Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Tugas 1 (8/3/17) MA MNS 625
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 07 March 2017
kategori : MA MNS 625 - 21 komentar

Jelaskan satu saja bentuk asuhan keperawatan yang dapat di support dengan penerapan Teknologi System Informasi ?

(tugas ini digunakan sebagai bahan penialian keaktifan mahasiswa dalam mengkuti mata ajar ini), Tuliskan jawaban Anda pada komentar dibawah ini.

Terimakasih.



21 Komentar

1. Nurul Hikmatul Qowi

pada : 08 March 2017

"Penerapan teknologi information dapat dilakukan pada evaluasi keperawatan. Setiap perawat akan mendokumentasikan evaluasi perkembangan pasien (Soap) setiap shift pada aplikasi yang sudah disesuaikan dirumah sakit dg computer based. Apabila perawat ingin mengetahui perkembangan pasien dari Hari ke hari, maka perawat dapat melihat resume soap yang terdapat pada menu aplikasi tersebut."


2. Cinthya surya nevada

pada : 08 March 2017

"Salah satu bentuk asuhan keperawatan yang dapat melibatkam sistem infprmasi dan teknologi adalah pemantauan kondisi pasien yang telah pulang dari rumah sakit terutama pada pasien dengan kondisi khusus. Ketika pasien dinyatakan pulang, perawat memberikan discharge planning. Discharge planning disampaikan untuk memberikan edukasi ketika pasien kembali ke rumah. Namun, ketika di rumah bisa jadi hal tersebut ada yang terlewati atau terdapat pertanyaan lebih lanjut terkait perubahan kondisi.
Disini sistem informasi dapat menjembatani jika pasien yang telah krs mempunyai pertanyaan terkait kondisinya kepada pihak rumah sakit yang diberi wewenang. Rumah sakit bisa membuat dalam bentuk web atau aplikasi dimana pasien melakukan log in dengan nama dan no medical record lalu muncul history pasien dan kolom pertanyaan kepada admin rs."


3. Esti Andarini

pada : 08 March 2017

"Bentuk Asuhan Keperawatan yang dapat di support dengan penerapan Teknologi System Informasi adalah proses dokumentasi keperawatan. Setiap tindakan perawat (Implementasi) yang sudah dilakukan dapat didokumentasikan secara computerize sehingga memudahkan perawat dalam pendokumentasian. Dalam pengembangannya, selain memunculkan biaya setiap tindakan yang sudah dilakukan oleh perawat,akan lebih baik lagi jika tindakan tersebut otomatis terkategorikan dalam tindakan mandiri atau delegasi. Dengan menggunakan system informasi tentunya akan memudahkan dalam mengintegrasikan antara dokter, perawat, dan tim kesehatan lainnya dengan pihak asuransi terkait dalam pembiayaan setiap tindakan, sehigga lebih efektif efisien.

-terimakasih- "


4. achmad masfi

pada : 08 March 2017

"Perkembangan teknologi sistem informasi dalam pelayanan kesehatan cukup maju, sebut saja TELEHEALTH yang merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang menggunakan teknologi informasi. dalam keperwatan kita kenal dengan TELENURSING dimana aplikasi ini sangat memudahkan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan serta memudahkan akses pelayanan keperawatan melalui media teknologi dan informasi khusux di rumah atau Home Care. Telenursing juga bisa menjadikan proses Health education kepada masyarakat yang meiliki jarak jauh, perkembangan ini sangat bermanfaat untuk pelayanan keperawatan komunitas... bukan berarti pelayanan telenursing ini tidak dapat di kembangkan di Rumah sakit... dalam perkembangannya RS sangat membutuhkan teknologi2 untuk mempermudah pelayanan dan pemenuhan asuhan keperawatan, bisa saja telenursing di gunakan untuk proses konsultasi, kolaborasi antar perawat atau pun profesi lain sehingga pelayanan efektif dan efesien tanpa ada hambatan jarak

Terima Kasih"


5. Deviea Prandesya

pada : 08 March 2017

"Teknologi System Informasi dapat diterapkan untuk membantu perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Salah satunya adalah pada tahap perencanaan. Setiap pasien baru MRS (Masuk Rumah Sakit) atau pasien muncul diagnosa baru, maka ketua tim dapat dengan cepat dan tepat menentukan rencana intervensi yang akan dilakukan pada pasien sesuai dengan standar intervensi yang ada.Aplikasi ini menggunakan komponen basis data (database) yang merupakan kumpulan data saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memproses data.Sehingga apabila ada pasien baru MRS, ketua tim memasukkan data pasien, hasil pengkajian, dan diagnosa keperawatan pada aplikasi ini, maka secara otomatis aplikasi ini akan memunculkan rencana tindakan keperawatan sesuai dengan standar intervensi yang ada. Dengan adanya aplikasi ini, selain memudahkan perawat, dapat juga menghemat biaya rumah sakit dalam anggaran penggunaan kertas. Aplikasi ini juga menguntungkan bagi pasien karena dengan adanya aplikasi ini, pasien dapat mengetahui kisaran rincian biaya selama perawatan sesuai dengan rencana tindakan yang akan dilakukan."


6. NUNING KHUROTUL AFIDA

pada : 08 March 2017

"Dalam era globalisasi seperti saat ini, Teknologi Sistem Informasi sangat berperan penting dalam proses pemberian asuhan keperawatan. Salah satu peran perawat yang bisa dikembangkan adalah nurse as educator. Perawat diharapkan mampu memberikan pendidikan kesehatan dalam proses peningkatan kualitas kesehatan klien. Penggunaan teknologi EHE (Electronic Health Education) yang merupakan pengembangan program PKRS sangat bermanfaat bagi klien untuk mengakses program pelayanan kesehatan selama dirawat di rumah sakit. Klien rawat inap dan rawat jalan serta pengunjung dapat mengakses layanan layar sentuh ini di ruang tunggu atau di kamar rawat inap sehingga klien dapat menentukan layanan kesehatan optimal sesuai kebutuhannya. Pengembangan "EHE" juga bisa diterapkan dalam video yang diputar di layar tv health education serta bisa diakses dengan mudah melalui program discharge planning untuk klien yang KRS (keluar rumah sakit) sehingga dapat mengoptimalisasi proses kesembuhan dan membantu mengingatkan jadwal kontrol rutin yang telah ditentukan.
Pengembangan dan penerapan EHE (Electronic Health Education) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. "


7. I Gede Juanamasta

pada : 08 March 2017

"Salah satu asuhan keperawatan yang dapat didukung oleh Teknologi Sistem Informasi adalah dokumentasi asuhan keperawatan.
Mary Ann Lavin, Ellen Harper, dan Nancy Barr (http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/Vol-20-2015/No2-May-2015/Articles-Previous-Topics/Technology-Safety-and-Professional-Care-Documentation.html) mengembangkan Electronic Helath Record(EHR) sehingga memudahkan perawat dalam melakukan dokumentasi dan pemantauan kondisi klien."


8. Sofia mayasari

pada : 08 March 2017

"Salah satu metode pemberian asuhan keperawatan yg bisa diterapkan dalam SIM RS adalah clinical pathway pada setiap pasien yg dirawat jadi CP atau clinical pathway merupakan alur pemberian asuhan keperawatan mulai dari pasien masuk sampai dilakukan asessmen intervensi dan implementasi sehingga bisa muncul total biaya sesuai dengan CP yang dibuat hal ini akan mempermudah estimasi biaya dimana saat ini era bpjs Чǝлƍ masing masing pasien pembiayaannya sesuai INA CBG.Jika pasien dapat diperkirakan biayanya sesuai dengan CP Чǝлƍ dibuat secara SIMRS maka setiap pasien diharapkan cost Πўǟ tdk melebihi Ina cbg. "


9. Soliha

pada : 08 March 2017

"Sistem manajemen informasi kesehatan (SIMK) merupakan suatu perangkat lunak yang membantu perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan yang awalnya manual menjadi komputerisasi. Salah satu bentuk asuhan keperawatan yang di support dengan tekhnologi informasi yaitu dalam pendokumentasian asuhan keperawatan pada tahap penerimaan pasien baru mulai dari pengkajian sampai pembuatan intervensi keperawatan. Ketika ada pasien baru yang MRS, perawat melakukan pengkajian. kemudian perawat melakukan entry data pasien dan data hasil pengkajian ke komputer. perawat menentukan diagnosa keperawatan yang muncul, kemudian perawat membuat rencana intervensi.Di dalam komputer tersebut sudah tersedia berbagai intervensi keperawatan yang sesuai dengan standart intervensi, perawat hanya cukup mencentang intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Hal ini membantu perawat dalam proses pendokumentasian sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. "


10. Aulia Rahman

pada : 08 March 2017

"“Asuhan keperawatan yang dapat disupport dengan teknologi sistem informasi salah satunya adalah asuhan keperawatan pada pasien di ruang intensif atau Intensif Care Unit (ICU). Di mana pasien mengalami penyakit kritis yang tingkat resiko kematian pasien tinggi sehingga memerlukan observasi ketat. Teknologi sistem informasi yang digunakan adalah Tele-ICU yaitu Sophistic Alert System yang berfungsi sebagai monitor yang memberi informasi perubahan kondisi pasien sehingga perawat lebih peka dan cepat tanggap dalam memberikan intervensi sesegera mungkin dalam menghadapi kondisi kritis pasien. Penerapan sistem ini diharapkan perawat lebih dimudahkan dalam melaksanakan proses asuhan keperawatan yang komprehensif sehingga bisa menurunkan angka kematian pada pasien dan yang pasti perawat jangan stress ya seakan-akan perannya digantikan oleh teknologi !!!”"


11. Tiara Putri Ryandini

pada : 08 March 2017

"Penerapan teknologi informasi di bidang keperawatan merupakan suatu hal yang diperlukan saat ini. Bisa dibayangkan, aktifitas kegiatan di ruang rawat inap yang cukup banyak dengan dibandingkan jumlah perawat yang bertugas akan sangat menyita waktu dan tenaga perawat. Penerapan teknologi informatika menjadi sebuah harapan bagi perawat di ruang rawat inap untuk memberikan kontribusi ‘efektif dan efisiensi’ pencatatan dan pelaporan seluruh aktifitas pelayanan keperawatan. Penerapan teknologi informasi dengan model Decision Support System (DSS) menjanjikan kelancaran program dalam semua sistem terkait karena terdapat kerjasama yang baik pada setiap struktur organisasi, termasuk lingkungan. Penerapan teknologi informasi di ruang rawat inap diharapkan dapat memfasilitasi kinerja perawat yang cukup waktu dan tenaga untuk dapat melaksanakan kegiatan pelayanan keperawatan anak sehari-hari, mendokumentasikan kegiatan dengan benar dan terinci, tetap dapat memperhatikan prinsip keperawatan anak, dan perawat semakin pintar"


12. nurul jannah

pada : 08 March 2017

"Salah satu bentuk asuhan keperawatan yang dapat di support dengan penerapan Teknologi System Informasi adalah PENGENDALIAN MUTU BERBASIS TEKNOLOGI SYSTEM INFORMASI. Fenomena yang terjadi adalah perawat terlalu sibuk dengan sistem pendokumentasian yang rumit, sehingga kurang memperhatikan indikator mutu pelayanan dalam bentuk kegiatan pengendalian mutu. Dengan adanya penilain pengendalian mutu berbasis teknologi system informasi ini, membantu perawat untuk mengumpulkan data dengan menginput hasil pengkajian yg dilakukan oleh perawat sesuai dengan instrumen tiap indikator. Sehingga setiap bulan tercatat persentase numerator dan denumeratornya dari setiap indikator mutu yang nantinya dapat dievaluasi ketika slah satu indikator tersebut tidak mencapai standar yang telah ditentukan. Dengan adanya pencatatan tersebut makan dapat ditelusur penyebabnya dan dapat pula mengembangkan metode baru untuk mencapai nilai standar. Sehingga semakin baik mutu pelayanan keperawatan maka semakin bagus pula citra rumah sakit di masyarakat.

"


13. mokhamad nurhadi

pada : 08 March 2017

" penerapan asuhan keperawatan pada praktik mandiri keperawatan dg suport IT akan memudahkan perawat praktik mandiri mendokumtasikan askepnya dan mempermudah melakukan praktik sesuai standart praktik, dg menciptakan sofware dari pengkajian, analisis data, diagnosis, intervensi, implemtasi dan evaluasi sesuai respon pasien saat berkunjung, yg sudah diinput sebelumnya beberapa kasus yg sering ditemui saat praktik mandiri atau kasus terbanyak, jadi tingal klik dan ketik respon pasien sudah muncul alat pengkajian diagnosa intervensi implementasi dan evalusi bahkan dilengkapi sop dan sap sesuai standart praltik perawat, sehingga peaktik mandiri keperawatan bisa betul betul mandiri bukan praktik medis kedokteran seperti yang lazim di lakukan, dan pedokumentasian juga rapi dan otomatis tersimpan di data based komputer"


14. Sarifudin

pada : 09 March 2017

"Pembiayaan perawatan pasien di rumah sakit pada era BPJS yang dimulai 1 januari 2014 yang lalu, membawa konsekuensi tersendiri bagi perkembangan Sistem Informasi Rumah Sakit, terutama pada transaksi keuangan, billing, rekem medik elektronik, dll. Kita mengetahui, pembiayaan pasien peserta JKN yang dibayarkan oleh BPJS, menggunakan tarif INACBG’s yang merupakan tarif hasil grouper dari beberapa indikator/data. Sudah seyogyanya SIMRS bisa diintegrasikan dengan program INACBG’s BPJS. Bisa integrasi langsung maupun dengan bridging bagi rumah sakit yang telah memiliki SIMRS. Jika ini bisa dilakukan akan mempermudah penghitungan dalam pemberian Remunerasi kepada tenaga kesehatan khususnya perawat di Rumah Sakit yaitu dengan konversi dari fee for service menjadi fee for performance"


15. Tantri Arini

pada : 09 March 2017

"Salah satu bentuk asuhan keperawatan yang dapat disupport dengan teknologi informasi yaitu asuhan keperawatan yang dilakukan pada fase preventive di pelayanan kesehatan pertama atau puskesmas. Perawat komunitas dalam hal ini perawat yang bertugas di puskesmas, akan bertindak sebagai perawat di lini pencegahan terhadap suatu penyakit. Perawat harus melakukan deteksi dini terlebih dahulu terhadap suatu komunitas yang beresiko mengalami suatu penyakit, misalkan bayi/balita dengan gizi kurang. Dalam aplikasi informasi dan teknologi, puskesmas dapat membuat suatu software untuk pemantauan gizi bayi/balita, pendidikan kesehatan kepada ibu bayi/balita dengan masalah gizi dan dokumentasi dari hal apa saja yang sudah dilakukan ibu bayi/balita. Jadi misalkan Ibu X mempunyai balita usia 3 tahun dengan gizi buruk. Ibu X akan dibekali kemampuan untuk menggunakan aplikasi pemantauan gizi balita di smartphonenya. Aplikasi di dalam software tersebut meliputi riwayat pertumbuhan dan perkembangan bayi/balita (sesuai dengan nomor ID), pendidikan kesehatan mengenai penanganan untuk gangguan pemenuhan gizi balita dan dokumentasi mengenai hal apa saja yang sudah dilakukan oleh ibu bayi/balita sesuai dengan yang diberikan oleh perawat dalam pendidikan kesehatan. Perawat yang bertugas di wilayah ibu X akan bisa melakukan pemantauan terhadap kliennya, memberikan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kasus, melakukan pemantauan dari dokumentasi terhadap apa saja yang sudah dilakukan oleh ibu bayi/balita yang sudah diintegrasikan ke dalam software tersebut, sehingga kerja perawat di bidang preventif akan lebih efektif dan efisien. "


16. Berlian yuli saputri

pada : 09 March 2017

"Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi. Keperawatan juga berkewajiban untuk menyediakan pelayanan/asuhan keperawatan yang didasarkan pada kaedah-kaedah suatu profesi termasuk adanya bukti pertanggung jawaban melalui sistem informasi yang tepat yang ditunjukkan oleh sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik. Namun pada realitanya dilapangan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar manual dan konvensional, belum disertai dengan sistem /perangkat teknolgi yang memadai, sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian dalam praktek. Selain itu dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan, perawat sering mengeluh terhadap dokumentasi yang memakan waktudan terlalu banyak perawat belum sepenuhnya faham menuliskannya.Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, maka perlu dibuat suatu mekanisme pendokumentasian yang mudah dan cepat berkaitan dengan dokumentasi proses keperawatan.Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik. "


17. Mei Widyawati

pada : 09 March 2017

"Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan seorang perawat harus mampu melaksanan asuhan keparawatan sesuai standart dan disertai dengan sistem pendokumentasian yang baik. Dokumentasi keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang dalam pelaksanaan pencapaian mutu asuhan keperawatan. Dengan adanya perkembangan teknologi sistem informasi manajemen berbasis komputer (SIMK), memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada pasien. Program SIMK dapat berupa program yang berisi dokumentasi standar asuhan keperawatan, standart operating prosedur (SOP), discharge planning, resume keperawatan, laporan keperawatan, jadwal dinas perawat , dll. SIMK akan merubah cara konvensional menjadi cara modern,dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien secara optimal, dapar memotivasi perawat untuk bekerja lebih praktis, cepat dan tepat. Dengan sistem informasi keperawatan seorang kepala ruang dapat memonitor keadaan pasien apabila kepala ruang sedang ada rapat di luar ruangan, selain itu akan dapat memudahkan dalam mencari data dan dapat mengurangi resiko kehilangan data yang tersimpan.

Terima Kasih"


18. Yuliartiningsih

pada : 09 March 2017

"Penerapan tehnologi system informasi untuk asuhan keperawatan sangatlah bermanfaat, diera globalisasi. Sesuai dengan akreditasi versi 2012 standar pelayanan berfokus pada pasien. Salah satu asuhan yang dapat dimasukan aplikasi adalah CPPT (catatan perkembangan pasien terintegrasi). Di CPPT ini tidak hanya dokter dan perawat yang memberikan asuhan tapi tenaga kesehatan lain yaitu farmasi (apoteker), ahli gizi dan fisioterapis yang juga terlibat di dalamnya. Dimana dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain saling memberikan asuhan sesuai dengan rananya. Sehingga dokter dapat melakukan verifikasi dari masukan tenaga kesehatan lain. Dengan demikian asuhan yang diberikan dapat terintegrasi dan akan mempercepat hari perawatan. Dengan aplikasi ini pasien dapat melihat asuhan yang diberikan dari berbagai tenaga kesehatan, tidak hanya dokter dan perawatan. "


19. LUKMAN HAKIM

pada : 09 March 2017

"Dalama era modernisasi salah satu yang menjadi trend saat ini adalah gadget. Gadget dapat digunakan dalam keperawatan, salah satu nya adalah pada kasus tuberkulosis paru. Pasien tuberkulosis paru dalam proses penyembuhan penyakit salah satu nya adalah mengonsumsi obat. Dalam proses minum obat tersebut pasien dapat d pantai melalui handphone dengan sistem N-SMSI (Ners Short Message Servicenya Intervention)"


20. Wahyu Darnanik

pada : 09 March 2017

"Penerapan tehnologi sistem informasi dapat dilakukan pada tahap implementasi keperawatan. Implementasi keperawatan dalam sistem informasi ini menggunakan label NIC (Nursing Intervention Clasification) dan aktivitas dalam NIC. Perawat hanya tinggal mengetikkan aktivitas perawatan yang telah dilakukan, menambahkan jam pelaksanaan dan menuliskan pelaksanaan dari aktivitas tersebut. Implementasi yang diinputkan oleh perawat dalam dokumentasi askep langsung diintegrasikan dengan billing system RS, sehingga tidak ada double entry dalam keuangan klien. Masing-masing tindakan perawat memiliki harga sendiri yang telah disahkan oleh RS."


21. Evi Muslicha

pada : 11 March 2017

"Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen. Salah satu bagian dari perkembangan teknologi dibidang informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh beberapa RS adalah penerapan Rekam Medis berbasis komputer, yakni penggunaan database untuk mencatat semua data medis maupun keperawatan, demografis serta setiap event dalam manajemen asuhan pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, perawat dan tim, digitasi dari alat diagnosis (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi, termasuk didalamnya dokumentasi asuhan keperawatan (pengkajian,diagnosa,intervensi, implementasi, dan evaluasi). Yang selanjutnya akan dihubungkan dgn program penghitungan jasa secara otomatis. Kedepan perlu juga dikembangkan penggunaan smartphone android untuk pelaksanaan program telehealth atau telenursing yang diharapkan dapat memudahkan akses monitoring petugas-pasien."


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

561431