebenarnya sek dan seksualitas, bagaimana seharusnya para remaja dapat mengenali gender, identitas gender, role gender identity, dengan demikian remana dapat menjaga peran untuk mewujudkan integritas kepribadiannya dalam membangun masa depan.

Seks dan seksualitas adalah sesuatu yang berbeda, tetapi kata ini sering dipertukarkan penggunaannya, dan lebih sering disalah artikan. Seks adalah dari bahasa Inggris yang artinya jenis kelamin. Artinya, setiap manusia harus mampu membangun perilaku di masyarakat sesuai jenis kelaminnya. Wanita harus feminim, berjalan dengan perlahan, bicara dengan lemah lebut, bermain boneka, belajar memasak, warna kesukaan pink, menggunakan rok, tidak merokok, tidak nongkrong di pinggir jalan, dan sebagainya. Pria harus maskulin, gemar olah raga, berbadan kekar, tidak boleh cengeng, tidak boleh menangis, menghargai wanita, bertanggung jawab terhadap saudara, dan sebagainya. Semua ini ditujukan untuk membangun identitas gender. Setelah identitas gender terbentuk, pendidikan kesehatan dilanjutkan pada gender role identity, yaitu bagaimana setiap manusia harus dapat mengembangkan perilaku dan pertanggung jawab sesuai identitas gendernya.

Seksualitas adalah mencakup pemenuhan kebutuhan semua aspek jenis kelamin, termasuk biologic sex, gender identity, dan role gender identity. Seksualitas merupakan suatu keinginan untuk menjalin kontak, kehangatan, kemesraan atau mencintai. Respon seksualitas dapat berupa; memandang dan berbicara, berpegangan tangan, berciuman, atau memuaskan diri sendiri, dan sama-sama menimbulkan orgasme. Dari pengertian seksualitas seperti inilah yang akhirnya sering disalah gunakan dan di salah artikan tentang seks dan seksualitas. Sebenarnya seks adalah sangat baik, terkait dengan gender, identitas gender, dan role gender. Ajarkan kepada mereka untuk berlatih memenuhi kebutuhan seklualitas secara baik, kenalkan dampak negatif dari adanya penyimangan pemenuhan kebutuhan seksual ini,salah satunya adalah sek bebas.

Seks bebas merupakan hubungan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan secara bebas tanpa adanya ikatan perkawinan. Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada. Masalah seks bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar.

Kurangnya keimanan, masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa. Padahal Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya

Sedangkan remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 16 tahun sampai dengan 24 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Sedangkan mahasiswa sudah bisa dikatakan cukup dewasa.

Pada umumnya remaja dan mahasiswa melakukan hubungan seks bebas dengan pacarnya, karna kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa pacar adalah calon suami yang berhak mendapatkan segalanya. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari pergaulan bebas. Karena saat ini pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran. Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, demikian juga dengan budaya islam.

Selain disebabkan oleh pacaran, seks bebas juga didominani oleh para remaja dan mahasiswa untuk mencari uang tambahan. Padahal untuk mencari uang masih banyak lagi jalan halal yang dapat mereka lakukan, pada dasarnya meraka melakukan seks bebas dengan alasan mencari uang adalah alasan sampingan, itu semua karena merekapun menyukai seks bebas tersebut tanpa berfikir akibat buruk yang akan mereka tanggung.  Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil.

Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. Dengan adanya kesadaran bahwa pacar bukanlah hak milik selamanya maka seorang remaja ataupun mahasiswa akan lebih berfikir ulang untuk melakukan seks bebas.`

 

Pencegahan Khusus Seksual On-line dan Seks Bebas

Kenalkan remaja pada beberapa istilah yang sering digunakan dalam penawaran dan rayuan pada seksualitas online, sehingga mereka tidak tergoda dan dapat mengantisipasi dampak buruk yang dapat terjadi. Ada berbagai istilah prostitusi online yang biasa digunakan oleh anak-anak atau remaja agar orang tuanya tidak mengerti. Berbagai istilah ini sering disampaikan melalui Facebook, Twitter, BlackBerry Massanger, atau berbagai media sosial lainnya. Berikut istilah-istilah prostitusi on-line yang sering digunakan anak-anak atau remaja agar orang tuanya tidak tahu atau tidak mengerti:

BO - Booking Out = Memesan untuk keluar, ajakan untuk kencan di luar 

ML - Making Love = Hubungan badan 

IWSN - I want sex now = Saya ingin seks sekarang 

GNOC - Get naked on camera = Pose nakal di depan kamera 

NIFOC - Naked in front of computer = Pose nakal di depan komputer 

PIR - Parent in room = Orang tua di ruangan 

CU46 - See you for sex = Sampai ketemu lagi untuk seks 

53X – Sex = Seks 

9 - Parent watching = Orang tua lihat atau ada 

99 - Parent gone = Orang tua pergi 

1174' - Party meeting place = Tempat ketemuan pesta 

THOT - That hoe over there = cangkul (hubungan badan) di sana, dan lain-lain.

 

            Setelah mengenal beberapa istilah diatas, ajarkan kepada remaja untuk mengenali berbagai faktor yang dapat menimbulkan seksualitas on-line dan seks bebas, antara lain:

1.      Kehidupan iman yang rapuh.

Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun. Seseorang dapat melakukan seks bebas karna kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh sebab itu sejak dini para remaja dan mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan tentang agamanya sendiri, karna agama adalah tumpuan bagi hidup kita. Jika pengetahuan tentang agama saja minim, apalagi pengetahuan diluar agama tentu sangat minim.

2.      Kurangnya perhatian orang tua.

Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seorang anak. Perhatian orang tua sangat diperlukan oleh seseorang karna orang tualah yang paling dekat dengannya. Bimbingan orang tua sangat berpengaruh pada tingkah laku seseorang. Apabila orang tua kurang memberi pengarahan serta pengetahuan maka seorang anak akan mudah terjerumus dalam kebiasaan berseks bebas.

Tetapi ada juga anak yang memang memiliki kepribadian buruk, walaupun orang tuanya sudah memberikan perhatian yang cukup serta pengarahan yang cukup pula, anak yang tergolong memiliki keprobadian buruk akan senantiasa tidak mendengarkan perkataan orang tuanya. Hal tersebut akan meninggalan penyesalan pada akhir perbuatan remaja atau mahasiswa tersebut.

3.      Lengkapnya fasilitas.

Fasilitas yang lengkap akan mempermudah seseorang untuk dapat melakukan seks bebas. Tetapi tergantung pada diri masing-masing, jika mampu menggunakan fasilitas yang diberikan orang tua dengan baik maka hal tersebut tidak akan terjadi. Jika seorang remaja atau mahsiswa memiliki fasilitas yang mendukung utnuk mereka melakukan seks bebas seperti rumah yang nyaman dari perhatian warga, maka perlakuan seks bebas akan mudah sekali terjadi.

Contohnya seperti kontrakan-kontrakan bebas yang bias digunakan oleh para remaja dan mahasiswa untuk melakukan seks bebas. Keadaan rumah yang selalu kosong juga dapat menjadi tempat seorang remaja atau mahasiswa melakukan seks bebas, oleh karena itu jangan biarkan si anak berduaan dirumah.

4.      Tekanan dari seorang pacar

Karena kebutuhan seorang untuk mencintai dan dicintai, seseorang harus rela melakukan apa saja terhadap pasangannya, tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya. dalam hal ini yang berperan bukan saja nafsu seksual, melainkan juga sikap memberontak terhadap orang tuanya. Remaja lebih membutuhkan suatu hubungan, penerimaan, rasa aman, dan harga diri selayaknya orang dewasa, dan pemikiran seperti itu sangat banyak dijumpai.

5.      Pelampiasan diri.

Faktor ini tidak hanya datang dari diri sendiri, misalnya karena terlanjur berbuat, seorang remaja perempuan biasanya berpendapat sudah tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dalam dirinya, maka dalam pikirannya tersebut ia akan merasa putus asa dan mencari pelampiasan yang akan menjerumuskannya dalam pergaulan bebas seperti seks bebas.

6.      Kurangnya pengetahuan tentang seks bebas.

Karena menganggap bahwa hubungan seks bebas adalah bentuk penyaluran kasih sayang dalam sebuah hubungan berpacaran. Kebanyakan dari mereka merasa tanpa seks kegiatan pacaran mereka tidak efektif, padahal pemikiran seperti itu adalah bentuk bujuk rayu setan. Tidak sedikit para remaja juga para mahasiswa berfikiran seperti itu.

7.      Rasa ingin tahu tentang sesuatu yang berbau seksual.

Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa terasa nikmat, ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan yang tanpa mereka sadari bahwa percobaan tersebut berbahaya.

8.      Tontonan yang tidak mendidik.

Akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan bagi remaja sangat besar. Apa yang merka tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’, Video klip lagu dangdut saja, saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bisa meningkatkan  gairah para lelaki. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya.

Ditambah lagi, maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar sekitar wilayah dada, dan buka paha tinggi-tinggi, serta gambar yang tidak layak dilihat lainya. Konyolnya, pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. Oleh sebab itu sebaiknya tontonan yang mendidiklah yang harus diberika pada seorang anak sejak dini sehingga kelak saat remaja menjadi remaja yang baik.

9.      Pergaulan bebas.

Pergaulan bebas yang melewati batas seperti dugem, minum-minuman keras dan sebagainya akan berujung pada seks bebas. Karna pergaulan bebas dapat menyebabkan seseorang lupa diri, merasa tidak modern jika tidak mengikuti tren yang akan berujung pada seks bebas. Yang pada dasarnya pemikiran seperti itu sangat salah.

10.  Masa remaja terjadi kematangan biologis.

Seorang remaja sudah dapat melakukan fungsi reproduksi sebagaimana layaknya orang dewasa sebab fungsi organ seksualnya telah bekerja secara normal. Hal ini membawa konsekuensi bahwa seorang remaja akan mudah terpengaruhi oleh stimuli yang merangsang gairah seksualnya, misalnya dengan melihat film porno, cerita cabul, dan gambar-gambar erotis.

Kematangan biologis yang tidak disertai dengan kemampuan mengendalikan diri cenderung berakibat Negatif, yakni terjadi hubungan seksual pranikah dimasa pacaran. Sebaliknya kematangan biologis yang disertai dengan kemampuan mengendalikan diri akan membawa kebahagian remaja dimasa depannya sebab ia tidak akan melakukan hubungan seksual pranikah.

11.  Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas.

Sehingga mereka beranggapan bahwa seks bebas adalah suatu hal yang wajar bagi pergaulan mereka. Faktor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang kita lakukan dapat memudahkan kita terjerumus ke dalam hal hal yang negatif. Pada umumnya kita sebagai seorang remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, apabila menemukan atau melihat suatu hal yang baru maka otomatis kita akan ingin merasakannya atau mencobanya.

12.  Faktor lingkungan seperti orang tua, teman dan tetangga.

Di dalam faktor ini tidak sedikit anak remaja yang terjerumus kedalam pergaulan bebas di karenakan ada masalah di dalam keluarganya atau yang sering mereka sebut dengan broken home.Dan yang menjadi penyebab yang sering terjadi juga adalah karena terjerumus atau terpengaruh oleh temannya demi mendapatkan pujian atau ingin di bilang “gaul”.

13.  Salah bergaul

Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para remaja dan mahasiswa. Apabila seorang remaja atau mahasiswa salah dalam memilih teman maka akibatnya akan fatal. Memilih teman berarti memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa depannya cerah ditengah bekapan arus globalisasi, serta luas ilmu dan wawasannya, maka ia harus pandai dalam memilih teman. Seseorang akan dipastikan rusak masa depannya jika bergaul dengan orang-orang yang membenarkan kemaksiatan.

14.  Kegagalan remaja menyerap norma,

Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi. Boleh saja kita mengikuti modernisasi namun tetap harus disesuaikan dengan norma-norma adat dan budaya serta agama yang ada.

 

Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan atau agama dan ketidak stabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. Namun semuanya kembali ke diri kita sendiri, mau menjadi orang yang seperti apa kita ? Jauhilah pergaulan bebas dan hal hal negatif yang berdampak sangat merugikan bagi diri  kita sendiri. Kenalkan remaja pada akibat seks bebas.

 

 

Akibat dari Seks Bebas

Selain haram berdasarkan hukum agama, seks bebas memiliki akibat atau dampak yang sangat negatif bagi sipelaku. seks bebas juga dapat menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita. Selain itu seks bebas juga dapat berakibat:

1.       Hilangnya Kehormatan.

Hilangnya kehormatan, jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia serta merusak masa depannya, dan meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya. Kehormatan sangat penting bagi setiap manusia, terutama pada wanita. Jika kehormatan tersebut sudah hilang maka akan jelas terlihat perbedaannya dengan wanita yang masih menjaga kehormatannya.

2.        Prestasi cenderung menurun.

Apabila seorang remaja atau mahasiswa sudah melakukan seks bebas, maka fikirannya akan selalu tertuju pada hal negatif tersebut. Rasa ingin mengulanginya selalu ada, sehingga tingkat kefokusannya dalam mengikuti proses belajar disekolah atupun diperkuliahan akan menurun. Malas belajar, malas mengerjakan tugas dan lains ebagainya dapat menurunkan prestasi seorang remaja ataupun mahasiswa tersebut.

4.     Hamil Diluar Nikah.

Hamil diluar nikah akan sangat menimbulkan masalah bagi sipelaku. Terutama bagi remaja yang masih sekolah, pihak sekolah akan mengeluarkan sipelaku jika ketahuan peserta didiknya ada yang hamil. Sedangkan bagi pelaku yang kuliah hamil diluar nikah akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa terutama orang tua.

5.      Aborsi dan bunuh diri.

Terjadinya hamil diluar nikah akibat seks bebas akan menutup jalan fikiran sipelaku, guna menutupi aib ataupun mencari jalan keluar agar tidak merusak nama baik dirinya dan keluarganya hal tersebut dapat berujung pada pembunuhan janin melalui aborsi bahkan bunuh diri.

6.       Tercorengnya Nama Baik Keluarga.

Semua orang tua akan merasa sakit hatinya jika anak yang dibangga-banggakan juga di idam-idamkan hamil diluar nikah. Nama baik keluarga akan tercoreng karna hal tersebut, dan hal tersebut akan meninggalkan luka yang mendalam dihati keluarga.

7.      Tekanan Batin.

Tekanan batin yang mendalam dikarenakan penyesalan. Akibat penyesalan tersebut sipelaku akan sering murung dan berfikir yang tidak rasional.

8.      Terjangkit Penyakit.

Mudah terjangkit penyakit HIV/AIDS serta penyakit-penyakit kelamin yang mematikan, seperti penyakit herpes dan kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.

9.        Ketagihan.

Seks bebas dapat menyebabkan seseorang ketagihan untuk melakukan hal kotor tersebut. Hal tersebut sangat berbahaya karna keinginan  yang tidak terkontrol.

10.        Gangguan kejiwaan.

Akibat seks bebas seseorang dapat mengalami gangguan kejiwaan atau setres, disebabkan karna ketidak mampuan menerima kehidupan, kurangnya persiapan mental untuk hamil serta takut terhadap hukuman Tuhan.

 

 Dengan mengetahui berbagai dampak akibat sex bebas ini, diharapkan remaja dapat menghindari semua perilaku seks bebas baik akibat dari seksual on-line maupun semua bujuk rayuan off-line.

 

Kesimpulan

Pengetahuan remaja tentang berbagai istilah, penyebab, dampak tentang seks bebas sebagai dampak seksualitas online diharapkan dapat membangun mind set remaja agar tidak melakukan seks bebas, dengan demikian dapat membangun habits, kebiasaan dalam berperilaku seks yang adaptif dalam membangun dependency berupa integritas dan totalitas kepribadian remaja dengan menunjukkan adanya gender identity dan role behavior yang jelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Bacaan

 

American Medical Association Council on Scientifik Affairs (1978): Clinical aspects of amphetamine abuse. J.A.M.A. 204: 2317 – 2319.

Ball R. Sexual Problem. In: Bloch S, Sing BS (eds) Foundations of Clinical Psychiatry. Melbourne: Melbourne University Press, 1994.

Drescher J, Stein T S, Byene W M. Homosexuality, Gaya and Lesbian Identities, and Homosexual Behavior. In : Sandock BJ, Sandock V A(eds) Kaplan and Sandock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry. Vol I. eight edition. Philadelphia, Baltimore : Lippincott, Williams & Wilkins, 2005 : 1936 – 1965.

Elvira S.D, & Hadisukanto G. dkk. Buku Ajar Psikiatri.edisi kedua. Jakarta : Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, 2014.

Green R. Gender Identity Disorder in : Sandock BJ, Sandock V A(eds) Kaplan and Sandock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry. Vol I. eight edition. Philadelphia, Baltimore : Lippincott, Williams & Wilkins, 2005 : 1979 – 1991.

http://metro.sindonews.com/topic/3146/kasus-prostitusi-online, diakses   pada   1 Mei 2015

 

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150514100234-20-53228/soal-prostitusi-online-

lulung-itu-artis-artisan/  diakses pada Kamis 1 Mei 2015

Kaplan HS, The New Sex Therapy. London: Beiliere Tindall, 1974.

Maramis WF, Maramis AA (2009). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Edisi 2. Airlangga University Press,Surabaya.

Sadock VA. Normal Human Sexuality and Sexual Dyfuctions In: Sandock B j, Sandock V A (eds) Kaplan and Sandock’s Comprehensive Texbook of Psychiatry. Vol I. eight edition. Philadelphia, Baltimore : Lippincott, Williams & Wilkins, 2005 : 1902 – 1935.

Yusuf A, Fitryasari PK, Nihayati HE, 2015, Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa, Jakarta, Salemba Medika.



2 Komentar

1. Phil

pada : 08 April 2017

"You should take part in a contest for one of the finest websites on the net.
I am going to highly recommend this web site!"


2. Ah Yusuf

pada : 09 April 2017

"Ohh... thank you Phil... it's a good idea .. i feel many pleasure with your suggest

thank you"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

566180