Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Nasihat 46
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 27 March 2017
kategori : 50 Nasehat Luqman AlHakim - 1 komentar

“Wahai anakku! Jangan engkau buang dunia ini ke bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.”



1 Komentar

1. Gita Kurnia W

pada : 27 March 2017

"PSIKODINAMIKA GANGGUAN JIWA
Mengkaji film “BEAUTIFUL MIND”
John Nash merupakan seorang pengidap schizophrenia tipe delusi atau halusinasi. Dimana delusi ini dimulai sejak dia bersekolah di Princeton University pada bulan September 1947. Penyakit ini dapat terjadi karena dia merasa terlalu bahagia, sebagai anak biasa bisa diterima di Princeton University.
Dalam kisah ini sangat nampak bahwa John Nash mengalami schizophrenia terutama saat dia barhalusinasi menjadi seorang agen rahasia untuk negara bersama dengan Parcher. Kemudian setelah dia menikah, schizophrenia ini diketahui oleh istrinya.
Support system yang diberikan oleh Alicia (istri John Nash) inilah yang meningkatkan semangat John untuk sembuh. Walauoun dia tidak mampu menghilangkan delusinya, akan tetapi dia mampu hidup dengan normal kembali setelah 50 tahun. upaya yang dia lakukan ialah dengan mengabaikan halusinasinya.
John Nash mengalami banyak masalah selama menuju kesembuhannya, mulai dari mendapat perawatan dr. Rosen di rumah sakit jiwa, pengobatan hingga membuat dia tidak bisa menghadapi istrinya, mengalami schizophrenia yang lebih parah daripada sebelumnya, dan sebagainya. Hingga pada akhirnya, di usianya yang sudah tergolong tua, John Nash menjadi salah satu penerima nobel.
Analisa
• Menarik nilai dari film tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa gangguan jiwa dapat sembuh apabila ada support system dan perilaku yang baik.
• Banyak jalan untuk memecahkan satu masalah.
• Gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh adanya sakit hati atau rasa kecewa yang berlebihan, akan tetapi bahagia yang berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan jiwa.
• Seandainya semua keluarga memberikan support system yang baik pada anggota keluarganya yang mengidap schizophrenia, maka kemungkinan besar semua penderita schizophrenia dapat disembuhkan.
• Cara yang dapat digunakan untuk mengembalikan kesadaran akan kenyataan pada penderita schizophrenia maupun keluarga penderita yang mempercayai halusinasi penderita ialah dengan orientasi tempat dan waktu.
• Gangguan jiwa ialah masalah yang berhubungan dengan perilaku penderita. Selama penderita dapat mengontrol atau mengedalikan dirinya sendiri, maka penyakitnya tidak akan mengganggu dan dia mampu hidup dengan normal.
Psikodinamika Gangguan Jiwa
Psikodinamika gangguan jiwa bergantung pada:
• Paradigma
• Konsep
• Model
Ada 9 model yaitu:
 Model Psikoanalisa
Tokohnya antara lain S. Freud, Erikson, dkk.
Didasarkan pada perkembangan dini dan resolusi konflik yang adekuat. Konflik yang dimaksud disini ialah saat anak dalam usia 0-1,5 tahun, dimana fase ini tergolong fase oral.
 Model Interpersonal ---- biasanya digunakan oleh Psikolog
 Tokohnya antara lain Sullivan dan Peplau.
Ansietas atau kecemasan yang dialami secara interpersonal. Misalnya dalam satu geng pengguna NAPZA. Apabila dia tetap bertahan di dalamnya maka dia akan merusak tubuhny sendiri. Akan tetapi jika keluar dari geng tersebut, dia akan merasa tidak aman dan merasa bersalah serta dibenci oleh anggota yang lain.
 Model Sosial
 Model Eksistensial
Terjadi terutama pada seseorang yang gagal berekspresi atau gagal mengekspresikan apa yang ingin dia tampakkan.
 Model Supportif
 Model Komunikasi
 Model Perilaku
Misalnya dialami oleh anak yang selalu ingin menguasai atau mendominasi kelompok.
 Model Medik ---- biasanya digunakan oleh Dokter.
Berhubungan dengan adrenalin, non-adrenalin, hipokampus, dll.
 Model Stress Adaptasi ---- biasanya digunakan oleh Perawat.
Terdapat beberapa faktor diantaranya:
o Predisposing factor
o Precipitating stressor
o Appraisal of stressor
o Coping resource
o Coping mechanism
Dalam pemilihan model yang akan kita gunakan bergantung pada diri kita sendiri, mana kiranya yang paling cocok menurut kita.
"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

563456