Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Tugas 2 MA MNS 625
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 29 March 2017
kategori : MA MNS 625 - 21 komentar

Setelah memperhatikan materi perkuliahan dari beberapa dosen MA MNS 625, tulislah resume singkat ttg kemungkinan Aplikasi System Management Informasi dalam Pelayanan Keperawatan...

Khususnya di aplikasikan pada apa, komponen dasar yang harus ada apa..?

Tulislah resume pada komentar disini...

Terimakasih.



21 Komentar

1. LUKMAN HAKIM

pada : 30 March 2017

"Dalam system manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan banyak bidang garap yang harus dilakukan di era gadgeting saat ini, contoh penerapan aplikasinya adalah, pendokumentasian keperawatan berbasis android, pemantauan pemberian cairan infus berbasis android, pelayanan home care berbasis dekstop, pasien daftar melalui android tanpa harus antri panjang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
dari berbagai aplikasi diatas yang perlu di tindak lanjuti adalah tentang aspek LEGAL ETIK nya, sehingga aman untuk pasien dan aman untuk perawat dari hukum."


2. Nurul Hikmatul Qowi

pada : 30 March 2017

"Aplikasi manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan sudah ada beberapa yang dikembangkan.
Aplikasi SIM RS yang sudah dikembangkan lebih fokus ke administrasi, yaitu administrasi pasien, keuangan rumah sakit, logistik farmasi, gizi, dan lain-lain. Pada pelayanan keperawatan, lebih banyak dimanfaatkan pada dokumentasi keperawatan, peralihan antara paper based menjadi computer based. Data pasien dapat diakses secara cepat oleh tim tenaga kesehatan yang merawat. Proses kolaborasi dan koordinasi dengan tenaga kesehatan lain bisa lebih efektif
Teknologi informasi juga sudah dimanfaatkan dalam aplikasi penghitungan remunerasi. Penghitungan remunerasi lebih mudah dan adil sesuai dengan kinerja masing-masing bagian.
Model assesment keperawatan sampai evaluasi juga sudah mulai dikembangkan.
Pada dasarnya, sistem informasi diharapkan dapat mempermudah perawat dalam melakukan tugasnya
Yang perlu diperhatikan Sebelum membeli aplikasi penunjang disesuaikan dg kebutuhan instansi, mengingat biaya untuk membeli aplikasi juga tidak murah.

"


3. Berlian yuli saputri

pada : 30 March 2017

"Telenursing (pelayanan asuhan keperawatan jarak jauh) adalah upaya penggunaan tehnologi informasi dalam memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara fisik yang jauh antara perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. Sebagai bagian dari telehealth, dan beberapa bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan non-medis, seperti telediagnosis, telekonsultasi dan telemonitoring. Telenursing dapat juga diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan keperawatan jarak-jauh.
Telenursing saat ini semakin berkembang pesat di banyak negara, terkait dengan beberapa faktor seperti mahalnya biaya pelayanan kesehatan, banyak kasus penyakit kronik dan lansia, sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, rural, dan daerah yang penyebaran pelayanan kesehatan belum merata. Dan keuntungannya, telenursing dapat menjadi jalan keluar kurangnya jumlah perawat (terutama di negara maju), mengurangi jarak tempuh, menghemat waktu tempuh menuju pelayanan kesehatan, mengurangi jumlah hari rawat dan jumlah pasien di RS, serta menghambat infeksi nosokomial.Telenursing dapat mengurangi biaya perawatan, mengurangi hari rawat di RS, peningkatan jumlah cakupan pelayanan keperawatan dalam jumlah yang lebih luas dan merata, dan meningkatkan mutu pelayanan perawatan di rumah (home care).
Komponen utama yg harus ada tentunya adalah komputer,telephone"


4. I Gede Juanamasta

pada : 30 March 2017

"Aplikasi sistem manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan yang memungkinkan dapat diaplikasi adalah sistem supervisi, sistem proses keperawatan pengkajian-diagnosa keperawatan-rencana keperawatan-intervensi-dokumentasi, dan sistem penilaian kinerja perawat.
Dasar awal yang dilakukan dalam penerapan sistem informasi supervisi yang akan dibuat diawali dengan penetapan terminologi supervisi antara perawat dan programer. Setelah itu menetapkan komponen-komponen dalam penilaian supervisi yang terdiri dari siapa yang bertugas supervisi, apa dan siapa yang dinilai, waktu supervisi, dan hasil supervisi. Hasil analisis tersebut didesign oleh programer yang kemudian dilanjutkan pembuatan program percobaan. Program percobaan dilakukan uji coba hingga dapat berjalan dengan baik.
Program sistem manajemen supervisi yang sudah berjalan dipantau secara berkala untuk menghindari kerusakan."


5. Wahyu Darnanik

pada : 31 March 2017

"APlikasi Manajemen Asuhan Keperawatan, meliputi:
1.Dokumen Proses Keperawatan yang terdiri dari Pengkajian; Diagnosa, Perencanaan, Implemetasi dan Evaluasi
2.Dokumentasi Keselamatan Pasien (patient safety) yang terdiri dari Ketepatan identifikasi pasien; Peningkatan komunikasi yang efektif; Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai; Ketepatan pasien yang di operasi; Pengurangan resiko infeksi; Pengurangan resiko pasien jatuh. Aplikasi ini memfasilitasi dalam pengkajian pasien resiko jatuh, menampilkan dalam dashdoard monitoring pasien yang beresiko sekaligus memfasilitasi form KTD/KNC yang dikeluarkan oleh KKPRS
3.Dokumentasi indikator mutu pelayanan keperawatan klinik. Poin-poin indikator mutu pelayanan keperawatan adalah Keselamatan pasien (patient safety); Perawatan diri; Kepuasan pasien; Kecemasan; Kenyamanan; Pengetahuan. Agar pelaporan indikator mutu pelayanan keperawatan menjadi valid, maka sistem didesain agar data yang ditampilkan oleh sistem dapat diklarifikasi mengenai sumber data dasarnya (nama pasien, ruang, tanggal kejadian dll)."


6. Sofia mayasari

pada : 31 March 2017

"Aplikasi sistem manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan khususnya diaplikasikan pada Clinical Pathway.Komponen dasar dalam hal ini adalah proses,prosedur,struktur organisasi,SDM,produk, pelayanan,suplier,rekanan (Eko,2001). Sistem informasi keperawatan merupakan kombinasi ilmu komputer,ilmu informasi dan ilmu keperawatan Чǝлƍ disusun untuk memudahkan manajemen dan proses pengambilan informasi dan pengetahuan Чǝлƍ digunakan untuk memudahkan untuk melaksanakan askep ( Hariyati,1999). Kenapa memilih Clinical Pathway dalam aolikasi SIMRS karena ϑ¡ era JKN ini Clinical Pathway sibutuhkan untuk estimasi biaya sehingga apa yg dilakukan ke pasien tidak melebihi budgeting Чǝлƍ sudah ada dalam tarif INA CBG's. Cinical Pathway merupakan suatu perencanaan pelayanan terpadu Чǝлƍ merangkum setiap langkah yg diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan Чǝлƍ berbasis bukti dengan hasil Чǝлƍ terukur dan dalam jangka waktu tetentu selama ϑ¡ rumah sakit. Cinical Pathway menjadi salah satu komponen Чǝлƍ harus dicakup sebagaimana merupakan case mix Чǝлƍ terdiri dari asuhan medis dan asuhan keperawatan dan perhitungan biaya baik secara top down costing atau activity based costing maupun kombinasi keduanya. Implementasi clinical pathway berkaitan erat dengan clinical govermen dalam hubungannya menjaga dan menungkatkan mutu pelayanan dengan biaya Чǝлƍ dapat diestimasikan dan terjangkau sehingga RS bisa bertahan ϑ¡ era JKN ini dan perawat tetap bisa mendapatkan reward dengan baik.Clinical Pathway dapat digunakan juga sebagai alat entry point untuk melakukan audit medis. Variabel tindakan dalam Clinical Pathway bisa digunakan dalam melakykan surveylans Tim Pengendali Infeksi Nosokomial dan selanjutnya menilai Health Impact Intervention. Variabel obat obatan dalam Clinical Pathway bisa digunakan sebagai alat entry point untuk melakukan kegiatan evaluasi dan monitoring dari 5 langkah 12 kegiatan Tim farmasi dan terapi Komite Medik RS. CP juga bisa digunakan untuk mendeteksi evaluasi penilaian resiko untuk mendeteksi kesalahan aktif dan latent maupun nyaris terjadi dalam manajemen resiko klinis dalam rangka menjaga dan meningkatkan keselamatan pasien. Hasil dan revisi dari CP juga bisa juga bisa dipakai untuk perbaikan dan revisi standar asuhan keperawatan Чǝлƍ dinamis berdasarakan evidance based nursed.Dari beberapa penjabaran diatas CP sangat banyak memberikan beberapa efek Чǝлƍ jelas Чǝлƍ nantinya mutu pelayanan keperawatan dan mutu oelayanan RS akan meningkat swhingga keouasan pasien tercapai dalam hal ini juga тι∂αk kalah pentingnya control dan estimasi terhadap pembiayaan oasien ϑ¡ era JKN Чǝлƍ disesuaikan dgn tarif INA CBG's sehingga RS tetap bertahan."


7. nurul jannah

pada : 01 April 2017

"Salah satu sistem informasi yang dapat diaplikasikan dalam praktek keperawatan adalah kegiatan pengendalian mutu pelayanan keperawatan berbasis android. Mutu pelayanan keperawatan merupakan kunci penentu citra rumah sakit yang berdasar pada kepuasan pasien sebagai pengguna jasa pelayanan. Dalam penerapanya kegiatan penjaminan mutu jarang sekali dilakukan atau jika dilakukan hanya pada saat hari pertama pasien dirawat. Hal ini terjadi karena kegiatan dokumentasi yang dilakukan oleh perawat terlalu banyak, sehingga kegiatan penjaminan mutu disampingkan, karena banyaknya pengakajian berupa lembaran yang harus diisi secara manual. Adanya pengendalian mutu pelayanan berbasis android sangant membantu perawat dalam pemberian asuhan, kegiatan pengendalian mutu pelayanan keperawatan meliputi pengkajian keselamatan pasien, kepuasan, kenyamanan,kecemasan, dan pengetahuan. Komponen yang harus ada tentunya Tab atau Handphone, aplikasi pengendalian mutu yang telah terinstal, dan user. Program tersebut berisi kolom pengkajian yang meliputi 5 aspek diatas yang termuat dalam bentuk lembar observasi dan setelah proses tersebut dikerjakan maka muncul perintah persetujuan dari pasien untuk memvalidasi kegiatan tersebut, dan kemudian setelah proses kegiatan tersebut selesai, maka sistem secara otomatis mengirimkan pesan kepada Ketua tim atau Perawat primer untuk permintaan validasi atas kegiatan yang dilakukan."


8. NUNING KHUROTUL AFIDA

pada : 02 April 2017

"Komponen yg harus ada dalam proses pengembangan sistem manajemen informasi yaitu programmer, badging, dan user. Programmer merupakan pihak yang memang memiliki keahlian untuk menerjemahkan transkrip bahasa keperawatan menjadi bahasa koding yang bisa dientry dalam sistem manajemen informasi. Badging merupakan perantara yaitu pihak yang bisa menjembatani antara user dan programmer sehingga meminimalisir terjadinya human atau program error terhadap penggunaan sistem TI. User merupakan pengguna yaitu pihak yang memahami bidang keperawatan sehingga keberadaan manajamen informasi dapat mempermudah kinerja perawat.

Berbagai aktivitas keperawatan yang bisa diaplikasikan dalam sistem manajemen informasi antara lain:
1 sistem pendokumentasian asuhan keperawatan
2 sistem supervisi dan penilaian kinerja perawat
3 sistem claim jasa tindakan mandiri dan kolaborasi keperawatan
4 sistem dokumentasi patient safety dan indikator mutu
5 Homecare nursing, dll

Kemajuan teknologi informasi diharapkan mampu memudahkan kinerja perawat dengan memenuhi unsur efficient use of hardware dan ease use of resources. Dengan demikian sistem manajemen informasi keperawatan dapat mengoptimalkan kualitas pelayanan keperawatan dan meningkatkan kepuasan klien. "


9. Aulia Rahman

pada : 03 April 2017

"Aplikasi Sistem Manajemen Informasi Keperawatan Berbasis Komputer seperti yang sekarang sedang berkembang adalah sistem informasi pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis komputer, sistem ini dapat menjadi bagian dari sistem informasi rumah sakit dan menjadi rekam medik elektronik (Electronic Health Records) yang berdampak positif terhadap mutu pelayanan dan dapat dipertanggungjawabkan, menghemat waktu, dan mengurangi penggunaan kertas (paper less) serta membantu mengurangi permasalahan ketidaklengkapan pengisian rekam medik. Tetapi juga dapat diaplikasikan pada perencanaan ketenagaan sampai dengan pengembangan tenaga, penjadwalan shift, penilaian kinerja, pengujian kompetensi, penghitungan angka kredit, remunerasi, perencanaan alat dan logistik, undangan rapat elektronik, serta survey dalam pengendalian mutu pelayanan keperawatan.
Komponen Dasar Sistem Manajemen Informasi Keperawatan difokuskan pada data dan struktur, manajemen informasi dan teknologi termasuk database yang dibutuhkan untuk mengelola informasi secara efektif dan guna menunjang terlaksananya penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan diperlukan antara lain :
1.Software (sistem informasi manajemen rumah sakit)
2.Hardware (perangkat keras berupa komputer, printer dan lainnya)
3.Networking (jaringan Local Area Network (LAN), wireless dan lainnya)
4.Standar Prosedur Operasional (SPO)
5.Komitmen (komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama menjalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di input).
6.Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor utama suksesnya sebuah sistem di mana data diinput dan diproses melalui tenaga-tenaga SDM tersebut)
"


10. Mei Widyawati

pada : 05 April 2017

"Saat ini perkembangan bidang teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia Informatic Technology (IT). Perkembangan dunia IT berimbas juga pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Diharapkan dengan berkembangnya teknologi di bidang kesehatan terutama keperawatan, serta semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi, maka diharapkan pelayanan yang diberikan akan semakin berkualitas dan dapatdipertanggungjawabkan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu teknologi informasi
yang cepat, tepat dan akurat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Informasi asuhan keperawatan dalam sistem manajemen informasi yang berbasis komputer dapat diaplikasikan dalam pendokumentasian keperawatan, menghitung pemakaian tempat tidur, BOR pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan . Data yang akurat pada keperawatan dapat digunakan untuk informasi bagi tim kesehatan yang lain.
"


11. Tiara Putri Ryandini

pada : 05 April 2017

"Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang dalam pelaksanaan pencapaian mutu asuhan keperawatan. Dengan adanya perkembangan teknologi sistem informasi manajemen keperawatan berbasis komputer (SIMK),maka akan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan kepada pasien, juga dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien secara optimal, SIMK akanmerubah cara konvensional menjadi cara modern, sehingga dapat bersaing secara globalisasi dandapat mengurangi kekeliruan dalam pelayanan keperawatan serta dapat memotivasi perawat untuk bekerja lebih praktis, cepat, tepat dan akurat yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas. Dengan sistem informasi keperawatan akan dapat mengurangi resiko-resiko kehilangan data, memudahkan dalam mencari data yang tersimpan. SIMK juga sangat berpengaruh secara langsung dalam pengambilan keputusan, membuat rencana dan meningkatkan sasaran dan tujuan yang hendak dicapai serta memudahkan dalam penetapan standar dan prosedur pelayanan. Oleh karena itu penerapan sistem informasi keperawatan berbasis komputer sangat penting untuk mendukung proses profesionalisme keperawatan dan pemanfaatan yang optimal pada akhirnya akan memberikan benefit bagi rumah sakit."


12. Achmad Masfi

pada : 05 April 2017

"Sistem manajemen informasi keperawatan merupakan pengembangan dari ilmu tekonologi dalam bidang kesehatan khususnya ilmu keperawatan. Dengan sistem manajemen informasi memudahkan pelayanan, pendokumentasian,pengaturan, memudahkan akses melalui aplikasi berbasis komputer. Banyak manfaat yang diberikan melalui sistem manajemen informasi khususnya di Rumah Sakit seperti dokumentasi, klaim jasa tindakan, telenursing dll. Namun kami sangat tertarik dengan APLIKASI REMUNISASI kenapa? karena sistem manajemen informasi tidak hanya sekedar untuk memudahkan layanan,melainkan adanya manajemen informasi mampu untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan persoalan. Aplikasi Remunisasi inilah yang kemudian SANGAT MEMUNGKINKAN untuk di aplikasikan dalam dunia keperawatan. Aplikasi Remunisasi ini menjadi " the role Of nursing system" sistem ini memenuhi suatu kebutuhan yang kompensasi yang seadil-adilnya khususnya perawat. Mengingat kompensasi yang di terima oleh perawat belum layak jika di bandingkan dengan kinerja perawat, sehingga aplikasi remunisasi ini menghilangkan sedikit gundah gulana para pemberi asuhan keperawatan(Baca:perawat). Apa yang kemudian yang dibutuhkan?tentunya "Operating System" mulai dari user (Pengguna atau progremmer), application remunisasi, operating system (softwere dan aplicatin sofware) dan hardware
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor utama suksesnya sebuah sistem di mana data diinput dan diproses melalui tenaga-tenaga SDM tersebut) yang tentunya di dukung oleh Sistem RS it sendiri "


13. Esti Andarini

pada : 06 April 2017

"Aplikasi sistem manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan dapat diterapkan dalam seluruh kegiatan pendokumentasian keperawatan mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Saat ini mulai berkembang dalam aplikasi berbasis android, ambil saja contoh saat pengkajian pada pasien fraktur, maka tidak perlu lagi menggambar luka fraktur tersebut, dengan aplikasi android cukup dengan mengcapture luka fraktur dengan menggunakan handphone maka akan terekam sekaligus teranalisis jenis fraktur dan derajad luka.
Jika melihat trend saat ini, sedang proses pengembangan aplikasi remunerasi untuk perawat. Dimana perawat akan mendapatkan tambahan insentif dari setiap kegiatan yang dilakukan (bernilai uang) dengan berbasis kinerja dan konsultasi. Artinya, jika bekerja maka akan dapat insentif dan jika tidak maka sebaliknya. Jika perawat memberikan konsultasi (health education) maka akan mendapat insentif, jika tidak maka sebaliknya.
Namun, terdapat beberapa kategori dalam proses remunerasi tersebut :
Kategori 1. Insentif atas dasar keberadaan dirinya / jabatan
Kategori 2. Insentif karena kinerja yang diberikan
Kategori 3. Insentif karena prestasi (apabila target pada kategori 2 terlampaui), misal pada perawat pelaksana memiliki target pasang infus 20x dalam satu bulan, jika lebih dari target maka pemasangan infus selanjutnya akan masuk dalam insentif kategori 3.
Contoh :
1.Jabatan sebagai karu
2.Melakukan supervisi/monitoring
3.Ruangan tersebut menjadi ruangan percontohan karena prestasi yang telah dicapai.
Harapannya, dengan aplikasi ini dapat memudahkan dalam penghitungan remunerasi perawat sehingga kedepannya perawat akan lebih dihargai dan kesejahteraannya meningkat.
"


14. Mokhamd Nurhadi

pada : 06 April 2017

"Untuk membut sistem informsi mananjemen kesehtn diperlukan Algoritma Program, tujuan sistem informsi manjemen adalah memperingan pekerjaan tetapi tidak bisa mengantikan aplikasi tindakan keperawatan, oleh karena itu sistem IT suatu klinik belum tentu cocok dan bisa digunakan untuk klinik yang lain sebab ada keunikan masing masing, karena salah satu tahap supaya sistem IT yang dibuat sesui dengan keinginan manjemen maka tahap yang paling penting adalah seorang programer harus pintar menerjemahkan keinginan dari manajemen sehingga dengan adanya sistem informasi yang dibuat tujuan nya adalah untuk mempercepat pekerjaan, jangan sampai dengan adanya sistem informasi malah pekerjaan dan tugas perawat terhambat, hal ini salah satu faktornya adalah tadi programer kurang bisa membaca dan menerjemahkan keinginan manajer atas masukan dari ring 1, selain itu karena banyak perawat yang masih belum melek teknologi.
dan sistem informasi yang baik adalah sistem informasi dimana manajer bisa mengontrol anak buah dimanapun berada, sehingga karyawan menjadi patuh dengan adanya sistem, selain itu sistem sistem yang lain pun akan disiplin termasuk sistem keuangan."


15. Yuliartiningsih

pada : 06 April 2017

"Aplikasi system management informasi dalam pelayanan kesehatan dimulai pada pengelolaan informasi keuangan yang mulai berkembang. Sistem informasi rumah sakit sudah memasukkan data tentang diagnosa serta informasi lain dalam rencana perawatan pasien.
Tehnologi yang digunakan dapat mengurangi kerja dengan kertas ( paperwork) dan meningkatkan komunikasi serta menghemat waktu perawat.
Salah satu awal aplikasi system management informasi dalam
pelayanan kesehatan yang baik untuk perawatan pasien adalah Problem Oriented Medical Record Information System (PROMIS).
System ini menyediakan integrasi berbagai aspek pelayanan kesehatan termasuk tindakan pada pasien. Yang dimaksud integrasi yaitu CPPT ( Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi ) dimana dokter, perawat, ahli gizi, apoteker dan fisioterapi bersama-sama memberikan asuhan ke pasien yang sesuai dengan bidang keahlian masing2. Dokter sebagai pimpinan pemberi asuhan pasien terintegrasi melakukan verifikasi atas asuhan dari tiap-tiap pemberi asuhan. Dengan adanya asuhan yang terintegrasi pasien akan mengetahui bahwa asuhan yang diberikan tidak hanya oleh dokter dan perawat tapi juga dari beberapa pelayanan kesehatan yang lainnya.
"


16. Tantri Arini

pada : 08 April 2017

"Aplikasi sistem manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan salah satunya dapat digunakan untuk catatan perkembangan pasien terintegrasi dan dapat juga digunakan untuk pendokumentasian indikator mutu pelayanan keperawatan suatu ruangan. Dalam pendokumentasian indikator mutu pelayanan keperawatan dapat diambil contoh angka kejadian pasien dekubitus dan pasien phlebitis. Perawat dapat memasukkan rekapan pasien phlebitis dalam setiap harinya. Rekapan tersebut kemudian akan diintegrasikan secara online dalam data rumah sakit, sehingga rumah sakit mempunyai rekapan data pasien phlebitis dari masing-masing ruangan yang kemudian dapat ditabulasi menjadi data rumah sakit. Setelah data diakumulasikan di rumah sakit, maka bidang pelayanan keperawatan dapat melakukan intervensi pada ruangan jika pada ruangan tersebut angka pasien phlebitis masih tinggi.
Komponen dasar yang diperlukan dalam sistem informasi manajemen rumah sakit antara lain:
1. Software (software/perangkat lunak yang dimaksud di sini adalah software untuk pelaporan pasien phlebitis per ruangan yang bisa langsung terintegrasi secara online dan terdokumentasi ke dalam data rumah sakit, sekaligus software untuk melakukan tabulasi data pasien phlebitis setiap bulannya)
2. Hardware (hardware/perangkat keras yang dibutuhkan yaitu komputer per ruangan untuk entry data dan komputer untuk bidang pelayanan keperawatan untuk tabulasi data)
3. Jaringan (jaringan yang dibutuhkan seperti wireless atau internet dengan bandwith kecepatan tertentu agar menunjang proses dokumentasi indikator mutu)
4. Standar prosedur operasional (untuk menunjang siapa saja yang terlibat dalam entry data pasien phlebitis dan SOP untuk penilaian phlebitis)
5. Untuk menjalankan SIM RS dibutuhkan sumber daya manusia yang berkomitmen tinggi dari semua unit dan kemauan untuk bekerja sama dan bekerja secara berkesinambungan
6. Evaluasi pelaksanaan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS)

"


17. SOLIHA

pada : 11 April 2017

"Sistem informasi manajemen keperawatan (SIMK) merupakan paket perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk divisi pelayanan keperawatan. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. Saat ini pendokumentasian asuhan keperawatan sudah di aplikan dalam computerized mulai dari pengumpulan data, identifikasi pasien, perumusan diagnosa, penetapan intervensi, implementasi sampai evaluasi catatan perkembangan pasien.
Pelayanan keperawatan semakin bergeser dari rumah sakit menuju rumah dan komunitas. Pelayanan keperawatan dimasa depan akan mengaplikasikan telehealth. Salah satunya adalah telenursing yang digunakan untuk memenuhi asuhan keperawatan pada klien. Telenursing ini merupakan suatu aplikasi homecare, Sistem ini menyediakan audia dan video interaktif antara pasien di rumah dengan perawat. Perawat memasukkan data-data pasien secara elektronik dan menganalisanya, jika perlu di lakukan kunjungan maka perawat akan melakukan kunjungan ke rumah pasien. Telenursing menawarkan program kolaboratif dan mengurangi biaya pasien . misalnya konsultasi dengan perawat akan mengurangi angka kejadian masuknya pasien dengan keadaan emergency ke rumah sakit. Yang perlu di perhatikan dalam aplikasi sistem telehealth ini adalah aspek etik dan legal. Sementara ini di indonesia regulasi terkait aspek legal dan etik dalam telenursing belum ada, hal tersebut akan menghambat perkembangan telehealth termasuk telenursing.
"


18. Deviea Prandesya

pada : 12 April 2017

"Sistem informasi dalam keperawatan merupakan kombinasi ilmu komputer, ilmu informasi dan ilmu keperawatan yang disusun untuk memudahkan manajemen dan proses pengambilan informasi dan pengetahuan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pelayanan keperawatan. Sistem manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan dapat diaplikasikan dalam: 1. Clinical decision (untuk membantu perawat dalam pengambilan keputusan di area klinis pelayanan keperawatan); 2. Patient Safety (untuk memonitor pelaksanaan keperawatan terkait patient safety); 3. Nursing Sensitive Care; 4. Man Power Management (membantu perawat dalam hal manajemen SDM); 5. Knowledge Management (membantu mentransfer ilmu yang didapat oleh perawat yang sudah mengikuti pelatihan).
Sistem informasi manajemen merupakan prosedur memproses data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan diintegrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.
Agar dapat terlaksana penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan, diperlukan komponen utama dalam sistem informasi manajemen yaitu: 1. Software (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit); 2. Hardware (Perangkat keras berupa komputer, printer, dan lainnya); 3. Networking (Jaringan LAN, Wireless, dan lainnya); 4. SOP (Standar Operasional Prosedur); 5. Komitmen (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama menjalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan maksimal bila salah satu unit tidak menginput data); 6. SDM (sumber daya manusia adalah faktor utama suksesnya sebuah sistem di mana data diinput dan diproses oleh tenaga SDM)."


19. SARIFUDIN

pada : 18 April 2017

"Aplikasi sistem informasi Rumah Sakit (SIMRS) dalam manajamen keperawatan yang bisa diapliklasikan adalah sebagai berikut:
1. Ketenagaan. Sistem didesain untuk memenuhi data base tenaga, standar ketenagaan keperawatan, pola ketenagaan, jenjang karir, perencanan pengembangan tenaga, perencanaan kebutuhan, kompetensi, rekrutmen, mutasi, rotasi, jadwal dinas, angka kredit perawat, kinerja perawat. Sistem juga mampu menampilkan pelaporan ketenagaan sesuai kebutuhan (customize).
2. Fasilitas keperawatan, perencanaan kebutuhan, pemakaian, mutasi dan pemeliharaan fasilitas keperawatan
3. Metode. Sistem juga memfasilitasi Model Pelayanan Keperawatan, Standar Prosedur Operasional, Standar Asuhan Keperawatan berdasarkan Evidance Base Nursing, Pedoman pengelolaan etik, supervisi keperawatan
4. Keuangan. Sistem mampu memfasilitasi remunerasi tenaga keperawatan, pembiyaan pasien dari pelayanan keperawatan, analisis base costing, unit cost
"


20. Cinthya surya nevada

pada : 18 April 2017

"Aplikasi System Management Informasi dalam Pelayanan Keperawatan masih membutuhkan banyak pengembangan. Selama ini sebuah pelayanan kesehatan mempunyai
aplikasi SIM-RS dimana fokus pada administrasi saja, baik administrasi pasien, keuangan, farmasi atau kebutuhan lain. mengutip dari Dr.Joko, beliau menyebutkan pelayanan keperawatan belum mempunyai ruang maksimal pada aplikasi SIM-RS. Contoh aplikasi sistem informasi keperawatan yang banyak digunakan saat ini hanya sebatas sebagai surveilan. belum ada tindak lanjut dari hasil surveilan tersebut. Padahal jika dikembangan secara maksimal SI dapat membantu mengurangi beban kinerja perawat dalam hal dokumentasi, Contoh: pengembangan format aplikasi dokumentasi perawat dan Nakes lain (saat ini:CPPT), pelaporan perkembangan keperawatan kondisi pasien (diagnosa, intervensi, implementasi) atau pengembangan pelaporan atau persetujuan dengan nakes lain ataupun keluarga yang tentunya sudah berlegal hukum dan etik.
komponen dasar yang harus ada dalam pengembangan hal ini tentu adanya hardware dan software yang mendukung aplikasinya. Kemampuan programer yang mampu mentranlasi kebutuhan perawat dalam SI, kebijakan dan kesepakatan pihak RS untuk berubah dari paper based menjadi Comouter based dan komitmen sdm (pelaksana) untuk menjalankannya."


21. Evi Muslicha

pada : 23 April 2017

"Salah satu bagian dari perkembangan teknologi dibidang informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh beberapa RS adalah penerapan Rekam Medis berbasis komputer, yakni penggunaan database untuk mencatat semua data medis maupun keperawatan, demografis serta setiap event dalam manajemen asuhan pasien di rumah sakit. Sistem aplikasi rekam medis berbasis komputer atau disebut SIM RS akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, perawat dan tim, digitasi dari alat diagnosis (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi, termasuk didalamnya dokumentasi asuhan keperawatan. Dalam penerapannya, pelayanan keperawatan yang dapat diaplikasikan dalam sebuah sistem informasi adalah sbb;
1. Manajemen asuhan keperawatan,meliputi:
Dokumen Proses Keperawatan yang tdd pengkajian, diagnosa, perencanaan, implemetasi dan evaluasi; Dokumentasi Keselamatan Pasien (patient safety); Dokumentasi indikator mutu pelayanan keperawatan klinik
2. Manajemen pelayanan keperawatan, meliputi:
Ketenagaan; Fasilitas keperawatan; Model Pelayanan Keperawatan; Pengelolaan Etik dan Supervisi; Dokumen Kinerja Keperawatan; Keuangan (analisis remunerasi, pembiayaan pasien, unit cost,dll).
Adapun komponen dasar yang harus ada dalam aplikasi sistem informasi yaitu;
1. Software (SIM RS)
2. Hardware (Perangkat keras berupa komputer, printer, dan lainnya)
3. Networking (Jaringan LAN, Wireless, dan lainnya)
4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
5. Komitmen (Komitmen semua unit/instalasi terkait)
6. SDM/user
"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

437641