Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Tugas 2 (22/3/17) MA KPJ 605
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 21 March 2017
kategori : MA KPJ 605 - 25 komentar

Terimakasih telah memberikan jawaban pada Tugas 1 MA KPJ ini, namun memperhatikan variasi jawaban yang ada... rasanya masih harus ada satu kesepakatan untuk Mata Kuliah Pengembangan Keperawatan Jiwa pada semester ini.

Dimana output mata kuliah ini nanti adalah setiap mahasiswa, harus mengembangkan satu topik terpilih, boleh berupa fokus pengkajian atau penetapan standar prosedur operasional sebuah tindakan yang dipilih.

Jika pilihan berupa salah satu bentuk terapi modalitas (pilihlah.. dan cantumkan pada komentar ini.. tidak boleh ada yang sama antara mahasiswa satu dg lainnya). Pilihan ini sedapatnya yang akan dikembangkan menjadi baha Thesis.

Pada Tugas kali ini.. silahkan kalian menuliskan satu saja topik yang akan saudara kembangkan.. dan sebutkan alasan mengapa memilih topik tersebut.

terimakasih.



25 Komentar

1. Endri Eka Y

pada : 22 March 2017

"Topik: Ansietas pada anak pondok
karena saya lihat masih banyak anak pondok yang masuk ke pesantren bukan karena minat pribadi, tetapi karena paksaan dari orang tua,untuk itu saya ingin meneliti bagaimana ansietas anak pondok yang masuk dengan dasar paksaan dari orang tua dalam menghadapi tugas-tugas ataupun aturan disuatu pondok pesantren, dengan model terapi individu atau dengan pengembangan model adaptasi."


2. Sri Widowati

pada : 22 March 2017

"Tahun 2014 mahasiswa keperawatan UMM melakukan survey di RW 2 kel.Gading Kasri Wilayah kerja Pskesmas Bareng.Dari hasil survey terjadi peningkatan penderita gangguan jiwa serta kurangnya peran keluarga dalam perawatan, dan puskesmas hanya sebagai tempat meminta rujukan oleh karena itu Topik Thesis yang akan saya ambil adalah : Pengalaman keluarga dan model peberdayaan keluarga bagi penderita gangguan jiwa."


3. gandes widya hendrawati

pada : 22 March 2017

"topik tesis: psikoedukasi keluarga penderita skizofrenia dalam peningkatan ADL dan penerimaan sosial.
alasan: keluarga merupakan faktor pendukung utama pada penderita gangguan jiwa. keluarga sebagai pendamping, motivator dan rehabilitator. mengingat pentingnya peran keluarga, maka peran keluarga perlu diedukasi dan ditingkatkan."


4. Siti Kotijah

pada : 22 March 2017

"Topik tesis : peningkatan kualitas hidup pada lansia dengan post power syndrome.
alasan : Post power syndrome atau sindroma pasca berkuasa biasanya dialami oleh mereka yang dulunya punya kekuasaan atas orang-orang di sekelilingnya. Post power syndrome timbul akibat ketidakmampuan seseorang untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu, khususnya bila masa lalu itu sangat membanggakan egonya. mungkin Ia sulit menerima kenyataan bahwa kini ia tidak berkuasa lagi dan kehilangan berbagai privilege yang dulu diterimanya. Mereka enggan melangkah menuju tahap penerimaan (acceptance) bahwa roda kehidupan selalu berputar, kadang kita ada di atas kadang di bawah, bahwa segala sesuatu di dunia ini ada masa kedaluwarsanya, termasuk jabatan dan kekuasaan. Sindroma itu akan makin parah kalau kemampuan fisik orang itu juga makin terbatas akibat usia tua. apabila hal ini tidak teratasi sejak dini, maka bisa menyebabkan depresi. oleh karena itu di perlukan kualitas hidup yang baik agar ia mampu untuk menerima apa yang menjadi perubahan dalam dirinya.

"


5. zulvana

pada : 22 March 2017

"TOPIK:INSOMNIA
JUDUL:Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation terhadap Perubahan Tingkat Insomnia dan Kadar Kortisol pada Lansia dengan Hipertensi

Menua adalah proses normal, biologis, dan universal. Populasi lansia di dunia meningkat karena angka harapan hidup semakin panjang (Tel, 2013). Situasi global yang berhubungan dengan peningkatan jumlah lansia saat ini adalah bahwa setengah dari seluruh lansia di dunia (400 juta jiwa) berasal dari Asia, pertumbuhan jumlah lansia di Negara yang sedang berkembang lebih cepat daripada lansia di Negara yang sudah berkembang, masalah terbesar lansia adalah penyakit degeneratif, dan diperkirakan pada tahun 2050 sekitar 75% lansia penderita penyakit degeneratif tidak dapat beraktifitas. Indonesia sebagai Negara berkembang diperkirakan akan mengalami ledakan jumlah penduduk lansia berdasarkan proyeksi 2010-2035 (Primadi, 2013). Semakin meningkatnya jumlah lansia akan menimbulkan permasalahan yang cukup komplek baik dari masalah fisik maupun psikososial. Masalah psikososial yang paling banyak terjadi pada lansia seperti, kesepian, perasaan sedih, depresi, ansietas dan insomnia (Tamher & Noorkasiani 2009).
Lansia secara umum mengalami perubahan pola tidur karena proses penuaan yang dialami. Kebutuhan tidur lansia menurut Wilkinson (2016) adalah 5 – 7 jam per hari. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan insomnia pada lansia, diantaranya adalah faktor psikologis (stres dan depresi), sakit fisik (asma, hipertensi, nyeri), faktor lingkungan yang bising, gaya hidup, dan usia (Potter & Perry, 2013). Kejadian multiple deseases pada Lansia sejalan dengan gangguan pola tidur Lansia. Pola tidur Lansia tidak sehat berakibat kelenjar pineal kurang menghasilkan melatonin dan kelenjar adrenal aktif menghasilkan kortisol dan adrenalin. Hormon melatonin mampu sebagai scavenger radikal bebas, sedangkan kortisol mampu mensupresi sistem ketahanan tubuh dan adrenalin memacu jantung dan kontriksi pembuluh darah. Hal ini menyebabkan kejadian hipertensi pada Lansia. (Albright, 2003; Lai, 2005; Motivala, et, al, 2006).
Menurut Stuart (2016), Tindakan keperawatan yang dapat diberikan pada klien dengan insomnia adalah terapi individu seperti terapi kognitif, terapi perilaku, thought stopping, Progresive Muscle Relaxation (PMR) dan terapi kognitif perilaku serta logoterapi individu. PMR merupakan terapi non farmakologis yang termurah sampai saat ini dan terapi yang paling efektif bila dibandingkan dengan terapi lainnya, karena PMR tidak memerlukan imajinasi, ketekunan atau sugesti, tidak ada efek samping dan mudah untuk dilakukan (Ramdhani, 2009).
Relaksasi otot progresif merupakan salah satu teknik untuk mengurangi ketegangan otot dengan proses yang simpel dan sistematis dalam menegangkan sekelompok otot kemudian merilekskannya kembali (Stanley & Mickey, 2006). Relaksasi otot progresif digunakan sebagai terapi untuk membantu meredakan beberapa gejala yang berkaitan dengan stress, seperti insomnia, hipertensi, sakit kepala dan nyeri (Asmadi, 2008) indikasi terapi ini adalah lansia yang mengalami insomnia, stres, ansietas, depresi dan ketegangan fisik/otot-otot (Setyoadi, 2011).
Keperawatan merupakan bentuk pelayanan professional, yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Fokus pelayanan lebih menitikberatkan pada permasalahan Caring sesuai dengan filosofi yang dikembangkan oleh Kari Martinsen yaitu Philosophical Caring. Filosofi ini berfokus pada Moral, dimana perawat memberikan asuhan keperawatan harus berempati, berefleksi, memberikan keterbukaan, kemurahan hati, kepercayaan, harapan dan cinta dalam setiap pemberian asuhan keperawatan. Dasar praktik keperawatan professional, adalah intervensi pada kebutuhan. Orientasi keperawatan dipusatkan pada klien (Lansia) yang mempunyai seperangkat kebutuhan. Kesehatan individu, merupakan orientasi keperawatan. Keperawatan bertujuan membantu kemungkinan yang terjadi, dengan intervensi, humanistik, holistik dan melalui hubungan interpersonal. Kebutuhan tidur merupakan salah satu kebutuhan yang mempunyai dampak cukup besar terhadap kesehatan individu dan bahkan berdampak pada ekonomi bangsa (Walker, 1995; Roach, 2001; O’Neill, 2002; Watson, 2003; Clark, 2005).
Fungsi hidup optimal Lansia, dapat dilakukan dengan pendekatan bio-psiko-sosio- spiritual yang disesuaikan dengan philosophical caring. Pendekatan fisik/biologik dapat berupa perawatan fisik secara umum bagi klien Lansia. Pendekatan psikis, yaitu dengan mengadakan pendekatan edukatif pada Lansia, perawat dapat berperan sebagai supporter, interpreter terhadap segala sesuatu yang asing, sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab.
Pendekatan sosial, yaitu mengadakan diskusi, tukar pikiran, dan bercerita. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien Lansia untuk menciptakan sosialisasi mereka. Pendekatan spiritual, yaitu perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan sang pencipta sesuai keyakinan, terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian (Watson, 2003; Rogers, 2003; Melissa, 2008). Tujuan utama dari intervensi adalah memungkinkan Lansia untuk berfungsi secara maksimal untuk mencapai kualitas dan kuantitas hidup sehat, walaupun dipengaruhi oleh faktor umur itu sendiri yang dapat menimbulkan perubahan.
"


6. Henry Wiyono

pada : 22 March 2017

"salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa yang saya ambil yaitu REBT, alasannya Terapi modalitas ini masih belum terlalu dikenal untuk intervensi pada klien dengan gangguan alam perasaan depresi pada berbagai tingkatan usia secara khusus pada lanjut usia, terima kasih "


7. Ah Yusuf

pada : 22 March 2017

"1. Henry w: Topik yang bagus, siapkan jurnal penunjang, susun bab 1 dan 2
2. Zulfana: variabel sudah komprehensif, tambahkan sentuhan khusus untuk keperawatan jiwa
3. Siti Kotijah, Topik baik, siapkan jurnal pendukung, rancang bab 1 dan 2
4. Gandes WH:Psikoedukasi dengan pendekatan khusus apa, siapkan jurnal pendukung, rancang bab 1 dan 2
5. Sri Widowati, usahakan yg dengan pemodelan pemberdayaan keluarga yaa.. siapkan
6. Endri Eka Y: topik bagus, siapkan research question, data pendukung, rancang bab 1 dan 2"


8. Nikodemus Sili Beda

pada : 22 March 2017

"Topik : Depresi pada pasien pasca stroke
Aalasan : mengingat di era sekarang banyak pasien yang mengalami penyakit yang sangat ditakutkan oleh semua orang saat ini. ini dikarenakan Stroke ini banyak terjadi karena berbagai faktor penyebab dan peroses penyembuhan sanagt memerlukan waktu yang lama sehingga timbul suatu kecemasan dan depresi pada pasien Stroke."


9. Henry Wiyono

pada : 22 March 2017

"terima kasih Pak, segera ditindaklanjuti untuk bab 1 dan bab 2 nya, terima kasih "


10. Nurul Arifah

pada : 22 March 2017

"masih sangat ingin mengetahui lebih dalam mengenai 'mekanisme koping' dalam keperawatan jowa, saya berencana untuk mengambil topik yang masih berkaitan dengan lingkup ini. peran serta leluarga dan masyarakat sangat penting dalam peningkatan mekanisme koping dalam proses penyembuhan kasus gangguan jiwa, terutama oleh keluarga dan juga support dari masyarakat ketika pasien tersebut kembali diterima 'berfungsi' di mamsyarakat. terapi keluarga dalam peningkatan mekanisme koping pasien dengan gangguan jiwa di masyarakat, mungkin menjadi topik yang ingin saya gali lebih lagi. tetapi untuk kekhususan yang lebih detail saya masih membutuhkan arahan dan referensi yang lebih banyak lagi."


11. Muhammad luthfi

pada : 23 March 2017

"Rencana thesis : pengaruh simulasi 3D Virtual terhadap mengubah rasa takut menjadi aktivitas yang lebih positive pada tahap terminasi ODGJ

Alasannya : dikarenakan banyaknya jumlah penderita ODGJ yang sudah pulang, balik lagi ke RS."


12. Dhia Diana Fitriani

pada : 23 March 2017

"Orang dengan gangguan jiwa yang telah kembali dari rumah sakit jiwa akan dikembalikan ke masyarakat. Masyarakat ini adalah penentu kesembuhan klien dengan gangguan jiwa, baik dari lingkungan keluarga dan lingkungan tetangga. Namun, stigma atau pandangan buruk dari masyarakat menyebabkan klien sulit untuk beradaptasi kembali dan merasa dikucilkan dari lingkungan. Berdasarkan hal ini saya mengambil topik "Pengembangan model stigma orang dengan gangguan jiwa". Untuk sampel, saya ingin memilih sampel anak-anak remaja SMA dengan pendekatan teori perkembangan psikodinamika Sigmund Freud.."


13. Maulana Rahmat Hidayatullah

pada : 23 March 2017

"Topik :Akupresser
Hingga saat ini terapi komplementer alternatif belum banyak diterapkan dalam terapi keperawatan jiwa, padahal di dalam uu keperawatan no 38 tahun 2014 perawat berwenang untuk melakukannya. Berbagai literatur jurnal terapi akupresser telah banyak terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan, gangguan tidur-insomnia, gejala skizofrenia, dan depresi. Saya tergelitik untuk mengetahui lebih jauh seberapa efektif akupresser ini berdampak dibandingkan dengan terapi modalitas yang telah ada.

Mohon arahannya Pak Yusuf...?
Terima Kasih"


14. Ah Yusuf

pada : 23 March 2017

"feed Back:
1. Maulana Rahmat H: benarkah akupressure dapat diterapkan pada kasus jiwa, sangat menarik, silahkan di teliti dan dibuktikan

2. Dhia Diana F: Topik bagus, btw adakah alasan khusus milih sampel anak SMA
3. Muhammad Lutfi: topik bagus, yakinkah sudah mempunyai 3D virtual ?, jika iya.. silahkan dicoba
4.Nurul Arifah:Ok, topik bagus, silahkan dipersiapkan, lanjutkan bab 1 dan 2
5. Nikodemus SB:Ok boleh juga, asal mempunyai data akurat ada masalah psikososial pada pasien post strok, lanjutkan"


15. Titik Nuryanti

pada : 23 March 2017

"Topik : deteksi dini perkembangan anak usia 1-3 tahun

alasan : banyak anak usia todler yang dititipkan ke tempat penitipan anak karena ayah dan ibunya bekerja. kurangnya interaksi dri orang tua sehingga perlu adanya deteksi dini perkembangan pada usia todler supaya orang tua tahu tentang tahap perkembangan anak apakah normal atau tidak.


"


16. Endri Eka Y

pada : 23 March 2017

"Terimakasih banyak pak yusuf...
Mohon bimbingan dan arahannya....."


17. Rustafariningsih

pada : 25 March 2017

"Topik : PK yang berulang pada pasien yang telah diberikan intervensi generalis.
Alasan: pasien PK yang diberikan intervensi generalis melakukan PK nya kembali. Untuk itu perlu adanya komitmen dan penerimaan dari pasien terhadap kejadian tidak diharapkan. Komitmen dan penerimaan pasien berdampak pada perkembangan kondisi pasien menjadi lebih baik. Atas dasar tersebut saya tertarik untuk mengembangkan ACT (acceptance commitment therapy) sebagai terapi lanjutab pada pasien PK yang telah diberikan intervensi keperawatan generalis.
Mohon arahan dan bimbingan selanjutnya."


18. agung eko hartanto

pada : 25 March 2017

"Depresi pada pasien dengan penyakit kronis atau termina seperti GGK dengan hemodialysis. Dengan menggunakan terapi modalitas AT atau ACT dan intervensi spiritual pada pasien Hemodialisis. Alasan : beberpa pasien HD memiliki masa pengobatan dan ketergantungan yang lama, tentunya menimbulkan maslaah psikologis pada pasien. Masalah dapat muncul secara holistik"


19. wildan akasyah

pada : 27 March 2017

"rencana judul : FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANSIETAS PADA PASIEN PRE-OPERATIF
alasan : Karena banyak pasien ansietas pada saat pre operatif , dan apabila telah diketahui fakto-faktor penyebab yang mempengaruhi ansietas pada pasien pre operatif maka dapat dilakukan pencegahan, atau meminimalisir anisetas "


20. Sri Widowati

pada : 28 March 2017

"Untuk pemodelan sejauh yang telah saya dapatkan dari beberapa jurnal Indonesia adalah POS DAYA (Pos pemberdayaan keluarga, sedangkan untuk jurnal international masih belum saya temukan.Menurut WHO proses pemberdayaan dipengaruhi oleh struktur sosial masyarakat,layanan dan perkembangan profesional kesehatan,tingkat individu dan masyarakat.Oleh karena itu pemberdayaan harus memperhatikan 5 kunci :
1. Protection of the human rights of service users and fighting stigma and
discrimination;
2. Ensuring high-quality care and accountability of services;
3. Having access to information and resources;
4. Inclusion in decision-making;
5. Having local organizational capacity to make demands on institutions and governing structures.(WHO regional for Europe,2010)"


21. IRA AYU MARYUTI

pada : 29 March 2017

"Topik: depresi pada remaja
Alasan: karena meningkatnya angka depresi pada remaja khususnya dikota besar (surabaya) karena tingginya tekanan atau tuntutan dari perkembangan technologi sehingga akan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak remaja, dimana usia ini masa yang rawan dalam mencari identitas diri. Perawat sangat penting untuk berperan serta dalam menghadapi tantangan tersebut. Terima kasih"


22. Ah Yusuf

pada : 29 March 2017

"feedback:
1. Ira Ayu M: alasan bagus, pertanyaan apakah remaja dg perkembangan teknologi jadi depresi... bukannya malah senang.
2. Sri Widowati:topik bagus, alasan bagus: pertanyaan.. materi sudah sangat lengkap, terus apa yg ingin dibuktikan dalam tesis ini nanti.
3. Wildan Akasyah: faktor2.. apakah mau kualitatif..??? sebenarnya apa yang ingin didapatkan..???
4. Agung Eko Hartanto, topik bagus, persiapkan data untuk bab 1 dan siapkan bab 2
5.Rustafariningsih: topik bagus, lanjutkan bab 1 dab 2
6. Titik Nuryanti:topik bagus... tapi mau deteksi dini dg cara apa... yg spesifik.. sesuai MSKS nya"


23. Nansy Delia Pangandaheng

pada : 30 March 2017

"Topik: Pengaruh terapi kelompok suportif keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa

Alasan: Dukungan keluarga merupakan support system yg penting dan harus diberikan oleh keluarga dalam merawat anggota keluarga yg mengalami gangguan jiwa.

Terima kasih"


24. Hanim Nur Faizah

pada : 05 April 2017

"mohon maaf bapak, baru kirim jawaban,, lapinya habis masuk bengkel
Masih belum fix yang mana pak yusuf.. mohon arahannya…
“Topik 1: Depresi pada lansia dengan terapi modalitas Reminiscence dan Movement and Dance.
Proses menjadi lanjut usia merupakan proses alamiah sesuai dg peningkatan usia seseorang. Dalam proses menua ini terjadi beberapa perubahan yang menyangkut biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Perubahan-perubahan ini pada setiap individu dapat berbeda-beda, namun tetap mengalami proses perubahan yg sama.
Depresi pada lansia mempunyai dampak negative pada kualitas hidup lansia. Lansia merasa tidak puas dengan fungsi sosialnya, mempunyai tingkat kepuasan hidup yang rendah dan persepsi kesehatan fisik serta mental yang rendah.
Dengan diberikannya terapi Reminiscence dan Movement and Dance akan bisa meningkatkan kualitas hidup lansia tersebut.
"Topik 2 : pada semester ganjil kemarin, mahasiswa Stikes NU Tuban, melakukan Scanning lanjutan px gangguan jiwa yang berada di desa binaan STIKES NU Tuban, dan hasil yang ditemukan memang ada beberapa px gangguan jiwa yang belum terdeteksi oleh PKM setempat,, dan 90% keluarga dari pasien-pasien tersebut membiarkan keluarga mereka mengalami gannguan itu tanpa ada penanganan. Bahkan keluarga ODGJ sendiri mengatakan “memang anak saya itu stress, diapa-apakan ya tetap stress, wong namanya orang stres”
Sebenarnya saya ingin mengungkap tentang luar biasanya STIGMA masyarakat ttg ODGJ itu,,, mereka menganggap gangguan jiwa itu tidak bisa ditangani dan disembuhkan. Bila orang sudah mengalami gangguan jiwa, maka selamanya tetap akan seperti itu.
“Topik 3: Pengembangan Desa Siaga Sehat Jiwa
“Di Kota Tuban belum ada sama sekali yang mengembangkan DSSJ hingga menjadi Posyandu jiwa.
Harapan saya, dari pengembangan DSSJ ini, nantinya akan membuahkan hasil POSYANDU JIWA seperti yang ada di Jombang. Agar keperawatan jiwa tidak hanya dipandang sebelah mata oleh tenaga kesehatan dan masyarakat setempat. Dan diharapkan dengan adanya posyandu jiwa nantinya akan bisa mengubah pikiran masyarakat ttg ODGJ yang tidak akan bisa sembuh.
"


25. Sahriana

pada : 06 April 2017

"asslamu alaikum, mohon maaf atas keterlambatannya pak. dari beberapa pertimbangan akhirnya saya memilih topik "efektiftas penerapan CST pada anak dengan retardasi mental". alannya karena komunikasi merupakan hal yang mendasar dalam kehidupan untuk terhubung dengan orang lain."


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

561419