Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Kesehatan Kerja
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 06 April 2017
kategori : Buku - 0 komentar
  1. Kesehatan Kerja

Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pasal 164 disebutkan bahwa Kesehatan Kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.

Kesehatan kerja menurut International Labor Organization dan World Health Organization dalam Kesehatan Kerja 1950 adalah aspek kesehatan yang erat berkaitan dengan lingkungan kerja dan pekerjaan yang secara langsung/tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja. Kesehatan kerja adalah aplikasi kesehatan masyarakat dalam suatu tempat kerja (perusahaan, pabrik, kantor dan sebagainya) dan yang menjadi pasien dari kesehatan kerja ialah masyarakat pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan tersebut (Notoatmodjo, 2005).

Menurut Kurniawidjaja (2011) bahwa ada tiga alasan pokok  pelaksanaan kesehatan kerja di dunia usaha dan dunia kerja yakni: a. Diwajibkan oleh peraturan perundangan; b. Pemenuhan hak asasi manusia dan c. Pertimbangan ekonomi. Selanjutnya Kurniawidjaja (2011:8) menyatakan bahwa kesehatan kerja berkontribusi dalam mencegah kerugian dengan cara mempertahankan, meningkatkan status kesehatan dan kapasitas kerja fisik pekerja serta mencegah terjadinya cedera atau penyakit akibat efek buruk pajanan hazard di tempat kerja (dari lingkungan kerja, ergonomik, pengorganisasian dan budaya kerja).

Status kesehatan seseorang menurut teori Blum (1974) ditentukan oleh empat faktor yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan, keturunan dan perilaku, faktor-faktor tersebut bisa menjadi determinan kesehatan kerja dalam pengendalian risiko.

  1. Lingkungan kerja yakni lingkungan fisik (alami, buatan), kimia (organik/anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, mikroorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan).
  2. Perilaku  yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku pekerja
  3. Pelayanan kesehatan kerja yang meliputi promotif, preventif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasi.
  4. Genetik yang merupakan faktor bawaan setiap manusia

Disimpulkan bahwa kesehatan kerja adalah upaya untuk menjaga kondisi kesehatan pekerja dari keadaan yang merugikan kesehatannya sehingga tetap dalam keadaan sehat baik fisik, mental, sosial dan spiritual sehingga dapat bekerja secara produktif. Pekerja yang sehat memungkinkan tercapainya hasil kerja yang lebih baik bila dibandingkan dengan pekerja yang terganggu kesehatannya.

 

  1. 1.         Faktor-faktor kesehatan kerja

Menurut Kurniawidjaya (2011) bahwa beberapa faktor dari kesehatan kerja yaitu:

  1. Lingkungan kerja secara medik, dapat dilihat dari sikap pemilik industri yang memperhatikan hal: kebersihan lingkungan, ventilasi, suhu, sistem pembuangan sampah dan limbah.
  2. Sarana kesehatan tenaga kerja; Penyediaan Air Bersih, rekreasi, aktivitas fisik, toilet, kamar mandi dan kesehatan pekerja.
  3. Sarana pemeliharaan kesehatan kerja: penyediaan makanan bergizi, pelayanan kesehatan pekerja, pemeriksaan kesehatan para pekerja.

Kurniawijaya (2007) menyatakan bahwa dari sudut pandang kesehatan kerja, sistem kerja mikro mencakup empat komponen kerja yaitu pekerja, lingkungan kerja, pekerjaan, pengorganisasian pekerjaan dan budaya kerja. Setiap komponen kerja mempunyai sumber yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi kesehatan pekerja. Sumber atau situasi yang potensial disebut dengan hazard atau faktor risiko yang dapat berupa:

  1. Hazard tubuh pekerja (somatic hazard)
  2. Hazard perilaku kesehatan (behavioural hazard)
  3. Hazard dari lingkungan kerja (environment hazard)
  4. Hazard  pekerjaan (work hazards) berupa faktor ergonomic
  5. Hazard pengorganisasian pekerjaan (work organisasi hazard)
  6. Hazard budaya kerja (work culture hazard) berupa faktor psikososial

Sistem kesehatan kerja merupakan kegiatan pengendalian risiko kesehatan yang mencakup rekognisi hazard, penilaian risiko dan intervensi risiko. Sistem kesehatan kerja dibangun di atas 4 komponen yang sama dengan serangkaian upaya kesehatan kerja agar setiap komponen menjadi sehat. Selanjutnya menilai risiko masing-masing hazard dan dilanjutkan dengan intervensi berupa upaya untuk meniadakan atau meminimalkan risiko yang ditimbulkan (Kurniawidjaya, 2007).

Sumber: Yusida H, Suwandi T, Yusuf A, Sholihah Q, 2017, Kepedulian Aktif untuk K3 Sektor Informal, ULM Press.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

478214