Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Industri Sektor Informal
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 06 April 2017
kategori : Buku - 0 komentar

Salah satu sektor informal di Provinsi Kalimantan Selatan adalah industri tekstil atau kain Sasirangan. Kain Sasirangan dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan serta busana yang dapat dipakai kapan saja dan sudah menjadi pakaian resmi para Aparatur Sipil Negara (ASN), busana anak sekolah dan busana harian masyarakat Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Kain Sasirangan adalah sejenis kain (sutera, katun, semi sutera dan lain-lain) yang sudah diberi berbagai motif atau gambar dengan warna-warni yang indah.  Kain Sasirangan merupakan salah satu perwujudan kearifan budaya lokal Kalimantan Selatan berbasis kekeluargaan dan produk unggulan Kota Banjarmasin. Kelompok pekerja atau pengrajin sasirangan ini juga berpotensi terhadap adanya bahaya/risiko dari kegiatan unit kerja proses produksi yaitu dari pembuatan pola (menggambar); penjelujuran (menjahit dan mengikat kain); pewarnaan (mencelupkan kain kedalam larutan yang berisi zat pewarna); pelepasan benang (mendedel bekas jahitan); penjemuran (menjemur kain) dan penyetrikaan (merapikan bahan kain sasirangan yang sudah selesai dibuat) (Seman, 2013; Ganie, 2015).

Occupational Health Hazard  adalah bahaya yang terdapat di lingkungan kerja mempunyai potensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan, kesakitan dan penyakit akibat kerja. Hazard dari faktor fisik, kimia, biologi, ergonomik dan psikososial serta sanitasi, konstruksi bangunan dan gaya hidup (Kurniawidjaja, 2011).

  Sektor informal industri/ pengrajin Sasirangan dipilih sebagai subjek penelitian karena termasuk unit usaha industri tekstil yang mempunyai resiko cukup tinggi terpapar Occupational Health Hazard yang dapat mempengaruhi status kesehatan pekerja, dalam waktu lama potensi menimbulkan penyakit akibat pajanan hazard lingkungan kerja dan bahkan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum adanya kepedulian (caring) akan pentingnya budaya K3 dan belum ada peringatan untuk mencegah bahaya/risiko kerja. Bertolak dari hal itu perlu suatu konsep model budaya kerja yang mencerminkan perilaku actively caring (kepedulian aktif) untuk penanganan terjadi accident (kecelakaan) atau mencegah potensi Occupational Health Hazard dengan berdasarkan Occupational Health Literacy dan kearifan budaya lokal Kalimantan Selatan.

Sumber: Yusida H, Suwandi T, Yusuf A, Sholihah Q, 2017, Kepedulian Aktif untuk K3 Sektor Informal, ULM Press.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

478216