Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Hidup Cuma Sekedar Mampir Minum
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 04 July 2017
kategori : Umum - 0 komentar

Hidup itu cuma sekedar ... minum …?

 

Berulang kali orang-orang tua mengingatkan kita,”hati-hati le, urip iku mung sak watoro. Ojo duweni sifat dengki atau iri delok keberuntungan wong liyo, sebab kemampuan, kodrat, keadaan dan keberadaan masing-masing orang itu berbeda. Ojo dahwen seneng nyalahno wong, ojo panasten seneng ngalangi sukseso wong liyo lan ojo duwe sifat angrong prasanakan, suka mengganggu bojone wong liyo.

 

Rasulullah  Bersabda:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Artinya: Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, "Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian)." Lalu Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu menyatakan, "Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al-Bukhariy no.6416)

 

Allah Berfirman:

قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١١٤﴾

Artinya: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu  mengetahui.’ (QS. Al-Mu’minuun:114)

وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٤٧﴾

Artinya: Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.’ (Q.S. Al-hajj:47)

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

Artinya: "Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (An-Naazi'aat:46)

 

Analisis:

Dari hadit dan firman Allah ini dapat dikalkulasi berapa lama hidup kita di dunia ini ?

-              1 hari akhirat = 1000 tahun,

-              24 jam akhirat = 1000 tahun,

-              3 jam akhirat = 125 tahun, dan

-              1,5 jam akhirat = 62,5 tahun

Jadi apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja, ternyata dunia yang sering kita banggakan selama ini dimana didalamnya kita berlomba lomba saling membunuh, menyakiti, korupsi, selingkuh, berzina, hanya bernilai 1,5 jam di akhirat.

 

Analisis lebih lanjut:

Hidup yang sedang kita jalani ini “AKAN BERAKHIR” dan waktunya SANGAT SINGKAT, sedangkan kehidupan yang KEKAL akan menanti kita. apakah kita akan mengorbankan kebahagiaan untuk kehidupan yang kekal, hanya untuk meraih kepuasan yang fana?....pikirkanlah saudaraku... ” ...Wallahu A'lam Bishawab ...... berlanjut... semoga sukses selalu, (setiadi, 12  Juni`17)



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

475741