05 June 2017

Spirituality vs Tindakan Medis; Narkotika

Narkotika

Narkotika adalah suatu zat atau obat, berasal dari tanaman atau bukan tanaman, sintetis maupun semi sintetis, dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (undang-undang no. 35 tahun 2009). Narkotika berasal dari bahasa inggris yang berarti obat bius, berasa dari berasal dari candu, kokain, ganja, baik murni maupun campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf pusat yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Ada banyak jenis mulai dari narkotika, obat psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza).

Secara medis berbagai jenis napza ini sangat bermanfaat dan difungsikan khusus pada kondisi tertentu sesuai indikasi. Tetapi ketika memperhatikan berbagai efek analgetik dari napza, menyebabkan penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, pengelihatan kabur, insomnia bahkan terkadang mengalami mimpi buruk (dalam mitologi Yunani morfin disebut dengan “Dewa Mimpi”),  menjadikan berbagai napza ini sering disalah gunakan. Untuk itu, penggunaan narkotika harus benar-benar sesuai indikasi medis dengan pengawasan yang ketat. Akibat dari ketatnya pengawasan dan tingginya angka penyalah gunaan napza, menyebabkan lahirnya mafia-mafia obat terlarang. Dengan berbagai bujuk rayu pada semua golongongan dan lapisan masyarakat, para mafia ini mencoba membangun jejaring dan menciptakan lingkaran setan yang sulit diputuskan. Pada awalnya mereka menawarkan coba-coba gratis, setelah merasakan nikmatnya si korban harus membeli, ketika korban tidak memiliki sejumlah uang, dia harus menjadi kurir, agen, bahkan bandar kecil-kecilan, dan seterusnya. Ketika sudah sampai terjadi efek farmakologis yang diinginkan, akan menimbulkan ketergantungan, ketika konsumsi obat sudah semakin meningkat timbullah kondisi over dosis. Dihentikan penggunaan terjadi kondisi withdrawal, belum lagi ancaman oleh para mafia, diteruskan takut akan terjadi kematian. Selain itu, penyalah gunaan napza dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, perilaku individu, sosial bahkan kriminal. Oleh karena itu, untuk memutus lingkaran setan yang sangat berbahaya ini, Pemerintah Republik Indonesia dengan lantang menyatakan perang terhadap narkoba. Semua ini untuk mempersiapkan generasi muda agar menjadi generasi yang tangguh, siap membela dan mengembangkan negara ini menjadi bangsa yang bermartabat. Penggunaan narkotika penting sesuai indikasi medis, tetapi sering disalah gunakan bahkan berkembang menjadi industri bisnis haram yang menciptakan berbagai tindakan kriminal. Disinilah konflik penggunaan narkotika dengan keyakinan spiritual terus berkembang. 

 

Cangkok organ tubuh, telah dibahas sebagaimana pada donor organ tubuh. Pemujaan suci, sakramen dan pengampunan sering menimbulkan konflik keyakinan terkait dengan pelaksanaan ritual keagamaan, termasuk dalam ritual untuk memperoleh kesembuhan. Spiritual bersifat universal, tetapi Tuhan didefinisikan secara individual, akibatnya pelaksanaan ritual keagamaan menjadi sangat bervariasi sesuai keyakinan yang anut. Semua ini tidak akan menjadi masalah apabila setiap orang dapat menghormati dan menghargai manusia lain dalam mengekspresikan keyakinan keagamannya masing-masing.

Sumber; Yusuf, dkk, 2016, Kebutuhan Spiritual Konsep dan Aplikasi dalam Asuhan Keperawatan


Kirim Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.