Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Model Stress Adaptasi dalam Keperawatan Jiwa
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 10 February 2017
kategori : Keperawatan Jiwa - 0 komentar

MODEL STRES ADAPTASI DALAM KEPERAWATAN JIWA
Model ini pertama kali dikembangkan oleh Gail Stuart pada tahun 1983. Fakta menunjukkan bahwa banyak pasien mengalami gangguan jiwa karena kegagalan beradaptasi, misal pada ringkasan kasus berikut.
Kasus 1
Nona A lulusan sekolah menengah atas dan termasuk dalam peringkat sepuluh besar. Rumah agak terpencil dan jauh dari kota besar. Sepulang dari kelulusan SMA, ia dengan bangga bercerita kepada ibunya dan mengutarakan rencana kuliah yang ingin ditempuh. Ibunya tidak terlalu menanggapi keinginan anaknya untuk kuliah, bahkan ibu memberikan nasihat, “Sudahlah Nak, kamu ini wanita, untuk apa sekolah sampai perguruan tinggi, toh setelah itu kamu akan kembali ke dapur, sumur, dan kasur”.
Nona A terkejut menegaskan keinginannya untuk tetap kuliah di beberapa perguruan tinggi negeri di kota yang sudah dipilih. Dengan modal peringkat sepuluh besarnya, Nona A yakin dapat menembus seleksi penerimaan mahasiswa baru, kemudian bisa mendapatkan beasiswa. Bagi Nona A, meskipun wanita dan tinggal di desa, harus tetap menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi, apalagi modal dasar kepandaian sudah di tangan.
Ibu tetap melarang anaknya yang sudah berusia 17 tahun itu pergi ke kota untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, meskipun secara finansial sebenarnya orang tuanya mampu untuk membiayai pendidikan anaknya. Akhirnya ibu berkata, “Sudahlah Nak, kamu tidak usah kuliah. Kamu ini wanita. Sebenarnya Ibu sudah memilihkan jodoh untuk dirimu, biarlah tidak terlalu tampan, yang penting dapat menjamin kehidupanmu di masa yang akan datang”.
Nona A tetap pada idealismenya dan ibu tetap pada keinginan untuk segera menikahkan anaknya karena sudah berjanji dengan calon menantu. Akhirnya dengan berbagai cara ibu merayu anaknya, tidak berhasil, meminta tolong saudara perempuannya, bahkan pada ibu guru ngajinya tidak berhasil.
Akhirnya sang Nona A menjadi pemarah, terutama setiap ketemu wanita dewasa. Oleh karena selalu marah setiap ketemu wanita dewasa inilah, akhirnya Nona A dibawa ke unit psikiatri. Terjadilah gangguan jiwa, risiko mencederai diri, orang lain, atau lingkungan.
Setelah ada trust saat dikaji oleh perawat, ternyata Nona A marah setiap ketemu wanita dewasa, karena Nona A menganggap pasti dia akan menyuruhnya untuk menikah.

Gambaran kasus di atas menunjukkan adanya konflik antara anak dan ibu, yang saling mempertahankan keinginannya sehingga tidak didapatkan adaptasi yang memuaskan.
Kasus 2
Nona B masih kelas 3 SMA, serta tinggal bersama ibu dan neneknya. Ayahnya sudah bercerai sehingga ibunya harus mencari nafkah untuk anak dan keluarganya. Pada saat tiga bulan menjelang ujian akhir, Nona B tertarik untuk mengikuti audisi MamaMia yang diselenggarakan di televisi yang dilihatnya. Nona B yakin sekali bahwa dia bisa memenangkan audisi ini, jika dibandingkan dengan para nominator sebelumnya. Nona B yakin kemampuan dirinya melebihi kualifikasi para pemenang sebelumnya, karena dia memang hobi musik dan bernyanyi, bahkan sudah sering naik panggung ketika tetangganya punya hajat. Dia yakin sekali bahwa suara, gaya, penampilan, dan trik untuk menguasai penonton sudah dikuasai dengan baik.
Setelah form diisi, Nona B dipanggil untuk seleksi audisi tahap awal. Sebelum berangkat Nona B pamit pada semua teman sekelasnya, “Teman-teman doakan aku yaa, mudah-mudahan aku berhasil mengikuti audisi MamaMia, aku yakin, aku mampu kok”. Pada tahap seleksi awal, Nona B dinilai bagus berdasarkan suara, gaya, model, dan lain-lain. Tahap berikutnya, mama dari Nona B dipanggil. Nona B baru sadar bahwa dia mengikuti audisi tidak bersama mamanya tetapi dengan neneknya, karena mamanya harus bekerja.
Salah satu kriteria penilaian pada audisi MamaMia adalah dinilai kekompakan, kemampuan, serta keserasian antara peserta dengan mamanya pada saat beraksi dan bernyanyi di panggung. Oleh karena Nona B tidak bersama mamanya, maka dia terkena diskualifikasi, sebab ini bukan audisi NenekMia.
Nona B pulang dengan kecewa, karena hal yang dijanjikan pada teman-temannya untuk memenangi audisi ini sudah gagal total. Saat sampai di rumah, Nona B sangat malu, sehingga tidak mau ketemu tetangga dan tidak mau pergi ke. Sehari-hari hanya mengurung diri di kamar, mulai jarang mandi, dan jarang makan. Terjadilah penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari sampai gangguan fungsi peran dan defisit perawatan diri. Setelah dua bulan semakin menyendiri, Nona B dibawa ke unit psikiatri.

Keperawatan kesehatan jiwa menggunakan model stres adaptasi dalam mengidentifikasi penyimpangan perilaku. Model ini mengidentifikasi sehat sakit sebagai hasil berbagai karakteristik individu yang berinteraksi dengan faktor lingkungan. Model ini mengintegrasikan komponen biologis, psikologis, serta sosial dalam pengkajian dan penyelesaian masalahnya. Apabila masalah disebabkan karena fisik, maka pengobatan dengan fisik atau kimiawi. Apabila masalah psikologis, maka harus diselesaikan secara psikologis. Demikian pula jika masalah sosial, maka lebih sering dapat diselesaikan dengan pendekatan sosial melalui penguatan psikologis.
Beberapa hal yang harus diamati dalam model stres adaptasi adalah faktor predisposisi, faktor presipitasi, penilaian terhadap stresor, sumber koping, dan mekanisme koping yang digunakan. Ada dua kemungkinan koping terpilih yaitu berada antara adaptif dan maladaptif. Koping ini bersifat dinamis, bukan statis pada satu titik. Dengan demikian, perilaku manusia juga selalu dinamis, yakni sesuai berbagai faktor yang memengaruhi koping terpilih.
Secara lengkap komponen pengkajian model stres adaptasi dalam keperawatan kesehatan jiwa adalah sebagai berikut.

Sumber secara lengkap lihat di:

Yusuf, A., Fitryasari R., Nihayati N., 2015, Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa, Salemba Medika, Jakarta.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

437601