Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Resume Jiwa 1 A 15
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 16 March 2017
kategori : Keperawatan Jiwa - 119 komentar

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya sangat terkait pada materi. gangguan jiwa adalah gangguan yang terkait dengan perilaku akibat perubahan fungsi kognitif. Bagaimana pendapat anda tentang terjadinya gangguan jiwa, dari hasil perkuliahan pada pertemuan pertama dan ke dua....

tuliskan pendapat anda pada komentar dibawah...

terimakasih



119 Komentar

1. Alex Susanto

pada : 17 March 2017

"Gangguan jiwa merupakan kondisi yang tidak hanya diawali dari penyakit hati saja, melainkan rasa bangga yang berlebihan terhadap diri sendiri bisa menjadi salah satu faktor pemicunya.
Penderita gangguan jiwa harus mendapatkan perilaku yang baik, bukan justru dikucilkan dan diperlakukan secara tidak manusiawi."


2. Ayu okta miftachul jannah

pada : 17 March 2017

"Gangguan jiwa bisa terjadi karena berbagai faktor , contohnya masalah ekonomi, percintaan, dll. Gangguan jiwa di Indonesia dibagi menjadi 2 yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Tahun ke tahun, klien dengan gangguan jiwa semakin meningkat sedangkan tempat untuk merehabilitasi tidak bertambah. Ditambah lagi pengetahuan masuarakat Indonesia yang masihbkurang terhadap masalah gangguan jiwa ini. Menurut saya, sebagai perawat selain melakukan standart praktik , kita juga bisa membantu edukasi masyarakat tentang bagaimana menangani masalah gangguan jiwa. Termasuk mensosialisasikan bahwa pasung dan pengasingan klien dengan masalah gangguan jiwa bukan jalan untuk menyembuhkan mereka dan kita jelaskan pula gangguan jiwa bisa disembuhkan. Keluarga klien pun kita edukasi bahwa keikutsertaan kelurga dalam proses penyembuhan klien gangguan jiwa sangatlah membantu dari segi emosional. Tanpa adanya dukungan keluarga , kesembuhan klien dengan gangguan jiwa tidaklah berarti apa-apa.
Selain itu, sebagai perawat kita juga bisa melakukan kolaborasi dengan pemerintah dalam hal penambahan tempat rehabilitasi untuk klien gangguan jiwa.

Dengan sikap peduli kita sebagai perawat dalam membantu klien gangguan jiwa , dengan cara merubah mindset masyarakat tentang masalah gangguan jiwa. Insha allah kedepannya , masalah gangguan jiwa akan dapat teratasi. "


3. Nurfa Dwiki Fitriana

pada : 18 March 2017

"Gangguan jiwa berhubungan dengan perilaku pendiam/berontak, berhalusinasi, mengadakan yang tidak ada, dan respon berlebihan terhadap sesuatu.
Kebencian/kesakitan yang mendalam dan kebahagiaan yang berlebihan dapat memicu terjadinya gangguan jiwa. Namun ini semua tergantung individu dalam menilai masalah dan menghadapinya dengan coping positif/negatif.
Gangguan jiwa dapat disembuhkan. penyembuhan dapat dengan obat dan tanpa obat. Penyembuhan tanpa obat bergantung pada individu untuk dapat mengendalikan perilakunya. Dukungan keluarga dalam memberikan perlakuan yang baik dan memberikan makna hidup dapat membantu proses penyembuhan. Peran perawat dalam penyembuhan dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa.
Dengan ini, kita bisa memberikan pengertian kepada orang disekitar kita tentang gangguan jiwa."


4. Ni Komang Ayu Santika

pada : 18 March 2017

"Gangguan jiwa akan terjadi bila komunikasi intrapersonal telah menghalangi individu dari respon eksternal. Faktor yang dapat mengakibatkan gangguan jiwa antara lain kekecewaan yang teramat dalam, rasa percaya diri yang berlebihan, dan lain-lain. Kurangnya sarana rehabilitasi dan informasi di masyarakat menyebabkan terjadinya kesalahan penanganan bagi pasien gangguan jiwa. Kebanyakan pasien akan dipasung, diisolasi serta diperlakukan dengan tidak layak. Padahal, penanganan yang paling tepat untuk pasien gangguan jiwa adalah dengan support serta perlakuan yang baik dari orang terdekatnya. Selain itu, kemauan yang tinggi untuk sembuh dari pasien juga dapat menjadi obat yang ampuh untuk menangani gangguan jiwa."


5. Kusnul Chotimah

pada : 18 March 2017

" Gangguan jiwa dapat dialami oleh siapa saja.
 Gangguan jiwa diawali dengan memberikan makna terlalu berlebihan terhadap sesuatu dan manifestasinya terkait dengan perilaku.
 Gangguan mental emosional sering tidak diketahui dan tidak diobati. Jadi bisa saja orang yang terlihat baik-baik saja adalah orang dengan gangguan jiwa.
 Namun gangguan jiwa dapat disembuhkan terutama dengan support system yang baik.
"


6. Elly Ardianti

pada : 19 March 2017

"Gangguan jiwa bisa dialami oleh semua orang. Penyebabnya bermacam-macam, bisa dikarenakan oleh hal-hal yang mengecewakan maupun hal-hal yang membahagiakan. Orang yang mengalami gangguan jiwa berat di Indonesia berkisar 0,17% dan gangguan mental emosional sebanyak 6%. Jumlah tersebut memang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan, namun jumlah yang terlihat sedikit tersebut ternyata berdampak cukup besar terhadap hilangnya potensi ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan orang dengan gangguan jiwa tersebut mengalami penurunan kualitas hidup, kualitas kerja, dan produktifitas.
Orang dengan gangguan jiwa bisa disembuhkan asal dengan cara yang sabar dan benar. Kondisi orang gangguan jiwa di Indonesia masih cukup memprihatinkan karena masih banyak orang yang memperlakukan pasien jiwa dengan cara yang salah seperti melakukan pemasungan bertahun-tahun tanpa diberi tempat yang nyaman dan makanan yang bergizi. Sejak disahkaan Undang-Undang kesehatan jiwa nomor 18 tahun 2014 diharapkan pasien jiwa mendapatkan penanganan yang lebih baik. Peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan. Perawat dapat berpedoman pada model konseptual praktik keperawatan jiwa yang dapat membantu memberikan arahan dan dasar dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa. "


7. Diah Ayu Mustika

pada : 19 March 2017

"Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Gangguan jiwa dapat menyerang semua usia. Sifat serangan penyakitnya biasanya akut dan bisa kronis atau menahun. Penanganan gangguan jiwa harus dilakukan secara komprehensif melalui multi-pendekatan, khususnya pendekatan keluarga dan pendekatan petugas kesehatan secara langsung dengan penderita, seperti bina suasana, pemberdayaan penderita gangguan jiwa dan pendampingan penderita gangguan jiwa agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang terus menerus. Penanggulangan masalah gangguan jiwa terkendala karena adanya kesulitan dalam mendiagnosis gangguan jiwa. Hal ini berpengaruh dalam sistem pencatatan dan pelaporan, padahal informasi seperti ini sangat penting untuk mengetahui keparahan kasus gangguan jiwa."


8. Novia Dwi Windasari

pada : 21 March 2017

"Gangguan jiwa biasanya tidak terjadi hanya dari satu faktor saja tapi dari beberapa faktor yang saling mempengaruhi misalnya kehilangan yang mengakibatkan kecemasan, depresi dan akhirnya terjadi gangguan jiwa. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa bisa disembuhkan asalkan mendapat pengobatan dan dukungan psikososial yang dibutuhkannya, oleh karena itu praktik keperawatan sangat di butuhkan dalam hal ini. Ada beberapa model praktik keperawatan yang dapat dilakukan yaitu psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik, dan diimbangi dengan mekanisme koping yang tepat.
Untuk menjaga agar jiwa kita tetap sehat, kita harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri pada lingkungan, berintegrasi dan berinteraksi dengan baik, tepat, dan bahagia.
"


9. Wahyu Agustin Eka Lestari

pada : 23 March 2017

"Sesorang yang mengalami gangguan jiwa merupakan seseorang yang terganggu kesehatan jiwanya yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, tidak mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik, faktor penyebabnya bermacam-macam bisa karena mengalami kekecewaan yang berlebihan misalnya merasa tertekan, sakit hati, dan kecewa dengan apa yang tidak bisa didapatkan ataupun bahagia yang berlebihan seperti terlalu bangga dengan diri sendiri dan merasa bahwa diriya adalah orang paling hebat yang ingin terus lebih dan lebih. sehingga output perilakunya bisa dengan memberontak, marah, mengurung diri atau menutup diri tidak mau berinteraksi dengan yang lain ataupun merasa ketakutan yang berlebihan.
Seseorang yang mengalami gangguan jiwa perlu adanya perhatian khusus dan support dari lingkungan sekitarnya terutama dari keluarga. Karena dengan adanya pendekatan yang baik akan mengurangi beban dari seseorang itu sehingga perlahan akan mau untuk membuka diri dan akan mengetahui permasalahan yang apa yang sebenarnya dialaminya bukan malah dipasung atau diasingkan karena walau bagaimanapun seorang yang mengalami gangguan jiwa itu juga seorang manusia biasa, jika diberikan rehabilitasi, motivasi dan support yang baik kondisi psikisnya akan bisa kembali normal dan bisa sembuh seperti seorang John Nash dalam sebuah film yang berjudul “A Beautiful Mind”
"


10. Riris Medawati

pada : 23 March 2017

"anggaun jiwa dapat terjadi pada siapa saja dengan berbagai penyebab yang beragam. Klien dengan ganggun jiwa sangat memerlukan perhatian khusus. Di indonesia klien dengan gangguan jiwa seringkali mendapatkan perlakuan yang buruk dari masyarakat sekitar, bahkan keluarganya sendiri menganggap pihak kelaurga yang mengalami gangguan jiwa sebagai aib. Karena itu seringkali kita temui orang dengan gangguan jiwa yang mengalami perlakuan yang buruk bahkan dipasung. Oleh karena itu perlu adanya edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memperlakukan orang dengan gangguan jiwa sehingga masayarakat mampu bersikap baik dan memberikan dukungan untuk membantu membuat kondisi pasien gangguannjiwa menjadi lebih baik."


11. Erlinna Nur Syah Putri

pada : 24 March 2017

"Gangguan jiwa adalah suatu gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa bisa terjadi pada setiap orang tidak mengenal umur, ras, agama maupun status sosio-ekonomi. Kasus gangguan jiwa di Indonesia bukanlah hal yang asing lagi karena banyak sekali masyarakat Indonesia yang terkena gangguan jiwa dan harus tinggal di Rumah Sakit Jiwa. Namun, tidak semua orang yang terkena gangguan jiwa dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena kapasitas Rumah Sakit Jiwa juga terbatas. Sebagian dari mereka ada yang hidup di jalanan, ada yang diasingkan oleh keluarga dan tetangganya bahkan sampai ada yang meninggal di tempat pemasungan. Banyak hal yang bisa menyebabkan gangguan jiwa tidak hanya stress, patah hati dan frustasi penyebabnya, bahkan rasa bangga yang berlebih juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa dan berhalusinasi tinggi.
Gejala yang sering muncul pada klien ganguan jiwa adalah depresi, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, dan menarik diri dari lingkungan luar. Penderita gangguan jiwa tidak mungkin mampu mengatasi masalah kejiwaannya sendiri. Selain perawatan klien di Rumah sakit Jiwa, peran keluarga juga sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan klien dengan gangguan jiwa karena keluarga adalah tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal dengan lingkungan. Keluarga adalah tempat bagi individu untuk mengembangkan nilai, sikap dan perilakunya. Oleh karena itu, jika salah satu anggota keluarga mengalami sakit makan akan berpengaruh pada seluruh anggota keluarga tersebut. Peran keluarga untuk klien dengan gangguan jiwa bisa dilakukan melalui beberapa cara yaitu dengan memberikan dukungan sosial kepada klien, tidak meninggalkannya seorang diri dalam keadaan terpuruk dan memberikan perawatan terbaik selama klien berada di rumah.
"


12. Elma Karamy

pada : 24 March 2017

"Gangguan jiwa yang ada di indonesia ada dua macam yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Gangguan mental emosional ini dapat berasal dari perasaan seseorang yang terlalu sedih dengan keadaan yang dialaminya dan bisa juga karena terlalu bangga terhadap dirinya. Akibat dari gangguan mental emosional yang terlalu dalam akan membuat orang tersebut gangguan jiwa berat. Di Indonesia banyak sekali masayarakat yang tidak memahami akan keadaan orang dengan gangguan jiwa, di desa-desa atau bahkan di kota pun masih banyak yang memperlakukan orang jiwa dengan sangat buruk seperti dipasung, dikucilkan, ataupun diisolasi dengan sangat buruk. Hal ini tentunya tidak akan merubah keadaan penderita gangguan jiwa, bahkan membuat penderita tersebut semakin parah dan sulit untuk sembuh. Sebagai tenaga kesehatan, seharusnya kita bisa memberikan pengarahan kepada keluarga atau kepada klien mengenai gangguan jiwa itu sendiri. Gangguan jiwa dapat disembuhkan apabila klien dapat diperlakukan dengan baik serta adanya dukungan sistem yang baik utamanya berasal dari keluarga. Oleh karena itu, apabila ada klien dengan gangguan jiwa, keluarga dapat memberikan dukungan positif kepada klien seperti memberikan perawatan terbaik tanpa melakukan pengasingan atau melakukan pemasungan sehingga klien akan pulih dengan cepat. "


13. Fifa Nasrul Ummah

pada : 24 March 2017

"Gangguan jiwa merupakan orang yang mengalami gangguan pada kepribadiannya, melakukan sesuatu yang tidak wajar di luar kebiasaan dan norma. Orang dengan gangguan jiwa sering mengalami halusinasi baik pendengaran, penciuman maupun penglihatan yang seolah-olah dia mendengar, mencium, dan melihat sesuatu yang tidak ada. Orang dengan gangguan jiwa juga mempunyai prasangka yang tidak beralasan dan tidak masuk akal. Gangguan jiwa sampai saat ini masih di anggap sebagai penyakit yang memalukan dan menjadi aib bagi keluarga. Orang awam biasanya menyebutnya”gila”. Menempatkan klien gangguan jiwa pada Rumah Sakit Jiwa tidak sepenuhnya benar, yang sebenarnya dibutuhkan klien gangguan jiwa adalah motivasi dari orang terdekat untuk dapat menyelesaikan masalahnya yang membuat ia merasa tertekan bukan malah dikucilkan."


14. Ayu Rahmawati

pada : 24 March 2017

"Gangguan Jiwa dapat terjadi ketika seseorang hilang kendali terhadap pemikirannya. Salah satu faktor risiko adanya gangguan jiwa adalah stress. Ketika sesorang tidak memiliki koping efektif terhadap stress memicu tekanan terhadap kehidupannya. Hal ini berdampak pada kondisi emosional seseorang seperti berhalusinasi. Keinginan seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan dapat menjadikan pula gangguan jiwa. Setiap orang berisiko untuk mengalami gangguan jiwa termasuk seseorang dengan tingkat intelegensi tinggi. Untuk itu perlu adanya manajemen diri untuk mengihindari hal-hal yang dapat memicu gangguan jiwa seperti stres. Salah satunya hidup dengan pemikiran positif serta menghiraukan komentar buruk dari orang lain. "


15. Ririn Arianta

pada : 25 March 2017

"Gangguan jiwa sudah mulai dikenal sejak zaman dahulu, dimana orang pada zaman mesir kuno menanggap bahwa gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya roh jahat yang ada diotak, namun seiring dengan perkembangan zaman perubahan pemikiran terjadi dimana gangguan jiwa merupakan gangguan yang terkait dengan perilaku. Gangguan jiwa bisa disebabkan karena berbagai hal diantaranya karena sikap bahagia atau kesedihan yang berlebihan, sikap ingin menunjukkan ekstensi, atau karena ditolak lingkungan seperti keluarga , teman dekat dan kegagalan dalam adaptasi.
Pola penanganan pada pasien dengan gangguan jiwa di lingkungan masyarakat saat ini banyak yang kurang tepat. Kebanyakan pasien diasingkan, dipasung dan dijauhi. Padahal dukungan dari keluarga dapat mempercepat proses kesembuhan disamping motivasi internal untuk sembuh. "


16. Dilruba Umi Shalihah

pada : 25 March 2017

"Gangguan jiwa dapat terjadi bila seseorang memiliki makna yang berlebihan terhadap sesuatu. Menurut analisa teori S. Frued dalam model psikoanalisa, "setiap orang yang mengalami gangguan jiwa pasti ada kebencian yang mendalam atau kebahagiaan yang terlampau"
Gangguan jiwa juga bisa menyerang siapa saja (usia 12-45 th), termasuk orang yang pandai.
Gangguan jiwa dapat disembuhkan dengan perlakuan yang baik dan support sistem yang baik."


17. Maria Nerissa Arviana

pada : 27 March 2017

"Gangguan jiwa dapat disebut dengan gangguan perilaku. Gangguan jiwa dapat menimpa siapa saja dan dipacu oleh berbagai konflik seperti permasalahan dalam kehidupan, pekerjaannya, lingkungan, keluarga dan faktor pemicu lainnya dan dapat diidentifikasi dengan perasaan senag berlebihan dan sedih yang berlebihan.
Gangguan jiwa tidak hanya disembuhkan dengan obat aja, tetapi juga bisa disembuhkan dengan support sistem yang baik. "


18. Rinda Harwidiana Rani

pada : 28 March 2017

"Gangguan jiwa disebabkan karena ketidakmampuan seseorang menyesuaikan diri pada lingkungan, kebanyakan tidak dapat berinteraksi dengan baik. Selain itu juga sering mendapatkan tekanan (kekecewaan) sehingga dia tidak memperoleh kepuasan atas usaha atau perjuanga yang dia capai. Psikodinamika gangguan jiwa menurut model medik yaitu gejala yang timbul itu akibat dari kombinasi faktor-faktor fisiologik, genetik, lingkungan,dan sosial, ketika fisik tidak bisa menerima maka akan berdampak pada gennya lalu berpengaruh pada lingkungan dan sosialnya. Lingkungan dan sosialnya menjadi tidak baik dan buruk.
yang berperan dalam penanganan klien dengan gangguan jiwa yang pertama adalah keluarga dan lingkungan (keluarga dan lingkungan harus memberikan dukungan yang positif terhadap klien, yang kedua adalah diri sendiri (diri sendiri harus belajar menerima kenyataan dan selalu menanamkan pikiran yang positif), yang ketiga adalah perawat jiwa (perawat jiwa harus memberikan asuhan yang kompeten yaitu 3 domain kep. jiwa yaitu aktivitas asuhan langsung, komunikasi, dan penatalaksanaan)"


19. Gita Kurnia W

pada : 28 March 2017

"PSIKODINAMIKA GANGGUAN JIWA
Mengkaji film “BEAUTIFUL MIND”
John Nash merupakan seorang pengidap schizophrenia tipe delusi atau halusinasi. Dimana delusi ini dimulai sejak dia bersekolah di Princeton University pada bulan September 1947. Penyakit ini dapat terjadi karena dia merasa terlalu bahagia, sebagai anak biasa bisa diterima di Princeton University.
Dalam kisah ini sangat nampak bahwa John Nash mengalami schizophrenia terutama saat dia barhalusinasi menjadi seorang agen rahasia untuk negara bersama dengan Parcher. Kemudian setelah dia menikah, schizophrenia ini diketahui oleh istrinya.
Support system yang diberikan oleh Alicia (istri John Nash) inilah yang meningkatkan semangat John untuk sembuh. Walauoun dia tidak mampu menghilangkan delusinya, akan tetapi dia mampu hidup dengan normal kembali setelah 50 tahun. upaya yang dia lakukan ialah dengan mengabaikan halusinasinya.
John Nash mengalami banyak masalah selama menuju kesembuhannya, mulai dari mendapat perawatan dr. Rosen di rumah sakit jiwa, pengobatan hingga membuat dia tidak bisa menghadapi istrinya, mengalami schizophrenia yang lebih parah daripada sebelumnya, dan sebagainya. Hingga pada akhirnya, di usianya yang sudah tergolong tua, John Nash menjadi salah satu penerima nobel.
Analisa
• Menarik nilai dari film tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa gangguan jiwa dapat sembuh apabila ada support system dan perilaku yang baik.
• Banyak jalan untuk memecahkan satu masalah.
• Gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh adanya sakit hati atau rasa kecewa yang berlebihan, akan tetapi bahagia yang berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan jiwa.
• Seandainya semua keluarga memberikan support system yang baik pada anggota keluarganya yang mengidap schizophrenia, maka kemungkinan besar semua penderita schizophrenia dapat disembuhkan.
• Cara yang dapat digunakan untuk mengembalikan kesadaran akan kenyataan pada penderita schizophrenia maupun keluarga penderita yang mempercayai halusinasi penderita ialah dengan orientasi tempat dan waktu.
• Gangguan jiwa ialah masalah yang berhubungan dengan perilaku penderita. Selama penderita dapat mengontrol atau mengedalikan dirinya sendiri, maka penyakitnya tidak akan mengganggu dan dia mampu hidup dengan normal.
Psikodinamika Gangguan Jiwa
Psikodinamika gangguan jiwa bergantung pada:
• Paradigma
• Konsep
• Model
Ada 9 model yaitu:
 Model Psikoanalisa
Tokohnya antara lain S. Freud, Erikson, dkk.
Didasarkan pada perkembangan dini dan resolusi konflik yang adekuat. Konflik yang dimaksud disini ialah saat anak dalam usia 0-1,5 tahun, dimana fase ini tergolong fase oral.
 Model Interpersonal ---- biasanya digunakan oleh Psikolog
 Tokohnya antara lain Sullivan dan Peplau.
Ansietas atau kecemasan yang dialami secara interpersonal. Misalnya dalam satu geng pengguna NAPZA. Apabila dia tetap bertahan di dalamnya maka dia akan merusak tubuhny sendiri. Akan tetapi jika keluar dari geng tersebut, dia akan merasa tidak aman dan merasa bersalah serta dibenci oleh anggota yang lain.
 Model Sosial
 Model Eksistensial
Terjadi terutama pada seseorang yang gagal berekspresi atau gagal mengekspresikan apa yang ingin dia tampakkan.
 Model Supportif
 Model Komunikasi
 Model Perilaku
Misalnya dialami oleh anak yang selalu ingin menguasai atau mendominasi kelompok.
 Model Medik ---- biasanya digunakan oleh Dokter.
Berhubungan dengan adrenalin, non-adrenalin, hipokampus, dll.
 Model Stress Adaptasi ---- biasanya digunakan oleh Perawat.
Terdapat beberapa faktor diantaranya:
o Predisposing factor
o Precipitating stressor
o Appraisal of stressor
o Coping resource
o Coping mechanism
Dalam pemilihan model yang akan kita gunakan bergantung pada diri kita sendiri, mana kiranya yang paling cocok menurut kita.
"


20. Mitha Wulan NurAini

pada : 29 March 2017

"Gangguan jiwa berasal dari perasaan iri, dengki, suka menggunjing (peyakit hati, atau bahkan dari kesenangan dan kebanggan yang berlebihan. Gangguan jiwa itu yang bermasalah perilaku. Gangguan jiwa bisa menyerang siapa saja dala rentang umur 12-45 tahun. Gangguan jiwa bisa sembuh dengan support yang baik. Psikodiamika jiwa tergantung konsep dan model. Respon koping ada adaptif dan maladaptif."


21. Ah Yusuf

pada : 29 March 2017

"Terimakasih bagi yang sudah mengirimkan resume....
bagi yang belum mengisi resume... penilaian keaktifan mahasiswa dalam perkuliahan akan diambil dari komentar di blog ini
terimakasih"


22. Malinda Kurnia Putri

pada : 29 March 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu perilaku yang dapat terjadi karena kekecewaan yang berlebihan maupun karena rasa kegemberiaan yang berlebihan. Gangguan jiwa dapat diklasifikasikan menjadi dua yakni gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Gangguan mental emosional banyak terjadi diantara kita, misalnya saat kita stress karena perkuliahan. Sedangkan gangguan jiwa berat adalah gangguan jiwa yang biasa kita jumpai pada orang - orang yang berada di rumah sakit jiwa maupun di jalanan. Hingga saat ini respon masyarakat sekitar terhadap seseorang dengan gangguan jiwa sangat negatif. Beberapa orang justru tega untuk memasung hingga mengurung orang yang terkena gangguan jiwa, dan angka kejadian ini di Indonesia cukup tinggi. sebagai seorang perawat penting bagi kita untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gangguan jiwa bisa disembuhkan jika mendapatkan support yang positif dari lingkungan sekitarnya walaupun dengan rentang waktu yang cukup lama. . . "


23. Ainil Fikroh Rahma Dheaning

pada : 29 March 2017

"Gangguan jiwa bisa dikategorikan menjadi gangguan Jiwa berat dan gangguan jiwa emosional. Gangguan jiwa bisa terjadi karena berbagai macam hal. Seseorang yang terlalu bahagia atau sedih bisa mengalami gangguan jiwa. Kebencian yang terlalu mendalam pada sesuatu bisa menimbulkan gangguan jiwa. Faktor sosial juga menjadi salah satu faktor. Merasa tidak diterima di lingkungan masyarakat atau teman sebaya sering menyebabkan perubahan perilaku seseorang yang mengarah pada gangguan jiwa. Faktor internal seperti iri dengki, dan penyakit hati lainnya bisa memyebabkan gangguan jiwa.
Siapapun bisa terkena gangguan jiwa, dari yang muda hingga tua. Gangguan jiwa bisa disembuhkan jika kita memberikan perilaku dan support system yang baik bagi mereka, bukan malah dikucilkan ataupun diasingkan. Hal demikian tidak akan memecahkan masalah, namun menambah masalah."


24. Nyuasthi Genta Satriyaningarum

pada : 29 March 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan yang menunjukkan adanya penyimpangan terhadap perilaku atau psikologis dari setiap individu. Gangguan jiwa dapat dilihat melalui adanya perubahan kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berfikir, persepsi seta kepribadiannya. Macam gangguan jiwa ada yang ringan dan berat, dikatakan ringan itu jika gangguannya tidak pernah terdiagnosa sebagai penyakit atau sering disebut sebagai gangguan mental emosional, contohnya memiliki firasat buruk, tegang, gelisah dll. Sedangkan dikatakan berat jika gangguan tersebut bersifat patologis, contohnya insomnia, mudah putus asa, bersedih yang berlarut-larut dll. Proses terjadinya ini tergantung pada koping individu menanggapi stimulus yang ada, dengan cara positif atau negatif, apabila stimulus tersebut diterima secara negatif oleh individu maka akan berubah menjadi sebuah patologik yang dikatakan gangguan jiwa. Dan untuk penanganan masalah gangguan jiwa ini dibutuhkan support sistem yang baik dari lingkungannya, keluarga ataupun dari dirinya sendiri. Dan peran kita sebagai perawat yang salah satunya berperan sebagai edukator hendakanya untuk memberikan pendidikan mengenai cara untuk penanganan orang yang mengalami gangguan jiwa tanpa menggunakan cara pasung. Alternatif lainnya dengan dilakukan rehabilitasi, diberikan kontrol keluarga dan lingkungan yang baik serta memberikan edukasi terhadap individu untuk selalu memberikan dan memepertahankan koping positif pada dirinya"


25. Faza Hisba Afifa

pada : 29 March 2017

"Gangguan Jiwa dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal apapun. setiap manusia dapat mengalami gangguan jiwa, tinggal bagaimana manusia tersebut mengendalikan pikiran dan mentalnya. gangguan jiwa dapat menyerang seseorang yang berpikiran atau terpuruk dalam kesedihan yang berlarut-larut dan tidak dapat mengontrol dirinya sendiri.
seseorang yang mengalami gangguan jiwa dapat sembuh dengan sendirinya tanpa harus dengan mengkonsumsi obat secara terus menerus, asalkan si penderita mampu berperilaku dengan baik dan mendapatkan support lingkungan sekitar yang baik juga.. :) "


26. Itsnaini Lina Khoiriyyah

pada : 29 March 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi pada siapapun, kapanpun dan dimanapun.
Gangguan jiwa ini dapat terjadi pada rentan usia 12-45 tahun, dimana pada saat usia 12 tahun seseorang mulai menemukan jati diri atau mengenal lingkungan dan pada saat usia 45 tahun, seseorang mencapai puncak masalah hidupnya.
Metode pengukuran kesadaran gangguan jiwa secara kualitatif dapat diukur dengan derajat sangat meningkat/respon berlebih, sangat turun/stres berlebih, dan irreguler/tidak teratur.
Gangguan jiwa ini dapat disembuhkan, jika terdapat 2 hal yaitu suatu perlakuan yang baik dan support sistem yang baik.
"


27. Adilla Kusuma Dewi

pada : 29 March 2017

"Gangguan jiwa dapat diderita oleh siapapun dan dalam keadaan apapun terhadap diri sesorang. Orang yang mengalami gangguan jiwa tidak merasa bahwa ia gila, ia selalu merasa bahagia dan tidak merasa stres. Biasanya gangguan jiwa ini menyerang pada usia 12-45 tahun yaitu pada saat seseorang mulai beranjak dewasa dan mulai menemukan jati dirinya, serta pada saat seseorang tersebut telah mencapai puncak karirnya. Orang yang mengalami gangguan jiwa dapat sembuh dan belum tentu memiliki masa depan yang buruk asalkan mendapat perlakuan yang baik dan mendapat dukungan yang baik oleh orang-orang sekitarnya terutama keluarganya."


28. Farida Norma Yulianti

pada : 29 March 2017

"ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa adalah ketidakmampuan suatu individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitar. Di Indonesia, gangguan jiwa terdiri dari gangguan jiwa berat dan gangguan jiwa mental emosional. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa tidak selalu terjadi pada orang yang bodoh atau orang yang mengalami sakit hati, namun gangguan jiwa bisa terjadi karena seseorang tersebut memaknai sesuatu secara berlebih atau bisa dikatakan mengalami tekanan dalam dirinya. Tekanan tersebut membuat diri seseorang tidak dapat merasakan hal yang paling penting dalam kehidupan yaitu kebahagiaan. Seseorang yang dapat merasakan kebahagiaan, tergantung dari perasaan dan bagaimana seseorang tersebut merasakan hidup. Tingkat kesadara dalam gangguan jiwa di bagi menjadi 3 macam, yaitu sangat meningkat(pasien berespon lebih terhadap masalah kecil), sangat menurun (pasien yang mengalami stress berat), irreguler (tidak teratur).
Ganggaun Jiwa sekarang ini tidak hanya terjadi pada orang yang sudah dewasa, namun gangguan jiwa dapat beresiko pada anak umur 12-45 tahun, karena di usia tersebut merupakan masa pencarian jati diri. Orang dengan gangguan jiwa dapat sembuh dengan perilaku dan support yang baik dari orang disekeliling, teruma keluarga atau orang terdekat.
Proses terjadi nya gangguan jiwa terkandung dalam model dan konsep, yaitu Psikoanalisa (gangguan jiwa karena kekecewaan atau kegembiraan yang berlebih), Model interpersonal, Model sosial, Model eksistensial, Model support, Model komunikasi, Model perlaku, Model medik, dan Model stress/ adaptasi."


29. LAILATUR ROKHMAH

pada : 30 March 2017

"Terjadinya gangguan jiwa merupakan berawal dari adanya stress, stress bersumber pada adanya konflik, frustasi, krisis, dan tekanan. Seorang individu yang memiliki Stress yang berlebih danmemiliki daya tahan stress yang rendah akan mengakibatkan dekompensasi mental. Dekompensasi mental penyesuaian yang berlebih dan menyimpang yang akan mengakibatkan integrasi secara primer. Terjadinya dekompensasi individu tersebut sehingga dapat mengakibatakan individu tersebut mengalami gangguan jiwa. "


30. Puji Setyowati

pada : 30 March 2017

"Konsep dasar keperawatan jiwa
Jiwa” unsur manusia yang non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.”
Bagaimana pendapat saya tentang terjadinya gangguan jiwa, dari hasil perkuliahan pada pertemuan pertama dan ke dua?
Gangguan jiwa dimana terganggunya/bermasalahnya kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri pada lingkungan untuk berintegrasi dan berinteraksi secara baik dan tepat.
Penyebab :
1. Terlalu bangga terhadap diri sendiri
2. rasa benci, iri dan benci terhadap yang dimiliki orang lain.
3. khayalan (sesuatu yang diinginkan) terlalu jauh dari kata kenyataan yang dapat menjadi stress

Manifestasi dari gangguan jiwa tersebut dapat dilihat dari kedadaran, emosi, psikomotor, proses berfikir, persepsi dan kepribadian yang dapat terganggu dan menyimpang.
Sebagai perawat terhadap gangguan jiwa, dapat menerapkan dengan “model konseptual praktik keperawatan jiwa” dimana dengan menganalisa:
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensi
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku dan
8. medik"


31. Talia Puspita Adianti

pada : 31 March 2017

"gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran (stress, adanya suatu masalah, dll) , tingkah laku suatu individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, orang lain , masyarakat maupun lingkunganya. di dalam stigma masyarakat bahwa gangguan jiwa itu sulit untuk disembuhkan, memalukan dan itu dianggap sebagai aib bagi keluarganya. dalam hal ini dibutuhkan pola untuk mengubah stigma yang ada di masyarakat bahwa setiap individu yang mengalami gangguan jiwa tidak semuanyaa tidak bisa disembuhkan. akan tetapi, ada juga yang bisa disembuhkan tergantung bagaimana penanganan. penanganan gangguan jiwa harus dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan secara keluarga dan dibantu oleh petugas kesehatan yang secara langsung menangani si klien.gangguan jiwa dapat menyerang semua usia mulai 12-45 tahun. karena pada usia tersebut seseorang masih mencari siapa jati dirinya.sehingga proses terjadinya suatu gangguan jiwa terkandung dalam suatu model dan konsep yaitu Psikoanalisa (gangguan jiwa karena kekecewaan atau kegembiraan yang berlebih), model interpersonal, model sosial, model eksistensial, model support, model komunikasi, model perlaku, model medik, dan model stress/ adaptasi."


32. Arman Rosyadio Firmansyah

pada : 31 March 2017

"Psikodinamika Ganguan Jiwa
Jiwa merupakan unsur non-material pada suatu individu yang memiliki fungsi dan manifestasi berupa materi khususnya dalam pola emosional. Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Gangguan jiwa juga dapat terjadi sangat lama kurang labih 20 tahun. Gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan karena obat-obatan hanya mengobati gejalanya saja, dan hanya disembuhkan dengan rehabilitasi mental klien. Penyebab terjadinya gangguan jiwa juga belum jelas, dan biasanya gangguan ini terjadi karena kesenangan yang berlebihan dan kekecewaan yang berlebihan. Onset terjadi gangguan jiwa terjadi pada umur 13 tahun (Pada masa pubertas) dan pada umur >50 tahun.
“Model konseptual praktik keperawatan jiwa” dimana dengan menganalisa:
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensi
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku dan
8. medik"


33. Arman Rosyadio Firmansyah

pada : 31 March 2017

"Psikodinamika Ganguan Jiwa
Jiwa merupakan unsur non-material pada suatu individu yang memiliki fungsi dan manifestasi berupa materi khususnya dalam pola emosional. Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Gangguan jiwa juga dapat terjadi sangat lama kurang labih 20 tahun. Gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan karena obat-obatan hanya mengobati gejalanya saja, dan hanya disembuhkan dengan rehabilitasi mental klien. Penyebab terjadinya gangguan jiwa juga belum jelas, dan biasanya gangguan ini terjadi karena kesenangan yang berlebihan dan kekecewaan yang berlebihan. Onset terjadi gangguan jiwa terjadi pada umur 13 tahun (Pada masa pubertas) dan pada umur >50 tahun.
“Model konseptual praktik keperawatan jiwa” dimana dengan menganalisa:
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensi
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku dan
8. medik"


34. Aisyah Niswatus Sakdiyah

pada : 31 March 2017

"Terdapat 2 jenis gangguan jiwa, yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Gangguan jiwa dapat terjadi karena kekecewaan yang berlebihan maupun kebahagiaan yang berlebihan. Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh stres yang berlebihan, akibat adanya konflik ataupun tekanan. Gangguan jiwa dapat disembuhkan dengan perlakuan yang baik dan support yang baik oleh orang terdekat, misalnya teman atau keluarga, karena pengabaian dan pengucilan terhadap seseorang yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat membuat hidup mereka lebih baik, melainkan mereka akan merasa ditolak oleh semua orang."


35. Sagita Wulan Sari

pada : 01 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan gangguan mental yang berdampak kepada pola pikir hingga tingkah laku seseorang secara umum. Gangguan jiwa dapat timbul pada setiap orang dikarenakan muncul persepsi pada individu yang berlebih, baik perasaan senang maupun beban stress yang berat. Penyebab tinggi orang mengalami gangguan jiwa dapat disebabkan oleh stress yang berlebih dengan merenung secara mendalam dan akhirnya tidak dapat mengontrol diri. Pada penderita gangguan jiwa didalamnya terdapat halusinasi yang tinggi tanpa di ketahui kehidupannya oleh orang normal. Gangguan jiwa menjadi ancaman bagi masyarakat bahkan keluarganya sendiri, amukan tiba – tiba yang tidak dapat dikontrol menjadikan keamanan mereka terganggu. Sehingga tidak sedikit orang dengan gangguan jiwa yang diasingkan, di buang di jalan – jalan dan dilakukan tindakan pemasungan. Melihat tindakan pemasungan dan pengasingan merupakan tindakan yang tidak berperi kemanusiaan yang harus segera dilakukan tindakan penyuluhan yang benar dan tepat atas pemahaman masyarakat. Peningkatan setiap tahun penderita gangguan jiwa dengan pemasungan yang rentan terjadi di pedasaan maupun di kota harus dilakukan penyuluhan pada masyarakat. Setelah adanya penyuluhan di harapkan masyarakat yang memiliki tetangga maupun keluarganya dapat memberikan pengobatan dan support agar dapat kembali normal kembali. Mengetahui gangguan jiwa sendiri dapat disembuhkan, namun dengan adanya cara yang tepat dan support."


36. Ima Matul Khoiriyah

pada : 01 April 2017

"Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapa saja dan disebabkan oleh berbagai hal misalnya karena kekecewaan yang berlebihan seperti sakit hati, putus asa dan kegagalan. Ada juga karena suatu kebanggaaan yang berlebihan dan menganggap bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh orang lain dan adanya tuntutan kesempurnaan pada dirinya sendiri sehingga membuatnya merasa bahwa dirinya mampu untuk menjadi yang terbaik dan akan selalu bisa sempurna namun ketika ia mengalami kegagalan maka ia akan merasa kecewa pada dirinya sendiri sehingga menimbulkan depresi dan stress yang dapat menjadi gangguan jiwa.
Gangguan jiwa dapat diketahui dengan manifestasi klisis seperti ansietas, adanya rasa takut, respon tubuh yang berlebihan seperti stress dan depresi sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku yang tidak wajar dan merasa bahwa semua yang dilakukan itu benar. seseorang yang sudah mengalami perubahan daya fikir yang tidak wajar maka dapat dikatakan bahwa orang itu telah mengalami gangguan jiwa. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa membutuhkan perhatian dan support agar seseorang itu dapat mengatasi masalahnya dengan baik sehingga secara perlahan dapat mengembalikan pola fikirnya secara normal. Tidak ada yang tidak mungkin jika orang yang mengalami gangguan jiwa dapat kembali normal bahkan ia dapat menata hidupnya lebih baik dari pada orang yang tidak pernah mengalami gangguan jiwa."


37. Fara Anggita Rosa

pada : 02 April 2017

"Banyak penyebab seseorang mengalami gangguan jiwa. Kesedihan, kebencian, kebaikan, dan kebanggaan yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan jiwa, contohnya pembulian, diskriminasi, kegagalan aktualisasi diri, terlalu bangga terhadap diri sendiri, dan masih banyak lagi. Teori Freud menyebutkan bahwa gangguan jiwa terjadi karena konflik selama fase oral sehingga terdapat kebencian yang mendalam dan gangguan tersebut bisa muncul kapanpun. Gangguan jiwa timbul dari respon kita terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita. Respon sesungguhnya dapat dikendalikan oleh diri kita sendiri. Adaptasi yang baik dan respon yang baik akan menghindarkan dari gangguan jiwa. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa bisa sembuh dengan perilaku dan support sistem yang baik. "


38. Dwi Eri Retno Widowati

pada : 02 April 2017

"Ketika individu sudah tidak bisa berinteraksi dengan yang lain sebagai cara untuk mencapai kesejahteraan, perkembangan yang optimal, dengan menggunakan kemampuan mentalnya (kognisi, afeksi dan relasi) memiliki prestasi individu serta kelompoknya dengan hukum yang berlaku maka individu tersebut dapat dikatakan mengalami gangguan kejiwaan. Gejala patologik dari unsur psikis akan timbul menonjol pada seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan.
Seseorang yang mengalami gangguan jiwa jika dibiarkan saja atau dikurung tidak akan membaik karena akan menambah stressnya, seharusnya orang terdekatnya bisa membantu untuk menyelesaikan masalahnya, karena support sistem yang baik akan membantu untuk mempulihkannya."


39. Adhe Kukuh

pada : 03 April 2017

"Menurut pendapat saya terjadinya gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa faktor tergantung paradigma, konsep dan model yang digunakan dalam mempelajari gangguan. Sejak dahulu kala gangguan jiwa sudah ada. Dari zaman mesir kuno yang menganggap orang gangguan jiwa karena ada roh jahat yang ada di tubuh. Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja, mulai dari orang kaya, orang miskin, tua, muda, laki laki, perempuan. Tergantung bagaimana individu tsb bertahan terhadap penyebab gangguan jiwa yang ada. Gangguan jiwa dapat terjadi ketika individu mengalami kesedihan dan kesenangan yang berlebihan. Kecewa karena keinginan tidak sesuai dengan harapan, tidak berhasil dengan apa yang dicapai, ditinggalkan orang atau harta, merupakan salah satu contoh penyebab terjadinya gangguan jiwa.
Kita sebagai perawat hendaknya memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada klien dengan gangguan jiwa sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup klien."


40. Alip Nur Apriliyani

pada : 03 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan yang menunjukkan adanya penyimpangan terhadap perilaku atau psikologis dari setiap individu.Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi dimana manifestasinya antara lain kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, sifat-sifat kepribadian, dan lain-lain. Sedangkan sehat jiwa menurut UU adalah uatu kondisi dimana dapat menciptakan keadaan yang memungkinkan / mengijinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal pada seseorang, dan perkembangan ini selaras dengan orang-orang lain. Adapun peran perawat jiwa dalam upaya kesehatan jiwa yaitu sebagai kompetensi klinik, advokasi klien, tanggungjawab fisikal, kolaborasi professional, tanggung gugat social, serta kewajiban etik dan hukum. Ada tiga domain dalam praktik keperawatan jiwa untuk melakukan asuhan yang kompeten yaitu aktivitas asuhan langsung, komunikasi, dan penatalaksanaan. Kemudian standar praktik keperawatan jiwa antara lain pengkajian, diagnose, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi."


41. Oktiana Duwi Firani

pada : 03 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu perilaku yang dapat terjadi karena kekecewaan yang berlebihan maupun karena rasa kegemberiaan yang berlebihan. Jiwa sendiri yaitu unsur non-material pada suatu individu yang memiliki fungsi dan manifestasi berupa materi khususnya dalam pola emosional. Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Gangguan jiwa juga dapat terjadi sangat lama kurang lebih 20 tahun. Gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan karena obat-obatan hanya mengobati gejalanya saja, dan hanya disembuhkan dengan rehabilitasi mental klien. Onset terjadi gangguan jiwa terjadi pada umur 13 tahun (Pada masa pubertas) dan pada umur >50 tahun.
“Model konseptual praktik keperawatan jiwa” dimana dengan menganalisa: Psikoanalisa, Interpesonal, Sosial, Eksistensi, Supportif, Komunikasi, Perilaku dan Medik.
Orang yang mengalami gangguan jiwa tidak merasa bahwa ia gila, ia selalu merasa bahagia dan tidak merasa stres. Orang yang mengalami gangguan jiwa dapat sembuh dan belum tentu memiliki masa depan yang buruk asalkan mendapat perlakuan yang baik dan mendapat dukungan yang baik oleh orang-orang sekitarnya terutama keluarganya.
"


42. Gifri Nur Haritsa H

pada : 03 April 2017

"Menurut pendapat saya, "Gangguan jiwa merupakan bentuk kegagalan adaptasi terhadap suatu lingkungan, hubungan antar individu, dan kelompok". Berbagai hal yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa, mulai dari hal kecil seperti tidak bisa menerima kepedihan merespon secara berlebihan dan rasa bahagia merespon secara berlebihan juga, semua tergantung setiap individu bagaimana menyikapi suatu keadaan sebagai pelajaran bukan sebagai tekanan.
Koping yang bagus juga merupakan unsur penting bagi kesehatan jiwa setiap individu."


43. Dyah Puddya Haningtyas

pada : 03 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan peristiwa yang banyak terjadi di masyrakat, namun masih banyak masyarakat yang berfikir bahwa gangguan jiwa merupakan sebuah kutukan atau hal yang disebabkan oleh mistis. gangguan jiwa adalah gangguan yang menyangkut mental dan psikologis seseorang. Gangguan jiwa dapat terjadi kepada siapapun, dan dapat disebabkan oleh banyak faktor. Gangguan jiwa dapat terjadi karena ketidakmampuan mental dan jiwa seseorang menghadapi keadaaan sedih maupun keadaan bahagia yang terlalu berlebihan. Gangguan jiwa juga dapat muncul karena pegalaman masa lalu yang dapat membuat seseorang menjadi trauma. Namun gangguan jiwa tidak akan terjadi jika setiap indivdu mampu mengontrol emosi dan menjaga pola pikir yang positif. Sehingga setiap individu harus mampu menjaga mental dengan berfikir positif dan realistis. "


44. Ayu Septia Malinda

pada : 03 April 2017

"Terimakasih atas materi yang telah disampaikan oleh Bapak Yusuf. Di materi yang pertama ini menurut sepahaman saya mengenai konsep dasar keperawatan jiwa adalah sebagai berikut :
Jiwa adalah sesuatu yang tak terlihat namun kita dapat merasakan pengaruhnya yaitu berupa rasa emosi, proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian. Dewasa ini banyak individu mementingkan kesehatan fisik ataupun biologis daripada kesehatan jiwa. Hal ini menyebabkan individu tersebut tidak mempedulikan kesehatan jiwanya yang sesungguhnya mempengaruhi kesehatan fisik atau biologis.
Gangguan jiwa dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. Rasa bangga yang berlebihan, sedih yang berlebihan dapat menyebabkan jiwa kita terganggu. Kita sebagai mahkluk sosial harus bersikap kemanuasian kepada siapapun termasuk kepada orang yang mengalami gangguan jiwa, karena mereka mempunyai hak yang sama seperti manusia biasanya. Gangguan jiwa bisa sembuh apabila orang terdekatnya selalu mensuppor dengan positif. Ajak mereka untuk melakukan aktivias-aktivitas positif dan kita berusaha membuktikan dengan cara orientasi waktu, tempat dan orang.
Sebagai perawat kita perlu memahami psikodimnamika gangguan jiwa. Psikodimika gangguan jiwa merupakan proses terjadinya gangguan jiwa yang tergantung pda paradigma, konsep, dan model yang diggunakan dalam mempelajari gangguan sehingga perawat dapat mengenal masalah keperawatan yang mungkin timbul. Banyak model yang perlu dipelajari dalam psikodinamika gangguan jiwa diantaranya psikoanalisa, model interpersonal, model sosial, model eksistensial, model suportif, model komunikasi, model perilaku, model medik, model stress adaptif. Stres adaptif berarti individu tersebut dapat menangani stress terbut dengan positif dalam arti lain mekanisme koping dari individu tersebut baik.
"


45. Niswatus Sangadah

pada : 03 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan gangguan mental yang mempengaruhi kondisi psikis, pola pikir dan tingkah laku. Gangguan jiwa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor biologis, psikologis maupun sosiokultural. Rasa kekecewaan dan bahagia yang berlebihan , stress, serta depresi merupakan faktor yang paling sering dapat menyebabkan gangguan jiwa. Gejala-gejala yang dialami oleh klien gangguan jiwa diantaranya berubah menjadi pendiam, melamun, memberontak, berhalusinasi dan bisa saja menyakiti tubuhnya sendiri. Di Indonesia, penderita gangguan jiwa banyak yang diperlakukan secara tidak manusiawi, misalnya dengan dipasung, di rantai, dikurung dan dikucilkan. Penderita gangguan jiwa sebenarnya dapat sembuh, asalkan mendapat perlakuan yang baik dan support dari lingkungan sekitar, terutama keluarga."


46. Qurrata Ayuni Rasyidah

pada : 03 April 2017

"Gangguan Jiwa merupakan pola perilaku atau psikologis yang terjadi pada seseorang terkait dengan distress yang meliputi mental, emosi, pikiran, perasaan, daya tarik diri yang mengganggu dalam proses hidup di masyarakat. Maka dari itu kebanyakan penderita gangguan jiwa dipandang sebagai akibat dari hukuman, atau pelanggaran norma yang ada sehingga mereka dikucilkan, diasingkan, diejek bahkan dipasang pasung. Semua orang pun bisa atau berpotensi terkena gangguan jiwa. Skizofrenia merupakan salah satu jenis dari gangguan jiwa."


47. Alifia Aurora

pada : 05 April 2017

"Gangguan jiwa adalah sindrom perilaku yang khas, berhubungan dengan penderitaan dan atau ketidakmampuan seseorang di dalam fugsinya sebagai manusia.Sebagian besar kasus gangguan jiwa disebabkan oleh kekecewaan yang berlebihan. Hal ini tidak hanya berpengaruh pada pola pikir individu tersebut tetapi juga mengganggu hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Menurut saya, kedekatan dengan Tuhan adalah cara terbebas dari gangguan jiwa. Ketika seseorang dekat dengan Tuhan, dia akan menemukan kebahagiaan hakikinya. Individu tersebut akan menyadari bahwa apa yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan dan kita sebagai manusia harus bisa mengambil hikmah dari semua kejadian. Setelah mempunyai kesadaran seperti itu, batas antara impian dan kenyataan tidak akan terlalu jauh."


48. Bunga Nur Rahmawati

pada : 05 April 2017

" Jiwa merupakan unsur yang tidak nampak, namun fungsinya sangat bisa untuk dirasakan. Namun lambat laun, semakin majunya perkembangan zaman berdampak pula dengan kehidupan manusia. Dalam beberapa hal kita dituntut untuk selalu bisa ini dan itu, ditambah pula dengan kesibukan yang luar biasa dan tentunya ini akan memberikan dampak yang kurang baik bagi kejiwaan seseorang, sehingga seseorang tersebut rentan mengalmi gangguan kejiwaan.
Di Indonesia sendiri gangguan jiwa dapat dibagi menjadi 2 garis besar yaitu a) gangguan jiwa berat b) gangguan jiwa mental emosional. Namun menurut saya gangguan yang paling banyak dialami oleh seseorang adlah gangguan jiwa mental emosional, yang dimana jika gangguan jiwa mental emosional ini tidak segera ditangani akan menjadi gangguan jiwa berat, selain itu gangguan mental emosional ini juga sering tidak dapat terdiagnosa secara medis.
Karena gangguan jiwa berat berasal dari gangguan mental emosional maka berkonsultasi pada psikolog/ psikiatri sangatlah dianjurkan. Akan tetapi dewasa ini kebanyakan masyarakat sekarang susah untuk berkonsultasi pada psikolog/pskiatri yang diakhibatkan waktu yang sangat sibuk, serta tekanan ini dan itu, sehingga semakin lama seseorang tersebut dapat menderita gangguan jiwa berat
ketika seseorang tersebut sudah terkena gangguan jiwa berat banyak sekali masyarakat yang membiarkannya begitu saja, atau bahkan merawat dengan cara-cara yang kurang wajar, tentunya hal ini akan semakin memperparah kondisi seseorang tersebut, sehingga kemungkinan sembuh menjadi susah, ditambah dengan jumlah pelayanan jiwa (ex. RSJ) yang tidak dapat menampung seluruh pasien.
Maka dari itu, pentingnya menjalani hidup pola hidup sehat, mengontrol stres dapat mengurangi risiko seseorang menderita berbagi macam penyakit salah satunya yang berhubungan dengan kejiwaan."


49. Rahmadanti Nur Fadilla

pada : 05 April 2017

"Jiwa merupakan unsur non-material pada suatu individu yang memiliki fungsi dan manifestasi berupa materi. Umumnya jiwa dimanifestasikan pada proses berpikir, persepsi serta sifat-sifat kepribadian. Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Gangguan jiwa akan terjadi bila komunikasi intrapersonal telah menghalangi individu dari respon eksternal. Faktor yang dapat mengakibatkan gangguan jiwa antara lain kekecewaan yang teramat dalam, rasa percaya diri yang berlebihan, dan lain-lain. Di Indonesia, tingkat gangguan jiwa berat tertinggi ada di Provinsi D.I. Yogyakarta. Menurut Riskesdas 2013, sekitar 56.000 orang di Indonesia dipasung karena minimnya informasi akses dan fasilitas kesehatan jiwa. Indonesia juga memiliki 7 masalah keperawatan jiwa terbanyak yang terdiri dari perilaku kekerasan, halusinasi, menarik diri, waham, bunuh diri, defisit perawatan diri (berpakaian/berhias, kebersihan diri, makan, aktivitas sehari-hari, toileting) dan harga diri rendah. "


50. Nopen Trijatmiko

pada : 05 April 2017

"Sejarah Perkembangan Keperawatan Kesehatan Jiwa
Bermula dari zaman mesir kuno, pada zaman ini, gangguan jiwa dianggap disebabkan karena adanya roh jahat yang bersarang di otak. Oleh karena itu, cara menyembuhkannya dengan membuat lubang pada tengkorak kepala untuk mengeluarkan roh jahat yang bersarang di otak tersebut.
Zaman Yunani (Hypocrates), Pada zaman ini, gangguan jiwa sudah dianggap suatu penyakit. Upaya pengobatannya dilakukan oleh dokter dan orang yang berdoa untuk mengeluarkan roh jahat.
Zaman Vesalius, Pada saat itu dapat diterima bahwa gangguan jiwa adalah suatu penyakit. Namun kenyatannya, pelayanan di rumah sakit jiwa tidak pernah berubah. Orang yang mengalami gangguan jiwa dirantai, karena petugasnya khawatir dengan keadaan pasien.
Revolusi Prancis I, Revolusi Prancis ini dikenal dengan revolusi humanisme dengan semboyan utamanya “Liberty, Equality, Fraternity”.
Revolusi Kesehatan Jiwa II, Ganguan jiwa dituntut mengikuti paradigma natural sciences, yaitu ada taksonomi (penggolongan penyakit) dan nosologi (ada tanda/gejala penyakit). Akhirnya, Emil Craepelee mampu membuat penggolongan dari tanda-tanda gangguan jiwa. Sejak saat itu, kesehatan jiwa terus berkembang dengan berbagai tokoh dan spesfikasinya masing-masing.
Revolusi Kesehatan Jiwa III, Pola perkembangan pada Revolusi Kesehatan Jiwa II masih berorientasi pada berbasis rumah sakit, maka pada perkembangan berikutnya dikembangkanlah basis komunitas dengan adanya upaya pusat kesehatan mental komunitas yang dipelopori oleh J.F. Kennedy.
Film tentang kesehatan jiwa yang recommended untuk ditonton adalah film dengan judul A Beautiful Mind, disutradarai oleh Ron Howard dan mendapatkan lebih dari 10 penghargaan atas filmnya

Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa/Ah. Yusuf, Rizky Fitryasari PK, Hanik Endang Nihayati —Jakarta: Salemba Medika, 2015"


51. Siti Lusiyanti

pada : 05 April 2017

"Gangguan jiwa dapat terjadi pada individu dengan kekacauan pikiran,persepsi dan tingkah laku di mana individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, orang lain, masyarakat, maupun lingkungan. Tekanan psikologis yang disebabkan oleh adanya tekanan dari luar individu maupun tekanan dari dalam individu juga dapat menyebabkan gangguan jiwa. Hal ini dapat menyerang siapapun di semua usia baik laki-laki maupun perempuan. Tanda dan gejala yang terjadi pada individu dengan gangguan jiwa juga bervariasi. Diantaranya adalah rasa putus asa dan murung, gelisah, cemas, perbuatan-perbuatan yang terpaksa (convulsive), hysteria, rasa lemah, ketakutan berlebihan, dan lain-lain. Dalam proses penyembuhan individu dengan gangguan jiwa, peran keluarga sangatlah penting. Support keluarga sangatlah dibutuhkan karena dalam keluarga, individu dapat merasakan kasih sayang yang sebenarnya sehingga dapat membantunya untuk pulih dari gangguan jiwa yang dialami."


52. Ucik nurmalaningsih

pada : 05 April 2017

"PSIKODINAMIKA GANGGUAN JIWA
Psikodinamika : Proses terjadinya Gangguan Jiwa.
Kita tau kalau gangguan jiwa berasal dari persepsi bukan hanya orang itu sedih namun juga senang.
Berikut adalah beberapa metode untuk mengetahuinya:
1. Psikoanalisa : Terkait dengan resolusi konflik dan Ego yang tidak adekuat dan juga berkaitan dengan adanya konflik yang tidak terselesaikan
2. M.Interpersonal : Ketika seseorang takut akan adanya penolakan yang berlebih, pasien membutuhkan rasa aman
3. M. Sosial: Diakiatkan karena faktor social dan lingkungan
4. M. Eksistensial : Dimana seseorang tidak mampu menjadi diri sendiri
5. M Suportif : Adanya respon koping yang mal adaptif, penyimpangan merupakan akibat dari faktor biopsikososial
6. M. Komunikasi : Merupakan ganggiuan perilaku karena pesan tidak disampaikan
7. M. Perilaku : Terentuk karena adanya perilaku yang tidak diinginkan
8. M. Medik : Karena adanya penyakit Biologis
9. M. Stress Adaptasi : sehat sakit merupakan interaksi terhadap lingkungan
Faktor Resiko : Biologi , Psikologis, Psikokultural
Stressor presipitasi : Nature . Orign, waktu dan jumlah stressor
Mekanisme koping : 1.Problem Focus
2.Cognitively Focus
3.Emotion Focus
Mekanisme koping dimulai dari fase Adaptif ke Maladaptif
"


53. Tyas Dwi Rahmadhani

pada : 06 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan gangguan yang terjadi pada jiwa seseorang, dimana jiwa orang tersebut tidak sehat. Adapun yang dimaksud dengan jiwa sehat yaitu orang tersebut mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri pada lingkungan, berintegrasi & berinteraksi dengan baik, tepat, dan bahagia. Atau bisa dikatakan juga orang yang sehat jiwa yaitu orang yang bebas dari gejala-gejala gangguan psikis dan dapat berfungsi optimal sesuai dengan apa yang ada padanya.

Gangguan jiwa dapat terjadi karena berbagai faktor penyebab. Misalnya seperti kebahagiaan yang berlebihan ataupun kekecewaan yang berlebihan. Untuk mengetahui proses terjadinya gangguan jiwa kita dapat menggunakan berbagai pendekatan. Dalam hal ini saya akan mengguanakan pendekatan eksistensial dimana penyimpangan perilaku terjadi jika individu gagal dalam upayanya untuk menemukan dan menerima jati diri. Ketika individu tersebut tidak dapat menemukan dan menerima jati diri akan muncul kekecewaan, dan kekecawaan tersebut dapat menjadi berlebihan. Ketika kekecewaan sudah berlebih terhadap dirinya maka individu tersebut dapat mengalami penyimpangan perilaku atau gangguan jiwa misalnya seperti menghukum diri sendiri dengan melukai diri bahkan sampai bunuh diri. Dalam hal ini perawat dapat melakukan tindakan terapeutik kepada individu tersebut dengan cara membantu pasien untuk mengenal nilai dirinya, mengklarifikasi realitas dari suatu situasi dan mengenalkan pasien tentang perasaan tulus dan memperluas kesadaran diri pasien. Selain itu juga menganjurkan pasien untuk menggali dan menerima diri serta dibantu untuk mengendalikan perilakunya.
"


54. Lili Putri Roesanti

pada : 06 April 2017

"Gangguan jiwa adalah suatu gangguan mental yang dapat berdampak pada perubahan mood, pola pikir hingga tingkah laku seseorang tersebut dan orang tersebut tidak dapat melakukan pekerjaan normal yang sebagaimana ia biasa lakukan sebelumnya misalnya: bekerja, sekolah, maupun melakukan melakukan interaksi sosial. Gangguan jiwa disebabkan karena karena hal-hal seperti bangga dan sedih yang berlebihan, stress karena hal-hal yang dapat memicu stress. Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan dari usia 12-45 tahun.
Gangguan jiwa dilatar belakangi oleh bebrapa hal yaitu : memiliki orang tua yang memiliki gangguan jiwa, terpapar NAPZA, pernah mengalami kejadian trauma (seperti pemerkosaan, bullying), menjalani kehidupan yang penuh tekanan (seperti perceraian, kesulitan keuangan dll), mengalami kerusakan otak, pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya
"


55. Cintya Della Widyanata

pada : 06 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan yang ditandai dengan terganggunya emosi, proses berpikir dan perilaku dimana gangguan tersebut dapat menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dia tidak pernah merasa bahwa dia itu gila karena selalu bahagia dan mereka tidak mudah sakit. Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja dari mulai usia 12 - 45 tahun. Pada saat seseorang di usia 12 tahun mereka masih melakukan aktualisasi diri sedangkan usia 45 tahun merupakan puncak karir seseorang. Gangguan jiwa dapat disebabkan karena bangga yang berlebihan, stress, patah hati/sakit hati dan sesuatu yang tidak pernah tercapai. ODGJ dapat disembuhkan bila dapat perlakuan yang baik dan mendapat dukungan dari keluarga serta orang disekitarnya. "


56. Risma Wahyuningtyas

pada : 06 April 2017

"Setiap orang pasti tidak ingin mengalami gangguan jiwa. Namun, setiap orang di dunia memiliki potensi untuk mengalami gangguan jiwa dan terkadang seseorang dengan gangguan jiwa tidak menyadari bahwa dirinya telah menderita gangguan jiwa, untuk itu peran keluarga dan orang-orang terdekat klien adalah hal terpenting untuk membantu dan mendukung proses penyembuhan klien dengan gangguan jiwa.
Tingkat stress berlebihan dan berkepanjangan yang dapat mengganggu fisik dan psikis merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan seseorang kemudian terkena gangguan jiwa. Tingkat stress yang berlebihan ini cenderung sering dialami oleh orang-orang dengan latarbelakang sifat melankolis.
Gangguan Jiwa sendiri memiliki arti suatu kondisi dimana terjadi ketidakfungsian dalam pikiran, perilaku, dan perasaan seseorang yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia.
"


57. meidina dewati

pada : 09 April 2017

" Beban penyakit atau burden of disease penyakit jiwa di Tanah Air masih cukup besar. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan, prevalensi gangguan jiwa berat seperti schizophrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.
Berdasarkan jumlah tersebut, ternyata 14,3% di antaranya atau sekira 57.000 orang pernah atau sedang dipasung. Angka pemasungan di pedesaan adalah sebesar 18,2%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka di perkotaan, yaitu sebesar 10,7%.
Sumber: dikutip dari web Departemen Kesehatan diakses pada 25 Maret 2017. http://www.depkes.go.id/article/view/201410270011/stop-stigma-dan-diskriminasi-terhadap-orang-dengan-gangguan-jiwa-odgj.html
Saat ini yang terjadi di Indonesia adalah banyaknya masyarakat yang menelantarkan orang dengan gangguan jiwa karena stigma negatif mengenai gangguan jiwa masih melekat. Terkadang, apabila salah satu anggota keluarga terkena gangguan jiwa, mereka kerap menyembunyikan/mengurungnya di rumah. Padahal, sebagai keluarga sudah seharusnya melakukan upaya terbaik demi kesembuhannya.
Kita tidak boleh memandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebelah mata. Apa yang telah mereka perbuat baik sebelum dan sesudah, tidak boleh dihakimi sendiri. Gangguan kejiwaan sangat membutuhkan bantuan dan perhatian. Maka dari itu, perawat memiliki peran penting yang diharapkan mampu memberikan pandangan yang sehat pada masyarakat mengenai gangguan kejiwaan, agar mensejahterakan kehidupan bermasyarakat."


58. Rosiska Pangestu

pada : 09 April 2017

"Menurut pemahaman saya terkait gangguang jiwa setelah mendapat materi pada T1 dan T2, gangguan jiwa adalah sebuah gangguan fungsi kognitif yang juga mempengaruhi aspek perilaku individu.
Awal terjadinya gangguang jiwa dapat dikarenakan adanya "gap" antara harapan dan kenyataan yang membuat seseorang merasakan kekecewaan atau kebahagiaan yang berlebih diluar ambang kemampuannya untuk menerima hal tersebut. Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun, tidak memandang tingkat kecerdasan dan derajat seseorang.

Manjfestasi pada gangguan jiwa tidak dapat diukur secara kuantitatif, karena orang gangguan jiwa tidak mengalami sakit fisik, namun psikisnya. Tidak semua manifestasi dari gangguan jiwa dapat dikenali orang lain, bahkan pasien gangguan jiwa pun tidak menyadari bahwa ia adalah seseorang dengan gangguan jiwa. Contoh dari manifestasi gangguan jiwa adalah halusinasi atau delusi."


59. Annisa Prabaningrum

pada : 09 April 2017

"Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya mengalami peningkatan. Gangguan jiwa erat hubungannya dengan tekanan-tekanan batin, konflik-konflik pribadi, dan komplek-komplek terdesak yang terdapat dalam diri manusia.Tekanan-tekanan batin dan konflik-konflik pribadi itu sering sangat menggangguketenangan hidup seseorang dan sering kali menjadi pusat penganggu bagiketenangan hidup.Jika gangguan-gangguan emosional dan ketegangan batin tersebut berlangsung terus menerus atau kronis hal itu pasti menimbulkan macam-macam penyakit mental atau penyakit jiwa.
Penyebab ganguan kejiwaan itu bermacam-macam. Ada yang bersumber dari hubungan dengan orang lain yang tidak memuaskan (seperti diperlakukan tidak adil,diperlakukan semena-mena, cinta tidak terbatas), kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan dan lain-lain. Selain itu ada pula ganggan jiwa yang disebabkan oleh faktor organik, kelainan sistem syaraf dan gangguan pada otak. Stres dapat terjadi pada setiap orang dan pada setiap waktu, karena stress merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindarkan. Pada umumnya orang menyadari adanya stres, namun ada juga yang tidak menyadari hahwa dirinya mengalami stres. Reaksi seseorang terhadap stres dapat bersifat positif maupun dapat bersifat negatif. Reaksi yang bersifat negatif atau merugikan, jika terjadi keluhan atau gangguan pada orang tersebut. Reaksi bersifat positif, jika menimbulkan dampak yang menjadi pendorong agar orang berusaha. Stres yang bersifat negatif/merugikan dapat terjadi apabila stres terlalu berat atau berlangsung cukup lama. Karena itu masalah gangguan jiwa ini perlu mendapatkan perhatioan yang serius dari pemerintah agar pelayanan bagi penderita gangguan jiwa ini bisa lebih baik. Pelayanan bagi penderita gangguan jiwa tidak terlepas dari peran para profesional kesehatan seperti psikiater, psikolog, perawat psikiatri, occupational therapist dan pekerja sosial. Sehingga diperlukan peningkatan pemahaman yang terus menerus tentang masalah gangguan jiwa ini.


"


60. Unza Noor Ramadhanti

pada : 09 April 2017

"Ketika seseorang tidak dapat beradaptasi secara baik dengan stressor yang dihadapinya tentunya akan menjadi sebuah gangguan stress yang berkepanjangan dan dapat menjadi gangguan psikologis yang bersifat patologis yaitu gangguan jiwa. Pada normalnya manusia memiliki jiwa yang sehat yang dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan dan berintegrasi dan berinteraksi dengan baik, tepat, dan bahagia sesuai yang diinginkannya. Namun berbeda pada seseorang dengan gangguan jiwa, mereka ialah orang-orang yang tidak memiliki jiwa yang sehat bahkan akal yang sehat. Sejarah singkatnya terdapat dalam beberapa zaman, contohnya pada jaman mesir kuno, gangguan jiwa dianggap sebagai adanya roh jahat yang bersarang pada otaknya sehingga penyembuhannya memerluka cara yang sedikit tidak manusiawi yaitu dengan cara membuat lobang pada tengkorak kepala ataupun dapat dibakar, dipukuli, atau dimasukkan pada air dingin. Seiring dengan berkembangnya zaman, pemahaman gangguan jiwa dapat terevolusi menjadi suatu penyakit atau perubahan orientasi pada organo biologis. Salah satu contoh dari gangguan jiwa adalah Scizofrenia, yaitu seseorang dapat berhalusinasi hal yang tidak nyata dikehidupannya. Sebagai perawat, kita dapat menentukan diagnosa yang tepat pada pasien gangguan jiwa. Berikut ini diagnosa yang mungkin dapat kita tentukan, antara lain: perilaku kekarasan, gangguan proses berpikr, ganguan persepsi sensori, gangguan komunikasi verbal, risiko bunuh diri, isolasi sosial, harga diri rendah kronis, defisit perawatan diri dan lain-lain. Dari diagnosa yang sudah ditentukan, perawat dapat merencanakan intervensi yang akan dilakukan pada pasien dan mengimplementasikan sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan. "


61. Luluk Mardianty

pada : 10 April 2017

"“Gangguan jiwa dapat di alami setiap individu tergantung bagaimana cara menanggapi masalah yang dialaminya itu. Manifestasi jiwa di peroleh pada kesadaran,afek& emosi,psikomotor, proses berfikir serta persepsi dan sifat-sifat kepribadian setiap individu. Munculnya gangguan jiwa terjadi karena kekecewaan yang berlebihan dan bisa juga karena kebahagiaan yang berlebihan. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa seharusnya mendapatkan perilaku yang baik bukan malah diasingkan dan mendapatkan perilaku yang tidak sewajarnya dan harus mendapatkan dukungan serta perhatian dari keluarga maupun lingkungan sekitar agar gangguan jiwa yang dimiliki tidak semakin parah dan individu itu dapat disembuhkan. Manifestasi yang didapatkan semua tergantung pada pikiran, emosi, dan perilaku kita. Oleh karena itu, pikiran,emosi,dan perilaku kita harus seimbang agar tidak terjadi gangguan jiwa”."


62. Maya Rahma Ruski

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Gangguan jiwa dapat dialami oleh setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial-ekonomi. Pada orang gangguan jiwa dia selalu merasa bahagia dalam keadaan apapun, semua yang dia lakukan dianggap sangat benar. Kita sebagai perawat memiliki peran dalam keperawatan kesehatan jiwa yaitu sebagai kompetensi klinik, advokasi klien, tanggungjawab fisikal, kolaborasi professional, tanggung gugat social, serta kewajiban etik dan hukum. Pada perawat kesehatan jiwa ada tiga domain dalam praktik keperawatan jiwa untuk melakukan asuhan yang kompeten yaitu aktivitas asuhan langsung, komunikasi, dan penatalaksanaan. Sebagai perawat jiwa, kita diharuskan untuk memiliki komunikasi yang sangat baik pada tahap awal hingga akhir, yang pertama yaitu pengkajian, memilih diagnose yang pas hingga tahap akhir yaitu tahap evaluasi dan dokumentasi. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa dapat sembuh jika mendapat perlakuan sikap yang baik, perhatian serta mendapat dukungan yang baik oleh kerabat dan keluarga."


63. Heny Oktora Safitri

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa bisa dialami oleh siapa saja, orang yang terlihat baik-baik saja bisa jadi menderita gangguan jiwa. Gangguan jiwa terjadi bila komunikasi intrapersonal lebih dominan dan mengahalangi respon eksternal individu. Factor yang dapat mengakibatkan gangguan jiwa salah satunya adalah individu yang memberikan makna berlebihan dan kekecewaan yang terlalu dalam terhadap sesuatu. Gangguan jiwa sering tidak diketahui, terlambat di lakukan penanganan, kesalahan saat penanganan bahkan tidak dilakukan penanganan. Penanganan yang tepat untuk klien dengan gangguan jiwa adalah dengan memberikan support system yang baik selain dari kemauan pasien itu sendiri untuk sembuh. "


64. Nia Istianah

pada : 10 April 2017

"Gangguan Jiwa merupakan suatu kondisi terganggunya unsur non-materi yang dimiliki seseorang yang diawali oleh beberapa tanda dan gejala yang kemudian dialami oleh orang tersebut.salah satu faktor pemicu gangguan jiwa yaitu perasaan yang berlebihan pada seseorang, baik berlebihan dalam kesedihan atau kebahagiaan. Keadaan seperti ini dapat terjadi di masa kecil maupun di usia dewasa tergantung perilaku orang tersebut dalam menyikapi keadaan emosionalnya. Terkadang,gangguan jiwa rentan menyerang seseorang pada usia 12 sampai 45 tahun. Mengapa sering terjadi pada usia tersebut? karena pada usia 12 tahun seseorang sedang mengalami masa pubertas, dimasa dimasa itu orang tersebut sedang berada pada awal mencari jati diri. oleh karena itu, sering terjadi ketidakseimbangan emosi dan gejolak batin. Sedangkan, pada usia 45 tahun merupakan saat dimana seseorang mengalami puncak karirnya. sehingga, saat diusia tersebut orang itu tidak mengalami kesuksesan karir maka dapat menyebabkan perasaan tidak puas yang berlebihan dan dapat menyebabkan gangguan jiwa.
leh karena itu, perlu kita ketahui bahwa dalam menyikapi sesuatu baik itu kebahagiaan dan kesedihan. hendaknya kita menyikapi dengan biasa saja dan tidak berlebihan."


65. Khulasotun nuriyah

pada : 10 April 2017

"Menurut pendapat saya sendiri, gangguan jiwa merupakan perasaan ataupun pikiran yang mengganggu pada seseorang yang ada didalam jiwa akan tetapi tidak bisa diutarakan. Psikodinamika Proses terjadinya gangguan jiwa tergantung pada paradigma, konsep dan model yang digunakan dalam mempelajari gangguan. Gangguan jiwa adalah Penyimpangan perilaku didasarkan pada perkembangan dini dan resolusi konflik yang tidak adekuat atau pertahanan ego tidak adekuat untuk mengontrol ansietas dan gejala sebagai upaya untuk mengatasi ensietas & berkaitan dgn konflik yang tidak terselesaikan "


66. Sri Wulandari

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa antara kesadaran, emosi dan psikomotor yang tidak sadar.
Setiap gangguan jiwa mempunyai tanda dan gejala seperti, gangguan kognitif, gangguan perhatian, gangguan ingatan, gangguan asosiasi, gangguan pertimbangan, gangguan pikiran, gangguan kesadaran, gangguan kemauan, gangguan emosi dan afek, gangguan psikomotor. menimbulkan gejala, sehingga timbulah akibat bagi keluarga, masyarakat, Gangguan jiwa memang tidak menyebabkan kematian secara langsung namun akan menyebabkan penderitanya menjadi tidak produktif dan menimbulkan beban bagi keluarga penderita dan lingkungan masyarakat."


67. Agi Putri Alfiyanti

pada : 10 April 2017

"Pesan moral : “jangan hanyut karena pujian, jangan larut karena makian”. Pesan itu sangat mempengaruhi seseorang agar jangan berlebihan dalam sesuatu sehingga mengganggu dari kesehatan pikiran, fisik dan jiwa kita. Gangguan jiwa tergantung pada perilaku dan mengendalikan perilaku. Gangguan jiwa berawal dari penyimpangan perilaku didasarkan pada perkembangan dini dan resolusi konflik yang tidak adekuat. Dapat pula dimulai dari ego yang tidak adekuat untuk mengontrol ansietas. Gejala gangguan jiwa juga dapat diawali dari gejala sebagai buaya untuk mengatasi ansietas dan berkaitan dengan konflik yang tidak terselesaikan. Sehingga semua itu berkumpul menjadi satu, menjadi bibit kekecewaan hingga akhirnya orang dengan gangguan jiwa dapat melepaskan semua itu dengan cara yang dianggap tidak wajar. Gangguan jiwa dapat menyerang usia produktif, yaitu orang yang berumur sekitar 12 tahun hingga 45 tahun. Gangguan jiwa dapat sembuh dengan perlakuan yang baik dan suport sistem yang baik pada orang yang gangguan jiwa."


68. Lely Suryawati

pada : 10 April 2017

"Menurut pendapat saya, "Gangguan jiwa adalah bentuk gangguan dalam fungsi alam pikiran berupa disorganisasi (kekacauan)dalam isi pikiran yang ditandai antara lain oleh gejala gangguan pemahaman, gangguan presepsi seperti halusinasi, disertai dengan perilaku aneh yang muncul""


69. Najla Khairunnisa

pada : 10 April 2017

"“Setiap individu dapat mengalami gangguan jiwa, namun tergantung individu itu dalam mengendalikannya. Definisi dari gangguan jiwa adalah unsur manusia yang non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Gangguan jiwa merupakan gangguan yang ditandai dengan terganggunya emosi, proses berpikir dan perilaku dimana gangguan tersebut dapat menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita. Pada orang gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh kekecewaan yang berlebih saja, namun kebahagiaan yang berlebih juga dapat menimbulkan gangguan jiwa. Gangguan jiwa merupakan gangguan mental emosional, namun sering tidak diketahui dan tidak diobati. Jadi bisa saja orang yang terlihat baik-baik saja adalah orang dengan gangguan jiwa. Penderita gangguan jiwa dapat disembuhkan, terutama dengan support system yang baik.”"


70. Gali Wulan Sari

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum. Seseorang disebut mengalami sakit jiwa jika gejala yang dialaminya menyebabkan sering stres dan menjadikannya tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.
Ciri-ciri orang yang mengalami sakit jiwa dapat berbeda-beda antara satu sama lain, namun pada umumnya, mereka yang mengalami gangguan jiwa dapat dikenali dari beberapa gejala tertentu. Gejala yang dimaksud seperti perubahan mood yang sangat drastis dari sangat sedih menjadi sangat gembira atau sebaliknya, merasa ketakutan yang secara berlebihan, menarik diri dari kehidupan sosial, kerap merasa sangat marah hingga suka melakukan kekerasan, serta mengalami delusional. Terkadang gejala ini juga diiringi oleh perubahan kondisi fisik, seperti sakit kepala, nyeri punggung, atau sakit perut."


71. Nurul Fauziyah

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras,agama, maupun status sosial ekonomi. Penyebab gangguan jiwa sangat bermacam-macam, ada yang bersumber dari berhubungan dengan orang lain yang tidak memuaskan seperti diperlakukan tidak adil, diperlakukan semena-mena, cinta tidak terbalas, kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan dan faktor dalam dirinya sendiri. Sebagai manusia, penderita gangguan jiwa mempunyai hak penuh untuk mendapatkan pertolongan sebab mereka merupakan individu yang sedang menderita sakit dan memerlukan pengobatan yang sebaik-baiknya, Gangguan jiwa bisa di sembuhkan. Mereka bisa hidup normal kembali serta sukses di masyarakat apabila Sesegera mungkin di bawa ke sarana pelayanan kesehatan jiwa apabila di temukan perubahan tingkah laku, rajin kontrol dan minum obat secara teratur, mendapatkan terapi secara psikologis, sosiologis dan rehabilitative serta mendapat dukungan dan penerimaan dari keluarga dan lingkungan."


72. Lilik Choiriyah

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum.
Seseorang disebut mengalami sakit jiwa jika gejala yang yang dialaminya menyebabkan sering stress dan menjadikannya tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.
Ciri-ciri orang yang mengalami sakit jiwa dapat berbeda-beda antara satu sama lain, namun pada umumnya, mereka yang mengalami gangguan jiwa dapat dikenali dari beberapa gejala tertentu, seperti perubahan mood, ketakutan yang berlebihan, gembira yang berlebihan, menarik diri dari kehidupan social."


73. Sajid Putut Setiawan

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun
Gangguan jiwa dapat sembuh dengan perilaku yang baik dan suport sistem yang baik
Penyebab gangguan jiwa adalah sesuatu hal yang berlebihan"


74. Sajid Putut Setiawan

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapapun
Gangguan jiwa dapat sembuh dengan perilaku yang baik dan suport sistem yang baik
Penyebab gangguan jiwa adalah sesuatu hal yang berlebihan"


75. Diki Alifta Rachmad

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras,
agama, maupun status sosial-ekonomi.Gangguan jiwa bukan disebabkan oleh
kelemahan pribadi.Di masyarakat banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah
mengenai gangguan jiwa, ada yang percaya bahwa gangguan jiwadisebabkan oleh
gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa itu akibat guna-guna, karena kutukan
atau hukuman atas dosanya. "


76. Windi Khoiriyah

pada : 10 April 2017

"Jiwa diartikan sebagai seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya).
Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita. Gangguan jiwa dapat juga dikatakan adanya gangguan dalam cara berpikir, kemauan, emosi, dan tindakan.
Gangguan jiwa dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial ekonomi.
Proses terjadinya gangguan jiwa tergantung individunya bagaimana awal dia mengalami gangguan dalam kejiwaannya. Biasanya berawal dari penekanan dari sekitarnya misal dari keluarga, masyarakat, lingkungan di sekitarnya, yang lama-kelamaan akan menekan dari individu itu sendiri.

"


77. Nadia Nur Maratush Sholihah

pada : 10 April 2017

"Penyebab gangguan jiwa itu bermacam-macam ada yang bersumber dari berhubungan dengan orang lain yang tidak memuaskan seperti diperlakukan tidak adil, diperlakukan semena-mena, cinta tidak terbatas, kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. Selain itu ada juga gangguan jiwa yang disebabkan faktor organik, kelainan saraf dan gangguan pada otak. Gangguan jiwa dapat terjadi bila seseorang memiliki makna yang berlebihan terhadap sesuatu. Menurut analisa teori S. Frued dalam model psikoanalisa, "setiap orang yang mengalami gangguan jiwa pasti ada kebencian yang mendalam atau kebahagiaan yang terlampau.”"


78. Rian Priambodo

pada : 10 April 2017

"Tanda gangguan jiwa dapat teranalisa dengan adanya penyimpangan perilaku didasarkan pada perkembangan dini dan resolusi konflik yang tidak adekuat, Pertahanan ego tidak adekuat untuk mengontrol ansietas, gejala sebagai upaya untuk mengatasi ensietas dan berkaitan dengan konflik yang tidak terselesaikan.
masalah penyimpangan perilaku terjadi sebagai akibat dari faktor bio psiko social, penekanan pada respon koping maladaptif saat ini. Gangguan perilaku terjadi apabila pesan tidak dikomunikasikan dengan jelas, bahasa dapat digunakan untuk merusak makna pesan bisa diteruskan secara serentak pada berbagai tingkatan, kesan verbal dan non verbal mungkin tidak selaras. Gangguan perilaku juga disebabkan oleh penyakit biologis, gejala-gejala timbul sebagai akibat dari kombinasi faktor-faktor fisiologik, genetik, lingkungan dan social, perilaku menyimpang berhubungan dengan toleransi pasien terhadap stress.
Stigma buruk masyarakat dalam menangani orang dengan gangguan jiwa dapat diatasi dengan undang-undang kesehatan mental indonesia no. 18 tahun 2014 berisi tentang; reformasi kebijakan, keterlibatan sosial, sekali hapus dari stigma, pengurangan diskriminasi, pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.
"


79. Nensi Nur Asipah

pada : 10 April 2017

"Sakit jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir dan tingkah laku seseorang secara umum. Sakit jiwa tidak selalu disebabkan karena terjadinya sakit hati, tetapi dapat terjadi karena seseorang yang mempunyai rasa bangga terlalu berlebihan terhadap dirinya sendiri dan hanyut karena pujian. Umur rentan kemungkinan terjadinya gangguan jiwa adalah pada usia produktiv dimana seseorang telah menemukan jati dirinya atau sedang dalam puncak kesuksesannya. Sedangkan psikodinamika gangguan jiwa merupakan suatu proses terjadinya gangguan jiwa yang tergantung pada paradigma, konsep dan model yang ditujukan untuk membantu dalam mengatasi masalah keperawatan yang timbul. Orang dengan gangguan jiwa harus mendapatkan tindakan proses keperawatan yang sistematis yaitu meliputi pengkajian, analisa data, diagnosis, implementasi, intervensi keperawatan hingga evaluasi."


80. Damai Widyandari

pada : 10 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan pada mental seseorang yang akan berdampak pada mood, pola pikir sampai tingkah laku. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa apabila gejala yang dialaminya sering menyebabkan stres dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat menyerang pada semua usia. Gangguan jiwa juga disangkutkan dengan adanya kelainan-kelainan yang bersifat psikis sehingga individu yang berkelainan sering melakukan tindak kejahatan. Yang biasanya disebut dengan psikopat dan defek moral. Secara umum diketahui bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh adanya gangguan pada otak tetapi tidak diketahui secara pasti apa faktor pencetusnya. Stress diduga sebagai salah satu pencetus dari gangguan jiwa, tetapi stres juga merupakan hasil dari berkembangnya mental illness pada diri seseorang."


81. Yenny Paramitha

pada : 10 April 2017

"Proses terjadinya gangguan jiwa tergantung dari paradigma, konsep, dan model yang digunakan dalam mempelajari gangguan tersebut. Penggolongan gangguan jiwa sangatlah beraneka ragam, gangguan tersebut dibedakan menjadi gangguan mental organik dan simtomatik, skizofrenia, gangguan skizopital dan gangguan waham, gangguan suasana perasaan, gangguan neurotik, gangguan somatoform, sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik. Beraneka ragamnya penggolongan gangguan tersebut jiwa tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada berbagai golongan usia. Kita dapat mengenali seseorang mengalami gangguan jiwa atau tidak dari tanda dan gejala yang ditimbulkan, seperti munculnya gangguan emosi, gangguan kemauan, gangguan kognisi dan persepsi, dan ketegangan yang berlebihan. Oleh karena itu, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memerlukan perawatan intensif dalam upaya proses penyembuhannya, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama namun hal tersebut tergantung dari kepatuhan dan kerjasama klien dengan perawat."


82. rifki fauzi maulida

pada : 10 April 2017

""gangguan jiwa disebabkan Karena ketidak mampuan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar, biasanya disebabkan dari beberapa faktor. Misalnya saja faktor fisik, lingkungan sosial atau juga faktor psikis atau psikogenik. Faktor yang menyebabkan gangguan kejiwaan ini biasanya tidak berasal dari satu unsur saja, contohnya seseorang yang mendapat tekanan (kekecewaan) sehingga seseorang tidak mendapatkan kepuasan atas usaha yang ia kerjakan yang menyebakan terjadinya gangguan jiwa Namun, bisa berasal dari beberapa faktor yang saling mempengaruhi, atau terjadi secara bersamaan. Dari sini kemudian muncul gejala gangguan kejiwaan pada diri seseorang.gangguan jiwa dapat menurunkan kinerja otak sehingga seseorang tersebut tidak bisa membedakan antara yang benar dan tidak""


83. Fitria Kusnawati

pada : 10 April 2017

"Terjadinya gangguan jiwa merupakan proses interaksi yang kompleks antara faktor-faktor seperti genetik, organo-biologis, psikologis, serta sosio-kultural. Telah terbukti bahwa ada korelasi erat antara timbulnya gangguan jiwa dengan kondisi sosial dan lingkungan di masayarakat sebagai suatu stesor psikososial.
Sebagian besar pasien (80%) yang dirawat di bagian jiwa suatu rumah sakit umum maupun rumah sakit jiwa berasal dari kelompok keluarga miskin (P. Djatmiko, 2007)
Berbagai kondisi psikososial yang menjadi indikator taraf kesehatan jiwa masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan karakteristik kehidupan di perkotaan meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kasus perceraian, remaja putus sekolah, kriminalitas anak dan remaja, masalah anak jalanan, penyalahgunaan narkotik, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) serta dampaknya (hepatitis C, HIV/AIDS, dan lainnya), gelandangan psikotik, serta kasus bunuh diri.

Sumber: Efendi, ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Penerbit Salemba."


84. Nanda Elanti Putri

pada : 10 April 2017

"Jiwa merupakan unsur manusia yang non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Proses terjadinya gangguan jiwa tergantung pada: paradigma, konsep, dan model yang digunakan dalam mempelajari gangguan. Model-model yang ditemukan oleh para tokoh diantaranya adalah Model Psikoanalisa yang dikembangkan oleh S. Freud, Ericson, Klein, Horney, Fromm-Reichmann, dan Menninger. Berpendapat bahwa, penyimpangan perilaku didasarkan pada perkembangan dini dan resolusi konflik yang tidak adekuat, juga pertahanan ego yang tidak adekuat untuk mengontrol stress. Selain itu juga ada model interpersonal, model sosial, model eksistensial, model suportif, model komunikasi, model perilaku, model medik, dan model stress adaptasi, yang mana juga mengembangkan gagasan mengenai psikodinamika gangguan jiwa menurut penelitian masing-masing tokoh.
Terdapat pula faktor predisposisi sumber stress diantaranya adalah biologi, psikologis, dan sosiokultural. Selanjutnya mekanisme koping berdasarkan pada Problem Focus, yang terdiri atas tugas dan usaha langsung untuk mengatasi ancaman diri; Cognitive Focus, dimana seseorang dapat mengontrol masalah dan menetralisirnya; dan Mekanisme Koping Emotion Focus, yaitu pasien menyesuaikan diri terhadap distress emosional secara tidak berlebihan.
"


85. Ah Yusuf

pada : 11 April 2017

"Terimakasih dengan semua Resume Kuliah yang sudah masuk, selanjutnya komponen penilaian keaktifan mahasiswa dalam perkuliahan dapat diambil dari sini.
Komentar ini, juga dapat digunakan sebagai sara diskusi dari pertanyaan yg belum terjawab saat tatap muka.
Terimakasih."


86. Siska Kusuma Ningsih

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan pada satu atau lebih fungsi jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress tersenderi bagi penderita maupun pada keluarga."


87. Fenny Eka Juniarti

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu gangguan kesehatan yang menyangkut psikologis atau perilaku seseorang terkait dengan penderitaan yang nyata yang disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, genetik, fisis, atau psikologis. Penggolongan gangguan jiwa dapat dibedakan menjadi gangguan mental organik dan simtomatik, gangguan neurotik, gangguan suasana perasaan, gangguan kepribadian, gangguan perilaku dan emosional. Ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa dapat dikenali dari beberapa gejala seperti merasa ketakutan yang berlebih, mengalami delusional, perubahan mood, dll. Gangguan jiwa bisa ditimbulkan atau dipengaruhi dari lingkungan sekitar contohnya keluarga, pergaulan yang salah, banyak terdapat masalah yang menuntut seseorang akhirnya ia tidak dapat mengatasi masalah tersebut. "


88. Clauvega M.S

pada : 11 April 2017

"gangguan jiwa merupakan gangguan otak ditandai dengan gangguan emosi, persepsi, dan tingkah laku. Gangguan jiwa tidak mengenal usia, ras, agama, status sosial-ekonomi."


89. Ika Zulkafika Mahmudah

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh faktor stres yang berlebih saja. Keadaan bahagia yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan jiwa.
Dalam keadaan gangguan jiwa, terlebih akibat dari faktor emosional, peran keluarga sangat berpengaruh. Bukan saja ketika dalam proses pemulihan, namun ketika klien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang, keluarga sangat berpengaruh untuk membuat klien dapat menjalani rutinitas sehari-hari dan diterima dalam masyarakat sebagai orang yang normal. Namun mirisnya dalam masyarakat masih saja ada beberapa yang justru mengurung klien di rumah ketika telah dinyatakan sembuh dari pihak Rumah Sakit Jiwa. Sehingga adanya anggapan bahwa klien masih sakit melalui sikap dan perlakuan yang diberikan oleh pihak keluarga tersebut dapat menumbuhkan persepsi sakit pada klien, yang menyebabkan tingkat stres klien meningkat dan banyak kejadian kambuh bahkan lebih parah dari keadaan sebelumnya akibat tidak adanya dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan. Apabila setiap keluarga dapat menerima dan mendukung proses penyembuhan setiap klien, maka angka gangguan jiwa di Indonesia dapat menurun, bahkan orang-orang dengan gangguan jiwa tersebut dapat beraktivitas secara normal dan memiliki peran di dalam kehidupan bermasyakarat.
Maka dari itu, perawat dalam hal ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan edukasi dan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di dalam komunitas pedalaman yang terbatas pendidikan dan pengetahuan. Sehingga diharapkan dengan adanya edukasi secara merata dan penekananan secara perlahan akan penerimaan keluarga terhadap klien dengan gangguan jiwa. Melalui edukasi masyarakat oleh perawat pula diharapkan angka pasung dan meninggalnya klien penderita gangguan jiwa akibat pengasingan dapat diminimalisir. Selain itu, bagi masyarakat pedalaman yang masih terikat mitos tentang gangguan jiwa akibat ilmu hitam, diharapkan perlahan dapat sirna melalui adanya edukasi ini pula."


90. Maya Rahma Ruski

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatugangguan yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Gangguan jiwa dapat dialami oleh setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial-ekonomi. Pada orang gangguan jiwa dia selalu merasa bahagia dalam keadaan apapun, semua yang dia lakukan dianggap sangat benar. Kita sebagai perawat memiliki peran dalam keperawatan kesehatan jiwa yaitu sebagai kompetensi klinik, advokasi klien, tanggungjawab fisikal, kolaborasi professional, tanggung gugat social, serta kewajiban etik dan hukum. Pada perawat kesehatan jiwa ada tiga domain dalam praktik keperawatan jiwa untuk melakukan asuhan yang kompeten yaitu aktivitas asuhan langsung, komunikasi, dan penatalaksanaan. Sebagai perawat jiwa, kita diharuskan untuk memiliki komunikasi yang sangat baik pada tahap awal hingga akhir, yang pertama yaitu pengkajian, memilih diagnose yang pas hingga tahap akhir yaitu tahap evaluasi dan dokumentasi. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa dapat sembuh jika mendapat perlakuan sikap yang baik, perhatian serta mendapat dukungan yang baik oleh kerabat dan keluarga"


91. Heny Oktora Safitri

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa bisa dialami oleh siapa saja, orang yang terlihat baik-baik saja bisa jadi menderita gangguan jiwa. Gangguan jiwa terjadi bila komunikasi intrapersonal lebih dominan dan mengahalangi respon eksternal individu. Factor yang dapat mengakibatkan gangguan jiwa salah satunya adalah individu yang memberikan makna berlebihan dan kekecewaan yang terlalu dalam terhadap sesuatu. Gangguan jiwa sering tidak diketahui, terlambat di lakukan penanganan, kesalahan saat penanganan bahkan tidak dilakukan penanganan. Penanganan yang tepat untuk klien dengan gangguan jiwa adalah dengan memberikan support system yang baik selain dari kemauan pasien itu sendiri untuk sembuh."


92. FINA AINUR ROHMAH

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan gangguan mental yang berdampak pada kepribadian dan tingkah laku seseorang. Jenis-jenis sakit jiwa adalah bipolar disorder ( gangguan mood atau afektif di mana gangguan ini berkaitan dengan adanya masalah pada otak sehingga menimbulkan perubahan yang abnormal), Skizofrenia (penyebabnya adalah kelainan kimiawi yang terjadi di otak). Faktor paling umum dari kondisi sakit jiwa pada seseorang adalah mempunyai keluarga satu darah yang memiliki riwayat gangguaan kejiwaan. Ini dikarenakan ada gen-gen tertentu yang bisa membuat risiko seseorang terganggu jiwanya meningkat. Persoalan hidup dapat menjadi pemicu paling besar yang kemungkinan pernah penderita sakit jiwa alami sebelumnya, selain itu neurotransmiter atau senyawa kimia alami yang ada pada bagian otak berperan sangat vital bagi kesehatan kejiwaan dan mental seseorang. Reaksi kimia ini dapat mengalami perubahan dan kemudian memberi pengaruh pada suasana hati seseorang serta beragam aspek kesehatan mental penderitanya."


93. Ferly Anas Priambodo

pada : 11 April 2017

"Jiwa adalah suatu hal yang tidak mempunyai wujud nyata, namun fungsi dan manifestasinya dapat dirasakan secara nyata. Bentuk dari manifestasi jiwa tersebut dapat berupa kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, persepsi, dan kepribadian.
Jiwa yang sehat adalah bebas dari gejala psikis dan dapat berfungsi secara maksimal dalam melakukan suatu hal yang diinginkan. Namun jika seorang manusia terlalu berlebihan dalam mempersepsikan segala sesuatunya akan menyebabkan halusinasi dan menimbulkan gangguan jiwa. Banyak faktor yang dapat memperburuk gangguan jiwa seperti stres, konflik dari dalam diri maupun lingkungan, keadaan keluarga yang tidak dapat menerima, dll. Namun 1 hal yang perlu kita ketahui bersama bahwasannya dalam orang yang mengalami gangguan jiwa dapat mencapai tingkat kesembuhan yang optimal jika didukung oleh lingkungan sekitar yang bersifat suportif, menerima, dan memperlakukannya secara manusiawi."


94. Rizky Sekartaji

pada : 11 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan pada otak yang ditandai oleh terganggungnya emosi, cara berpikir, berperilaku, dan gangguan persepsi yang menimbulkan stress bagi penderita dan keluarganya. Gangguan jiwa tidak mengenal usia, jenis kelamin, agama, status ekonomi, sosial dan budaya. Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja. Orang awam banyak yang menggangap bahwa gangguan jiwa diakibatkan karena orang tersebut melakukan suatu kesalahan, berdosa, atau terkena kutukan sehingga mendapatkan hukuman atas apa yang dilakukannya. Sehingga banyak orang yang menjaukan orang yang mengalami gangguan dengan cara dipasung, dirantai. Pada hakikatnya gangguan jiwa merupakan manifestasi dari stressor yang tidak bisa dikelola dengan baik oleh penderita sehingga mengganggu pola pikir dan respon perilaku penderita.

Di Indonesia masih banyak orang yang tidak perduli dengan orang yang mengalami gangguan jiwa. Sebagian besar dari mereka mengucilkan orang yang mengalami gangguan jiwa, menjauhkan mereka dari masyarakat, mengungsikan mereka ke tempat yang jauh, tidak memberi mereka makanan bahkan pakaian yang layak, dan ada juga yang memasung orang yang mengalami gangguan jiwa karena menganggap orang tersebut berbahaya. Hal ini tentu saja hal yang tidak manusiawi. Karena ada filosofi yang mengatakan bahwa “Individu memiliki harkat dan martabat, sehingga masing-masing perlu dihargai” sekalipun itu orang yang mengalami gangguan jiwa. Orang yang mengalami gangguan jiwa dapat disembuhkan dengan mencari akar permasalahannya. Ketika seseorang yang mengalami perasaan suka yang berlebihan kepada lawan jenisnya dan mencintai lawan jenisnya secara berlebihan seakan-akan tidak akan ada orang lain yang mampu menggantikan orang tersebut lebih mudah terserang gangguan jiwa. Mengapa? Dapat kita lihat, ketika dia mengungkapkan perasaan akan terlihat bahwa orang yang disukainya adalah segala-galanya. Seakan-akan hidupnya untuk orang yang disukainya. Perasaan suka yang berlebihan seperti itu dapat menimbulkan rasa memiliki orang tersebut lebih besar dari orang lain sehingga dia merasa orang lain tidak boleh berdekatan dengan orang yang dia suka karena dia takut orang yang disukai akan menyukai orang lain. Dia akan lebih posesif kepada orang yang dia suka, lebih sensitif, dan mudah cemburuan. Dia akan mulai berpikir yang tidak-tidak dalam pikirannya yang mengakibatkan rasa cemas takut untuk kehilangan yang bisa memicu depresi. Lalu ketika patah hati orang tersebut akan lebih merasa terjatuh dan merasa sangat terpuruk karena kehilangan orang yang disukainya. Hal ini akan mengganggu mentalnya dan mengguncang jiwanya sehingga mengalami depresi, tidak mau makan, sering menangis, dan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Perasaan senang yang berlebihan ataupun perasaan sedih yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya gangguang jiwa. Tidak disarankan untuk senang ataupun sedih yang berlebihan."


95. Fara Farina

pada : 11 April 2017

"Berbicara tentang jiwa, sampai saat ini tak ada yang mampu dengan gamblang menggambarkan bagaimana wujud nyata sebuah jiwa. Meskipun banyak teori yang telah bermunculan dan membantu kita untuk mengetahui bagaimana konsep jiwa yang ada pada diri seseorang. Masing-masing individu memiliki jiwa yang berbeda, dalam kondisi terlahir bersama sekalipun. Jiwa merupakan pelengkap fisik yang kasat dipandang mata. Jauh berada didalam relung manusia yang entah ada atau tidakkah wujudnya. Keberadaannya mampu dirasakan, melalui emosi, presepsi dan kepribadian yang terlihat dalam keseharian.
Pada kenyataan sekarang ini, tingkat penderita penyakit jiwa masihlah cukup tinggi. Dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, spiritual sampai koping individu yang memang kurang baik. Ketidakmampuan seseorang dalam melakukan kompromi yang baik terhadap jiwa, pikiran, dan kenyataanlah yang menyebabkan adanya ketidakstabilan dalam kehidupan. Namun tak banyak orang paham bahwa tidak semua orang dengan gangguan jiwa itu tidak berbahaya. Sekali terkena gangguan jiwa, anggapan atau stigma negatif masyarakat terhadap individu tersebut akan terus tertanam dengan buruk. Maka disisi lain selain adanya tenaga medis khusus yang melakukan penanganan dan juga konseling, support sistem terbaik adalah pada lingkungan terdekat, keluarga dan teman sebaya. Mengenali gejala dan penyebabnya adalah penting tanpa sedikitpun menjauhi penderitanya."


96. Nia Istianah

pada : 11 April 2017

"Gangguan Jiwa merupakan suatu kondisi terganggunya unsur non-materi yang dimiliki seseorang yang diawali oleh beberapa tanda dan gejala yang kemudian dialami oleh orang tersebut.salah satu faktor pemicu gangguan jiwa yaitu perasaan yang berlebihan pada seseorang, baik berlebihan dalam kesedihan atau kebahagiaan. Keadaan seperti ini dapat terjadi di masa kecil maupun di usia dewasa tergantung perilaku orang tersebut dalam menyikapi keadaan emosionalnya. Terkadang,gangguan jiwa rentan menyerang seseorang pada usia 12 sampai 45 tahun. Mengapa sering terjadi pada usia tersebut? karena pada usia 12 tahun seseorang sedang mengalami masa pubertas, dimasa dimasa itu orang tersebut sedang berada pada awal mencari jati diri. oleh karena itu, sering terjadi ketidakseimbangan emosi dan gejolak batin. Sedangkan, pada usia 45 tahun merupakan saat dimana seseorang mengalami puncak karirnya. sehingga, saat diusia tersebut orang itu tidak mengalami kesuksesan karir maka dapat menyebabkan perasaan tidak puas yang berlebihan dan dapat menyebabkan gangguan jiwa.
leh karena itu, perlu kita ketahui bahwa dalam menyikapi sesuatu baik itu kebahagiaan dan kesedihan. hendaknya kita menyikapi dengan biasa saja dan tidak berlebihan."


97. BILQIES RAHMA M

pada : 12 April 2017

"* Gangguan jiwa merupakan sebuah penyakit akibat kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku yang berlebihan.
* Gangguan jiwa dapat terjadi pada semua umur
* Gangguan jiwa yang sering terjadi namun jarang disadari adalah gangguan jiwa emosial. Sebenarnya hal ini dapat memicu terjadinya gangguan jiwa berat
* Gangguan jiwa berat dapat terjadi dengan cepat atau berawal dari tumpukan emosi dari masa kecil
* Pada klien dengan gangguan jiwa seharusnya mendapat pengobatan dan terapi dengan pendekatan keluarga dan para medis kesehatan secara langsung."


98. Regina Dwi Fridayanti

pada : 12 April 2017

"Jiwa merupakan unsur manusia yang non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Gangguan jiwa merupakan kondisi adanya gejala klinis berupa sindroma pola perilaku dan pola psikologik yang sangat berkaitan dengan adanya rasa tidak nyaman, rasa nyeri, dan tidak tenteram.
Gangguan jiwa biasanya terjadinya pada tahun 12-45 tahun."


99. siti maisaroh b

pada : 12 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan pada fungsi jiwa. Gangguan jiwa sendiri adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera), yang merupakan patologis dalam kehidupan sosialnya. Gangguan jiwa ini dapat menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Mereka yang menderita gangguan jiwa berat seperti depresi sudah pasti menghadapi perkara hidup yang lebih sulit dibandingkan orang yang masih normal. "


100. Dewita Pramesti

pada : 12 April 2017

"gangguan jiwa merupakan gangguan psikologis atau perilaku yang dikarenakan oleh stress, atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia. ada 2 faktor yang menyebabkan gangguan jiwa yaitu dari faktor eksternal dan internal "


101. teguh dwi saputro

pada : 13 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan mental yang disebabkan oleh beragam faktor yang berasal dari dalam maupun luar. Gangguan mental ini dapat dikenali dengan perubahan pola pikir, tingkah laku dan emosi yang berubah secara mendadak tanpa disertai alasan yang jelas. Stres bisa menjadi pemicu awal terjadinya gangguan jiwa akan membuat seseorang tidak mampu beraktivitas secara normal. Jika stres ini tidak ditangani secara cepat maka akan berlanjut pada gejala gangguan kejiwaan."


102. Alfian Gafar

pada : 13 April 2017

"gangguan jiwaadalah kesulitan yang harus dihadapi oleh seseorang karena hubungannya denganorang lain, kesulitan karena persepsinya tentang kehidupan dan sikapnya terhadapdirinya sendiri.
Ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa menurut Kanfer dan Goldsteinadalah seperti berikut :
1.hadirnya perasaan cemas (anxiety) dan perasaan tegang (tension) didalam diri.
2.merasa tidak puas (dalam artian negative) terhadap perilaku dirisendiri.
3.perhatian yang berlebihan terhadap problem yang dihadapinya.
4.ketidakmampuan untuk berfungsi secara efektif di dalam menghadapi problem.

"


103. Asti Pratiwi

pada : 13 April 2017

"Terjadinya gangguan jiwa itu bergantung pada paradigm atau pandangan, konsep, dan model yang digunakan dalam mempelajari gangguan. Pada gangguan jiwa terdapat psikodinamika dimana di dalamnya terdapat berbagai komponen-komponen yang bisa menyebabkan gangguan jiwa, seperti psikoanalisa dimana gangguan jiwa disebabkan oleh penyimpangan perilaku berdasarkan perkembangan dan resolusi konflik yang tidak adekuat, kemudian gangguan jiwa juga disebabkan oleh hubungan interpersonal, faktor sosial, adanya penyimpangan perilaku, adanya penekanan atau tekanan, kurangnya komunikasi sehingga menyebabkan salah paham, adanya kebiasaan yang tidak diinginkan, gangguan jiwa karena disebabkan oleh penyakit biologis, dan juga disebabkan oleh adanya stress adaptasi. Ketika seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya dengan baik, maka jika mendapatkan hal-hal yang membuat dirinya merasa ketakutan atau tidak nyaman, dan menurut orang itu akan mengancam dirinya, maka bisa saja orang tersebut selalu berfikiran negatif dan tidak lama kemudian bisa menyebabkan gangguan jiwa. "


104. Nurul Fitrianil J

pada : 13 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan suatu respon yang berlebihan terhadap sesuatu seperti kesedihan/kekecewaan atau kebahagiaan yang berlebihan. Hasil usaha yang tidak sesuai dengan ekspetasi juga dapat memicu terjadinya gangguan jiwa. Gangguan jiwa dapat terjadi pada semua umur. Seseorang dengan gangguan jiwa dapat normal kembali jika mendapatkan pengobatan, terapi dan dukungan psikososial yang tepat."


105. Prisdamayanti Ayuningsih

pada : 15 April 2017

"gangguan jiwa merupakan gangguan psikologis yang diderita oleh seseorang. gangguan jiwa adalah gangguan dimana proses berfikir, mental dan sebagian jiwanya terganggu.Gangguan jiwa merupakan unsur non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Seaorang yang mengalami gangguan jiwa harus mendapat pengobatan yang layak. Gangguan jiwa bisa terjadi pada semua orang, gangguan jiwa itu berasal dari emosi yang sering dan tanpa kita sadari,
hal ini jika terlalu lama akan menyebabkan gangguan jiwa yang sangat berat.seseorang dengan gangguan jiwa berat berasal dari masalah yang kecil tetapi mental dan emosi tidak dapat terkontrol, akhirnya terjadilah gangguan jiwa yang berlebihan. Jika seorang yang mengalami gangguan jiwa kita harus membawanya berobat agar memdapat penanganan yang sebagaimana mestinya, bukan malah diasingkan atau dipasung. "


106. Erna Yunita

pada : 15 April 2017

"Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya sangat terkait pada materi. Gangguan jiwa merupakan gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi jiwa.Gangguan jiwa mengganggu otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera).Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Dengan demikian, terdapat pula beberapa istilah yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan gangguan jiwa :
1.Gangguan jiwa psikotik
2.Gangguan jiwa neurotic
3.Gangguan jiwa fungsional
4.Gangguan jiwa organic
5.Gangguan jiwa primer
6.Gangguan jiwa sekunder
"


107. Kifayatus Saadah

pada : 15 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan gangguan yang dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia. Tetapi sebagian besar terjadi pada usia remaja hingga dewasa. Penyebab terjadinya gangguan jiwa ada berbagai macam. Dapat terjadi karena fator dari dalam diri sendiri maupun faktor dari luar, seperti contoh faktor stress. Kedua faktor tersebut dapat menyebabkan gangguan pada jiwa karena respon yang berlebihan dari jiwa seseorang. Seperti rasa bahagia yang berlebihan atau rasa kecewa dan sedih yang berlebihan. Respon yang berlebihan tersebut berasal dari mekanisme koping yang buruk. Oleh karena itu, manajemen koping yang baik sangat diperlukan sebagai pengendali kesehatan jiwa seseorang."


108. Dyah Rohmatussolichah

pada : 15 April 2017

"Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga, secara somato-psiko-sosial. Dalam mencari penyebab gangguan jiwa, maka ketiga unsur ini harus diperhatikan. Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang patologik dari unsur psike. Hal ini tidak berarti bahwa unsur yang lain tidak terganggu. Sekali lagi, yang sakit dan menderita ialah manusia seutuhnya dan bukan hanya badannya, jiwanya atau lingkungannya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku manusia ialah keturunan dan konstitusi, umur dan sex, keadaan badaniah, keadaan psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa permusuhan, hubungan antar amanusia, dan sebagainya. Biarpun gejala umum atau gejala yang menonjol itu terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik), dilingkungan sosial (sosiogenik) ataupun dipsike (psikogenik). Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbullah gangguan badan ataupun jiwa. Umpamanya seorang dengan depresi, karena kurang makan dan tidur daya tahan badaniah seorang berkurang sehingga mengalami keradangan tenggorokan atau seorang dengan mania mendapat kecelakaan. Sebaliknya seorang dengan penyakit badaniah umpamanya keradangan yang melemahkan, maka daya tahan psikologiknya pun menurun sehingga ia mungkin mengalami depresi. Sudah lama diketahui juga, bahwa penyakit pada otak sering mengakibatkan gangguan jiwa."


109. Rizka Maudy Julianti

pada : 15 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Gangguan jiwa merupakan penyakit yang sebenarnya bisa saja dialami oleh setiap orang dan semua umur. Penyebab dari terjadinya gangguan pada jiwa bisa disebabkan dari masalah dari kehidupan sehari-hari, yang masalah tersebut dapat berupa kondisi ekonomi yang tidak kunjung baik, menderita penyakit parah, dan masalah berat lainnya yang dapat membuat seseorang mengalami gangguan kejiwaan / mental. Masalah depresi bisa juga timbul karena kebiasaan yang tidak cukup tidur, dan juga sering telat makan, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan fisik, yang berimbas juga pada masalah penurunan psikologi yang berujung terjadinya depresi pada jiwa. Selain itu juga aksi bullying terhadap sesama teman, yang seringnya terjadi di sekolah, yang dimana jika kejadian ini berlangsung secara terus menerus maka dapat mengakibatkan terjadinya depresi pada korban. Masalah lainnya yang dapat terjadi adalah korban yang terbully dapat melakukan tindakan kriminal karena adanya rasa dendam. Jika jiwa seseorang mengalami rasa depresi, stres, atau rasa emosional di dalam dirinya maka dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jiwa, dan resikonya lebih besar dibandingkan orang yang tidak mengalami masalah rasa emosional. "


110. Dinda Salmahella

pada : 15 April 2017

"Gangguan Jiwa adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran social, hal itu merupakan kesulitan yang harus dihadapi oleh seseorang karena hubungannya dengan orang lain, kesulitan karena persepsinya tentang kehidupan dan sikapnya terhadap dirinya sendiri-sendiri. Penyebab gangguan jiwa tersebut bermacam-macam ada yang bersumber dari berhubungan dengan orang lain yang tidak memuaskan seperti diperlakukan tidak adil, diperlakukan semena-mena, cinta tidak terbalas, kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. Selain itu ada juga gangguan jiwa yang disebabkan faktor organik, kelainan saraf dan gangguan pada otak.
Gangguan jiwa dapat disembuhkan dari berbagai macam dukungan yang positif dan membangun kepercayaan kembali kepada si penderita
"


111. Fida Asyariha Auniaisma Suparwito

pada : 16 April 2017

"Gangguan jiwa adalah gangguan yang dapat berdampak bagi mood dan tingkah laku seseorang. Biasanya yang sering terkena gangguan jiwa adalah orang-orang yang mengalami stress berat, seperti mengharapkan sesuatu namun hasilnya tidak sesuai dengan realita, atau bisa juga dikarenakan adanya tekanan dari lingkungan sehingga orang tersebut tidak dapat berkatifitas selayaknya orang-orang normal lainnya. gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja tidak dibatasi oleh usia, jenis kelamin, ras, agama, maupun status sosial dan ekonomi. banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena ganggguan jiwa misalnya, kehilangan sesorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan dan lain-lain. "


112. Umi Nafiatul Hasanah

pada : 16 April 2017

"Gangguan jiwa terjadi karena faktor predisposisi (risiko) stress seperti status nutrisi (biologi), pengalaman masa lalu (psikologis), dan latar belakang budaya (sosiokultur). Dari faktor risiko sumber stress akan menyebabkan timbulnya stimulus yang mengancam individu. Kemudian seseorang akan mengevaluasi makna dari stressor (hal yang menyebabkan stress) yang terjadi, apabila sumber dan mekanisme koping individu tersebut tidak efektif maka akan menyebabkan gangguan jiwa. "


113. Hesti Lutfia Arif

pada : 16 April 2017

"Konsep demonologik menyebutkan bahwa penyebab gangguan jiwa adalah adanya gangguan roh baik yang jahat maupun yang baik yang masuk ke dalam raga seseorang yang kemudian menjadi pasien gangguan jiwa. Konsep organobiologik menyatakan bahwa psien gangguan jiwa adalah seseorang yang mungkin menderita kelainan pada otaknya yang ditinjau dari aspek biokimiawi, faali maupun anatomis. Konsep psikoedukatif mengajarkan bahwa kelainan jiwa terjadi akibat gangguan atau hambatan perkembangan kepribadian gangguan atau hambatan tersebut dapat terjadi pada pematangan (maturasi), atau pada interaksi personal dengan tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan kepribadian pada proses belajar (menuju kedewasaan). Konsep sosiokultural mengajarkan bahwa konflik di dalam masyarakat baik dalam kelompok kecil maupun besar menyebabkan seseorang dituntut untuk beradaptasi dengan konflik tersebut. apabila gagal, ia akan menunjukkan kelainan-kelainan yang dianggap sebagai gangguan jiwa. Berdasarkan ke tiga konsep itulah dapat tercetus gangguan jiwa yang multi-faktorial (holistik). Apabila telah ditemukan suatu gangguan jiwa, selanjutnya disarankan untuk menentukan salah satu faktor untuk menentukan salah satu faktor yang dapat dianggap merupakan faktor utama sedang faktor lain merupakan faktor tambahan (elektik).
Gangguan jiwa menurut PPDGJ III adalah pola perilaku seseorang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maslim, 2002; Maramis, 2010). Gangguan jiwa merupakan deskripsi sindrom dengan variasi penyebab. Banyak yang belum diketahui dengan pasti dan perjalanan penyakit tidak selalu bersifat kronis. Pada umumnya ditandai adanya penyimpangan yang fundamental, karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta adanya efek yang tidak wajar atau tumpul (Maslim, 2002).
Sumber:
Yusuf A, Fitryasari PKR, Endang Nihayati H. 2015. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.
Darmabrata W & Wibowo N A. 2003. Psikiatri Forensik. Jakarta: EGC.
"


114. Achmad Fachri Ali

pada : 16 April 2017

"gangguan jiwa adalah gangguan pada otak yang ditandai oleh tergaggunya emosi, proses berpikir, perilaku dan presepsi.
gangguan jiwa dapat disebabkan oleh banyak hal salah satunya yaitu karena stress yang berlebih.
Setiap orang berisiko untuk mengalami gangguan jiwa termasuk seseorang dengan tingkat intelegensi tinggi. Untuk itu perlu adanya manajemen diri untuk mengihindari hal-hal yang dapat memicu gangguan jiwa seperti stres. Salah satunya hidup dengan pemikiran positif serta menghiraukan komentar buruk dari orang lain.
Gangguan jiwa dapat disembuhkan apabila klien dapat diperlakukan dengan baik serta adanya dukungan sistem yang baik utamanya berasal dari keluarga. "


115. Bunga Novia Hardiana

pada : 16 April 2017

"Jiwa adalah salah satu unsur dalam tubuh yang berbentuk kesadaran, emosi, persepsi, dan kepribadian. Sehat jiwa sendiri adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara baik, tepat, dan bahagia. Terjadinya gangguan jiwa diawali dari kekecewaan yang berlebihan atau kebahagiaan yang berlebihan yang tidak mampu dikontrol dengan mekanisme koping yang baik. Ketidakmampuan koping tersebut bisa disebut juga dengan stress. Stress juga merupakan faktor predisposisi dari gangguan jiwa."


116. Aulathivali Inas Faravida

pada : 16 April 2017

"Gangguan jiwa adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan gangguan klinis yang sangat signifikan pada kognitif individu, regulasi emosi, atau perilaku yang mencerminkan disfungsi dalam proses psikologis, bilogis, atau perkembangan fungsi mental/jiwa. Gangguan jiwa biasanya berhubungan dengan tekanan yang signifikan dalam sosial, pekerjaan, atau kegiatan lainnya. Gangguan jiwa juga mempengaruhi hidup seseorang dalam banyak region kehidupannya. Gangguan jiwa dapat terjadi pada semua orang tanpa mengenal usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan atau aspek lainnya. Gangguan jiwa banyak bentuknya, mulai yang paling ringan dan tidak begitu mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan seseorang, sampai dengan yang paling berat dan sangat mengganggu keberlangsungan hidup seseorang tersebut."


117. Risniawati

pada : 17 April 2017

"Gangguan jiwa disebabkan oleh banyak faktor, Salah satunya karena depresi. Penyebab terjadinya gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa masalah dalam kehidupan atau lingkungan sehari – hari. Seperti karena masalah ekonomi atau menderita penyakit kronis seseorang akan dapat beresiko mengalami gangguan kejiwaan. Contohnya, apabila seseorang menderita penyakit fisik kronis misalnya kanker atau tumor dapat mengalami penurunan psikologi dan berujung pada depresi berat. Depresi berat inilah yang dapat berisiko mengalami gangguan jiwa. Contoh lain, pada aksi bullying atau pembullyan terhadap sesama teman atau orang lainnya yang dianggap tidak pantas untuk berteman atau sejajar dengan mereka. Apabila hal ini berlangsung secara terus menerus maka akan dapat mengakibatkan depresi pada si anak yang di bully tadi. Selain gangguan jiwa, bisa jadi si anak tadi bisa melakukan tindakan kriminal seperti pembunuhan terhadap seseorang yang sering membully dirinya."


118. Risniawati

pada : 17 April 2017

"Gangguan jiwa disebabkan oleh banyak faktor, Salah satunya karena depresi. Penyebab terjadinya gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa masalah dalam kehidupan atau lingkungan sehari – hari. Seperti karena masalah ekonomi atau menderita penyakit kronis seseorang akan dapat beresiko mengalami gangguan kejiwaan. Contohnya, apabila seseorang menderita penyakit fisik kronis misalnya kanker atau tumor dapat mengalami penurunan psikologi dan berujung pada depresi berat. Depresi berat inilah yang dapat berisiko mengalami gangguan jiwa. Contoh lain, pada aksi bullying atau pembullyan terhadap sesama teman atau orang lainnya yang dianggap tidak pantas untuk berteman atau sejajar dengan mereka. Apabila hal ini berlangsung secara terus menerus maka akan dapat mengakibatkan depresi pada si anak yang di bully tadi. Selain gangguan jiwa, bisa jadi si anak tadi bisa melakukan tindakan kriminal seperti pembunuhan terhadap seseorang yang sering membully dirinya."


119. Zulfia Rahmih

pada : 24 April 2017

"Gangguan jiwa merupakan kondisi adanya gejala klinis berupa sindroma pola perilaku dan pola psikologik yang sangat berkaitan dengan adanya rasa tidak nyaman, rasa nyeri, dan tidak tenteram.

Secara umum, manusia yang mengalami gangguan jiwa, biasanya disebabkan dari beberapa faktor. Misalnya saja faktor fisik, lingkungan sosial atau juga faktor psikis atau psikogenik. Faktor yang menyebabkan gangguan kejiwaan ini biasanya tidak berasal dari satu unsur saja. Namun, bisa berasal dari beberapa unsur yang saling mempengaruhi, atau terjadi secara bersamaan. Dari sinilah kemudian muncul gejala gangguan kejiwaan pada diri seseorang.

Sebagai contoh, bila seseorang mengalami depresi, hal ini membuat mereka merasa sulit tidur dan enggan untuk makan. Akibatnya, daya tahan tubuh yang mereka miliki akan meurun drastis dan membuat mereka mengalami gangguan secara fisik.

"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

437559