Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

UAS MNS 625 2017
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 13 July 2017
kategori : MA MNS 625 - 22 komentar

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

UJIAN AKHIR SEMESTER

 

Mata Kuliah  : Manajemen Sistem Informasi dalam Keperawatan

Hari, Tanggal: Kamis, 13 Juli 2017

Waktu             : Jam 08.00 sampai selesai (Maks. 24 jam)

 

Petunjuk:

ü  Kerjakanlah soal berikut berdasarkan hasil presentasi dan diskusi klasikal serta pemberian materi oleh tim dosen MSI Keperawatan.

ü  Anda dapat mengerjakan soal ini di kampus atau dimanapun Anda berada.

ü  Jawaban singkat (Resume) dikumpulkan melalui Blog Dosen, masuk memalui ners.unair.ac.id, blog ners, ah-yusuf, artikel terbaru, MA MNS 625, tulislah komentar Anda sebagai jawaban singkat.

ü  Jawaban lengkap (soft copy) kirim ke e-mail:  ah-yusuf@fkp.unair.ac.id oleh masing-masing orang.

ü  Print-out jawaban lengkap dikumpulkan paling lambat Jumat, tanggal 14 Juli 2017, jam 08.00 WIB.

ü  Terimakasih.

 

Naskah Soal:

  1. Bagaimana kesimpulan Anda tentang Kuliah Penerapan Manajemen System Informasi dalam Pelayanan Keperawatan, dapatkah diterapkan pada asuhan keperawatan?, pada area apa?, berikan contohnya.
  2. Menurut Anda, apakah perawat mampu menerapkan Konsep Manajemen System Informasi dalam asuhan keperawatan tersebut, langkah apa saja yang harus dilakukan?.
  3. Apa keuntungan yang diperoleh perawat dengan menerapkan Manajemen System Informasi dalam asuhan keperawatan, jelaskan.

 

 

 

 

 

Terimakasih, selamat mengerjakan.



22 Komentar

1. mokhamad nurhadi

pada : 13 July 2017

"1. kesimpulan saya sangat bermanfaat terutama Sistem Informasi
Memberikan pengetahuan dan pengertian dasar tentang konsep dan kerangka sistem informasi, metodologi dan teknik perancangan, pengembangan, pengetesan dan pemeliharaan sistem perangkat lunak untukkeperawatan.sangat dapat diterapkan pada Asuhan keperawatan. pada area proses dokumentasi keperawatan, dan MAKP.
2. Sangat mampu. langkah yangharus dilakukan memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer.
3. Keuntungannya memudahkan perawat dalam mendokumentasi keperawatan, megatur pelaksanaan MAKP, dll
"


2. Nurul Hikmatul Qowi

pada : 13 July 2017

"1. Penerapan manajemen sistem informasi dapat diterapkan pada asuhan keperawatan, yaitu penggantian dokumentasi keperawatan dari metode paper based menjadi computer based. Dengan dokumentasi keperawatan computer based, perawat primer dapat mengetahui proses keperawatan yang sudah dilakukan dan mengevaluasi perkembangan pasien kapanpun dan dimanapun.
2. Perawat mampu menerapkan konsep manajemen sistem informasi melalui bekerjasama dengan pihak IT rumah sakit untuk mengintegrasikan dokumentasi keperawatan dalam komputer.
3. Dengan adanya penerapan manajemen sistem informasi, maka pelayanan keperawatan akan lebih efektif dan efisien. Pelayanan pasien akan semakin cepat karena tidak menunggu rekam medis yang masih dicari. Hemat biaya dengan mengurangi biaya penggandaan dokumentasi keperawatan."


3. Cinthya Surya Nevada

pada : 13 July 2017

"1. Terkait kuliah penerapan manajemen sistem informasi dalam pelayanan keperawatan menurut saya cukup membuka pengetahuan dan pemikiran bahwa perlunya pengembangan sistem informasi pelayanan keperawatan. Sistem informasi dalam pelayanan keperawatan sangat mungkin untuk diterapkan pada asuhan keperawatan terutama dalam sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang selama ini paper based.
2. Sangat mampu, hanya saja membutuhkan pihak lain yang dalam hal ini ahli IT atau ahli sistem informasi sebagai pembuat produk dan keperawatan sebagai sumber ide produk yang akan dilaksanakan.
3. Keuntungan yang diperoleh jika manajemen sistem informasi diterapkan dalam keperawatan antara lain: cost efisien, penggunaan kertas dapat ditekan atau diminimalkan karena dokumentasi/data secara paper-less; kemudahan akses dalam penyimpanan maupun penelusuran kembali dokumentasi/data; mempermudah dan mempercepat pelayanan keperawatan."


4. SARIFUDIN

pada : 13 July 2017

"1. Perkuliahan Manajemen sistem informasi sangat penting diberikan kepada mahasiswa keperawatan sebagai upaya mengintegrasikan program SIM di Rumah Sakit dengan kurikulum pendidikan keperawatan sehingga manajemen system informasi dalam pelayanan keperawatan dapat diterapkan oleh praktisi keperawatan, salah satunya penerapannya adalah Informasi asuhan keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi berikut dengan dokumentasinya.
2. Perawat sangat mampu menerapkan Manajemen system informasi pelayanan keperawatan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menyamakan pemahaman diantara pihak manajemen rumah sakit dengan tim keperawatan tentang pentingnya pelaksanaan SIM keperawatan di rumah sakit yang diwujudkan dalam bentuk pengalokasian dana yang memadai untuk implementasi SIM keperawatan,
b. pemberian pelatihan bagi perawat tentang pelaksanaan SIM keperawatan, pengadaan fasilitas informasi teknologi yang memadai.
c.Mengintegrasikan program SIM dalam kurikulum pendidikan keperawatan.
3. Semakin tingginya beban kerja perawat di rumah sakit menuntut adanya suatu sistem teknologi informasi yang mampu mengatasinya. Tuntutan adanya dokumentasi keperawatan yang lengkap dengan hanya menggunakan cara manual tulisan tangan selama ini hanya menambah beban kerja perawat dan semakin mengurangi jumlah waktu perawat bersama pasien. Sangat tepat apabila SIM keperawatan bisa diaplikaskan. Dengan sistem informasi keperawatan yang modern dan canggih, sehingga perawat mampu bekerja secara efisien dan dan berkualitas tinggi.




"


5. NUNING KHUROTUL AFIDA

pada : 13 July 2017

"1.Kuliah Manajemen Sistem Informasi dalam pelayanan keperawatan sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk membuka wawasan dan pemikiran tentang perkembangan teknologi informasi yang dapat menunjang pelayanan keperawatan menjadi lebih praktis, cepat, dan tepat. Dosen dalam mata kuliah ini sudah sangat interaktif memberikan contoh pengembangan sistem informasi dalam pelayanan keperawatan sehingga memotivasi mahasiswa untuk memberikan inovasi tentang pengembangan manajemen sistem informasi dalam dunia keperawatan di lingkungan kerja masing-masing. Dengan adanya pengembangan manajemen sistem informasi keperawatan dapat menghemat waktu dan juga kertas (paperless) sehingga dapat menurunkan beban kerja perawat serta lebih dekat dengan klien sehingga dapat mencapai pelayanan keperawatan yang dapat meningkatkan kepuasan klien.

Manajemen Sistem Informasi Keperawatan dapat diterapkan dalam berbagai area keperawatan sebagai berikut:
a.Standar Asuhan Keperawatan
Standar Asuhan Keperawatan menggunakan standar Internasional dengan mengacu pada Diagnosa Keperawatan yang dikeluarkan oleh North American Nursing Diagnosis Association, standar outcome keperawatan mengacu pada Nursing Outcome Clasification dan standar intervensi keperawatan mengacu pada Nursing Intervention Clasification (NIC) yang dikeluarkan oleh Iowa Outcomes Project. Standar Asuhan Keperawatn ini juga telah dilengkapi dengan standar pengkajian perawatan dengan mengacu pada 13 Divisi Diagnosa Keperawatan yang disusun oleh Doenges dan Moorhouse dan standar evaluasi keperawatan dengan mengacu pada kriteria yang ada dalam Nursing Outcome Clasification (NOC) dengan model skoring.
b.Standart Operating Procedure (SOP)
Standart Operating Procedure (SOP) adalah uraian standar tindakan perawatan yang terdapat dalam standar asuhan keperawatan. SOP merupakan aktifitas detail dari NIC.
c.Discharge Planning
Discharge Planning adalah uraian tentang perencanaan dan nasihat perawatan setelah pasien dirawat darii rumah sakit. Dalam sistem, discharge planning sudah tersedia uraian dimaksud, perawat tinggal print out yang selanjutnya hasil print out tersebut dibawakan pasien pulang.
d.Jadwal dinas perawat
Jadwal dinas perawat dibuat secara otomatis oleh program komputer, sehingga penanggung jawab ruang tinggal melakukan print.
e.Penghitungan angka kredit perawat.
Masalah yang banyak dikeluhkan oleh perawat adalah pembuatan angka kredit, dikarenakan persepsi yang berbeda antara Urusan Kepegawaian dengan tenaga perawat. Disamping itu, kesempatan perawat untuk menghitung angka kredit sangat sedikit. Sehingga penghitungan angka kredit banyak yang tertunda dan tidak valid. Sistem yang dibuat dalam SIM Keperawatan, angka kredit merupakan rekapan dari aktifitas perawat sehari-hari, yang secara otomatis akan dapat diakses harian, mingguan atau bulanan..
f.Daftar diagnosa keperawatan terbanyak.
Daftar diagnosa keperawatan direkapitulasi oleh sistem berdasar input perawat sehari-hari. Penghitungan diagnosa keperawatan bermanfaat untuk pembuatan standar asuhan keperawatan.
g.Daftar NIC terbanyak
Adalah rekap tindakan keperawatan terbanyak berdasarkan pada masing-masing diagnosa keperawatan yang ada.
h.Laporan Implementasi
Laporan implementasi adalah rekap tindakan-tindakan perawatan pada satu periode, yang dapat difilter berdasar ruang, pelaksana dan pasien. Laporan ini dapat menjadi alat monitoring yang efektif tentang kebutuhan pembelajaran bagi perawat. Laporan implementasi juga dapat dijadikan alat bantu operan shift.
i.Laporan statistik
Laporan statistik yang di munculkan dalam sistem informasi manajaman keperawatan adalah laporan berupa BOR, LOS, TOI dan BTO di ruang tersebut.
j.Resume Perawatan
Dalam masa akhir perawatan pasien rawat inap, resume keperawatan harus dicantumkan dalam rekam medik. Resume perawatan bermanfaat untuk melihat secara global pengelolaan pasien saat dirawat sebelumnya, jika pasien pernah dirawat di rumah sakit. Dalam sistem, resume perawatan dicetak saat pasien akan keluar dari perawatan. Komputer telah merekam data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan resume perawatan.
k.Daftar SAK
Standar Asuhan Keperawatan yang ideal adalah berdasarkan evidance based nursing, yang merupakan hasil penelitian dari penerapan standar asuhan keperawatan yang ada. Namun karena dokumen yang tidak lengkap, SAK banyak diadopsi hanya dari literatur yang tersedia. Dalam sistem informasi manajemen keperawatan, SAK berdasarkan rekapan dari sistem yang telah dibuat.
l.Presentasi Kasus On Line
Sistem dengan jaringan WiFi memungkinkan data pasien dapat diakses dalam ruang converence. Maka presentasi kasus kelolaan di ruang rawat dapat dilakukan on line ketika pasien masih di rawat
m.Mengetahui Jasa Perawat
Dengan system integrasi dengan SIM RS, memugkinkan perawat mengetahui jasa tindakan yang dilakukannya.
n.Monitoring Tindakan Perawat & Monitoring Aktifitas Perawat Manajemen perawatan dapat mengakses langsung tindakan-tindakan yang dilakukan oleh perawat, dan mengetahui pula masing-masing perawat telah melakukan aktifitas keperawatan apa
o.Laporan Shift
Laporan shift merupakan rekapan dari aktifitas yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh perawat, tergantung item mana yang akan dilaporkan pada masing-masing pasien.
p.Monitoring Pasien oleh PN atau Kepala Ruang saat sedang Rapat
Monitoring pasien oleh PN atau Kepala Ruang dapat dilakukan ketika PN atau Kepala Ruang sedang rapat di ruang converence. Akan diketahui apakah seorang pasien telah dilakukan pegkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi atau belum

Inovasi lain yang dapat dikembangkan dalam proses pemberian asuhan keperawatan yaitu pada salah satu peran perawat nurse as educator. Perawat diharapkan mampu memberikan pendidikan kesehatan dalam proses peningkatan kualitas kesehatan klien. Penggunaan teknologi EHE (Electronic Health Education) yang merupakan pengembangan program PKRS sangat bermanfaat bagi klien untuk mengakses program pelayanan kesehatan selama dirawat di rumah sakit. Klien rawat inap dan rawat jalan serta pengunjung dapat mengakses layanan layar sentuh ini di ruang tunggu atau di kamar rawat inap sehingga klien dapat menentukan layanan kesehatan optimal sesuai kebutuhannya. Pengembangan "EHE" juga bisa diterapkan dalam video yang diputar di layar tv health education serta bisa diakses dengan mudah melalui program discharge planning untuk klien yang KRS (keluar rumah sakit) sehingga dapat mengoptimalisasi proses kesembuhan dan membantu mengingatkan jadwal kontrol rutin yang telah ditentukan. Pengembangan dan penerapan EHE (Electronic Health Education) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

2.Dengan kemampuan yang dimiliki oleh perawat secara soft skill dan hard skill, perawat berkompeten untuk menerapkan manajemen sistem informasi yang berkolaborasi dengan para ahli IT untuk mengimplementasikan program tersbut. Langkah yang ditempuh dalam proses penerapan manajemen sistem informasi keperawatan antara lain:
1)Identifikasi masalah
Proses ini penting untuk mengidentifikasi permasalahan dan keluhan yang muncul baik dari perawat maupun klien tentang pelayanan keperawatan. Instansi akan menunjuk perawat ahli yang memang sudah senior dan berkompeten untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah yang akan diselesaikan dengan pengembang manajemen sistem informasi keperawatan.
2)Diskusi dan perencanaan program
Perawat ahli tersebut berdiskusi dengan atasan untuk merencanakan inovasi solusi yang dapat menyelesaikan masalah tentang pelayanan keperawatan. Dalam mendukung inovasi tersebut perawat ahli juga akan berkolaborasi dengan programmer untuk mengimplementasikan inovasi dalam program komputer yang bisa diakses dan dilakukan dengan mudah oleh perawat tetapi tetap memperhatikan aspek profesionalisme.
3)Focus Group Discussion (FGD) I
Setelah program inovasi selesai disusun, maka perawat ahli tersebut akan melakukan FGD secara bertahap kepada atasan (pemegang kebijakan), rekan kerja, dan bawahan sebagai pengguna program. Hasil FGD secara bertahap tersebut kemudian dievaluasi dan disimpulkan dengan baik sehingga ditemukan solusi terbaik menjadi panduan baku atau SPO yang dapat mengakomodir seluruh pihak dalam proses pemberian pelayanan keperawatan.
4)Sosialisasi
Tahap berikutnya adalah sosialisasi yang bertujuan untuk pengenalan program dan memberikan contoh inovasi program manajemen sistem informasi keperawatan. Pada proses ini perawat ahli akan menjelaskan dengan detail bagaimana mengoperasikan program tersebut yang selanjutnya akan dilakukan uji coba.
5)Uji Coba
Pada proses ini program sudah ada di user selama rentang satu sampai dua minggu user diminta mengoperasikan program sesuai materi dan pengarahan yang didapatkan pada saat sosialisasi. Kemudian perawat ahli melakukan monitoring dan evaluasi kepada user serta menampung aspirasi tentang efektivitas program tersebut.
6)Focus Group Discussion (FGD) II
Setelah itu dilakukan FGD II yang bertujuan untuk mengevaluasi tahap uji coba serta menyusun panduan atau SPO yang tepat dalam mengimplementasikan program inovasi tersebut. Perawat ahli akan menyimpulkan kelebihan dan kekurangan program kemudian memperbaiki program tersebut bersama tenaga IT.
7)Implementasi Program
Setelah program sudah selesai disusun melalui berbagai proses diatas kemudian program akan didistribusikan ke seluruh user sehingga program tersebut dapat secara praktis meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.

Komponen yg harus ada dalam proses pengembangan sistem manajemen informasi yaitu programmer, badging, dan user. Programmer merupakan pihak yang memang memiliki keahlian untuk menerjemahkan transkrip bahasa keperawatan menjadi bahasa koding yang bisa dientry dalam sistem manajemen informasi. Badging merupakan perantara yaitu pihak yang bisa menjembatani antara user dan programmer sehingga meminimalisir terjadinya human atau program error terhadap penggunaan sistem TI. User merupakan pengguna yaitu pihak yang memahami bidang keperawatan sehingga keberadaan manajamen informasi dapat mempermudah kinerja perawat.

Hal yang harus dipersiapkan dalam penerapan SIM Keperawatan ialah :
a. Hard Ware
Perangkat keras berupa PC / CPU pada masing-masing ruang implementasi, yang terhubung dengan jaringan.
1.Printer digunakan untuk mencetak dokumen yang telah dibuat..
2.Note Book atau Laptop digunakan untuk memasukan data-data saat penglkajian di samping pasien. Dengan menggunakan Note Book diharapkan pengkajian menjadi valid.
3.WiFi adalah perangkat keras untuk menghubungkan Note Book dengan jaringan, sehingga tidak mengunakan kabe, tapi dengan wireless.

b. Soft Ware
Program yang dibuat sesuai dengan kebutuhan perawat.

c. Brain Ware
Pembentukan Mind Set bukan sesuatu yang mudah bagi perawat. Istilah gagap teknologi, tidak percaya diri dengan membawa Note Book ke hadapan pasien, merasa repot dan lain-lain akan menjadi faktor penentu yang cukup signifikan bagi keberhasilan penerapan SIM Keperawatan.

d. Skill
Ketrampilan perawat juga merupakan factor penting yang tidak bisa diabaikan, mengingat standar yang dipakai adalah standar internasional. Bahasa label dalam NIC adalah sesuatu yang baru, belum popular disamping membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam.

3.Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik. Metode pendokumentasian asuhan keperawatan saat sudah mulai menunjukkan perkembangan, dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Metode pendokumentasian tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya bermanfaat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga dapat menjadi pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di keperawatan/Decision Support System dan Executive Information System.
Manfaat sistem informasi dalam keperawatan:
1)Lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse station
2)Mengurangi penggunaan kertas
3)Dokumentasi keperawatan secara automatis
4)Standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan)
5)Mengurangi biaya
6)Kualitas pelayanan keperawatan dapat di ukur

Manfaat lain yang bisa diperoleh dengan pengembangan manajemen sistem informasi keperawatan yaitu:
•Memberikan nilai tambah dengan meningkatkan Efisiensi, Kemudahan Operasional, dan Standard Praktek Keperawatan yang baik dan benar.
•Mendukung proses Dokumentasi yang Auditable dan Accountable.
•Mendukung Pemasaran Jasa RS dengan meningkatkan mutu, kecepatan, kenyamanan, kepastian biaya, bahkan gengsi pelayanan.
•Meningkatkan profesionalisme dan kinerja manajemen dan profesi perawatan.
•Mendukung kerja sama, keterkaitan dan koordinasi antar bagian dalam rumah sakit.
•Meningkatkan pendapatan rumah sakit dari komponen profesi perawat"


6. Deviea Prandesya

pada : 13 July 2017

"1. Teknologi System Informasi dapat diterapkan untuk membantu perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Salah satunya adalah pada tahap perencanaan. Setiap pasien baru MRS (Masuk Rumah Sakit) atau pasien muncul diagnosa baru, maka ketua tim dapat dengan cepat dan tepat menentukan rencana intervensi yang akan dilakukan pada pasien sesuai dengan standar intervensi yang ada.
2. Konsep manajemen system informasi dalam asuhan keperawatan dapat diterapkan oleh perawat pada pelayanan keperawatan. Langkah yang dilakukan yaitu: persiapan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mendukung pelaksanaan system informasi, persiapan tenaga keperawatan dalam pelaksanaan system informasi melalui pelatihan, pelaksanaan uji coba penerapan system informasi, evaluasi hasil uji coba dan penerapan system informasi pada semua bagian di Rumah Sakit.
3. Manajemen system informasi dalam asuhan keperawatan mempunyai banyak keuntungan jika dilihat dari segi efisien, efektif dan produktivitas perawat. Beberapa keuntungan menggunakan manajemen sistem informasi keperawatan adalah meningkatkan kualitas dokumentasi, meningkatkan kualitas asuhan, meningkatkan produktifitas kerja, memudahkan komunikasi antara tim kesehatan, memudahkan dalam mengakses informasi, meningkatkan kepuasan kerja perawat, perawat memiliki waktu lebih banyak untuk melayani pasien, menurunkan biaya/ anggaran yang dikeluarkan Rumah Sakit , menurunkan kemungkinan data dan informasi hilang."


7. nurul jannah

pada : 13 July 2017

" Menurut saya perkuliahan tentang manajemen system informasi sangat update karena mengungkapkan tentang kemajuan teknologi-teknologi system informasi kesehatan yang telah diterapkan di Indonesia ataupun di negara luar. Selain itu, perkuliahan ini memberikan stimulus kepada kami sebagai mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif untuk menciptakan sebuah teknologi / system informasi baru yang dapat disesuaikan dengan lingkungan kerja perawat sehingga harapanya dapat membantu meringankan kerja perawat, dalam hal kegiatan dokumentasi dan segala bentuk kegiatan lainya dalam hal perubahan yaitu dari metode konvensional menjadi modern dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada tujuan akhirnya adalah kepuasan pasien sebagai pengguna jasa pelayanan.
Penerapan manajemen system informasi dapat diterapkan dalam pelayanan keperawatan, khususnya dalam peningkatan mutu pelayanan. Salah satu bentuk asuhan keperawatan yang dapat di support dengan penerapan Teknologi System Informasi adalah PENGENDALIAN MUTU BERBASIS ANDROID. Adanya pengendalian mutu pelayanan berbasis android ini sangat membantu perawat dalam pemberian asuhan, kegiatan pengendalian mutu pelayanan keperawatan meliputi pengkajian keselamatan pasien yang meliputi Sasaran I : Ketepatan identifikasi klien Sasaran II : Peningkatan komunikasi yang efektif, Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (highalert), Sasaran IV : Kepastian tepat-lokasi tepat-prosedur tepat-klien operasi, Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, Sasaran VI : Pengurangan risiko klien jatuh , Pengkajian kepuasan, kenyamanan, kecemasan, dan pengetahuan. Dengan adanya penilain pengendalian mutu berbasis teknologi system informasi ini, membantu perawat untuk mengumpulkan data dengan menginput hasil pengkajian yg dilakukan oleh perawat sesuai dengan instrumen tiap indikator. Sehingga setiap bulan tercatat persentase numerator dan denumeratornya dari setiap indikator mutu yang nantinya dapat dievaluasi ketika slah satu indikator tersebut tidak mencapai standar yang telah ditentukan. Dengan adanya pencatatan tersebut maka dapat ditelusur penyebabnya dan dapat pula mengembangkan metode baru untuk mencapai nilai standar.
Menurut saya perawat sangat mampu dalam menerapakan system informasi dalam asuhan keperawatan jika ada factor pendukung internal dan eksternal. Pendukung internal adalah faktor yang timbul dalam diri perawat tersebut sedangakan faktor pendukung eksternal berasal dari luar diri perawat. Langkah yang harus dilakukan adalah :
1. Pengkajian masalah dalam pemberian asuahan keperawatan yang masalahnya setidaknya mampu diselesaikan dengan
menerapkan manajemen system informasi
2. Melakukan FGD 1 (Focus Group Discussion) untuk penentuan prioritas masalah yang harus ditangani dan mencari
solusi untuk menyelesaikantersebut tentunya dengan manajemen system informasi.Misalnya Pengendalian Mutu Berbasis
Android.
3. Mengajukan surat untuk pengadaan alat (software : program aplikasi, web, Hardware : komputer, tab ataupun alat
lainya) ke bagian manajemen sarana dan prasarana
4. Setelah alat tersedia maka lakukan uji coba 1. Dalam hal uji coba ini dapat dilakukan oleh orang yang expert
dengan alat tersebut dan melibatkan kepala ruangan dan beberapa perawat lainya.
5. Melakukan FGD 2 (Focus Group Discussion). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil penerapan uji coba 1,
serta mendiskusikan kekurangan dan hambatan dalam penerapanya.
6. Melakukan Implementasi dari Pengendalian Mutu Berbasis Android. Dalam impelementasinya melalui pendekatan dengan
knowledge management dengan metode SECI (Socialization, Eksternalization, Combination, Internalization).
- Socialization
Sosialisasi penerapan Pengendalian Mutu Berbasis Android. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemaparan
materi kepada staf manajemen dan staf perawat terkait Pengendalian Mutu Berbasis Android yang akan diterapkan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggali sejauh mana pengetahuan perawat terkait penerapan Pengendalian Mutu
Berbasis Android.
- Eksternalization
Proses ekternalisai yaitu mengajarkan kepada perawat sesuai dengan modul yang sudah dibuat dan sistem yang
dilakukan dalam mengajar adalah dengan memberikan Modul penerapan Pengendalian Mutu Berbasis Android dan
standar prosedur operasi.
- Combination
Proses kombinasi yaitu melakukan pendampingan perawat dalam pelaksanaan Pengendalian Mutu Berbasis Android.
Pada saat pelaksanaan,perawat mencoba menjalankan sistem informasi. Jika ada tahap yang terlewati, expert/
trainer mengingatkan langsung pada perawat, baik pada saat kegiatan berlangsung atau setelah kegiatan.
- Internalization
Proses internalisasi yaitu perawat menjalankan system informasi secara mandiri tanpa bantuan expert/ traner.
Pada tahap ini expert/trainer sebagai observer pelaksanaan. Evaluasi dilaksanakan setelah kegiatan laksanakan.

Dengan menerapkan manajemen system informasi dalam asuhan keperawatan, perawat terbantu dalam menyelesaikan tugasnya sehingga kegiatan dapat dilakukan dengan efesien dan efektif sehingga perawat tidak melakukan kegiatan ganda seperti dalam pencatatan dan pelaoporan karena semua akan tercatat secara kompoterisasi dengan alat tersebut sehingga, meningkatkan reliabilitas dan valididtas karena semua komponen yang diukur telah terset oleh kompiterisasi, menurunkan beban kerja, efesien waktu, meningkatkan kepuasan kerja perawat, meningakatkan keselamatan pasien, menurnkan kegiatan yang bersifat administratif dan meningkatkan kepuasan pasien sebagai pengguna jasa. "


8. Wahyu Darnanik

pada : 13 July 2017

"1. Menurut saya perkuliahan mengenai penerapan manajemen sistem informasi sangat bermanfaat, karena mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai kombinasi ilmu komputer, ilmu informasi dan ilmu keperawatan yang disusun untuk memudahkan manajemen dan proses pengambilan informasi yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan. manajemen sistem informasi ini bisa diterapkan dalam asuhan keperawatan, hanya saja masih banyak mengalami kendala. Pendokumentasian terkait sistem manajemen informasi keperawatan baru sebatas diagnosa keperawatan dan perencanaan, sedangkan untuk pengkajian, implementasi dan evaluasi masih belum.

2. Perawat sangat mampu menerapkan konsep manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan. Adapun langkah yang harus dilakukan adalah melakukan komitemn bersama manajemen level atas sampai dengan manajemen level bawah untuk menerapkan sistem informasi keperawatan di setiap unit pelayanan kesehatan, mengalokasikan dana untuk penerapan sistem informasi manajemen keperawatan serta melakukan peningkatan kemampuan perawat dalam menggunakan komputerisasi (diadakan pelatihan dan menyediakan fasilitas informasi tehnologi).

3. Keuntungan yang didapat sangat banyak diantaranya memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan kepada pasien, meningkatkan pelayanan kepada pasien secara optimal, mengurangi kekeliruan dalam pelayanan keperawatan, mengurangi resiko kehilangan data, memudahkan dalam mencari data yang tersimpan (aman), menghemat waktu sekitar 20-30 menit untuk mendokumentasi keperawatan, meningkatkan keakuratan serta dalam melakukan pendokumentasian mengikuti prinsip-prinsip dan sesuai dengan standar pendokumentasian internasional dan nasional."


9. LUKMAN HAKIM

pada : 13 July 2017

"1.Kesimpulan dari penerapan manajemen system informasi keperawatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja keperawatan dan meningkatkan mutu pelayanan dan peningkatan kepuasan pasien. Area untuk aplikasi system informasi adalah di dokumentasi keperawatan salah satunya untuk mendukung rekam medis alat yang di gunakan adalah Dengan pendekatan sistem FAST (Framework for The Application of System Technique)
2.Perawat di tuntut untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan ilmu untuk bersaing di era global dengan cara :
a.Pelatihan Keahlian.
b.Pelatihan Ulang
c.Pelatihan Lintas Fungsional.
d.Pelatihan Tim.
e.Pelatihan Kreatifitas.
3.Keuntungan perawat dengan menerapkan manajemen system informasi adalah :
a.Peningkatan ilmu
b.Bekerja secara professional
c.Mampu bersain di dunia kerja
d.Efisiensi waktu
e.Pengalaman baru
f.Terjaminya mutu pelayanan
g.Kepuasan pasien meningkat
h.Percapainya derajat kesehatan pasien"


10. Berlian yuli saputri

pada : 13 July 2017

"1. Menurut kami kuliah penerapan MSI dalam pelayanan keperawatan sangat bermanfaat sekali. Karena dgn adanya materi kuliah trs perawat pendapatkan pengetahuan tentang MSI itu sendiri, dimana MSI dapat di terapkan untuk meningkatkan dokumentasi asuhan keperawatan yg digunakan oleh perawat.

2. Langkah-langkah yg harus dilakukan tentunya yg pertama adalah sofware (SIM RS) dan hardware (komputer, dll), Networking (jaringan LAN), SOP, komitmen (komitmen seluruh unit utk menjalankan sistem tersebut), SDM (SDM adalah faktor utama suksesnya sebuat sistem,dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SDM).
3. Keuntungan perawat dalam menerapakan MSI adalah sistem tersebut sangat praktis karena mampu menyimpan data yg sangat banyak dan perawat lebih mempunyai waktu untuk pasien2 nya,jadi waktu tidak habis hanya untuk pendokumentasian asuhan keperawatan"


11. Aulia Rahman

pada : 13 July 2017

"1. Kesimpulan kuliah penerapan manajemen sistem informasi dalam pelayanan keperawatan sangat bermanfaat sekali bagi saya pribadi khususnya sebagai perawat yang bekerja di pelayanan kesehatan dengan penggunaan teknologi program komputer di tempat kerja akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan efektifitas waktu kerja. Aplikasi software asuhan keperawatan dapat diterapkan pada area pendokumentasian asuhan keperawatan dengan menggunakan program komputer ”data base management” berisi data-data pengkajian kesehatan seorang pasien sehingga semakin memudahkan perawat di dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan sehingga berpengaruh juga terhadap kinerja perawat dan kepuasan pasien. Contohnya yaitu melalui dokumentasi asuhan keperawatan elektronik yang merupakan bagian dari rekam medik elektronik (electronic health records) yang berisi data-data pengkajian kesehatan seorang pasien yang kemudian data-data tadi akan dikelompokkan dan dianalisa untuk dapat memunculkan diagnosa keperawatan. Selanjutnya dari diagnosa keperawatan akan muncul perencanaan tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan oleh perawat. Di dalam mendokumentasikan tindakan keperawatan, perawat cukup mengacu pada intervensi yang telah tersedia, sehingga ketika pemberian tindakan selesai dilakukan perawat dapat melakukan evaluasi terhadap diagnosa yang ada.
2. Perawat sangat mampu menerapkan konsep manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan khususnya dokumentasi asuhan keperawatan elektronik yang merupakan bagian dari rekam medik elektronik (electronic health records) dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Perawat sebagai pengguna dan pengelola langsung dalam kegiatan pelayanan keperawatan kepada pasien.
b. Perawat sebagai manajer, bertanggung jawab untuk terus-menerus memperbaharui produk saat ini dan menjaga serta mengikuti perkembangan baru yang sangat bermanfaat untuk kemudahan dalam memperoleh informasi, kemudian mengembangkan aplikasi seperti sistem pendukung keputusan, sistem pelaksanaan tugas perawat, dan sistem penjadwalan.
c. Perawat sebagai klinikal sistem, bekerja dengan pihak penjual sistem program komputer yang bertujuan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dalam sistem informasi.
d. Perawat analisis sistem atau programer, dalam hal ini bekerja menganalisis sistem informasi dan memelihara sistem.
3. Keuntungan yang diperoleh perawat dengan menerapkan manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan, antara lain:
a. Pendokumentasian di dalam merawat pasien amat diperlukan karena mempunyai unsur tanggung jawab serta tanggung gugat di mata hukum.
b. Produktivitas kerja meningkat, pengambilan keputusan akan cepat dilakukan dan pengurangan biaya kerja bisa ditekan.
c. Perawat yang telah menggunakan sistem pendokumentasian yang terkomputerisasi mendapatkan kepuasan dalam hal peningkatan kualitas pelayanan karena dengan sistem ini mereka lebih mudah melihat perkembangan asuhan keperawatan.
d. Perawat akan merasakan bahwa sistem ini akan menghemat waktu perawat, kertas kerja yang terpakai, serta pendokumentasian menjadi lebih lengkap dan akurat.
"


12. Achmad Masfi

pada : 13 July 2017

"1.
A. Dari penjelasan di atas dapat di tarik benang merah bahwa perkembangan zaman saat ini memaksa manusia untuk terus berkembang dan kompetitif meningkatakan produktifitas. Dengan adanya proses perkembangan itulah kemudian memunculkan banyak persoalan yang dihadapi oleh manusia, tanpa terkecuali di bidang kesehatan khsusnya keperawatam. Belum lagi tuntutan masyarakat kepada dunia kesehatan yang mengingkan Tepat, Cepat, dan Tanggap dalam pelayanan kesehatan sehingga mau tidak mau Pelayanan Kesehatan khsusnya pelayanan keperawatan sebagai GARDA Terdepan mengembangkan dan memanfaatkan Teknologi Informasi sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Dengan Adanya Kuliah Penerapan Manajemen Masyarakat berguna dan sangat penting untuk memberikan dan memaksa mahasiswa untuk Berkreasi dan Inovatif menyelesaikan masalah yang ada di dunia keperwatan mellaui perkembangan teknologi informasi guna memberikan pelayanan dan kebutuhan masyarakat dengan efektif dan efisien.

B.Manfaat penerapan sistem informasi keperawatan di lingkungan rumah sakit salah satunya adalah membantu perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan.Area program yang dapat di kembangkan
1. Standart Asuhan Keperawatan
2. Daftar NIC terbanyak
3. Daftar Standar Asuhan Keperawatan
4. SOP
5. Jadwal Dinas Perawat
6. Perhitungan angka kredit perawat
7. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak
8. Laporan Implementasi
9. Laporan Statistik
10. Resume Perawatan
11. Presentasi Kasus On line
12. Mengetahui Jasa Perawat
13. Monitoring tindakan perawat
14. Laporan Shif
15 Monitoring klien oleh PN dan Kepala Ruangan
16. Dischange Planning

2. Sebenarnya untuk menerapkan sistem informasi keperawatan di lingkungan rumah sakit tidaklah terlalu sulit untuk diterapkan, tinggal komitmen untuk menerapkannya saja yang diperlukan. Dalam masa serba teknologi seperti saat ini, kiranya hampir semua perawat dapat mengoperasikan komputer sebagai sebuah perangkat dalam penerapan sistem informasi keperawatan. Ini merupakan sebuah modal yang sangat besar yang sangat mendukung penerapan sistem informasi keperawatan. Tinggal masalahnya sekarang adalah bagaimana komitmen kita bersama, mulai dari manajemen level atas sampai dengan manajemen level paling bawah untuk memperjuangkan penerapan sistem informasi keperawatan di setiap unit pelayanan keperawatan. Alasan kurangnya ketersediaan dana untuk mengembangkan sistem informasi keperawatan merupakan sebuah alasan klasik yang tidak boleh ada lagi. Apalagi melihat akan pentingnya sistem informasi keperawatan bagi peningkatan kualitas pelayanan keperawatan khususnya dan pelayanan kesehatan pada umumnya (Cornelia, 2007)
Hal yang perlu disiapkan :
1. Hardware (PC, Printer, notebook, wifi)
2. Soft Ware
3. Brain ware
4. Skill

3. Manfaat MSI
a. Lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse station
b. Mengurangi penggunaan kertas
c. Dokumentasi keperawatan secara automatis
d. Standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan)
e. Mengurangi biaya
f. Kualitas pelayanan keperawatan dapat di ukur



"


13. Sofia Mayasari

pada : 13 July 2017

"Kuliah Penerapan Manajemen System Informasi dalam Pelayanan Keperawatan di Magister keperawatan menuruit saya yang sudah diberikan sangat baik dan malah harus wajib menjadi kurikulum dalam dunia keperawatan dikarenakan saat ini di zaman serba IT ini dunia keperawatan membutuhkan sistem informasi, karena dengan didukung adanya sistem informasi pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan akurat, cepat dan bermutu sesuai dengan data yang ada hal ini sesuai dengan pengertian Sistem informasi manajemen (SIM) adalah rangkaian kegiatan atau komponen pengumpulan data yang satu sama lain berkaitan dalam mengolah data kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan yang akurat, cepat dan bermutu.
b. Manajemen System Informasi dalam Pelayanan Keperawatan dapat diterapkan pada asuhan keperawatan hal ini bisa pada area Pelayanan Keperawatan contohnya dokumentasi asuhan keperawatan. Dokumentasi Keperawatan berbasis Komputer (Computerized nursing documentation) merupakan suatu modul keperawatan yang dikombinasikan dengan sistem komputer rumah sakit ke staf perawat. D engan sistem yang terkomputerisasi ini perawat dapat melakukan akses ke laboratorium, radiologi, fisioterapi, dan disiplin yang lain, seperti ahli gizi, fisioterapi, dan disiplin ilmu lain seperti ahli gizi, fisioterapis, occupational therapies.
Pemikiran tentang dokumentasi keperawatan yang terkomputerisasi di buat dalam rangka memudahkan dan mempercepat pendoukmentasian asuhan keperawatan yang dibuat. Dengan sistem ini perawat lebih dapat menghemat waktu dan perawat akan lebih sering berada di samping pasien. Dengan dokumentasi yang terkomputerisasi ini pencatatan dapat dilakukan akurat dan lengkap.Pendokumentasian keperawatan yang tertulis (paper-based documentation) saat ini dilaporkan mutunya sangat rendah dan ini juga berdampak terhadap penerimaan publik termasuk profesi kesehatan yang lain terhadap profesinalisasi keperawatan di Indonesia. Menurut Griffiths dan Hutchings (1999), perawat yang menyatakan alasan terhadap dokumentasi yang kurang akurat dan kurang lengkap dihubungkan dengan permasalahan seperti kekurangan staf, sensus yang tinggi, lembur kerja, dan juga kurangya pengetahuan tentang apa yang dituliskan dalam dokumentasi.
Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. Selain itu dokumentasi keperawatan merupakan bukti akontabilitas tentang apa yang telah dilakukan oleh seorang perawat kepada pasiennya. Dengan adanya pendokumentasian yang benar maka bukti secara profesional dan legal dapat dipertanggung jawabkan. Masalah yang sering muncul dan dihadapi di Indonesia dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai pendokumentasian yang lengkap..
Saat ini masih banyak perawat yang belum menyadari bahwa tindakan yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan. Selain itu banyak pihak menyebutkan kurangnya dokumentasi juga disebabkan karena banyak yang tidak tahu data apa saja yang yang harus dimasukkan, dan bagaimana cara mendokumentasi yang benar. Kondisi tersebut di atas membuat perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian pada pelayanan kesehatan pada umumnya dan pelayanan keperawatan pada khususnya. Selain itu dengan tidak ada kontrol pendokumentasian yang benar maka pelayanan yang diberikan kepada pasien akan cenderung kurang baik, dan dapat merugikan pasien.
Pendokumentasian asuhan keperawatan yang berlaku di beberapa rumah sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis. Pendokumentasian tertulis ini sering membebani perawat karena perawat harus menuliskan dokumentasi pada form yang telah tersedia dan membutuhkan waktu banyak untuk mengisinya. Permasalahan lain yang sering muncul adalah biaya pencetakan form mahal sehingga sering form pendokumentasian tidak tersedia
Pendokumentasian secara tertulis dan manual juga mempunyai kelemahan yaitu sering hilang. Pendokumentasian yang berupa lembaran-lembaran kertas maka dokumentasi asuhan keperawatan sering terselip. Selain itu pendokumentasian secara tertulis juga memerlukan tempat penyimpanan dan akan menyulitkan untuk pencarian kembali jika sewaktu-waktu pendokumentasian tersebut diperlukan. Dokumentasi yang hilang atau terselip di ruang penyimpanan akan merugikan perawat. Hal ini karena tidak dapat menjadi bukti legal jika terjadi suatu gugatan hukum, dengan demikian perawat berada pada posisi yang lemah dan rentan terhadap gugatan hukum.
Sehingga dengan kemajuan yang pesat pada teknologi informasi maka diharapkan perawat akan memanfaatkan teknologi tersebut pada dokumentasi keperawatan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas asuhan keperawatan. System informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan tentang standar dokumentasi , komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawaratan dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan. Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan menjadi suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan untuk suatu organisasi.
2. Perawat mampu menerapkan Konsep Manajemen Sistem Informasi dalam asuhan keperawatan hal ini bisa didukung dengan langkah-langkah:
a. Perlu adanya pemberian fasilitas SIM RS dari pihak manajemen rumah sakit, pemberian pelatihan bagi perawat tentang pelaksanaan SIM keperawatan, pengadaan fasilitas informasi teknologi yang memadai.
b. Perlu adanya integrasi program SIM dalam kurikulum pendidikan keperawatan.
c. Peningkatan standarisasi tingkat pendidikan perawat agar memiliki pemahaman yang tepat tentang teknologi informasi dalam keperawatan.
d. Adanya aspek legal berupa Undang-undang praktek keperawatan
e. Perlu adanya penelitian yang lebih jauh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan aplikasi SIM di Indonesia.
3. Keuntungan yang diperoleh perawat dengan menerapkan Manajemen Sistem Informasi dalam asuhan keperawatan antara lain:
Manfaat sistem informasi dalam keperawatan:
a. Lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse station
Keperawatan juga berkewajiban untuk menyediakan pelayanan/asuhan keperawatan yang didasarkan pada kaedah-kaedah suatu profesi termasuk adanya bukti pertanggung jawaban melalui sistem informasi yang tepat yang ditunjukkan oleh sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik. Namun pada realitanya dilapangan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar manual dan konvensional banyak sekali form-form yang harus diisi sehingga menghabiskan banyak waktu. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik., perawat tinggal meng klik sesuai dengan menu aplikasi sistem informasi di RS yang sudah disediakan sehingga memerlukan waktu yang lebih sedikit.

b. Mengurangi penggunaan kertas
Semakin kompleks pelayanan yang tersedia di suatu rumah sakit maka semakin banyak data yang harus ditulis pada kertas jika memang pengambilan data dil;akukan manual, jika hal ini menggunakan SIM RS maka penggunaan kertas bisa diminimalkan.
c. Dokumentasi keperawatan secara automatis
SIM RS yang sudah menyedikan aplikasi dokumentasi keperawatan bisa langsung digunakan secara otomatis sesuai dengan menu software yang ada sehingga memudahkan entri dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien.
d. Standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan).
Jika suatu aplikasi SIM RS digunakan maka standar pelayanan yang tersedia akan sama dan tidak akan ada variasi didalamnya
e. Mengurangi biaya
Cost efektif akan sangat bisa dicapai dalam SIM RS dikarenakan disamping penggunaan kertas yang minimal segala sesuatu akan lebih cepat diputuskan berdasarkan data yang ada sehingga kecepatan dalam memutuskan sesuatu merupakan benefit tersendiri di suatu rumah sakit.
f. Kualitas pelayanan keperawatan dapat di ukur.
Jika sudah ada SIM RS dirumah sakit maka semua data bisa diinputkan dan terekam di komputer tersebut sehingga jika qt akan melakukan suatu evaluasi terhadap hal yang akan dilakukan tindakan maka data bisa langsung diliat dalam hal ini qt bisa mengukur baik buruknya suatu pelayanan yang diberikan ataupun jika pada sistem keperawatan bs cepat diketahui seberapa lama dan seberapa cepat suatu tindakan keperawatan dilakukan contohnya saat pasien datang dan mendaftar seberapa cepat pasien itu mulai daftar sampai dilayani mulai dari pemeriksaan sampai dilakukan tindakan keperawatan seperti rawat luka atau tindakan yang lain sehingga bisa diukur waktu respon time pelayanannya.

"


14. Esti Andarini

pada : 13 July 2017

"1.Aplikasi sistem manajemen informasi dalam pelayanan keperawatan dapat diterapkan dalam seluruh kegiatan pendokumentasian keperawatan mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Saat ini mulai berkembang dalam aplikasi berbasis android, ambil saja contoh saat pengkajian pada pasien fraktur, maka tidak perlu lagi menggambar luka fraktur tersebut, dengan aplikasi android cukup dengan mengcapture luka fraktur dengan menggunakan handphone maka akan terekam sekaligus teranalisis jenis fraktur dan derajad luka
2.Penerapan konsep manajemen sistem inofrmasi dapay digunakan dalam asuhan keperawatan mulai dari assesment hingga evaluasi pasien. Dalam menerapkan konsep manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengatasinya. Knowledge Management adalah salah satu solusi dalam upaya untuk mengelola dalam pengetahuan, baik itu tacit knowledge ataupun explicit knowlegde yang terdapat organisasi atau perusahaan. Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah :
1)Analisis infrastruktur yang sudah ada pada Rumah Sakit
2)Menyesuaikan knowledge management dengan strategi Rumah Sakit
3)Desaign knowledge management infrastruktur
4)Audit aset pengetahuan dan sistem yang sudah ada pada Rumah Sakit
5)Merancang blueprint knowlegde management
6)Strategi pendekatan knowledge management denganstrategi personalisasi
7)Pemetaan posisi pengetahuan perusahaan terhadap para pesaing/mitra
3.Keuntungan menerapkan Manajemen System Informasi dalam Asuhan Keperawatan
a.Efektif efisien dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan
b.Memudahkan transfer pengetahuan antar pegawai / perawat di Rumah Sakit
c.Meningkatkan kinerja pegawai / perawat dan kemajuan bagi Rumah Sakit
d.Rumah sakit sebagai organisasi bisa mengembangkan sistem manajemen informasi
Sedangkan Manfaat sistem informasi dalam keperawatan (Malliarou & zyga, 2009):
1)Lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse station
2)Mengurangi penggunaan kertas
3)Dokumentasi keperawatan secara automatis
4)Standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan)
5)Mengurangi biaya
6)Kualitas pelayanan keperawatan dapat di ukur

"


15. Sofia Mayasari

pada : 13 July 2017

"1. Kuliah Penerapan Manajemen System Informasi dalam Pelayanan Keperawatan di Magister keperawatan menuruit saya yang sudah diberikan sangat baik dan malah harus wajib menjadi kurikulum dalam dunia keperawatan dikarenakan saat ini di zaman serba IT ini dunia keperawatan membutuhkan sistem informasi, karena dengan didukung adanya sistem informasi pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan akurat, cepat dan bermutu sesuai dengan data yang ada hal ini sesuai dengan pengertian Sistem informasi manajemen (SIM) adalah rangkaian kegiatan atau komponen pengumpulan data yang satu sama lain berkaitan dalam mengolah data kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan yang akurat, cepat dan bermutu.
b. Manajemen System Informasi dalam Pelayanan Keperawatan dapat diterapkan pada asuhan keperawatan hal ini bisa pada area Pelayanan Keperawatan contohnya dokumentasi asuhan keperawatan. Dokumentasi Keperawatan berbasis Komputer (Computerized nursing documentation) merupakan suatu modul keperawatan yang dikombinasikan dengan sistem komputer rumah sakit ke staf perawat. D engan sistem yang terkomputerisasi ini perawat dapat melakukan akses ke laboratorium, radiologi, fisioterapi, dan disiplin yang lain, seperti ahli gizi, fisioterapi, dan disiplin ilmu lain seperti ahli gizi, fisioterapis, occupational therapies.
Pemikiran tentang dokumentasi keperawatan yang terkomputerisasi di buat dalam rangka memudahkan dan mempercepat pendoukmentasian asuhan keperawatan yang dibuat. Dengan sistem ini perawat lebih dapat menghemat waktu dan perawat akan lebih sering berada di samping pasien. Dengan dokumentasi yang terkomputerisasi ini pencatatan dapat dilakukan akurat dan lengkap.Pendokumentasian keperawatan yang tertulis (paper-based documentation) saat ini dilaporkan mutunya sangat rendah dan ini juga berdampak terhadap penerimaan publik termasuk profesi kesehatan yang lain terhadap profesinalisasi keperawatan di Indonesia. Menurut Griffiths dan Hutchings (1999), perawat yang menyatakan alasan terhadap dokumentasi yang kurang akurat dan kurang lengkap dihubungkan dengan permasalahan seperti kekurangan staf, sensus yang tinggi, lembur kerja, dan juga kurangya pengetahuan tentang apa yang dituliskan dalam dokumentasi.
Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. Selain itu dokumentasi keperawatan merupakan bukti akontabilitas tentang apa yang telah dilakukan oleh seorang perawat kepada pasiennya. Dengan adanya pendokumentasian yang benar maka bukti secara profesional dan legal dapat dipertanggung jawabkan. Masalah yang sering muncul dan dihadapi di Indonesia dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai pendokumentasian yang lengkap..
Saat ini masih banyak perawat yang belum menyadari bahwa tindakan yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan. Selain itu banyak pihak menyebutkan kurangnya dokumentasi juga disebabkan karena banyak yang tidak tahu data apa saja yang yang harus dimasukkan, dan bagaimana cara mendokumentasi yang benar. Kondisi tersebut di atas membuat perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian pada pelayanan kesehatan pada umumnya dan pelayanan keperawatan pada khususnya. Selain itu dengan tidak ada kontrol pendokumentasian yang benar maka pelayanan yang diberikan kepada pasien akan cenderung kurang baik, dan dapat merugikan pasien.
Pendokumentasian asuhan keperawatan yang berlaku di beberapa rumah sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis. Pendokumentasian tertulis ini sering membebani perawat karena perawat harus menuliskan dokumentasi pada form yang telah tersedia dan membutuhkan waktu banyak untuk mengisinya. Permasalahan lain yang sering muncul adalah biaya pencetakan form mahal sehingga sering form pendokumentasian tidak tersedia
Pendokumentasian secara tertulis dan manual juga mempunyai kelemahan yaitu sering hilang. Pendokumentasian yang berupa lembaran-lembaran kertas maka dokumentasi asuhan keperawatan sering terselip. Selain itu pendokumentasian secara tertulis juga memerlukan tempat penyimpanan dan akan menyulitkan untuk pencarian kembali jika sewaktu-waktu pendokumentasian tersebut diperlukan. Dokumentasi yang hilang atau terselip di ruang penyimpanan akan merugikan perawat. Hal ini karena tidak dapat menjadi bukti legal jika terjadi suatu gugatan hukum, dengan demikian perawat berada pada posisi yang lemah dan rentan terhadap gugatan hukum.
Sehingga dengan kemajuan yang pesat pada teknologi informasi maka diharapkan perawat akan memanfaatkan teknologi tersebut pada dokumentasi keperawatan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas asuhan keperawatan. System informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan tentang standar dokumentasi , komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawaratan dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan. Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan menjadi suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan untuk suatu organisasi.
2. Perawat mampu menerapkan Konsep Manajemen Sistem Informasi dalam asuhan keperawatan hal ini bisa didukung dengan langkah-langkah:
a. Perlu adanya pemberian fasilitas SIM RS dari pihak manajemen rumah sakit, pemberian pelatihan bagi perawat tentang pelaksanaan SIM keperawatan, pengadaan fasilitas informasi teknologi yang memadai.
b. Perlu adanya integrasi program SIM dalam kurikulum pendidikan keperawatan.
c. Peningkatan standarisasi tingkat pendidikan perawat agar memiliki pemahaman yang tepat tentang teknologi informasi dalam keperawatan.
d. Adanya aspek legal berupa Undang-undang praktek keperawatan
e. Perlu adanya penelitian yang lebih jauh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan aplikasi SIM di Indonesia.
3. Keuntungan yang diperoleh perawat dengan menerapkan Manajemen Sistem Informasi dalam asuhan keperawatan antara lain:
Manfaat sistem informasi dalam keperawatan:
a. Lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse station
Keperawatan juga berkewajiban untuk menyediakan pelayanan/asuhan keperawatan yang didasarkan pada kaedah-kaedah suatu profesi termasuk adanya bukti pertanggung jawaban melalui sistem informasi yang tepat yang ditunjukkan oleh sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik. Namun pada realitanya dilapangan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar manual dan konvensional banyak sekali form-form yang harus diisi sehingga menghabiskan banyak waktu. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik., perawat tinggal meng klik sesuai dengan menu aplikasi sistem informasi di RS yang sudah disediakan sehingga memerlukan waktu yang lebih sedikit.

b. Mengurangi penggunaan kertas
Semakin kompleks pelayanan yang tersedia di suatu rumah sakit maka semakin banyak data yang harus ditulis pada kertas jika memang pengambilan data dil;akukan manual, jika hal ini menggunakan SIM RS maka penggunaan kertas bisa diminimalkan.
c. Dokumentasi keperawatan secara automatis
SIM RS yang sudah menyedikan aplikasi dokumentasi keperawatan bisa langsung digunakan secara otomatis sesuai dengan menu software yang ada sehingga memudahkan entri dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien.
d. Standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan).
Jika suatu aplikasi SIM RS digunakan maka standar pelayanan yang tersedia akan sama dan tidak akan ada variasi didalamnya
e. Mengurangi biaya
Cost efektif akan sangat bisa dicapai dalam SIM RS dikarenakan disamping penggunaan kertas yang minimal segala sesuatu akan lebih cepat diputuskan berdasarkan data yang ada sehingga kecepatan dalam memutuskan sesuatu merupakan benefit tersendiri di suatu rumah sakit.
f. Kualitas pelayanan keperawatan dapat di ukur.
Jika sudah ada SIM RS dirumah sakit maka semua data bisa diinputkan dan terekam di komputer tersebut sehingga jika qt akan melakukan suatu evaluasi terhadap hal yang akan dilakukan tindakan maka data bisa langsung diliat dalam hal ini qt bisa mengukur baik buruknya suatu pelayanan yang diberikan ataupun jika pada sistem keperawatan bs cepat diketahui seberapa lama dan seberapa cepat suatu tindakan keperawatan dilakukan contohnya saat pasien datang dan mendaftar seberapa cepat pasien itu mulai daftar sampai dilayani mulai dari pemeriksaan sampai dilakukan tindakan keperawatan seperti rawat luka atau tindakan yang lain sehingga bisa diukur waktu respon time pelayanannya.

"


16. Tiara Putri Ryandini

pada : 13 July 2017

"1. Terkait dengan perkuliahan Manajemen Sistem Informasi dalam Keperawatan menambah wawasan dan pengetahuan dalam pengaplikasian pada pelayanan keperawatan khususnya di Rumah Sakit. Pada saat ini, berbagai rumah sakit terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesehatan dengan menerapkan sistem informasi rumah sakit berbasis komputer untuk mendukung perubahan serta perbaikan dari semua aspek dan bidang yang terkait, baik dari segi sarana dan prasarana, finansial, perlengkapan alat-alat medis maupun sumber daya manusia. Oleh karena itu rumah sakit perlu mengelola manajemen keperawatan sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan profesional yang berdampak pada peningkatan mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.
DSS (Decision Support System) model merupakan suatu salah satu tsistem informasi manajemen dengan pendekatan antara pemecahan masalah dan komunikasi yang kapabel untuk pemecahan permasalahan dalam sistem semi struktur.
2. Penerapan teknologi informasi dengan model Decision Support System (DSS) menjanjikan kelancaran program dalam semua sistem terkait karena terdapat kerjasama yang baik pada setiap struktur organisasi, termasuk lingkungan. Penerapan teknologi informasi di ruang rawat inap diharapkan dapat memfasilitasi kinerja perawat yang cukup waktu dan tenaga untuk dapat melaksanakan kegiatan pelayanan keperawatan anak sehari-hari, mendokumentasikan kegiatan dengan benar dan terinci, tetap dapat memperhatikan prinsip keperawatan anak, dan perawat semakin pintar.
3. Sistem informasi manajemen asuhan keperawatan mempunyai banyak keuntungan jika dilihat dari segi efisien dan produktivitas. Beberapa keuntungan menggunakan sistem informasi manajemen keperawatan adalah meningkatkan kualitas dokumentasi, meningkatkan kualitas asuhan, meningkatkan produktifitas kerja, memudahkan komunikasi antara tim kesehatan, memudahkan dalam mengakses informasi, meningkatkan kepuasan kerja perawat, perawat memiliki waktu lebih banyak untuk melayani pasien, menurunkan Hospital Cost, menurunkan Lost of data and information, mencegah Redundancy (Kerangkapan Informasi). "


17. Tantri Arini

pada : 13 July 2017

"1. Kuliah penerapan manajemen sistem informasi membuka wawasan kepada mahasiswa mengenai dasar-dasar penerapan sistem IT di pelayanan kesehatan dan berbagai contoh inovasi pengembangan yang dilakukan di setting pelayanan kesehatan.
Manajemen sistem informasi dalam pelayanan keperawatan terutama di setting klinik dapat diterapkan dalam berbagai macam hal, diantaranya:
a. Keputusan klinis untuk perawatan pasien
b. Keselamatan pasien
c. Indikator sensitive pada perawatan pasien
d. Manajemen SDM dan pengetahuan di rumah sakit

2. Perawat dapat menerapkan sistem sistem informasi dan teknologi dalam asuhan keperawatan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:
a. Mendeskripsikan kebutuhan penggunaan sistem informasi dan teknologi
b. Menjabarkan rencana stratejik dan rencana operasional
c. Tahap perencanaan
d. Tahap analisis
e. Tahap perencanaan lanjutan
f. Tahap pembangunan fisik atau konstruksi software dan hardware
g. Tahap implementasi
h. Tahap evaluasi penerapan sistem teknologi informasi

3. Keuntungan perawat dengan menerapkan manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan, antara lain:
a. Sistem informasi dan teknologi memberikan kemudahan dalam pelaporan data-data penting terkait pasien, maupun SDM perawat
b. Menghemat tenaga dan biaya jika dibandingkan dengan sistem manual
c. Mempercepat kinerja perawat dan tenaga kesehatan lain
d. Informasi terkait pasien bisa disediakan secara akurat, karena terpusat pada satu sistem
e. Sistem informasi dan teknologi memberikan kemudahan pencarian data pasien
"


18. Mei Widyawati

pada : 13 July 2017

"1. Perkuliahan penerapan manajemen system informasi dalam pelayanan keperawatan sangat penting diberikan kepada mahasiswa agar mahasiswa mengetahui perkembangan pemberian asuhan keperawatan berbasis komputerisasi. System informasi dalam pelayanan keperawatan sebagai bagian dari sebuah sistem administrasi keperawatan merupakan kesatuan/rangkaian kegiatan-kegiatan yang mencakup seluruh jajaran upaya keperawatan diseluruh jenjang administrasi yang mampu memberikan informasi kepada seluruh komponen pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan. Manajemen system informasi dalam pelayanan keperawatan dapat diterapkan mulai dari penilaian sampai evaluasi, termasuk evaluasi
sarana untuk mengelola data yang diperlukan untuk pengiriman perawatan pasien (misalnya klasifikasi pasien, kepegawaian, penjadwalan & biaya)
Perawat manajer & eksekutif harus mengumpulkan & menganalisis sejumlah besar data. Ini menjadi tidak mungkin tanpa sistem informasi keperawatan klinis dan administrasi otomatis. Daftar masalah yang diidentifikasi, daftar obat, daftar alergi obat, demografi, tes laboratorium dan nilai, hasil dan tanda vital yang masuk ke rekam medis elektronik pasien.
2. Langkah yang dapat dilakukan oleh perawat dalam melaksanaan sistem informasi keperawatan, yaitu: mengembangkan aplikasi, alat, proses, dan struktur yang membantu perawat dalam mengelola data; mengevaluasi aplikasi, alat, proses, dan struktur untuk menentukan efektivitas mereka untuk keperawatan; adaptasi teknologi informasi yang ada untuk memenuhi perawat dan kebutuhan pasien; mengelola sistem, implementasi, dan evaluasi; bekerja sama dengan informatika kesehatan profesional lainnya dalam mengembangkan solusi informasi sebelumnya diidentifikasi kebutuhan untuk perawat dan klien; menggunakan teori informatika dan prinsip-prinsip untuk mengembangkan dan menguji sistem pendidikan komputer; engembangkan dan menguji model informatika dan teori-teori penanganan, berkomunikasi, atau mengubah informasi keperawatan; melakukan penelitian untuk memajukan pengetahuan yang basis sistem informasi perawat; dan konsultasi tentang informasi perawatan dengan pasien dan mengajarkan teori dan praktek informasi keperawatan.
3. Kegunaan penerapan manajemen sistem informasi dalam pemberian tindakan asuhan keperawatan antara lain : lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse station; mengurangi penggunaan kertas; dokumentasi keperawatan secara automatis; standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan); mengurangi biaya; kualitas pelayanan keperawatan dapat di ukur.
"


19. I Gede Juanamasta

pada : 13 July 2017

"1. 1. Penerapan Manajemen Sistem Informasi dalam Keperawatan sangat mungkin untuk diterapkan. Hal ini didukung oleh kemajuan dan perkembangan teknologi.
Area pemanfaatan asuhan keperawatan yang dapat diterapkan dengan Manajemen Sistem Informasi yaitu dokumentasi keperawatan elektronik. Selain itu informasi Manajemen System Informasi dalam asuhan keperawatan dapat digunakan dalam menghitung pemakaian tempat tidur /BOR pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya.
1)Tahun 2012, Rumah Sakit Universitas Airlangga telah menerapkan system informasi rumah sakit pada jaringan teknologi informasi. Sistem informasi RS Unair memberikan data terkait pemakaian tempat tidur /BOR pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya.
2)Tahun 2014, Rumah Sakit Pondok Indah Group menerapkan sistem informasi rumah sakit e-medical record pada jaringan teknologi informasi di RS Pondok Indah-Pondok Indah. Hal tersebut memudahkan tim medis untuk mengakses data sehingga pelayanan terhadap pasien akan lebih cepat dan tepat.
2. 2. Menurut saya, perawat sangat mampu dalam menerapkan Konsep Manajemen Sistem Informasi dalam asuhan keperawatan. Kehidupan yang sarat dengan teknologi menempatkan perawat pada posisi yang harus bergerak maju untuk menerima perubahan dalam kesehariannya bekerja.
Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu meyiapkan hardware, software, dan perawat sebagai user.
3. 3. Keuntungan perawat dalam menerapkan Manajemen Sistem Informasi dalam asuhan keperawatan, antara lain:
1)Mempersingkat waktu pelayanan untuk mencari catatan fisik rekam medis pasien.
2)Mepersingkat waktu perawat dalam melakukan dokumentasi.
3)Mempermudah perawat dalam melakukan timbang terima.
4)Meningkatkan ketersediaan, kualitas dan keamanan informasi
5)Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja.
6)Menjadi ukuran kinerja perawat yang menentukan kualitas kerja perawat.
"


20. Evi Muslicha

pada : 13 July 2017

"1.Penerapan Manajemen Sistem Informasi dalam Pelayanan Keperawatan dapat diterapkan pada asuhan keperawatan. Penerapan tersebut dapat diaplikasikan dalam beberapa area diantaranya; Pembuatan keputusan klinis dan asuhan keperawatan, patient safety, indikator nursing sensitive care, manajemen SDM keperawatan, dan manajemen pengetahuan atau knowledge. Beberapa contoh penerapannya yakni; pendokumentasian dan pembuatan keputusan mengenai asuhan keperawatan (pengkajian-intervensi-implementasi-evaluasi) berbasis komputer, monitoring tindakan dan aktifitas perawat di masing-masing ruangan, selaian itu perawat juga dapat memanfaatkan sistem informasi untuk melaksanakan discharge planning berbasis web atau komputer.

2.Setiap perawat mampu menerapkan konsep manajemen sistem informasi. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menerapkan konsep manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan terdiri dari dua fase, yakni sistem manajemen dan application coding. Allan & Englebright (2000) dalam Suwito (2017) menjelaskan sistem manajemen meliputi; perencanaan, analisis, desain, pengembangan, uji coba dan implementasi, evaluasi dan upgrade. Sedangkan fase application coding meliputi; identifikasi kebutuhan dasar sebuah aplikasi, pengembangan inisial prototype, review ulang prototype, revisi dan peningkatan fungsi prototype.

3.Keuntungan yang diperoleh perawat dengan menerapkan manajemen sistem informasi dalam asuhan keperawatan, diantaranya; penghematan biaya dari penggunaan kertas untuk pencatatan, penghematan ruangan karena tidak dibutuhkan tempat yang besar dalam penyimpanan arsip, penyimpanan data pasien menjadi lebih lama, pendokumentasian keperawatan berbasis komputer yang dirancang dengan baik akan mendukung otonomi yang dapat dipertanggung jawabkan, membantu dalam mencari informasi yang cepat sehingga dapat membantu pengambilan keputusan secara cepat, meningkatkan produktivitas kerja, dan mengurangi kesalahan dalam menginterpretasikan pencatatan.
"


21. Yuliartiningsih

pada : 14 July 2017

"1.Kuliah penerapan manajemen system informasi pelayanan keperawatan sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa. Menambah juga pengetahuan yang dapat kami aplikasikan di tempat kami bekerja dan dengan manajemen system informasi ini dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, komunikasi antar pemberi layanan kesehatan secara terintregasi. Sehingga asuhan yang diberikan dapat mempercepat kesembuhan pasien.
Manajemen system informasi dapat diterapkan pada asuhan keperawatan.
System informasi manajemen keperawatan pada area :
a.Standar Asuhan Keperawatan
b.SPO
c.Discharge planning
d.Jadwal dinasperawat
e.Penghitungan angka kredit perawat
f. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak
g.Daftar NIC
h.Laporan implementasi
i.Laporan statistik
j.Resume perawatan
k.Daftar SAK
l.persentasi kasus on line
m.Mengetahui jasa perawat
n.Monitoring tindakan perawat dan monitoring aktifitas perawat
o.Laporan shift
p.Monitoring pasien

2. Langka menerapkan konsep manajemen system informasi dalam asuhan keperawatan yaitu perencanaan, analisis, desain, kontruksi, implementasi dan pasca implementasi.

3.Keuntungan yang diperoleh perawat dengan menerapkan manajemen system informasi adalah meningkatkan kualitas dokumentasi, meningkatkan kualitas asuhan, meningkatkan produktifitas kerja, memudahkan komunikasi antara tim kesehatan, memudahkan dalam mengakses informasi, meningkatkan kepuasan kerja perawat, perawat memiliki waktu lebih banyak untuk melayani pasien, menurunkan Hospital Cost, menurunkan Lost of data and information, mencegah Redundancy (Kerangkapan Informasi).
"


22. SOLIHA

pada : 14 July 2017

"Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki dan menerapkan manajemen sistem informasi pada asuhan keperawatan. Salah satu contoh yang dapat diterapkan dalam manajemen informasi adalah sistem pendokumentasian asuhan keperawatan.  Proses pendokumentasian asuhan keperawatan saat ini sudah mulai menunjukkan perkembangan, dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Metode pendokumentasian tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen. Proses keperawatan mulai dari proses pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, menentukan intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan dapat dilakukan menggunakan kompterisasi.
Menurut saya, perawat mampu menerapkan konsep manajemen system informasi dalam asuhan keperawatan. Banyak manfaat yang didapatkan dalam penggunaan system informasi. Manfaat tersebut tidak hanya mengurangi kesalahan dan meningkatkan kecepatan serta keakuratan dalam perawatan, tetapi tetapi juga menurunkan biaya kesehatan dengan koordinasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Yang perlu dipersiapkan antara lain : Hard ware, Soft Ware, Brain ware dan skill
Sistem informasi manajemen asuhan keperawatan mempunyai banyak keuntungan jika dilihat dari segi efisien dan produktivitas. Beberapa keuntungan menggunakan sistem informasi manajemen keperawatan adalah  meningkatkan kualitas dokumentasi, meningkatkan kualitas asuhan, meningkatkan produktifitas kerja, memudahkan komunikasi antara tim kesehatan, memudahkan dalam mengakses informasi, meningkatkan kepuasan kerja perawat, perawat memiliki waktu lebih banyak untuk melayani pasien, menurunkan Hospital Cost, menurunkan Lost of data and information, mencegah Redundancy (Kerangkapan Informasi).
"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

437558