Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Jangan Asal Menilai Orang Lain
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 26 January 2017
kategori : Motivasi - 0 komentar

JANGAN SALAH MENILAI ORANG

 

Cerita dari Buku harian Sultan Murad IV (Sultan Turky Utsmani, memerintah Juni 1612 – Februari 1640). Suatu malam sang Sultan merasa sangat galau, ia ingintahu penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan mengatakan bahwa ia akan pergi keluar istana dengan menyamar.

Sesuatu yang memang biasa beliau lakukan. Sultan berkata: Mari kita keluar, kita blusukan melihat warga ku. Mereka pun pergi, udara saat itu sangat panas. Tiba tiba mereka menemukan seorng laki laki tergeletak diatas tanah. Disentuh dan dibangunkan oleh Sultan, ternyata ia telah wafat. Orang orang yang lewat disekitarnya tidak ada yang peduli kepada mayat tersebut. Maka Sultan memanggil mereka, kemudian bertanya: ada apa ? apa yang kau inginkan ?, Sultan berkata: mengapa orang ini wafat tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang membawanya? Siapa dia ? dimana keluarganya ?, mereka berkata: orang ini Zhindiq, pelaku maksiat, dia selalu minum khamer dan selalu berzina dengan pelacur.

Sultan berkata: Tapi... bukankah ia juga umat Muhammad, Ayo angkat dia, kita bawa ke rumahnya. Mereka pun membawa mayat laki laki itu ke rumahnya. Saat istrinya mengetahui bahwa ia telah wafat, ia pun menangis, tapi orang orang langsung pergi, hanya sang sultan dan kepala pengawalnya yang masih tinggal. Kemudian Sultan berkata kepada istri laki laki itu: aku mendengar dari orang orang disini, mereka berkata bahwa suami mu itu dikenal suka melakukan kemaksiatan ini dan itu, hingga mereka tak peduli akan kematiannya.

Sang istri pun bercerita:  awalnya aku menduga seperti itu. Suami ku setiap malam keluar rumah pergi ke toko minuman keras (khomr), kemudian membeli sesuai kemampuannya. Ia bawa ke rumah khamr itu, kemudian membuangnya kedalam toilet, sambil berkata: aku telah meringankan dosa kaum muslimin.

Dia juga selalu pergi ke tempat pelacuran, memberi mereka uang dan berkata: malam ini merupakan jatah waktu ku, jadi tutup pintumu sampai pagi, jangan kau terima tamu lain. Kemudian ia pulang ke rumah dan berkata kepada ku: Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa pemuda pemuda Islam.

Tapi orang orang yang melihatnya mengira bahwa ia selalu minum khamr dan melakukan perzinahan, dan berita ini pun menyebar dimasyarakat. Sampai akhirnya suatu kali aku berkata kepada suami ku: kalau nanti kamu mati, maka tidak akan ada kaum muslimin yang akan memandikan jenazahmu, tidak ada yang akan mensholati mu, tidak ada pula yang menguburkan mu.

Ia hanya tertawa dan berkata: jangan takut sayang ku, jika aku mati, aku akan di sholati oleh Sultannya kaum muslimin, oleh para ulama dan para auliya, maka Sultan Murad pun menangis, dan berkata: Benar, demi Allah akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya dan menguburkannya.

Demikianlah, akhirnya jenazah laki laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para syeikh dan seluruh warga masyarakat.

Subkhanallah, kadang kita suka menilai orang dari apa yang kita lihat dan kita dengar dari omongan orang. Andai saja kita mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang, niscaya kita akan menjaga lisan kita dari membicarakan orang lain,,, wallahu’alam.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

438227