Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Pengaruh Stres Terhadap Imunitas
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 10 May 2017
kategori : Spirituality in Nursing - 0 komentar

Pengaruh Stres Terhadap Imunitas

Ader dan Cohen menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa sistem imun bekerja melalui proses belajar yang diisyaratkan (learning by conditioning). Hal ini merupakan landasan pemikiran baru yang menunjukkan terdapat hubungan erat antara psikis dan sistem imun. Mekanisme yang ditempuh dapat dijelaskan melalui dua jalur, yaitu dengan perantaraan neurotransmitter atau neuromodulator, sinyal ditangkap dan ditanggapi oleh saraf dan selanjutnya disalurkan lewat:

  1. Sistem endokrin dengan melepaskan banyak glukokortikoid. Hormon-hormon ini dibentuk oleh hipotalamus, selanjutnya ditransportasi melalui pembuluh darah portal ke hipofisis lobus posterior.
  2. Sistem saraf, yaitu lewat nervus simpatis yang merawat kelenjar timus, sumsum tulang, dan limpa untuk memproduksi sel T dan subpopulasinya, serta sel B (Notosoedirdjo, 2011).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perasaan tidak senang, sedih, atau depresi dapat mengakibatkan supresi terhadap immunoglobulin (Ig) A. Perasaan sedih dapat menurunkan aktivitas limfosit darah dan penurunan imunoglobulin humoral maupun selular. Lebih lanjut, sesuatu yang menentukan orang akan mudah sakit, baik karena infeksi atau bukan, tidak hanya dipengaruhi oleh stresor, namun juga dipengaruhi oleh mekanisme koping masing-masing individu. Mekanisme koping adalah usaha kognitif dan perilaku (behavior) untuk menguasai, menurunkan, atau mentoleransi kebutuhan internal dan/atau eksternal yang dihasilkan oleh situasi stres.

Setiap stresor, baik berupa stres psikologis, fisik, maupun sosial yang menimpa individu akan berdampak pada berbagai sel tubuh, termasuk sel saraf. Stres akan meningkatkan aktivasi aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA) melalui corticotrophin releasing factors (CRF). Karena pengaruh stres, maka neuroglia menjadi aktif memproduksi dan mensekresi sitokin proinflamatori IL-1b, IL-6, tumor necrosis factors (TNF)-a, produksi inducible nitric oxide synthase (INOS), dan reactive oxygen species (ROS). Sitokin proinflamatori tersebut akan mempengaruhi paraventrikuler nucleus (PVN) di hipotalamus, kemudian memproduksi molekul signal berupa corticotrophin releasing factors (CRF) (Nasronudin, 2011).

Dalam waktu singkat yaitu dalam hitungan menit sejak munculnya stres akut akan meningkatkan messenger ribonucleic acid (mRNA) CRF, disusul peningkatan kadar CRF pada nukleus paraventrikuler. CRF kemudian bergerak menelusuri akson ke bagian medial hipotalamus dan akhirnya dilepaskan pada penghujung pembuluh darah kapiler dalam pleksus venous hipofisial portal yang merupakan muara kelenjar hipofisis anterior. CRF kemudian mengaktifkan reseptor sel-sel basofil pada hipofisis anterior dan menginduksi poliprotein proopiomelanocortin (POMC) yang pasca translasi memproduksi ACTH, a,b,g melanosit stimulating hormone (MSH), dan b endorphin. ACTH menstimuler spongiosa pada zona fasikulata korteks adrenal untuk produksi kortikosteroid sebagai hormon stres (Nasronudin, 2011).

Pada bagian medula adrenal, ACTH menstimulasi chromafin untuk memproduksi dan mensekresi katekolamin. Peningkatan kadar CRF, kortikosteroid, dan katekolamin pada keadaan stres juga diikuti oleh peningkatan argininvasopresin (AVP) oleh hipotalamus yang bekerja sinergis dengan CRF untuk menginduksi ekpresi gen POMC dan ekpresi norepinefrin dari locus ceruleus. CRF juga menginduksi sekresi somatostatin dan dopamine oleh hipotalamus. Kadar kortikosteroid yang meningkat selama stres berlangsung mempunyai efek imunosupresif pada sistem limforetikuler. Kortikosteroid menghambat fungsi limfosit, makrofag, dan leukosit serta efek pada tempat infeksi. Kortikosteroid mempunyai kemampuan menekan produksi sitokin dan mediator inflamasi.

Sumber: Yusuf, dkk, 2016, Kebutuhan Spiritual; Konsep dan Aplikasi dalam Asuhan Keperawatan, Mitra Wacana Media, Jakarta.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

478272