Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Tugas 1 (8/3/17) MA KPJ 605
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 07 March 2017
kategori : MA KPJ 605 - 21 komentar

Sebutkan materi atau topik dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang ada selama ini, dan akan dikembangkan pada mata ajar ini..?

(tugas ini digunakan sebagai bahan penilaian keaktifan mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah ini). Tuliskan jawaban Anda pada komentar dibawah ini.

Terimakasih.



21 Komentar

1. gandes widya hendrawati

pada : 08 March 2017

"depresi, halusinasi, isolasi soaial menarik diri, perilaku kekerasan, resiko bunuh diri, ansietas"


2. Sahriana

pada : 08 March 2017

"kasus klinik yang ada saat ini meliputi halusinasi, waham, isolasi sosial;HDR, menarik diri, perilaku kekerasan, resiko bunuh diri, dan depresi. "


3. Nansy Delia Pangandaheng

pada : 08 March 2017

"Kasus klinik yang akan dikembangkan yaitu isolasi sosial, Perilaku kekerasan,waham, halusinasi,Resiko bunuh diri,kecemasan, depresi."


4. Henry Wiyono

pada : 08 March 2017

"1. Masalah Depresi
2. Masalah Harga Diri Rendah
3. Masalah Perilaku Kekerasan
5. Masalah Skizofrenia"


5. Siti Kotijah

pada : 08 March 2017

"1. Isolasi sosial : menarik diri
2. Peubahan proses pikir : waham
3. Perubahan persepsi sensori:halusinasi
4. Perilaku kekerasan (PK)
5. Resiko Bunuh diri
6. Defisit perawatan diri
7. Harga diri rendah (HDR)"


6. agung eko hartanto

pada : 08 March 2017

"topik dasar keperawatan pada kasus selama ini, dan akan dikembangkan :
1. kenakalan remaja
2. NAPZA
3. Skizoprenia
4. HDR
5. gg psikologis pada pasien dg penyakit kronis dan terminal"


7. ah yusuf

pada : 08 March 2017

"nomor 4 nya apa Pak Henry"


8. Henry Wiyono

pada : 08 March 2017

"nomor 4, Masalah Halusinasi,
terima kasih sebelumnya"


9. Endri Ekayamti

pada : 08 March 2017

"Topik dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang dapat di kembangkan selain 7 diagnosa: Defisit Perawatan Diri, Halusinasi, Isolasi sosial: menarik Diri,Halusinasi, Harga diri Rendah, Perilaku Kekerasan, waham.
Dapat juga di kembangkan untuk kasus: ansietas, depresi, bipolar disorde."


10. Maulana Rahmat Hidayatullah

pada : 08 March 2017

"Topik dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang akan dikembangkan menurut saya:
1. Anak dan Remaja: Gangguan Psikoseksual, Napza, RM & autisme, masalah perkosaan, gangguan makan
2. Dewasa: waham, halusinasi, isos, hdr, rdb, perilaku kekerasan,DPD, Depresi, ansietas.
3. Lansia: dementia, delirium, insomnia."


11. zulvana

pada : 08 March 2017

"1. HDR
2. ISOS
3. DPD
4. HALUSINASI
5. PK
6. WAHAM
7. RISIKO BUNUH DIRI
8. BERDUKA
9. ANSIETAS
10. DEPRESI
11. PENYALAHGUNAAN ZAT ADITIF
12. RM DAN AUTIS
13. GANGGUAN PSIKOSEKSUAL
"


12. Dhia Diana Fitriani

pada : 08 March 2017

"Materi atau topik dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang ada selama ini menurut saya yaitu :
1. Gangguan konsep diri,
2. Isolasi sosial: menarik diri,
3. Perubahan proses pikir: waham
4. Perubahan persepsi sensori: halusinasi,
5. Defisit perawatan diri
6. Risiko perilaku kekerasan
7. Risiko bunuh diri
7 dari 9 topik asuhan keperawatan dalam buku Keperawatan Kesehatan Jiwa, Yusuf dkk. (2015). Materi yang sebaiknya akan dikembangkan dalam mata ajar ini menurut saya adalah waham."


13. Muhammad luthfi

pada : 08 March 2017

"Dari 9 diaqnosa yang sering ditemukan di klinik ialah :
1. Perubahan proses fikir : waham
2. Perubahan persepsi sensori : halusinasi
3. Risiko prilaku kekerasan
4. Risiko bunuh diri
5. Defisit perawatan diri
6. Isolasi sosial : menarik diri
7. Psikososial kehilangan dan berduka
8. Psikososial kecemasan dan
9. Gangguan konsep diri
Maka dari diaqnosa di atas itu baik untuk dikembangkan dalam mata ajar, sebab sering ditemukan di rumah sakit maupun klinik psikososial."


14. Titik Nuryanti

pada : 08 March 2017

"Menurut saya dari tujuh diagnosa keperawatan yang perlu dikembangkan dalam mata ajar ini adalah risiko bunuh diri untuk deteksi dini dalam menyingkapi kasus bunuh diri."


15. NIKODEMUS SILI BEDA

pada : 09 March 2017

"Dari masalah yang ada ini seperti Defisit Perawatan Diri, Halusinasi, Isolasi sosial: menarik Diri,Halusinasi, Harga diri Rendah, Perilaku Kekerasan, waham.dan yang perlu di kembangkan lagi adalah masalah depresi dan ansietas."


16. Hanim Nur Faizah

pada : 09 March 2017

"menurut saya dari beberapa masalah gangguan jiwa yang ada yang di klinik. sebenarnya jangan hanya mengembangkan masalah yang gangguan saja, akan tetapi masalah resiko juga perlu dikembangkan. Seperti:
1. ansietas
2. berduka dan kehilangan
3. syndrome post trauma
4. koping keluarga inefektif
5. ketidakberdayaan
6. dll
Karena dari beberapa diagnosa resiko tersebut, bila tidak tertangani dengan baik, bisa menyebabkan orang masuk ke diagnosa gangguan. Sedangkan kebanyakan di rumah sakit umum yang ditangani hanya masalah yang berbuhungan dengan fisik saja, tanpa memperhatikan masalah kejiwaannya, padahal sudah jelas dalam pengertiannya, manusia itu terdiri dari Bio, Psiko, Sosial, Spiritual. jadi perlu juga mengembangkan diagnosa resiko tersebut.
Dan karena perawat jiwa lingkup kerjanya memang seharusnya tidak hanya di lingkup Rumah sakit Jiwa saja, akan tetapi di semua lingkup keperawatan.
dan satu lagi,,,,,
"SELAMA YANG KITA RAWAT ADALAH MANUSIA, KEPERAWATAN JIWA AKAN SELALU DIGUNAKAN"
itulah yang selama ini kurang diperhatikan oleh tenaga kesehatan terutama perawat."


17. Wildan Akasyah

pada : 13 March 2017

"materi atau topik dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang perlu dikembangkan
1. The Nursing Process in Psychiatric/ Mental Health Nursing
2. Intervention With Families
3. Crisis Intervention/ penanganan kasus Jiwa pada korban bencana
4. cognitiive theraphy, behavior theraphy, cognitive behavior therapy
5. Community Mental Health Nursing
6. Children and Adolescents
7. Military Families
8. Electro convulsif Therapy
9. psykofarmakologi
10. Cultural and Spiritual Concepts Relevant to Psychiatric/Mental Health Nursing"


18. Rustafariningsih

pada : 21 March 2017

"Materi dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang dapat dikembangkan antara lain
1. Gangguan persepsi sensori halusinasi
2. Gangguan proses pikir waham
3. Menarik diri
4. Gangguan konsep diri harga diri rendah
5. Perilaku kekerasan
6. Resiko bunuh diri
7. Defisit perawatan diri
Materi lain yang dikembangkan pada kasus psikososial antara lain
1. Anseitas
2. Depresi
3. PTSD (post traumatic stress disorder)
4. Ketidakberdayaan"


19. IRA AYU MARYUTI

pada : 21 March 2017

"Topik dasar keperawatan jiwa pada kasus klinik yang ada selama ini meliputi: isolasi sosial, perilaku kekerasan, halusinasi, resti bunuh diri, depresi dan kecemasan. Sedangkan yang perlu dikembangkan adalah gangguan mood dan psikotik yang merupakan kelanjutan dari Attention Defisit Hyperactivity Disorder (ADHD). Gangguan jiwa pada usia anak sangat perlu diberikan perhatian khusus, mengingat anak adalah gambaran masa depan suatu bangsa. Diagnosa gangguan jiwa pada anak dan remaja adalah perilaku yang tidak sesuai dengan tingkat usia, menyimpang bila dibandingkan dengan norma budaya, yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi (townsend,1999). Meningkatnya tantangan yang harus dihadapi anak sekarang karena perkembangan technologi yang sangat pesat, memberikan efek negatif bagi yang tidak mampu beradaptasi dengan baik. Oleh karena itu, kita sebagai perawat harus ikut peduli untuk menghadapi tantangan dimasa depan dangan bersikap terbuka, dengan memulai dari membuka wawasan kita terhadap hal tersebut, sehingga kita mampu berpartisipasi menghadapi tantangan tersebut dengan baik berdasarkan teori yang sudah kita pahami. Terima kasih"


20. Sri Widowati

pada : 21 March 2017

"Kasus gangguan jiwa yang terbanyak di klinis antara lain gangguan persepsi sensori (80% halusinasi pendengaran), gangguan isi pikir (tebanyak adalah waham), gangguan arus pikir( inkohere, irrelevan, asosiasi longgar, flight idea), gangguan bentuk pikir (nonrealistis), gangguan berhubungan sosial (isolasi sosial), Harga diri rendah kronis dan situasional, gangguan alam perasaan (depresi mania), gangguan penyesuaian, Perilaku kekerasan.
Pengembangan keperawatan jiwa yang lebih banyak ditekankan pada terapi modalitas, banyak temuan baru terkait terapi modalitas, mulai dari CBT I dan II, terapi keluarga, terapi asertif, milliue terapi.serta temuan-temuan terapi terbaru menjadi tantangan bagi kita semua.Akan tetapi selama ini pemberian nutrisi masih kurang diperhatikan, padahal nutrisi sangat dibutuhkan dalam membantu metabolisme di otak.
Penderita gangguan jiwa juga membutuhkan supplemen untuk metabolisme otak, dimana selama ini banyak tanaman-tanaman yang bermanfaat bagi otak, diantaranya adalah Pegagan.Tanaman ini perlu diolah untuk menjadi pendamping nutrisi bagi penderita gangguan jiwa.
Selain itu perlu pusat pemberdayaan pasien dan keluarga, pusat pendidikan berkelanjutan bagi pasien, yang mungkin selama ini lebih banyak dikenal sebagai rehabilitasi.Dalam tingkat tersier inilah perlu banyak inovasi bagi pasien, keluarga dan masyarakat."


21. Nurul Arifah

pada : 21 March 2017

"Menurut saya,kasus gangguan jiwa terbanyak di klinik yang harus lebih diperhatikan lagi selain dari ke 7 diagnosa yang telah ditetapkan diantaranya yaitu kasus yang lebih mengenai psikososial dari pasien yang menjadi kemungkinan munculnya beragam gangguan kejiwaan sekarang ini. Perlu diperhatikan kembali bahwa masalah psikososial menjadi penting terkait dengan kondisi perubahan masyarakat disekitar kita dan juga perkembangan tuntutan waktu dan era yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sebagai perawat, tetap perlu memperhatikan aspek psikososial selain dari diagnosa gangguan jiwa yang telah ada dan perkembangannya dimasyarakat, dan juga di klinik."


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

561432