Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Spirituality vs Tindakan Medis; Autopsi, Kontrasepsi
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 05 June 2017
kategori : Spirituality in Nursing - 0 komentar

Autopsi

Autopsi adalah sebuah tindakan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap mayat untuk mengetahui penyebab kematian. Tindakan ini dilakukan dengan pemeriksaan luar maupun dalam. Untuk pemeriksaan dalam, terkadang dilakukan dengan mengambil beberapa contoh sebagian organ dalam sehingga dapat diketahui penyebab pasti kematian. Tindakan ini sangat penting dilakukan terutma pada kasus kematian yang mencurigakan. Dengan autopsi dapat diketahui apakah seseorang meninggal karena tenggelam, kecelakaan lalu lintas, keracunan atau penyebab lain. Dari hasil pemeriksaan sampel paru, dapat diketahui orang yang tenggelam sampai meninggal, atau orang korban pembunuhan terus dibuang ke sungai hingga tenggelam. Demikian juga dapat diketahui orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas sampai meninggal, atau korban pembunuhan, dibuang ke jalan raya sehingga seolah-olah terjadi kecelakaan lalu lintas.

Masalah yang sering timbul adalah sebagaian keyakinan keagamaan mempertanyakan, bolehkah kita memanipulasi terhadap jenazah ?, sebagian agama mengajarkan agar kita memperlakukan jenazah dengan sangat halus, mulai saat memandikan, mengkafani, dan segera dimakamkan. Autopsi sangat penting untuk menentukan penyebab kematian, tetapi pelaksanaannya mungkin dapat menimbulkan konflik dengan keyakinan keagamaan.

 

Kontrasepsi dan pengendalian kelahiran

Kontrasepsi adalah sebuah tindakan untuk mencegah kehamilan dan mengendalikan kelahiran. Tindakan ini sangat penting dilakukan agar  keluarga dapat mengatur jarak kehamilan dan jumlah anak yang dinginkan, tanpa mengurangi peran suami istri dalam kehidupan rumah tangga. Tanpa kontrasepsi, dalam keluarga yang normal dapat terjadi kehamilan setiap tahun, jumlah anak tidak terkendalikan. Berbagai masalah akan timbul, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kualitas keluarga lainnya. Sebagian masyarakat percaya bahwa banyak anak banyak rejeki, tetapi realitas kehidupan dengan jumlah anggota keluarga yang berlebihan perlu dipertimbangkan.

Kontrasepsi dapat dilakukan dengan berbagai teknik, mulai dari secara mandiri minum obat, mengatur pola hubungan suami istri, sampai memerlukan bantuan tenaga ahli untuk melakukan kontrasepsi. Pada saat memerlukan bantuan tenaga ahli inilah sering menimbulkan konflik. Suami sering tidak mengijinkan apabila kontrasepsi dilakukan oleh tenaga ahli pria, haram dan sebagainya. Sebagian keluarga menganggap bahwa hamil dan melahirkan adalah sebuah konsekwensi dalam kehidupan rumah tangga, tidak perlu diatur atau dikendalikan, itu bertentangan dengan kodrat alami kehidupan berkeluarga. Sebagian keluarga menganggap bahwa hubungan suami istri tidak harus selalu berorintasi pada reproduksi, tetapi dapat bersifat rekreasi dan prokreasi. Dengan demikian kontrasepsi dan pengendalian kelahiran sangat diperlukan.

Permasalahan menjadi lain apabila kontrasepsi ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana jika janda-janda yang tidak mempunyai suami minta kontrasepsi ?, bagaimana jika anak remaja dan belum menikah minta kontrasepsi ?. Semua tindakan ini mengarah pada perilaku sex bebas. Diberikan kontrasepsi, salah, karena sama dengan mendukung perilaku sex bebas. Tidak diberikan, khawatir dengan tingginya angka kejadian hamil di luar nikah. Sebuah dilema,  disinilah tatanilai kehidupan keagamaan, bangsa yang bermartabat di uji. Semoga jati diri Bangsa Indonesia tetap terjaga dengan terpeliharanya tatanilai bangsa yang bermoral dan bermartabat.

sumber: Yusuf, dkk, 2016, Kebutuhan Spiritual; Konsep dan Aplikasi dalam Asuhan Keperawatan



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

478277