Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Sang Juara
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 04 July 2017
kategori : Umum - 0 komentar

Sang Juara

 

Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil mainan. Suasana sungguh meriah sebab saat itu adalah babak final, yang hanya tersisa 4 orang dan salah satunya anak itu bernama Adi. Di setiap jalur lintasan telah siap 4 mobil dengan 4 “pembalap” kecilnya dan setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mainan mereka kencang-kencang. Namun sesaat sebelum dimulai, Adi meminta waktu sebentar untuk berdoa, dia tampak berkomat-kamit, matanya terpejam dengan tangan yang bertangkup keatas memanjatkan do’a dan semenit kemudian ia berkata, “Ya, aku siap!”.

 

Door! tanda telah dimulai, dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itupun meluncur dengan cepat. Setiap orang yang menonton bersorak-sorai, “Ayo, ayo…cepat…cepat , maju…maju…”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Adi-lah pemenangnya, Ya, semuanya senang, begitu juga Adi, Ia berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati.

 

Saat pembagian piala tiba, Adi maju kedepan dengan bangganya, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu tadi pasti berdoa  pada Tuhan agar kamu menang, bukan?,”Adi terdiam, “dan menjawab,”Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan”, Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya tidak adil meminta kepada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain bapak. ,”Aku hanya memohon kepada Tuhan, supaya aku tidak menangis jika aku kalah,” Semua hadirin terdiam mendengar itu, setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

 

Renungan:

Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Allah agar selalu mengabulkan setiap permintaan kita, terlalu sering juga kita meminta Allah untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang. Memang memperbanyak doa sangat dianjurkan, namun memperbanyak doa bukan berati kita boleh meminta pada Allah sesuka hati kita, yang dimaksudkan memperbanyak doa adalah kita sesering mungkin berzikir kepada Allah dengan penuh keikhlasan.

 

Pertanyaanya:

Apakah kita tidak takut bahwa tindakan kita selama ini terlalu mendikte Allah, atau terlalu berlebih-lebihan dalam berdoa atau bahkan kita mengganggap Allah tidak bisa sehingga perlu kita suruh-suruh sesuai kepentingan kita.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya:“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raaf : 55).

Rasulluloh bersabda:

إنَّهُ سَيَكُونُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الطَّهُورِ وَالدُّعَاءِ

Artinya:,”Sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sungguh akan muncul kaum dari umat ini yang akan berbuat melampaui batas dalam berdoa dan bersuci,”

 

Implikasi dalam hidup:

Saudaraku ...yang kita butuhkan dari Allah bukan selalu diberi kemenangan tetapi yang kita butuhkan dari Allah adalah bimbingan, tuntunan dan panduan, karena sesungguhnya Allah sedang menguji setiap hambanya.....“ya Allah, pilihkanlah yang terbaik antara urusan ini dan itu” ...Wallahu A'lam Bishawab ...... berlanjut... semoga sukses selalu, (setiadi, 11  Juni`17)



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

475746