Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Keselamatan dan Kesehatan Kerja
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 06 April 2017
kategori : Buku - 0 komentar

Angka kecelakaan kerja pada tahun 2013 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar dari angka kecelakaan kerja tersebut tergolong kasus pelanggaran K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Berdasarkan teori penyebab kecelakaan kerja: Domino’s Theory yang dikembangkan oleh Heinrich (1931) yaitu 88% dari semua kecelakaan disebabkan oleh perilaku yang tidak aman (unsafe acts), 10% oleh tindakan tak aman (unsafe conditions) dan 2% dari act of god. Kecelakaan kerja terdiri atas lima faktor yang saling berhubungan yaitu kondisi kerja, kelalaian manusia, tindakan tidak aman, kecelakaan dan cedera. Kelima faktor tersebut tersusun layaknya kartu domino yang diberdirikan. Jika salah satu kartu jatuh, maka kartu ini akan menimpa kartu lain hingga kelimanya akan roboh secara bersama (Sholihah, 2014).

Faktor pekerja menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam hal kecelakaan  kerja ini. Tindakan tidak aman salah satunya disebabkan oleh kemampuan konsentrasi yang menurun selama melakukan pekerjaan. Faktor konsentrasi pada bidang industri,  harus selalu dipertahankan untuk menjaga keselamatan kerja. Konsentrasi optimal dapat tercapai jika lingkungan kerja sesuai dengan situasi kondisi fisik pekerja. Kondisi kerja dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain beban kerja, suhu lingkungan kerja dan lama pekerjaan tersebut dilakukan (Haditia, 2012).

Manakala seorang pekerja sektor informal maupun formal bekerja, kesehatan dan keselamatan kinerjanya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:

  1. Beban pekerjaan, baik berupa beban fisik, mental dan sosial, termasuk juga penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya  dan lain-lain.
  2. Kapasitas pekerja, banyak tergantung pada tingkat pendidikan, tingkat keterampilan, kebugaran jasmani, standar fisik, asupan gizi dan sebagainya.
  3. Lingkungan kerja seperti faktor cuaca, listrik, radiasi, kimia, biologi maupun faktor psiko-sosial seperti interaksi antar pekerja, atasan dan bawahan, pekerja dengan masyarakat dan lain-lain.

 Upaya keseimbangan antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar pekerja dapat bekerja dengan sehat tanpa membahayakan dirinya dan orang yang ada disekelilingnya sehingga diperoleh produktivitas kerja yang optimal merupakan upaya kesehatan kerja (Kemenkes, RI, 2012).

Salah satu sektor informal di Provinsi Kalimantan Selatan adalah industri tekstil atau pengrajin kain Sasirangan. Sasirangan yang sudah diolah menjadi busana sekarang telah menjadi busana kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN), pakaian seragam anak sekolah dan calon jemaah haji serta busana harian masyarakat Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Menurut Ganie (2015), kain Sasirangan adalah sejenis kain yang diberi gambar dengan corak dan warna tertentu yang sudah dipolakan secara tradisional menurut citarasa budaya yang khas etnis Banjar di Kalimantan Selatan.

Sumber: Yusida H, Suwandi T, Yusuf A, Sholihah Q, 2017, Kepedulian Aktif untuk K3 Sektor Informal, ULM Press.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

478208