Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Resume Kuliah Jiwa 2 AJ-2
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 25 August 2017
kategori : Keperawatan Jiwa - 76 komentar

Setelah mengikuti perkuliahan, tuliskan resume atau umpan balik Anda disini...

terimakasih.



76 Komentar

1. HASANUDIN

pada : 27 August 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi jiwa
• Kesadaran, afek, dan emosi, psikomotor
• Proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian, dll

Cara mengukur kesadaran orang dengan gangguan jiwa berbeda dengan mengukur orang yang sakit pada umumnya, kesadaran kualitatif :
1. Sangat meningkat (agresif), jika segera dibawa ke rumah sakit jiwa kemungkinan bisa sembuh
2. Irreteble : kadang naik, kadang turun atau tidak menentu
3. Sangat menurun (isolasi diri), jika dibawa ke rumah sakit jiwa 30% hanya bisa sembuh

Berbagai alternative terapibagi penderita gangguan jiwa, antara lain :
1. Psikofarmakologi
Penanganan penderita gangguan jiwa dengan cara ini adalah dengan memberikan terapi obat-obatan yang akan ditujukan pada gangguan fungsi neuro-transmitter sehingga gejala-gejala klinis tadi dapat dihilangkan.
2. Psikoterapi
Psikoterapi ini bermacam-macam bentuknya antara lain psikoterapi suportif dimaksudkan untuk memberikan dorongan, semangat dan motivasi agar penderita tidak merasa putus asa dan semangat juangnya, psikologi kognitif, dimaksudkan untuk memulihkan kembali fungsi kognitif (daya pikir dan daya ingat) rasional sehingga penderita mampu membedakan nilai- nilai moral etika. Psikoterapi perilaku dimaksudkan untuk memulihkan gangguan perilaku yang terganggu menjadi perilaku yang mampu menyesuaikan diri, psikoterapi keluarga dimaksudkan untuk memulihkan penderita dan keluarganya (Maramis, 1990)

3. Terapi Psikososial
Dengan terapi ini dimaksudkan penderita agar mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri, mampu mandiri tidak tergantung pada orang lain sehingga tidak menjadi beban keluarga. Penderita selama menjalani terapi psikososial ini hendaknya masih tetap mengkonsumsi obat psikofarmaka( Hawari, 2007).
4. Rehabilitasi
Program rehabilitasi penting dilakukan sebagi persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat. Program ini biasanya dilakukan di lembaga (institusi) rehabilitasi misalnya di suatu rumah sakit jiwa. Dalam program rehabilitasi dilakukan berbagai kegiatan antara lain; dengan terapi kelompok yang bertujuan membebaskan penderita dari stress dan dapat membantu agar dapat mengerti jelas sebab dari kesukaran dan membantu terbentuknya mekanisme pembelaan yang lebih baik dan dapt diterima oleh keluarga dan masyarakat, menjalankan ibadah keagamaan bersama, kegiatan kesenian, terapi fisik berupa olah raga, keterampilan, berbagai macam kursus, bercocok tanam, rekreasi.

Perlu diketahui bawasannya terapi tempeleng adakalanya efektif untuk klien namun saat ini terapi tempeleng tidak diperbolehkan lagi digunakan, karena penderita gangguan jiwa memiliki hak yang sama dengan manusia pada umumnya.
Jika penderita gangguan jiwa mengamuk dan agresif, tindakan yang kita lakukan pertama kali adalah melakukan restrain dan komunikasi terapeutik, jika pasien tidak mengamuk lagi maka restrain dapat kita lepas sesuai dengan komitmen antara perawat dan pasien jiwa.
"


2. HASANUDIN

pada : 27 August 2017

"TREND AND ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat.

Beban penyakit atau burden of disease penyakit jiwa di Tanah Air masih cukup besar. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti schizophrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.

Berdasarkan jumlah tersebut, ternyata 14,3% di antaranya atau sekira 57.000 orang pernah atau sedang dipasung. Angka pemasungan di pedesaan adalah sebesar 18,2%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka di perkotaan, yaitu sebesar 10,7%
Upaya promotif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a. Mempertahankan dan meningkatkan derajat Kesehatan Jiwa masyarakat secara optimal;
b. Menghilangkan stigma, diskriminasi, pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat;
c. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa; dan
d. Meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa
Upaya preventif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a. Mencegah terjadinya masalah kejiwaan;
b. Mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa;
c. Mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan; dan/atau
d. Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial.

Upaya rehabilitatif Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan Kesehatan Jiwa yang ditujukan untuk:
a. Mencegah atau mengendalikan disabilitas;
b. Memulihkan fungsi sosial;
c. Memulihkan fungsi okupasional; dan
d. Mempersiapkan dan memberi kemampuan odgj agar mandiri di masyarakat.

Upaya promotif dan prefentif keswa :
• Pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko
• Terintregasi dalam tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS
1. CRADLE : Sejak dalam ayunan
Jika orang tua tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI bayi 80-150 ml dalam sekali minum. Di bulan pertama, bayi akan menyusu 8 hingga 12 kali sehari atau tiap 1,5 jam sampai 3 jam, maka bayi akan mengalami stress dan merasa tidak diperhatikan ketika hidup di dunia ini dan hal itu akan berdampak pada saat dia dewasa dan mempengaruhi kondisi jiwa nya.
2. CONCEPTION : dari pembuahan sampai kehamilan
Jika pada masa ini ibu tidak diperhatikan oleh suami dan keluarganya makan akan berdampak stress pada ibu dan juga akan berdampak pula pada janin yang dikandungnya, selain itu jika kebutuhan gizi ibu kurang maka akan menghambat pertumbuhan janin sehingga anak yang dikandungnya mengalami pertumbuhna yang tidak optimal, biasanya pada kehamilan trimester pertama ibu akan mengalami mual dan muntah, namun ibu harus tetap mengkonsumsi makanan agar janin yang dikandungnya dapat tumbuh dengan optimal dan mendapatkan gizi sesuai dengan kebutuhannya.
3. Pre-Married : Dari Sebelum menikah
Konseling pra nikah sangat bermanfaat bagi pasangan usia subur yang hendak melakukan pernikahan, karena pada masa konseling ini mereka dapat merencanakan pernikahan dan kehidupan selama menjalani rumah tangga, sehingga ketika mereka hidup sebagai keluarga mereka akan lebih siap menjalaninya daripada orang yang tidak melakukan konseling pra nikah.
"


3. Maria Yasintha Seran

pada : 27 August 2017

"Jiwa adalah Unsur manusia yang bersifat non-materi dan fungsi serta manifestasinya terkait pada mater. Gangguan jiwa ada gangguan jiwa berat,Gangguan mental emosional. Estimasi gangguan jiwa berat secara Nasional:1,7/1000...manifestasi jiwa: kesadaran,afek dan emosi,psikomotor,proses berpikir,persepsi dan sifat-sifat kepribadian dan lain-lain.Dan penyebab Gangguan jiwa yakni:psikoanalisa,interpersonal,sosial,eksistensi,supportif,komunikasi,perilaku,Medik,stress adaptasi. keperawatan jiwa adalah: suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku,yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Peran perawat dalam pemberi psiko-farmasi/ECT,Comunity dan family based approach.Ada terapi untuk pasien jiwa yaitu terapi aktivitas kelompok. Alternatif terapi:Somato Terapi yaitu:Farmako terapi,ECG,Pembedahan. psikoterapi:Suportif,Genetik dinamik Dan Manipulasi lingkungan Sosio terapi."


4. MARIA FLORENTINA MOI

pada : 27 August 2017

"TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA
Di Negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia,kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%,hal ini berarti "


5. ChoirinaNA

pada : 28 August 2017

"Setelah mendengar penjelasan kemarin dari bapak pada pertemuan kedua lalu, saya ingin bertanya pak.
Saya mempunyai tetangga, Tn I & Ny It dan ayahnya Tn Z. Tn I dan Ny It mempunyai 3 anak, anak pertama laki-laki, ke 2 perempuan & yg terakhir laki-laki. Sejak anak pertama lahir sampai sekarang sudah SD. Si anak selalu diasuh dengan cara dibentak-bentak, mulai dari ibunya, ayahnya, sampai kakeknyapun juga sering membentak-bentak. Itu terjadi dari anak pertama sampai anak ke tiga. Dan yang terjadi sekarang anak yg ketiga kurang lebih berusia 3-4 th belum bisa lancar berbicara dg lancar.
Padahal sudah diingatkan oleh tetangganya, kalau tidak baik mengasuh dengan cara seperti itu. Tetapi mereka tidak menggubris dan terjadi terus menerus sampai sekarang.
Pertanyaan saya:
1. Harus bagaimana lagi cara tetangga atau tenaga kesehatan setempat mengingatkan keluarga tsb agar tidak mendidik seperti itu? Atau harus dibiarkan saja dg keadaan semacam itu?
2. Apakah si anak akan mengalami gangguan pada mentalnya? Dan bagaimana cara tenaga kesehatan menyelamatkan anak tsb dari gangguan pada psikisnya?"


6. Maria fatima koa

pada : 28 August 2017

"Tren and issue keperawatan jiwa...
Kesehatan jiwa dimulai dari masa konsepsi.banyak penelitian adanya masalah didalam kandungan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang dimasa yang akan datang...
Fokus kesehatan jiwa bukan menangani orang sakit,melainkan pada peningkatan kualitas hidup dan kemampuan fungsi sosial paradigma sehat depkes,lebih menekankan upaya proaktif untuk pencegahan daripada menunggu di RS,orientasi upaya kesehatan jiwa lebih pada pencegahan(preventif),dan promotif.penanganan kesehatan jiwa bergeser dari hospital base menjadi community base.dukungan keluarga sangat penting dalam penyembuhan.batasan sembuh untuk orang yang mengalami gangguan jiwa adalah jika dia dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari.dan juga untuk kesembuhan tergantung deteksi dini.
-33% sembuh total
-33%sembuh sosial
-33%penghuni total"


7. Maria Yasintha Seran

pada : 28 August 2017

"''TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA'' Masalah kesehatan jiwa adalah: masalah kesehatan yang mendapat perhatian dari lintas sektor pemerintah baik yang di tingkat pusat maupun di daerah serta perhatian dari masyarakat. Penyakit jiwa di Indonesia cukup besar.Menurut hasil Riset kesehatan Dasar tahun 2013,menunjukan bahwa. Prevalensi gangguan mental emosional di tunjukan dengan gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun keatas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan gangguan jiwa berat seperti Skizofernia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.14,3% atau sekitar 57.000 orang perna atau sedang di pasung.angka pasung di pedesaan adalah: sebesar 18,2%. Ini lebih meningkat di bandingkan di daerah perkotaan sebanyak 10,7%. Upaya promotif kesehatan jiwa ditujukan:untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat jiwa masyarakat secara optimal, menghilangkan stigma,diskriminasi pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat,meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan jiwa,meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan jiwa.Upaya preventif kesehatan jiwa ditujukan untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan,mencegah kambuhnya. Gangguan jiwa,mengurangi faktor resiko gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan,mencegah timbulnya dampak masalah psikososial. Upaya rehabilitasi kesehatan jiwa merupakan kegiatan pelayanan kesehatan jiwa yang ditujukan untuk mencegah atau mengendalikan disabilitas, memulihkan funsi sosial,memulihkan fungsi Okupasional dan mempersiapkan serta memberi kemampuan ODGJ agar mandiri di masyarakat. Gradle: Sejak dalam Ayunan, Conception dari pembuahan sampai kehamilan,dari sebelum menikah. Upaya promotif dan preventif keswa yaitu:Pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko dan terintegrasi dalam tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS."


8. Maria Yasintha Seran

pada : 28 August 2017

"''TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA'' Masalah kesehatan jiwa adalah: masalah kesehatan yang mendapat perhatian dari lintas sektor pemerintah baik yang di tingkat pusat maupun di daerah serta perhatian dari masyarakat. Penyakit jiwa di Indonesia cukup besar.Menurut hasil Riset kesehatan Dasar tahun 2013,menunjukan bahwa. Prevalensi gangguan mental emosional di tunjukan dengan gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun keatas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan gangguan jiwa berat seperti Skizofernia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.14,3% atau sekitar 57.000 orang perna atau sedang di pasung.angka pasung di pedesaan adalah: sebesar 18,2%. Ini lebih meningkat di bandingkan di daerah perkotaan sebanyak 10,7%. Upaya promotif kesehatan jiwa ditujukan:untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat jiwa masyarakat secara optimal, menghilangkan stigma,diskriminasi pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat,meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan jiwa,meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan jiwa.Upaya preventif kesehatan jiwa ditujukan untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan,mencegah kambuhnya. Gangguan jiwa,mengurangi faktor resiko gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan,mencegah timbulnya dampak masalah psikososial. Upaya rehabilitasi kesehatan jiwa merupakan kegiatan pelayanan kesehatan jiwa yang ditujukan untuk mencegah atau mengendalikan disabilitas, memulihkan funsi sosial,memulihkan fungsi Okupasional dan mempersiapkan serta memberi kemampuan ODGJ agar mandiri di masyarakat. Gradle: Sejak dalam Ayunan, Conception dari pembuahan sampai kehamilan,dari sebelum menikah. Upaya promotif dan preventif keswa yaitu:Pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko dan terintegrasi dalam tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS."


9. Maria Yasintha Seran

pada : 28 August 2017

"''TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA'' Masalah kesehatan jiwa adalah: masalah kesehatan yang mendapat perhatian dari lintas sektor pemerintah baik yang di tingkat pusat maupun di daerah serta perhatian dari masyarakat. Penyakit jiwa di Indonesia cukup besar.Menurut hasil Riset kesehatan Dasar tahun 2013,menunjukan bahwa. Prevalensi gangguan mental emosional di tunjukan dengan gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun keatas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan gangguan jiwa berat seperti Skizofernia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.14,3% atau sekitar 57.000 orang perna atau sedang di pasung.angka pasung di pedesaan adalah: sebesar 18,2%. Ini lebih meningkat di bandingkan di daerah perkotaan sebanyak 10,7%. Upaya promotif kesehatan jiwa ditujukan:untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat jiwa masyarakat secara optimal, menghilangkan stigma,diskriminasi pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat,meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan jiwa,meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan jiwa.Upaya preventif kesehatan jiwa ditujukan untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan,mencegah kambuhnya. Gangguan jiwa,mengurangi faktor resiko gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan,mencegah timbulnya dampak masalah psikososial. Upaya rehabilitasi kesehatan jiwa merupakan kegiatan pelayanan kesehatan jiwa yang ditujukan untuk mencegah atau mengendalikan disabilitas, memulihkan funsi sosial,memulihkan fungsi Okupasional dan mempersiapkan serta memberi kemampuan ODGJ agar mandiri di masyarakat. Gradle: Sejak dalam Ayunan, Conception dari pembuahan sampai kehamilan,dari sebelum menikah. Upaya promotif dan preventif keswa yaitu:Pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko dan terintegrasi dalam tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS."


10. nova anika

pada : 28 August 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi

Manifestasi jiwa : kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berfikir, persepsi dan sifat kepribadian

jika terjadi gangguan jiwa maka, kualitas hidup terganggu, kualitas kerja terganggu dan produktifitas terganggu

penyebab gangguan jiwa : psikoanalisa, interpersonal, social, eksistensial, supportif, komunikasi,perilaku, medik, stress adaptasi

Keperawatan jiwa : suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan yang merupakan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya

alternative terapi : terapi modalitas, pemberian psikofarmaka/ECT, terapi aktifitas kelompok, pelayanan rehabilitasi, terapi music/rekreasi, community and family based approach,

peristiwa pemasungan dan pengasingan pada klien dengan kronik skizofrenia pernah menghebohkan dunia, hingga masuk ke beberapa pemberitaan internasional tetapi saat ini perawat jiwa di Indonesia sudah berupaya mengubah stigma tersebut.

UU tentang keperawatan jiwa no. 18 tahun 2014 memiliki visi Indonesia bebas pasung 2014

kesimpulan upaya kesehatan jiwa : dimulai dari ayunan hingga akhir hayat, dari perencanaan kehamilan hingga khir hayat dan sejak pra nikah hingga akhir hayat.
"


11. MAS SONIA NABEELA SALHAMI

pada : 28 August 2017

""KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi jiwa
• Kesadaran, afek, dan emosi, psikomotor
• Proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian, dll

penyebab gangguan jiwa diliat dari berbagai model
psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik, stress adaptasi

keperawatan Jiwa
suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi padanfungsi yang terintergrasi

alternativ terapi yaitu pemberian psiko-farmaka/ECT, terapi aktivitas kelompok, rehabilitasi, terapi musik/rekreasi, community & family based approach

tetapi pada kenyataannya di Indonesia orang dengan penyakit gangguan jiwa biasanya tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa melainkan dipasung dirumahnya di sembunyikan karena dianggap aib oleh keluarganya contoh pasungan di Indonesia adaalh resdtrain ( diikat baik menggunakan tali atau rantai pada kedua tangan atau kaki atau keduanya), seclusion ( pengasingan ) atau gabungan dari restrain dan seclusion. disinilah tugas kita sebagai perawat atau tenaga kesehatan yang berperan sebagai edukator dan advokator seharusnya bisa membantu para klien yang menderita ini dengan melakukan pendekaatn dan diskusi bersama keluarga klien yang menderita gangguan jiwa
"


12. MAS SONIA NABEELA SALHAMI

pada : 28 August 2017

"TREND AND ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
"Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat.

Beban penyakit atau burden of disease penyakit jiwa di Tanah Air masih cukup besar.
Upaya promotif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a. Mempertahankan dan meningkatkan derajat Kesehatan Jiwa masyarakat secara optimal;
b. Menghilangkan stigma, diskriminasi, pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat;
c. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa; dan
d. Meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa
Upaya preventif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a. Mencegah terjadinya masalah kejiwaan;
b. Mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa;
c. Mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan; dan/atau
d. Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial.

Upaya rehabilitatif Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan Kesehatan Jiwa yang ditujukan untuk:
a. Mencegah atau mengendalikan disabilitas;
b. Memulihkan fungsi sosial;
c. Memulihkan fungsi okupasional; dan
d. Mempersiapkan dan memberi kemampuan odgj agar mandiri di masyarakat.

dan setelah melihat penjelasan diatas tugas kita adalah bagaimana kita bisa banyak mewujudkan tujuan itu dan mengaplikasikannya dalam kegiatan kita dalam merawat klien dengan gangguan jiwa, terutama bagi perawat specialis jiwa sendiri
"


13. Maria Evarista Sugo

pada : 28 August 2017

"Konsep Asuhan Keperawatan Jiwa
Jiwa adalah:unsur manusia yang bersifat non materi,tetapi fungsi dan manifestasinya,terkait pada materi.

Manifestasi Jiwa
kesdaran,afek dan emosi,psikomotor,
proses berpikir,persepsi ddan sifat-sifat dan keprbadian.
jiwa di ukur dalam bentuk kualitatif,yaitu,kesehatan meningkat,dan kesehatan menurun.
Respon yang berlebihan terhadap stresor,yang sangat sederhana itulah'manifestasi jiwa.

Ciri-ciri gangguan jiwa ada 2 yaitu
1.sangat agresif
2.sangat menarik diri.
Data obyektif,
gangguan jiwa,yaitu,sering mengamuk,di pasung warga selama 6 tahun,

Gangguan jiwa ada 2 kelompok
1.gangguan jiwa berat
2.gangguan mental emosional.

Penyebab Gangguan Jiwa
1.Psikoanalisa
2.Interpersonal
3.Eksistensil
4.sosial
5.suportif
6.komunikasi
7.Medik
8.perilaku
9.stres adaptasi.
jadi kesipulan gangguan jiwa adalah;suatu proses interpersonalyang berupaya meningkatkan,dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusipada fungsi yang terintegrasi.

Pertemuan 2

tanggal 24-08-2017.

TREND DAN ISSU KEPERAWATAN JIWA.
Di negara berkembang rendah,,dan menengah,termasuk Indonesia,
kesenjangan gangguan jiwa mencapai"


14. nova anika

pada : 28 August 2017

"TREND AND ISSUE KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

kesehatan jiwa merupakan masalah yang sangat membutuhkan perhatian sungguh sungguh dari peerintah lintas sector dan masyarakat pada umumnya.

upaya peningkatan kesehatan jiwa terdiri dari upaya promotif, preventif dan rehabilitative.

upaya preventif masalah gangguan jiwa dapat dilakukan sejak pre-merried,konsepsi kehamilan, hingga crudle(diayunan). "


15. FRIDA RACHMADIANTI

pada : 29 August 2017

"Resume Materi 1: Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berpikir persepsi & sifat-sifat kepribadian dll. Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, suportif, komunikasi, perilaku, medik, dan stress adaptasi. Pada penderita gangguan kesehatan jiwa sering mengalami peningkatan respon secara berlebihan terhadap stressor oleh karena itu hal tersebut menjadi ciri khas dari gangguan kesehatan jiwa. Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Alternatif terapi yang dapat dilakukan pada gangguan kesehatan jiwa yaitu terapi modalitas antara lain yaitu terapi somatik, psikoterapi, manipulasi lingkungan dan sosio terapi.

Resume Materi 2 : Trend dan Issue dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa
Masyarakat saat ini banyak yang memiliki pandangan buruk terhadap gangguan kesehatan jiwa, sehingga mereka memberikan perlakuan buruk pada orang dengan gangguan jiwa seperti mentelantarkan, pasung, restrain, dsb. Hal ini perlu perhatian khusus agar tidak terciptanya suatu stigma of mental illness yang berkepanjangan. Sehingga diperlukan adanya peningkatan gangguan kesehatan jiwa yaitu upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Dari upaya-upaya tersebut diharapkan terjadi peningkatan kesehatan pada orang dengan gangguan kesehatan jiwa. Namun ada beberapa upaya peningkatan kesehatan yang sangat penting yaitu: start from crudle till the grave, start from conception till the grave and start from pre married till the grave."
"


16. Melan Apriaty Simbolon

pada : 29 August 2017

""TREN DAN ISUE KEPERAWATAN JIWA"
» WHO Resulation on Mental Health
-masalah jiwa yaitu karena keluarga
-memberi apropriate priority and streaming to mental

» Masalah kesehatan jiwa Nasional (hasil riset
Kes Dasar 2007)
-sehat jiwa (mentally healthy)
-mental emosional (mental emosional
problem)
- gang. Jiwa (severe mental disorder)

» ISUE Seputar pelayanan keperawatan jiwa
-masih kurang _ riset kurang
- perawat kurang pendidikan, license belum
ada
- peran perawat indonesia tidak jelas

» TREND bunuh diri pada anak & remaja: percobaan bunuh diri, bunuh diri semakin hari meningkat alasanya beragam yaitu asmara, pekerjaan, ekonomi dll.

» Masalah Ekonomi dan Kemiskinan
Pengangguran > terpuruk>daya beli lemah > pendidikan rendah, lingkungan buruk, kurang gizi, mudah teragitasi kekebalan menurun dan infrastruktur rendah > Gangguan jiwa meningkat

»Treatment Gap, kesenjangan pengobatan masalah keswa sangat besar, jawa barat (Indonesia) tertinggi pengobatan gangguan jiwa mencaoai >90% ,hal ini berarti 10% org diobati/terapinya di fasilitas kesehatan."


17. ida berliana

pada : 29 August 2017

"Resume Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasi terkait pada materi. Manifestasi jiwa yaitu: Kesadaran, afek, emosi, psikomotor, Proses berfikir,persepsi,sifat-sifat kepribadian dll.
Cara mengukur kesadaran pada pasien jiwa yaitu dengan kualitatif, bukan dengan GCS (kuantitatif).Bila kesadaran menurun di tandai dg menarik diri. Bila kesadaran meningkat ditandai prilaku yang agresif dengan respon berlebihan pada stressor yg sangat sedikit.
Gangguan jiwa menurut riskesda 2013: Gangguan jiwa berat (Psikchosis) dan Gangguan mental emosional (tidakpernahterdiagnosa).
*Penyebab Gg jiwaberat: stress adaptasi , NAPZA, Kesenjangan antara harapan dan kenyataan dll, dimana kesemuanya tidak bisa diatasi dg baik/ koping yg negative.
*Pada GME akan berakibat Kualitas hidup terganggu, kualitas kerja terganggu, dan produktifitas terganggu.
Penyebab gangguan jiwa jika dilihat dari beberapa factor meliputi:
• Psikoanalisa
• Interpersonal
• Sosial
• Supportif
• Komunikasi
• Perilaku
• Medik
• Stress adaptasi
Dengan berbagai Gangguan jiwa maka diperlukan Keperawatan jiwa yaitu suatu proses interpersonal lyang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang berkontribusi pada fungsi yang terintegrasi atau suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan yang menerapkan teori prilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.
Ada beberapa terapi dalam kep.jiwa : Terapi Modalitas yang mencakupb 3 aspek dalam manusia:
• Somatoterapi: Farmakoterapi, ECT, Pembedahan (badan)
• Psikoterapi: Supportifdan genetic dinamik (jiwa)
• Manipulasilingkungandansosioterapi (lingkungan)

Jenis terapi modalitas :
• Terapi individual
• Terapi keluarga
• Terapi lingkungan
• Terapi kelompok
• Terapi biologi
• Terapi perilaku
• Terapi kognitif
• Terapi bermain

Jenis – jenis dari stoks (pembatasanaktivitasdari ODGJ)
• Restrain
• Seklusi
• Restrain + seklusi
Kesimpulan upaya kesehatan jiwa yaitu dengan dimulai dari berkumpul hingga kematian, di mulai dari konsepsi hingga kematian, dimulai dari sebelum pernikahan hingga kematian.


Selamat malam Bapak, ada yang ingin saya tanyakan, pasien dg masalah menarik diri sekarang kondisi sudah mulai membaik dalam arti bisa diajak komunikasi dan terjadi perdebatan yang lumayan seru(px. Nyambung dalam topic pembicaraan) dg perawat krn argument pasien bagus namun keesokan harinya tiba-tiba pasien mengamuk, dari kejadian itu apakah disebabkan krn perdebatan kemarin, apakah asuhan kep. Perawat yang salah, bagaimana agar pasien jadi lebih baik? Terapi apa yang cocok untuk pasien tersebut? Terimakasih



"


18. ida berliana

pada : 29 August 2017

"Resume Trend & Issue DalamKeperawatan Jiwa

Konggres United Nation of General Assembly (2011) menyebutkan bahwa Alzheimers merupukan gangguan mental dan neurological yang memberikan kontribusi besar. Sementara itu, WHO Resolution on Mental Health (2012) mendesak anggota untuk:
- Mengembangkan kebijakan komprehensif dan strategi dengan promosi kesehatan, pencegahan, deteksi dini, perawatan, dukungan, penatalaksanaan dan recovery dari ODGJ.
- Memberikan prioritas yang sesuai dan merapikan kesehatan jiwa serta mengalokasikan sumber yang sesuai.
Di Negara berkembang termasuk Indonesia kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90% → hal ini berarti "


19. Melan Apriaty Simbolon

pada : 29 August 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
» Keperawatan jiwa ialah suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku sbg ilmunya, dan penggunaan diri secara terapautik sbg kiatnya
» manifestasi gangguan jiwa ialah kesadaran meningkat, orang berespon terhadap orang lain berlebihan.
» Gangguan Jiwa di Indonesia
- Gg Jiwa berat (Phychosis)
- Gg Mental emosional, dan diagnosa tidak
bisa terdeteksi
»Penyebab Gangguan Jiwa
Psikoanalis, interpersonal,sosial, eksistensial, suportif, komunikasi,perilaku, medis, stress adaptasi
» Macam-Macam Terapi Kesahatan Jiwa
a. Terapi Modalitas
- Samato Tx : Farmakoterapi ECT,
pembedahan
- Psikoterapi : Suportif, Genetic dinamik
-Manipulasi lingkungan & sosioterapi
b. Terapi Aktivitas kelompok
c. Pelayanan Rehabilitas
d. Terapi musik dan rekreasi
» Type of stocks :Restrain, Seclusion, Restrain + Seclusion

"


20. Yeane Fiorola Ire

pada : 29 August 2017

"Trend and Issue dalam keperawatan kesehatan jiwa.
29 agustus 2017.
trend and issue dalam keperawatan jiwa meliputi; situasi kesehatan jiwa global dan regional,kebijakan dan kesenjangan,komitmen dan sinkronisasi,peran perawat.
SITUASI KESEHATAN JIWA GLOBAL REGIONAL DAN NANSIONAL;
political declaration of high level meeting of the general assembly on the prevention and control of non communicable diseases.
Mengenali jiwa dan gangguan persarafan
termasuk Penyakit Alzeimer merupakan penyebab utama dari angka kesakitan dan menyumbang beban penyakit tidak menular sedunia.
RESOLUSI WHO UNTUK KESEHATAN JIWA
Mendesak negara anggota untuk;
Mengembangkan kebijakan komperhensif dan strategi yang berkaitan dengan kesehatan jiwa,pencegahan gangguan jiwa,identifikasi dini,care,support, pengobatan,dan pemulihan orang dengan gangguan jiwa.
Memberikan sesuai prioritas dan mengefisienkan kesehatan jiwa, dan mengalokasikan sesuai riset.
Di negara rendah dan berkembang termasuk Indonesia,kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai lebih dari 90% ,hal ini berarti ,"


21. Dinda Berlian Primadiana

pada : 29 August 2017

"“KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA” (Materi 1)

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa yaitu kesadaran, afek & emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, sifat-sifat kepribadian, dll.
Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh:
-Psikoanalisa
-Interpersonal
-Sosial
-Eksistensial
-Supportif
-Komunikasi
-Perilaku
-Medik
-Stress adaptasi
Keperawatan jiwa adalah:
-suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.
-Suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.
Berbagai alternatif terapi dapat diterapkan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) antara lain: somato terapi, psikoterapi, manipulasi lingkungan dan sosio terapi.
Masyarakat Indonesia masih kurang akan informasi tentang kesehatan jiwa, disamping itu minimnya akses dan fasilitas kesehatan jiwa menyebabkan masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menggunakan pasung atau seclusion (pengasingan) sebagai treatment ODGJ.

“TREND & ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA” (MATERI 2)

Kesenjangan pengobatan masalah kesehatan jiwa di Indonesia mencapai >90%. Hal ini berarti "


22. Achmad Tirmidzi

pada : 30 August 2017

"1. Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Keperawatan jiwa adalah bidang ilmu keperawatan yang memiliki manefestasi klinik yang khas, yaitu semu. Berbeda dengan bidang keilmuan lain seperti KMB, Critical care, maternitas, dll yang memiliki manefestasi yang jelas.
Oleh karena itu, dalam keperawatan jiwa untuk menilai suatu kesadaran pasien dapat di ukur dengan penilaian kualitatif.
Kesadaran kualitatif di bagi menjadi dua yaitu,
a) Kesadaran hight
Di tandai dengan respon pasien berlebih terhadap suatu stresor, bahkan stresor yang sangat minim. selain itu, pasien biasanya bersifat agresif. pasien yang demekian tersebut akan lebih mudah untuk sembuh
b) Kesadaran menurun
Merupakan pasien yang cenderung menarik diri, dan biasanya pasiean dengan tipe kesadaran seperti ini akan lebih sulit dari pada tipe kesadaran yang pertama.

Epidimologi
Gangguan jiwa pada yang terjadi di Indonesia masih tinggi, dan DIY merupakan daerah dengan gangguan jiwa tertinggi di Indonesia.
Sedangkan kejadian gangguan jiwa di Jawa Timur sebesar 0.22% X Jumlah total penduduk jawa timur.

Etiologi
- Psikoanalisa
- Interpersonal
- Sosia
- Eksistensi
- Supportif
- Komuniakasi
- Perilaku
- Stress

Alternatif Terapi
- Terapi Modalitas
- Terapi Psiko-farmaka
- Terapi Aktivitas Kelompok
Tindakan terhadap pasien Skizofrenia di Indonesia adalah:
- Restrain
- Diasingkan
- Restrain + Pengasingan

Satu-satunya terapi dan tindakan gangguan jiwa yang paling efektif adalah terapi yang menyesuaikan dengan kondisi pasien itu sendiri."


23. Achmad Tirmidzi

pada : 30 August 2017

"Trend dan Isue dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa

Situasi gangguan jiwa di kancah dunia maupun nasional masih mengenaskan.
Di indonesia terdapat 56.000 orang di pasung hanya dikarenakan minimnya informasi dan akses fasilitas kesehatan jiwa.
indikator seorang pasien dapat di katan sembuh adalah ketika pasien dapat melaksanakan aktifitas sebagaimana normalnya mulai bangun tidur sampai tidur lagi (Daily activity).
Sembuh dapat di bagi menjadi 3, yaitu:
- Sembuh total (33%)
- Sembuh Sosial (33%)
- Penghuni tetap (33%)

Upaya preventif dan deteksi dini dalam gangguan jiwa dapat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien.
a) Teori statr form crudle
merupakan teori yang menjelaskan bahwa gangguan psikososial dimulai dari usia 0-18 bulan (masa oral). Dalam rentan waktu tersebut salah satu yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan jiwa, adalah sifat delay orang tua saat keluhan (tangisan) pertama bayi. Sifat tersebut akan terekspresikan pada usia 12 - 45 tahun.
b) Teori Start form Conception
Merupakn teori yang menjelaskan begitu pengaruhnya persiapan-persiapan pasangan halal usia subur untuk merencakan kehamilan.
c) Teori Start from pre married
Persiapan dalam memilih pasangan, terutama dalam riwayat keluarga"


24. yani arnoldus toulasik

pada : 30 August 2017

"pada 30 agustus 2017
“Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa”
Jiwa adalah Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi
Manifestasi Jiwa:
• Kesadaran, afek dan emosi, psikomotor,
• Proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian, dll.
Penyebab Gangguan Jiwa:
• Psikoanalisa
• Interpersonal
• Sosial
• Eksistensial
• Supportif
• Komunikasi
• Perilaku
• Medik
• Stress Adaptasi
Keperawatan jiwa adalah Suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunan diri secara terapeutik sebagai kiatnya
Berbagai Alternatif Terapi (TERAPI MODALITAS)
1. Farmako therapi
2. Psikoterapi
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi





"


25. yani arnoldus toulasik

pada : 30 August 2017

"pada 30 agustus 2017
“TREN DAN ISU DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA”
• Situasi kesehatan jiwa: global dan regional
• Kebijakan dan kesenjangan, komitmen, dan sinkronisasi, peran perawat
Dinegara berkembang rendah menengah termasuk indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa >90%. Hal ini berarti "


26. TAMARA REGINA VALLENTINA

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA (MATERI 1)
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa antara lain yaitu kesadaran, efektif dan emosi, psikomotor dan proses berfikir persepsi, dan sifat-sifat kepribadian, dll. Dalam pemeriksaan kesadaran ada perbedaan antara kasus fisk dan jiwa, di jiwa menggunakan pemeriksaan kesadaran secara kualitatif sedangkan GCS menggunakan pemeriksaan kesadaran secara kuantitatif. Ada kategori pemeriksaan kualitatif yaitu :
1.Sangat meningkat
2.Sangat menurun
3.Kadang naik kadang menurun
Gangguan jiwa tersebut disebakan antara lain : psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik dan stress adaptasi."


27. TAMARA REGINA VALLENTINA

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA (MATERI 2)
TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA
adalah masalah yang sedang hangat dibicarakan dan dianggap penting. Masalah tersebut dapat dianggap ancaman atau tantangan yang akan berdampak besar pada keperawatan jiwa baik dalam tatanan regional maupun global. Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa, diantaranya : trend kesehatan jiwa di mulai masa konsepsi, trend peningkatan masalah kesehatan jiwa di era global, globalisasi dan perubahan orientasi sehat, dan issue dalam pemberian pelayanan keperawatan jiwa. "


28. MIFTAKHUL JANAH

pada : 30 August 2017

"KONSEP DASAR
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


Definisi Jiwa
adalah Unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi Jiwa:
a) Kesadaran, afek & emosi, psikomotor
b) Proses berpikir, prestasi, & sifat-sifat kepribadian
Penyebab Gangguan Jiwa:
- Psikoanalisa - Interpersonal
- Sosial - Eksistensial
- Supportif - Komunikasi
- Perilaku - Medik
- Stress Adaptasi
Keperawatan Jiwa merupakan suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.
Situasi nasional gangguan jiwa di indonesia bahwa sebanyak 0.17% menderita gangguan jiwa berat (Psychosis) dan sebanyak 6% menderita gangguan mental emosional (RISKESDAS, 2013)
Alternatif Terapi untuk pasien gangguan jiwa:
1. Terapi Modalitas
2. Terapi Psikofarmaka / ECT
3. Terapi Aktivitas Kelompok
4. Pelayanan Rehabilitasi
5. Terapi musik/ Rekreasi
6. Pendekatan berbasis keluarga dan masyarakat
7. Terapi Tempeleng (dihapuskan karena tidak baik)
Menurut (RISKESDAS, 2013) Pasien yang mengalami gangguan jiwa berat dan di pasung ada sebanyak 14.3 %, Artinya ada 56.000 orang yang di pasung di indonesia.
Tipe pemasungan di Indonesia:
1. Pengikatan
2. Pengasingan
3. Pengikatan + Pengasingan
Stigma masyarakat Indonesia terhadap orang dengan gangguan jiwa sangat tinggi. Banyak orang yang membedakan serta memberikan label yang negatif pada ODGJ, mereka tidak menerima ODGJ untuk tinggal bersama di suatu wilayah.
Pemerintah menerbitkan UU Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Intinya, yaitu: reformasi kebijakan, keterlibatan sosial, merubah stigma, menghilangkan diskriminasi dan pencegahan pelanggaran HAM.
"


29. MIFTAKHUL JANAH

pada : 30 August 2017

"Trend & Issue
Dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa

Situasi nasional gangguan jiwa di indonesia bahwa sebanyak 0.17% menderita gangguan jiwa berat (psychosis) dan sebanyak 6% menderita gangguan mental emosional (RISKESDAS, 2013).
Masalah kesehatan jiwa yang menjadi persoalan besar di Indonesia adalah “PASUNG” dan “STIGMA”.
1. Pasung
Menurut (RISKESDAS, 2013) Pasien yang mengalami gangguan jiwa berat dan di pasung ada sebanyak 14.3 %, Artinya ada 56.000 orang yang di pasung di indonesia. Pasung adalah tindakan yang salah karena merupakan pendiskriminasian dan penelantaran terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
2. Stigma
Di Indonesia, masyarakat mengganggap ODGJ adalah orang yang tidak layak hidup dan tinggal bersama orang lain pada umumnya. Contohnya yaitu ketika di suatu wilayah masyarakat teretentu ada seseoarang yang mengalami gangguan jiwa dan di rawat di RSJ, kemudian setelah ia sembuh dan di kembalikan ke asalnya banyak orang yang tidak menerimanya. Padahal seseorang yang menderita gangguan jiwa dikatakan sembuh apabila ia dapat melalukan aktivitas sehari-hari secara mandiri (Activities Of Daily Living) dan tidak membahayakan oranglain serta lingkungannya lagi. Jika seseorang yang dikatakan sembuh tersebut tidak diterima oleh masyarakat dan tidak bisa berinteraksi dengan orang-orang dilingkungannya maka tidak menutup kemungkinan ia akan mengalami stress dan mengalami gangguan jiwa lagi.
Pemerintah menerbitkan UU Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Intinya, yaitu: reformasi kebijakan, keterlibatan sosial, merubah stigma, menghilangkan diskriminasi dan pencegahan pelanggaran HAM.
Stigmatisasi dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa harus dihapuskan. Empat Seruan Nasional Stop Stigma dan Diskriminasi terhadap ODGJ, yaitu:
1) Tidak melakukan stigmatisasi dan diskriminasi kepada siapapun juga dalam pelayanan kesehatan
2) Tidak melakukan penolakan atau menunjukkan keengganan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ODGJ
3) Senantiasa memberikan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan, baik akses pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi maupun reintegrasi ke masyarakat pasca perawatan di rumah sakit jiwa atau di panti sosial
4) Melakukan berbagai upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan, mencegah timbulnya dan kambuhnya gangguan jiwa, meminimalisasi faktor risiko masalah kesehatan jiwa, serta mencegah timbulnya dampak psikososial.
Untuk menyikapi masalah kesehatan jiwa di Indonesia, Pemerintah dan masyarakat harus melakukan Upaya Kesehatan Jiwa. Upaya Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat.
1. Upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa
Dimulai pada 1000 hari pertama kehidupan. Ini adalah saat yang sangat menentukan dimana karakteristik dan mental seseorang terbentuk. Perlu dilakukan tindakan promosi kesehatan agar pola asuh orangtua terhadap anak tidak keliru, dan dapat menjadikan ia siap untuk menjalani hidup selanjutnya.
2. Upaya Kuratif
Penyembuhan, pengurangan penderitaan dan pengendalian disabilitas.
3. Upaya Rehabilitatif
Pencegahan dan pengendalian disabilitas, pemulihan fungsi sosial dan mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat.
"


30. Lia Wahyu Utami

pada : 30 August 2017

"Trens dan issue dalam keperawatan jiwa
Dalam situasi kesehatan jiwa, regional, dan nasional. Gangguan jiwa diturunkan adalah dari perilaku diri atau pola perilaku dari seseorang individu itu adalah cara secara general
Menurut WHO bukan masalah pasien tapi, dari segi keluarga sebagai penyemangat dan pendukung kepribadian dari setiap individu dalam penyembuhan pasien dengan gangguan jiwa.
Terdapat 3 kelompok kesembuhan dari seorang individu yang mengalami gangguan jiwa yakni:
1. Sembuh secara total 33%
2. Sembuh non total 33%
3. sembuh di rumah sakit selamanya 33%
Masing masing individual tersebut bisa sembuh berdasarkan pola aktivitas masing masing dalam pemenuhan Aktivity Daily living "


31. Putri Dewi Suciningtyas

pada : 30 August 2017

"Jiwa 1
Konsep dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Jiwa : Merupakan unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi Jiwa : Kesadaran, afek dan emosi, psikososial, proses berpikir, persepsi dan sifat sifat kepribadian
Penyebab Gangguan Jiwa :
Psikoanalisa,interpersonal,sosial, Ekstensial, Supportif, Komunikasi, Perilaku, Medik, Stress adaptif
Keperawatan Jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkonstribusi pada fungsi yang terintegrasi
Ciri ciri Gangguan jiwa yang menonjol =
• Sangat perilaku kekerasan
• Sangat menarik diri
Stesor yang berlebihan akan meningkatkan gula darah
Orang yang gangguan jiwa inside di hati bukan masalah, undang undang yang mengatur kesehatan jiwa No 18 tahun 2014
Type Of Stock dibagi menjadi tiga
• Restrain
• Seclusion
• Restrain + Seclution

Jiwa2
Trand and Issue dalam Keperawatan Jiwa
Teori integritas teori genetic dan tabularasa dimana lingkungan mempengaruhui sifat. Teori Tidal Model. Jika 3 golongan gangguan jiwa 33% sembuh total ,33% sembuh sosial, 33% Pengguni total. Tujuan progam bebas pasung melalui :
1. Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
2. Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan dibidang kesehatan jiwa
3. Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas disetiap tingkat layanan masyarakat
4. Tersediaan skema pembiyaan yang memadai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah
5. Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sector
Orang dengan maslaah kejiwaan : orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa
Orang Dengan Gangguan Jiwa : seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan perubahan perilaku yang bermakna
Tujuan promotif :
1. Memperthankan dan meningkatkan derajat keswasmas secara optimal
2. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap KESWA
Sasaran : Keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja
Tujuan Preventif
1. Mencegah terjadinya masalah keswa
2. Mencegah timbulnya / kambuhnya ganggian jiwa
Sasaran : keluarga, lembaga, masyarakat
"


32. Nurul Yuniarsih

pada : 30 August 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
 Pengertian jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
 Manifestasi jiwa:
a) kesadaran, afek dan emosi, psikomotor
b) proses berpikir, persepsi & sifat-sifat kepribadian
 Gangguan kesehatan jiwa menurut Riskesdas 2013 yaitu skizoziz dan psiotik. DIY menduduki angka tertinggi di indonesia pada angka gangguan jiwa.
 Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusi pada fungsi integrasi.
 Terapi yang digunakan pada keperawatan jiwa: terapi modalitas, ECT/pemberian psiko-farmaka dan TAK.
 Jenis-jenis pasungan: dikendalikan, pengasingan dan dikendalikan dan pengasingan

TREN DAN ISU DALAM KEPERAWATAN JIWA
Di negara berkembang, Indonesia kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai 90%. Hal ini berarti lebih dari 10% orang dengan gangguan jiwa diterapi difasilitas kesehatan. Peran perawat sangat penting dalam keperawatan jiwa salah satunya edukasi untuk menuju indonesia bebas pasung.
"


33. Elizabeth Risha Murlina Lema

pada : 30 August 2017

"Materi 1
“Konsep Dasar Keperawatan Jiwa”
Jiwa merupakan unsur manusia non materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi berupa kesadaran, afek, emosi, psikomotor, proses berfikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian. Menurut data riskesdas tahun 2013 kasus gangguan jiwa berat yang paling tinggi kasusnya yaitu di provinsi DIY. Sedangkan gangguan mental emosional menurut riskesdas tahun 2013 yang paling tinggi kasusnya yaitu provinsi Sulawesi Tengah. Gangguan jiwa tersebut disebakan antara lain :
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensial
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku
8. Medik
9. Stress Adaptasi


Materi 2
“Trend dan Issue Keperawatan Jiwa”
Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonal yg berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yg mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Berbagai alternatif terapi seperti terapi modalitas yg terdiri dari somato terapi, psikoterapi, manipulasi lingkungan & sosio terapi. Alternatif lain berupa terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi,terapi rekreasi serta community & family based approach. Pada orang yang megalami masalah dengan kejiwaannya, sering sekali masyarakat melakukan diskriminasi. Hal tersebut dikarenakan stigma masyarakat tentang mental illness masih dipegang teguh. Sehingga, masyarakat akan melakukan pasung atau pengucilan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"


34. Nurlita Kurnia Wijaya

pada : 31 August 2017

""Resum kuliah jiwa materi kuliah 1"
Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat noin materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi jiwa meliputi: kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berfikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian.
cara mengukur kesadaran di jiwa itu bersifat kualitatif, yaitu: sangat meningkat (agresif), sangat menurun (menarik diri), dan irreveble (naik turun).
Riskesdas 2013 mengatakan:
Keperawatan jiwa merupakan:
- suatu peoses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusikan pada fungsi yang terintegrasi.
- suatu idang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.

"Resum kuliah jiwa materi kuliah 2"
"Trend dan issue dalam keperawatan jiwa adalah masalah yang sedang hangat dibicarakan dan dianggap penting. Masalah tersebut dapat dianggap ancaman atau tantangan yang akan berdampak besar pada keperawatan jiwa baik dalam tatanan regional maupun global. Penderita tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. Kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas, juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif. Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa, diantaranya sebagi berikut:trend kesehatan jiwa di mulai masa konsepsi, trend peningkatan masalah kesehatan jiwa di era global, globalisasi dan perubahan orientasi sehat, dan issue dalam pemberian pelayanan keperawatan jiwa."


35. Ade putrina

pada : 31 August 2017

"Nama:Ade putrina
Nim :131711123032
KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi jiwa
•Kesadaran, afek, dan emosi, psikomotor
•Proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian, dll

Cara mengukur kesadaran orang dengan gangguan jiwa berbeda dengan mengukur orang yang sakit,kesadaran kualitatif :
1.Sangat meningkat (agresif), jika segera dibawa ke rumah sakit jiwa kemungkinan bisa sembuh
2.Irreteble : kadang naik, kadang turun atau tidak menentu
3.Sangat menurun (isolasi diri), jika dibawa ke rumah sakit jiwa 30% hanya bisa sembuh
Berbagai alternative terapi bagi penderita gangguan jiwa,antara lain :
1.Psikofarmakologi
Penanganan penderita gangguan jiwa dengan memberikan terapi obat-obatan yang akan ditujukan pada gangguan fungsi neuro-transmitter
2.Psikoterapi
a.psikoterapi suportif dimaksudkan untuk memberikan dorongan, semangat dan motivasi agar penderita tidak merasa putus asa dan semangat juangnya, b.psikologi kognitif, dimaksudkan untuk memulihkan kembali fungsi kognitif (daya pikir dan daya ingat) rasional sehingga penderita mampu membedakan nilai- nilai moral etika.
c.psikoterapi keluarga dimaksudkan untuk memulihkan penderita dan keluarganya (Maramis, 1990)
3.Terapi Psikososial
penderita mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri, mampu mandiri tidak tergantung pada orang lain sehingga tidak menjadi beban keluarga,terapi psikososial ini hendaknya mengkonsumsi obat psikofarmaka( Hawari, 2007).
4.Rehabilitasi
Program rehabilitasi sangat penting sebagai persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat. Program ini biasanya dilakukan di lembaga (institusi).Dalam program rehabilitasi dilakukan berbagai kegiatan antara lain; terapi kelompok yang bertujuan membebaskan penderita dari stress dan dapat membantu agar dapat mengerti jelas sebab dari kesukaran dan membantu terbentuknya mekanisme pembelaan yang lebih baik dan dapt diterima oleh keluarga dan masyarakat, menjalankan ibadah keagamaan bersama, kegiatan kesenian, terapi fisik berupa olah raga, keterampilan, berbagai macam kursus, bercocok tanam, rekreasi.
@.terapi tempeleng adakalanya efektif untuk klien namun saat ini terapi tempeleng tidak diperbolehkan lagi digunakan, karena penderita gangguan jiwa memiliki hak yang sama dengan manusia pada umumnya.
*.Jika penderita gangguan jiwa mengamuk dan agresif, tindakan yang kita lakukan pertama kali:
1.restrain
2.komunikasi terapeutik

**TREND AND ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA**
Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat.
Beban penyakit atau burden of disease penyakit jiwa di Tanah Air masih cukup besar. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti schizophrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.
Berdasarkan jumlah tersebut, ternyata 14,3% di antaranya atau sekira 57.000 orang pernah atau sedang dipasung. Angka pemasungan di pedesaan adalah sebesar 18,2%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka di perkotaan, yaitu sebesar 10,7%
Upaya promotif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a.Mempertahankan dan meningkatkan derajat Kesehatan Jiwa masyarakat secara optimal;
b.Menghilangkan stigma, diskriminasi, pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat;
c.Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa
d.Meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa
Upaya preventif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a.Mencegah terjadinya masalah kejiwaan
b.Mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa
c.Mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan
d.Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial.

Upaya rehabilitatif Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan Kesehatan Jiwa yang ditujukan untuk:
a.Mencegah atau mengendalikan disabilitas;
b.Memulihkan fungsi sosial;
c.Memulihkan fungsi okupasional; dan
d.Mempersiapkan dan memberi kemampuan odgj agar mandiri di masyarakat.

Upaya promotif dan prefentif keswa :
• Pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko
• Terintregasi dalam tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS
1.CRADLE
2.CONCEPTION
3.Pre-Married
#Menurut saya kesembuhan baik itu sakit secara jasmani atau kejiwaan smua bertitik tumpu pada keluarga, lingkungan dan rasa nyaman dan aman baik itu pada pasien atau klien#"


36. Dewi Masruroh

pada : 31 August 2017

"trend isue keperawatan jiwa.

masalah ganguan jiwa masih menjadi momok bagi masyarakat. burden of deases ganguan jiwa di indonesia sendiri bisa di bilang masih tinggi.

sedangkan masyarakat indonesia sendiri masih kerap kali salah atau kurang benar dalam menagani klien ganguan jiwa.
banyak penelitian menunjukan kesehatan jiwa dimulai sejak dari masa konsespsi, masa konsepsi sedikit banyak menetukan kesehatan fisik dan menal sesorang dimasa yang akan datang.

pada dasarnya fokus kesehatan jiwa tidak hanya pada penanganan tapi lebih berfokus pada kualitas hidup dan kemampuan fungsi sosial paradigma seha. upaya prefentif harusnya lebih di tingkakan daripada upaya penangan di rs "


37. Dewi Masruroh

pada : 31 August 2017

"trend isue keperawatan jiwa.

masalah ganguan jiwa masih menjadi momok bagi masyarakat. burden of deases ganguan jiwa di indonesia sendiri bisa di bilang masih tinggi.

sedangkan masyarakat indonesia sendiri masih kerap kali salah atau kurang benar dalam menagani klien ganguan jiwa.
banyak penelitian menunjukan kesehatan jiwa dimulai sejak dari masa konsespsi, masa konsepsi sedikit banyak menetukan kesehatan fisik dan menal sesorang dimasa yang akan datang.

pada dasarnya fokus kesehatan jiwa tidak hanya pada penanganan tapi lebih berfokus pada kualitas hidup dan kemampuan fungsi sosial paradigma seha. upaya prefentif harusnya lebih di tingkakan daripada upaya penangan di rs "


38. Wirahadi saputra

pada : 31 August 2017

"KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa meliputi kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian, dll.
Gangguan jiwa bisa disebabkan oleh berbagai faktor yakni psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik, stress adaptasi.
Berbagai alternatif terapi bagi penderita gangguan jiwa, antara lain :
1. Somatik terapi meliputi farmako terapi, ECT (elektro convulsif terapi).
2. Psikoterapi meliputi pencegahan dan pengelolaan perilaku agresif, terapi perilaku kognitif, terapi group atau kelompok.
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi, terapi ini lebih kepada intervensi atau perencanaan oleh keluarga.
Mungkin kita pernah dengar istilah terapi tempeleng, sebenarnya terapi ini tidak dibenarkan mengingat pasien juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik. Apabila pasien mengamuk tindakan yang tepat untuk dilakukan pertama kali adalah tindkan restrain, apabila perilaku pasien sudah stabil restrain bisa dilepas.
"


39. Vima Utya Cahyani

pada : 31 August 2017

" Nama : Vima Utya Cahyani
NIM :131711123015
Kelas : AJ 2
Program : B 20
TUGAS RESUME 1
A. Pengertian jiwa : Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
B. Manifestasi Jiwa :
1. Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
2. proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.
C. Menurut penelitian Gangguan Kesehatan Jiwa Riskesdas 2013
# Gangguan jiwa di Indonesia terdiri dari :
a. Gangguan jiwa berat (Psychosis)
b. Gangguan mental emosional
# estimasi gangguan jiwa berat menurut Nasional (1,7/1000)
# sedangkan kapasitas RS Jiwa di Jatim :
• RS Jiwa Lawang : 600 TT
• RS Jiwa Menur : 300 TT
• Unit Psikiatri RSU : 100 TT  sisanya yang tidak tertampung tinggal di keluarga/masyarakat.
# estimasi gangguan Mental emosional menurut Nasional (6,0)
# Mengakibatkan :
• kualitas hidup terganggu
• kualitas kerja terganggu
• produktifitas terganggu
D. penyebab gangguan jiwa :
o Psikoanalisa
o Interpersonal
o Sosial
o Eksistensial
o Supportif
o Komunikasi
o Perilaku
o Medik
o Stress Adaptasi
E. Pengertian keperawatan jiwa : proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi.
F. Altenatif terapis :
1. Somato TX : farmako terapi, ECT, Pembedahan
2. Psikoterapi : supportif, genetic dinamik
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi
4. TAK
5. pelayanan rehabilitasi
6. terapi musik / rekreasi
7. community & family based approach
8. terapi tempeleng : yang sekarang sudah tidak digunakan
9. kurungan pasien : sduah tidak ada yang menggunakan, karena sudah di larang

G. penanganan kemarahan gangguan jiwa dengan :
a. renstraim
b. seclusion
c. restrain + seclusion -semua ini sudah tidak di pergunankan di Indonesia
H. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
1. Memberikan label kepada berbeda orang
2. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
3. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
4. Kehilangan status dan diskriminasi
5. Tolakan dan menjijikan
6. Penghinan, malu
7. Stigma tergantung pada kekuasaan
I. Hukum kesehatan mental Indonesia no. 18/2014
# semangat baru untuk:
a. reformasi kebijakan,
b. Inklusi sosial,
c. Benar-benar menghilangkan stigma,
d. pengurangan diskriminasi,
e. Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.

J. Pengembangan keperawaatn kesehatan jiwa (Continuity Care):
1. Sehat – sakit
2. Muda – tua
3. Rumah sakit – komunitas
4. Rumah – tempat lain
K. Level perawatan & tindakan secara lengkap :
a. Rumah sakit jiwa
b. Keswa di RSU
c. Tim kesehatan jiwa di (kabupaten/kota)
d. Pelayanan leswa di puskesmas
e. Formal dan informal di komunitas di luar sector kesehatan
L. Kesimpulan dari upaya kesehatan jiwa :
1. Start from crudle till the grave
2. Start from conception till the grave
3. Start from pre married till the grave












Resume 2 : Tren dan isu dalam keperawatan dan kesehatan jiwa

Di negara berkembang, Indonesia kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai 90%. Hal ini berarti lebih dari 10% orang dengan gangguan jiwa diterapi difasilitas kesehatan. Peran perawat sangat penting dalam keperawatan jiwa salah satunya edukasi untuk menuju indonesia bebas pasung.
Teori integritas teori genetic dan tabularasa dimana lingkungan mempengaruhui sifat. Teori Tidal Model. Jika 3 golongan gangguan jiwa 33% sembu htotal ,33% sembuh sosial, 33% Pengguni total.
• Tujuan Program bebas Pasung
1. Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
2. Tercapainya peningkatan pengetahuan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
3. Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat
4. Tersedianya skema pembiayaan yang memadai unyuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat maupun daerah
5. Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sektor di bidang upaya kesehatan jiwa.
6. Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa.
• Orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.
• Orang dengan Gangguan Jiwa adalah seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.
Tujuan promotif :
1. Memperthankan dan meningkatkan derajat keswasmas secara optimal
2. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap KESWA
Sasaran :Keluarga, lembaga pendidikan, tempatkerja
Tujuan Preventif
1. Mencegah terjadinya masalah keswa
2. Mencegah timbulnya / kambuhnya gangguan jiwa
Sasaran :keluarga, lembaga, masyarakat
"


40. Wirahadi saputra

pada : 31 August 2017

"TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN
Di Negara berkembang rendah – menengah termasuk indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini menunjukan berarti "


41. Yeane Fiorola Ire

pada : 01 September 2017

" TREND AND ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Meliputi;
. situasi keswa global dan regional.
. kebijakan dan kesenjangan,komitmen dan sinkronisasi,peran perawat.
SITUASI KESWA
Global,regional,nasional;
Deklarasi kebijakan dari pertemuan tingkat tinggi majelis dunia untuk pencegahan dan kontrol penyakit tidak menular;
Mengakui gangguan mental dan neuro termasuk penyakit alzeimer adalah penyebab penting yang menyumbang angka kesakitan dan berkontribusi pada beban penyakit tidak menular dunia.
RESOLUSI WHO UNTUK KESWA
. mengembangkan kebijakan umum dan strategi yang dialamatkan pada promosi keswa,pencegahan gangguan mental,identifikasi dini,care,support,pengobatan dan pemulihan gangguan jiwa.
. untuk memberikan prioritas yang sesuai dan meluruskan keswa dan untuk mengalokasikan riset yang sesuai.
UU KESWA DI INDONESIA
Semangatnya adalah;
Reformasi kebijakan,penyertaan sosial,menghilangkan seluruh stigma,mengurangi diskriminasi,mencegah pelanggaran HAM..
ARAH KEBIJAKAN BARU(GLOBAL,NASIONAL)
Mengembangkan tujuan 2015-2030 mencapai hidup sehat untuk semua umur.
. 2030 menekan prosentase kematian prematur dari penyakit tidak menular(NCDs),kematian akibat injuri termasuk kematian di jalan raya,promosi kesehatan jiwa dan tubuh,pencegahan yang kuat,pengobatan dari narkotika dan obat terlarang dan kekerasan.
ISSUE STRATEGIS BARU RPJMN 2014-2019
Perubahan struktur penduduk yang diikuti dengan transisi epidemiologi;
. peningkatan kesehatan lansia dan pengendalian penyakit mental..
SASARAN UMUM
Meningkatnya status kesehatan masyarakat ditandai;
Menurunnya angka kesakitan penyakit tidak menular,jantung,diabetes,stroke,hipertensi,dan keswa.
IMPLIKASI UU 18/2014 PADA PERUBAHAN SISTEM KESEHATAN JIWA.
ODMK.
Orang yang mempunyai masalah fisik,mental,sosial,pertumbuhan dan perkembangan,dan atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.
ODGJ
Seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran,prilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan prilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalani fungsi sebagai manusia.
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF
Upaya promotif;
Tujuan;mempertahan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal,menghilangkan stigma,diskriminasi dan pelanggaran HAM ODGJ,meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap KESWA,meningkatkan penerimaan dan PSM terhadap keswa.
Sasaran; keluarga,lembaga pendidikan,tempat kerja,masyarakat,fasyankes,media masa,lembaga keagamaan,lapas.
Upaya preventif
Tujuan; mencegah terjadinya masalah keswa,mencegah timbulnya/kambuhnya gangguan jiwa,mengurangi faktor resiko timbulnya gangguan jiwa pada masyarakat secara umum dan perorangan.,mencegah timbulnya dampak masalah psikososial.
Sasaran; keluarga,lembaga dan masyarakat.
PENGUATAN UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF KESWA
.Pendekatan siklus kehidupan(continuum of care)dan kelompok resiko(population at risk).
. terintegrasi pada semua tingkatan layanan dan kegiatan LP/LS.
. sasaran pada keluarga,lembaga dan masyarakat.
. tersedianya anggaran yang proporsional antara upaya promotif-preventif dan upaya kuratif-rehabilitatif.
UPAYA KURATIF KESWA
Upaya kuratif;
Tujuan;penyembuhan dan pemulihan,pengurangan penderitaan,pengendalian disabilitas,pengendalian gejala penyakit.
Sasaran;ODGJ
Upaya rehabilitatif;
Tujuan;mencegah dan mengendalikan disabilitas,memulihkan fungsi sosial,memulihkan fungsi okupasional,mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat.
Sasaran; ODGJ.
PERAN PERAWAT.
1. Melakukan kegiatan promotif.
2. Melakukan upaya preventif.
3. Melakukan case finding klien pasung.
4. Menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung.
5. Melakukan praktek keperawatan sesuai kewenangan.
6. Aplikasi ASKEP dengan pendekatan transkultural.
7. Menangani krisis keluarga dengan pasien pasung.
8. Melakukan integrasi dengan institusi pendidikan keperawatan dalam rangka promotif ,preventif dan rehabilitatif kasus pasung.
9. Melakukan rujukan ke unit psikiatri di RSU/RSJ.
KENDALA PROGRAM BEBAS PASUNG.
1.kesiapan SDM.
2. 11 propinsi[32,35%] belum berpartisipasi dalam penyelenggaraan program bebas pasung.
3. kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat.
4. kurangnya dukungan PEMDA dalam menyediakan anggaran program Indonesia bebas pasung.
5. kurangnya upaya promotif bagi masyarakat dalam hal kesehatan jiwa.
6.kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.
"


42. Gaharuni Sahika Mutdinia

pada : 02 September 2017

"Nama : GAHARUNI SAHIKA MUTDINIA
NIM : 131711123038
Kelas : AJ2/B20

KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
(Materi 1)

1. Jiwa adalah unsur manusia bersifat non-materi, fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.

2. Manifestasi Jiwa
a. Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
b. Proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.

3. Penyebab Gangguan Jiwa:
a. Psikoanalisa
b. Interpersonal
c. Sosial
d. Eksistensial
e. Supportif
f. Komunikasi
g. Perilaku
h. Medik
i. Stress Adaptasi

4.Terapi Alternatif
a. Terapi Modalitas
1) Somato Tx:
a) Farmako terapi
b) ECT
c) Pembedahan
2) Psikoterapi:
a) Supportif
b) Genetic dinamik
3) Manipulasi lingkungan & Sosio terapi
b. Pemberian Psiko-Farmaka / ECT
c. Terapi Aktivitas Kelompok
d. Pelayanan Rehabilitasi
e. Terapi Musik / Rekreasi
f. Community & Family
g. Based Approach
h. Terapi “Tempeleng”
i. Kurungan Pasien

5. Tipe pasung
a. Restrain
b. Seclusion
c. Restrain dan Seclusion
Terapi ini merupakan terapi pilihan terakhir untuk klien dengan skizofrenia kronik.

6. UU Kesehatan Mental Indonesia No. 18/2014
Merupakan reformasi kebijakan sosial terhadap penyelesaian pengurangan stigma pencegahan diskriminasi pelanggaran hak asasi manusia sehingga Indonesia bebas pasung (2014).
7. Pengembangan Keperawatan Kesehatan Jiwa (Continuity Care)
Dilakukan dari yang sehat sampai sakit, dari anak-anak sampai lansia, dari tingkat komunitas sampai rumah sakit dan dari rumah ketempat-tempat yang lain.



TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN DIA
(Materi 2)

 Resolusi Keperawatan Jiwa menurut WHO ( Januari, 2012) adalah:
a. Mengembangkan strategi dan kebijakan yang komprehensif dalam menangani masalah keperawatan jiwa dari upaya preventif sampai rehabilitative.
b. Memberikan prioritas dan keutamaan dalam perawatan jiwa.

 Adanya arah kebijakan baru secara global maupun nasional dimana adanya peningkatan kesehatan lansia dan kendali penyakit mental ditandai dengan menurunnya angka penyakit tidak menular seperti penyakit jantung stroke dan kesehatan jiwa.

 Dalam hal ini arah tujuan strategi kesehatan jiwa tahun 2014-2019 terwujudnya bidang penanganan bidang kesehatan jiwa dan NAPZA sehingga mutu dan pelayanan yankes jiwa dan NAPZA meningkat (RENSTRA KMENKES).

 Implikasi UU 18/2014 pada perubahan Sistem Kesehatan Jiwa adalah melaksanakan upaya kesehata jiwa secara komprehensif dimana yankes jiwa yang diberikan terdiri atas yankes jiwa dasar dan rujukan serta memberikan yankes terintegrasi di tingkat pertama dan selanjutnya.

 Kesimpulan, dilakukannya ressolusi arah kebijakan dan strategi yang baru merupakan upaya meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa dalam semua sektor disertai komitmen dan sinkronasi pada kebijakan yang ada agar Indonesia bebas pasung dalam menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)."


43. SISKA NURUL FAUZIAH

pada : 02 September 2017

"RESUME KEP JIWA II TM I
“KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA”

Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.

Manifestasi jiwa :
•Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
•Proses berpikir, persepsi, & sifat - sifat kepribadian, dll.

Penyebab gangguan jiwa :
•Psikoanalisa
•Interpersonal
•Sosial
•Eksistensial
•Supportif
•Komunikasi
•Perilaku
•Medik
•Stress adaptasi

Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.

Alternatif terapi : terapi modalitas
1.Somato Tx : Farmako terapi, ECT, Pembedahan
2.Psikoterapi : Supportif, Genetic dinamik
3.Manipulasi lingkungan & Sosio terapi

Peran perawat : pemberian psiko-farmaka / ECT, terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi, terapi musik / rekreasi, community & family based approach, terapi tempeleng, pasung. Terapi tempeleng dan pasung sekarang tidak dipakai dikarenakan berlawanan dengan HAM.
Apabila px mengamuk dan agresif, tindakan pertama kali yang dilakukan adalah dengan komunikasi terapeutik dan restrain, jika px tidak mengamuk lagi maka restrain dilepas sesuai dengan komitmen antara perawat dan px.

Type of stocks : restrain, seclusion, restrain + seclusion (akhir pilihan perlakuan pada klien dengan skizofrenia).

Upaya kesja :
•Start from crudle till the grave
•Start from conception till the grave
•Start from pre married till the grave
"


44. SISKA NURUL FAUZIAH

pada : 02 September 2017

"RESUME KEP JIWA II TM II
“TREND DAN ISSUE”

(TREATMENT GAP) kesenjangan pengobatan masalah keswa sangat besar. Di negara berkembang rendah – menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini berarti "


45. Pahlevi Betsytifani

pada : 03 September 2017

"NAMA : PAHLEVI BETSYTIFANI
NIM : 131711123051
KELAS : AJ 2

RESUME TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
A. Indonesian Mental Health Law No.18/2014
New spirit for:
• Policy reformation
• Social inclution
• Completely remove of stigma
• Reduction of discrimination
• Prevention of violation of human right
B. Tujuan program bebas pasung
1. Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa.
2. Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa.
3. Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat.
4. Tersedianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat maupun daerah.
5. Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sektor di bidang upaya kesehatan jiwa.
6. Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa.
C. Orang dengan masalah kejiwaan
Orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan, perkembangan dan kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.
D. Orang dengan gangguan jiwa
Sosok yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna serta menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.
E. Upaya promotif dan preventif
1) Upaya promotif
• Tujuan: mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal, menghilangkan stigma, diskriminasi, dan pelanggaran hak asasi ODGJ, meningkatkan pemahan dan peran serta masyarakat terhadap KESWA, meningkatkan penerimaan dan PSM terhadap KESWA.
• Sasaran: keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja,masyarakat,fasyankes, media massa, lembaga keagamaan, lembaga pemasyarakatan.
2) Upaya preventif
• Tujuan: mencegah terjadinya masalah keswa dan timbulnya gejala kambuhan gangguan jiwa, mengurangi faktor resiko akibat gangguan jiwa, mencegah timbulnya dampak masalah psikososial.
• Sasaran: keluarga, lembaga dan masyarakat.
F. Tujuan upaya kesehatan jiwa
• Menjamin setiap orang mencapai kualitas hidup yang baik.
• Menjamin setiap orang mengembangkan potensi kecerdasan.
• Memberikan perlindungan dan menjamin yankes jiwa bagi ODMK dan ODGJ berdasarkan HAM.
• Memberikan yankes secara terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan bagi ODMK dan ODGJ.
• Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya.
• Meningkatkan mutu upaya kesehatan jiwa sesuai perkembangan IPTEK.
• ODMK dan ODGJ memperoleh hak sebagai warga negara.
G. Upaya kuratif dan rehabilitatif kesehatan jiwa
1) Upaya kuratif: sasarannya ODGJ.
Tujuan: penyembuhan dan pemulihan, pengurangan penderitaan, pengendalian disabilitas dan gejala penyakit.
2) Upaya rehabilitatif: sasaran ODGJ.
Tujuan :mencegah dan mengendalikan disabilitas, memulihkan fungsi sosial dan okupasional, mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat
H. Peran perawat
• Melakukan kegiatan promotif dan penggiat program Indonesia Bebas Pasung 2019.
• Melakukan preventif dikomunitas.
• Melakukan case finding klien pasung.
• Menjalankan peran avokasi untuk melindungi HAM pasien pasung.
• Melakukan praktik keperawatan sesuai kewenangan dan peraturan.
• Aplikasi asuhan keperawatan dengan pendekatan transkultural.
• Menangani krisis keluarga dengan pasien pasung.
• Melakukan integrasi dengan institusi pendidikan keperawatan dalam rangka promotif, preventif dan rehabilitatif.
• Melakukan rujukan ke psikiatri di RSU/RSJ.
I. Kendala program bebas pasung
• Kesiapan SDM.
• Kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat.
• Kurangnya dukungan pemerintah dalam menyediakan anggaran program Indonesia bebas pasung.
• Kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat kabupaten dan provinsi.
"


46. Pahlevi Betsytifani

pada : 03 September 2017

"Nama : Pahlevi Betsytifani
NIM : 131711123051
Kelas : AJ2

RESUME KEPERAWATAN JIWA KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
A. Jiwa
• Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
B. Manifestasi Jiwa
• Kesadaran, afek, emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian.
C. Penyebab Gangguan Jiwa
• Penyebab gangguan jiwa dilihat dari berbagai model : psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik, dan stress adaptasi.
D. Keperawatan Jiwa
• Suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.
E. Alternatif terapi/ terapi modalitas
• Somato terapi: farmako terapi, ECT, dan pembedahan.
• Psikoterapi: supportif, genetik dinamik.
• Manipulasi lingkungan dan sosio terapi.
F. Type of stocks
• Restrain
• Seclusion
• Restrain dan seclusion
G. Upaya kesehatan jiwa
• Start from crudle till the grave.
• Start from conception till the grave.
• Start from pre married till the grave.
"


47. Rafidah Azizah

pada : 03 September 2017

"Resume Matakuliah Jiwa 2 (Materi ke-1)
Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Jiwa merupakan bagian dari manusia yang tidak terlihat yang bersifat non-materi, tetapi manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa yaitu keesadaaran, afektif dan emosi, proses berfikir dan psikomotor. Macam gejala yang muncul seperti rasa putus asa, gelisah, cemas, histeris, pikiran buruk dan negative. Dalam pemeriksaan kesadaran pasien jiwa dengan pemeriksaan kesadaan pasien sakit fisik. Untuk pemeriksaan kesehatan jiwa pemeriksaan menggunakan kesadaran secara kualitatif, sedangan GCS (fisik) menggunakan kesadaran secara kuantitatif. Kesadaran meningkat pada seorang yang berlebihan pada stressor yang sedikit.
Faktor yang memengaruhi gangguan jiwa sangat kompleks sehingga dapat meningkatkan stressor. Jumlah penderita gangguan jiwa yang ada di Indonesia berdampak pada berbagai sector, diantaranya pemerintah, rumah sakit jiwa,keluarga, dan lingkungan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena kurang mendapatkan fasilitas layanan kesehatan yang memadai, sehingga menjadi beban keluarga. Akibatnya keluarga lebih memilih untuk memasung dan mengasingkan. Pemasungan dan pengasingan inlah yang membuat Indonesia menjadi perbincangan dunia pada tahun 2014. Berdasarkan RISKESDES 2013 gangguan jiwa dibagi menjadi gangguan jiwa berat (psycosis) dan gangguan mental emosional. Upaya kesehatan jiwa adalah start from crudle till the grave, start from conception till the grave and start from pre married till the grave.
"


48. Rafidah Azizah

pada : 03 September 2017

"Resume Matakuliah Jiwa 2 (Materi ke-2)
Trend and Issue dalam Keperawatan Jiwa
Trend dan issue dalam keperawatan merupakan masalah yang seang hangat dibicarakan dan dianggap penting. Mengenali bahwa maaslah mental dan neurological, termasuk dalam penyakit alzeimer. Penyebab utamanya yaitu morbiditas dan kontribusi dari masalah global yang tidak komunikatif. Hal ini memerlukan acces yang baik dan program yang efektif serta intervens layanan kesehatan yang baik. Masalah jiwa meningkat di era globalisasi. Penderita yang bukan lagi masyarakat kelas bawah tetapi sudah sampai dikalangan pejabat. Karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penanganan masalah kejiwaan, sehingga di Indonesia terjadi kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai 90% (treatmen gab).
Untuk terus meningkatkan kesehatan jiwa pemrintah melakukan beberapa upaya yaitu secara promotif dan preventif. Salah satu tujuan upaya promotif yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal. Upaya promotif yang dapat dilakukan adalah pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko. Kelompok risiko ini yaitu pre-married, conception, dan cradle (proses tumbang anak sejak lahir hingga 1,5 tahun). Sedangkan salah satu tujuan upaya preventif yaitu mencegah timbulnya dampak psikososial. upaya lain yaitu upaya kuratif dan rehabilitative yang keduanya tersebut bersasaran pada ODGJ untuk menghasilkan reformasi kesehatan jiwa. Untuk mencapai upaya diatas, maka diperlukan kerjasama dari berbagai pihk seperti keluarga, masyarakat, tenaga kesahatan termasuk perawat.
"


49. Novy Loudoe

pada : 05 September 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
JIWA – unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi . jiwa memang bukan berupa benda, melainkan sebuah sistem perilaku, hasil olah pemikiran, perasaan, persepsi, dan berbagai pengaruh lingkungan sosial.

Manifestasi jiwa : Manifestasi jiwa antara lain tampak pada kesadaran, afek, emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, dan sifat kepribadian. Kesadaran dalam hal ini lebih bersifat kualitatif, diukur dengan memperhatikan perbedaan stimulus (stressor) dan respons (perilaku yang ditampilkan), serta tidak diukur dengan Glasgow Coma Scale (GCS).

Gangguan Kesehatan Jiwa

Secara umum, klasifikasi gangguan jiwa menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dibagi menjadi dua bagian, yaitu (1) gangguan jiwa berat/kelompok psikosa dan (2) gangguan jiwa ringan meliputi semua gangguan mental emosional yang berupa kecemasan, panik, gangguan alam perasaan, dan sebagainya. Untuk skizofrenia masuk dalam kelompok gangguan jiwa berat.
Gangguan Jiwa di Indonesia
Gangguan jiwa berat di Indonesia (Psychosis) paling tinggi ada pada Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gangguan mental emosional paling tinggi pada daerah Sulteng.

Penyebab gangguan jiwa : Psikoanalisa , interpersonal, social , eksistensi , suppotif , komunikasi , perilaku, medic , stress adaptasi.



Sumber Penyebab Gangguan Jiwa
Manusia bereaksi secara keseluruhan—somato-psiko-sosial. Dalam mencari penyebab gangguan jiwa, unsur ini harus diperhatikan. Gejala gangguan jiwa yang menonjol adalah unsur psikisnya, tetapi yang sakit dan menderita tetap sebagai manusia seutuhnya (Maramis, 2010).
1. Faktor somatik (somatogenik), yakni akibat gangguan pada neuroanatomi, neurofisiologi, dan neurokimia, termasuk tingkat kematangan dan perkembangan organik, serta faktor pranatal dan perinatal.
2. Faktor psikologik (psikogenik), yang terkait dengan interaksi ibu dan anak, peranan ayah, persaingan antarsaudara kandung, hubungan dalam keluarga, pekerjaan, permintaan masyarakat. Selain itu, faktor intelegensi, tingkat perkembangan emosi, konsep diri, dan pola adaptasi juga akan memengaruhi kemampuan untuk menghadapi masalah. Apabila keadaan ini kurang baik, maka dapat mengakibatkan kecemasan, depresi, rasa malu, dan rasa bersalah yang berlebihan.
3. Faktor sosial budaya, yang meliputi faktor kestabilan keluarga, pola mengasuh anak, tingkat ekonomi, perumahan, dan masalah kelompok minoritas yang meliputi prasangka, fasilitas kesehatan, dan kesejahteraan yang tidak memadai, serta pengaruh rasial dan keagamaan.

Keperawatan jiwa adalah suatu bidang spesialisasi praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.

Jenis Terapi Modalitas

Ada beberapa jenis terapi modalitas, antara lain:
Terapi individual
Terapi lingkungan (milleu therapy)
Terapi biologis atau terapi somatic
Terapi kognitif
Terapi keluarga
Terapi kelompok
Terapi perilaku
Terapi bermain

Peran Perawat dalam pemberian psiko-farmaka-ECT

Terapi Aktivitas Kelompok , pelayanan rehabilitasi , terapi musik : rekreasi

Terapi tempeleng : Terapi ini sudah tidak digunakan lagi .
"


50. HENI MURTI WAHYUNI

pada : 05 September 2017

"Setelah mendapatkan review tentang keswamas dari bapak Yusuf, berikut resume-nya:
-Konsep Dasar Keperawatan Jiwa-
Jiwa merupakan bagian dari manusia yang tidak terlihat yang bersifat non-materi, tetapi manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa yaitu keesadaaran, afektif dan emosi, proses berfikir dan psikomotor. Macam gejala yang muncul seperti rasa putus asa, gelisah, cemas, histeris, pikiran buruk dan negative. Dalam pemeriksaan kesadaran pasien jiwa dengan pemeriksaan kesadaan pasien sakit fisik. Untuk pemeriksaan kesehatan jiwa pemeriksaan menggunakan kesadaran secara kualitatif, sedangan GCS (fisik) menggunakan kesadaran secara kuantitatif. Kesadaran meningkat pada seorang yang berlebihan pada stressor yang sedikit.
Faktor yang memengaruhi gangguan jiwa sangat kompleks sehingga dapat meningkatkan stressor. Jumlah penderita gangguan jiwa yang ada di Indonesia berdampak pada berbagai sektor, diantaranya pemerintah, rumah sakit jiwa,keluarga, dan lingkungan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena kurang mendapatkan fasilitas layanan kesehatan yang memadai, sehingga menjadi beban keluarga. Akibatnya keluarga lebih memilih untuk memasung dan mengasingkan. Pemasungan dan pengasingan inlah yang membuat Indonesia menjadi perbincangan dunia pada tahun 2014. Berdasarkan RISKESDAS 2013 gangguan jiwa dibagi menjadi gangguan jiwa berat (psycosis) dan gangguan mental emosional. Upaya kesehatan jiwa adalah start from crudle till the grave, start from conception till the grave and start from pre married till the grave.

___________________________________________________

-Trend and Issue dalam Keperawatan Jiwa-
Trend dan issue dalam keperawatan merupakan masalah yang seang hangat dibicarakan dan dianggap penting. Mengenali bahwa maaslah mental dan neurological, termasuk dalam penyakit alzeimer. Penyebab utamanya yaitu morbiditas dan kontribusi dari masalah global yang tidak komunikatif. Hal ini memerlukan acces yang baik dan program yang efektif serta intervensi layanan kesehatan yang baik. Masalah jiwa meningkat di era globalisasi. Penderita yang bukan lagi masyarakat kelas bawah tetapi sudah sampai dikalangan pejabat. Karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penanganan masalah kejiwaan, sehingga di Indonesia terjadi kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai 90% (treatment gap).
Untuk terus meningkatkan kesehatan jiwa pemerintah melakukan beberapa upaya yaitu secara promotif dan preventif. Salah satu tujuan upaya promotif yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal. Upaya promotif yang dapat dilakukan adalah pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko. Kelompok risiko ini yaitu pre-married, conception, dan cradle (proses tumbang anak sejak lahir hingga 1,5 tahun). Sedangkan salah satu tujuan upaya preventif yaitu mencegah timbulnya dampak psikososial. upaya lain yaitu upaya kuratif dan rehabilitative yang keduanya tersebut bersasaran pada ODGJ untuk menghasilkan reformasi kesehatan jiwa. Untuk mencapai upaya diatas, maka diperlukan kerjasama dari berbagai pihak seperti keluarga, masyarakat, tenaga kesahatan termasuk perawat.
"


51. Novy Loudoe

pada : 05 September 2017

"TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Di Negara berkembang-menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini berarti "


52. NAOMI TOULASIK

pada : 05 September 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat nonmateri, tetapi fungsi dan manifestasinya sangat terkait pada materi.
Setiap manusia memiliki jiwa NAMUN jiwa bersifat abstrak dan tidak berwujud benda.
Manifestasi jiwa tampak dari perilaku yang diekspresikan antara lain tampak pada kesadaran, afek, emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, dan sifat kepribadian.
Jiwa yang sehat sulit didefinisikan dengan tepat namun ada beberapa indikator untuk menilai kesehatan jiwa. Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri pada lingkungan, serta berintegrasi dan berinteraksi dengan baik, tepat, dan bahagia.
Orang yang sehat jiwanya adalah :
1. Melihat setiap hari adalah baik, tidak ada satu alasan sehingga pekerjaan harus ditunda, karena setiap hari adalah baik.
2. Hari besok adalah hari yang baik.
3. Tahu apa yang diketahui dan tahu apa yang tidak diketahui.
4. Bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan membuat lingkungan menjadi lebih baik.
5. Selalu dapat mengembangkan usahanya.
6. Selalu puas dengan hasil karyanya.
7. Dapat memperbaiki dirinya dan tidak menganggap dirinya selalu benar.
Gangguan jiwa menurut PPDGJ III adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maslim, 2002; Maramis, 2010).
Penyebab gangguan jiwa :
1. Psikoanalitik (S. Frued, Erikson, Klein, Horney, Fromm-Reichmann, Menninger) :
Pertahanan ego tidak adekuat untuk mengontrol ansietas.
2. Interpersonal (Sullivan, Peplau)
Rasa takut yang mendasar adalah takut terhadap penolakan.
3. Sosial (Szasz, Caplan)
Faktor sosial dan lingkungan yang menciptakan stres dan menyebabkan ansietas.
4. Eksistensial (Perls, Glesser, Ellis, Rogers, Frankl)
Individu gagal dalam upayanya untuk menemukan dan menerima diri.
5. Supportif (Werman, Rockland)
Respon koping yang maladaptif.
6. Komunikasi (Berne, Watzlawick)
Pola komunikasi yang tidak baik yang dapat merusak makna pesan.
7. Perilaku (Bandura, Pavlov, Wolpe, Skinner)
Pembentukan kebiasaan perilaku yang tidak diinginkan
8. Medik (Meyer, Kraeplin, Spitzer, Frances)
Penyakit biologis (kombinasi faktor fisiologik, genetik, lingkungan dan sosial).
9. Stress Adaptasi (Gail Stuart)
Tidak adaptif dalam menghadapi stressor.




Keperawatan Jiwa adalah suatu bidang spesialisasi praktek keperawatan yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.
Terapi modalitas adalah berbagai macam alternatif terapi yang dapat diberikan pada pasien gangguan jiwa, antara lain:
1. Badan : Somatotherapy : farmakotherapy, ECT, pembedahan.
2. Jiwa : Psikotherapy : suportif, dinamika, genetik.
3. Lingkungan : Manipulasi lingkungan dan sosiotherapy.
Pemilihan terapi yang akan dilaksanakan bergantung pada kondisi pasien dengan berbagai macam latar belakang kejadian kasusnya.
1. Psikofarmaka/ECT adalah berbagai jenis obat yang bekerja pada susunan saraf pusat. Efek utamanya pada aktivitas mental dan perilaku
Berdasarkan efek klinik, obat psikotropika dibagi menjadi golongan antipsikotik, antidepresan, antiansietas, dan antimanik (mood stabilizer).
Peran perawat dalam penatalaksanaan obat di rumah sakit jiwa :
a) Mengumpulkan data sebelum pengobatan.
b) Mengoordinasikan obat dengan terapi modalitas.
c) Pendidikan kesehatan.
d) Memonitor efek samping obat
e) Melaksanakan prinsip-prinsip pengobatan psikofarmakologi
f) Melaksanakan program pengobatan berkelanjutan
g) Menyesuaikan dengan terapi nonfarmakologi.
h) Ikut serta dalam riset interdisipliner
2. Terapi aktivitas kelompok (TAK) merupakan terapi yang bertujuan mengubah perilaku pasien dengan memanfaatkan dinamika kelompok.
3. Therapy Rehabilitasi adalah segala tindakan fisik, penyesuaian psikososial, dan latihan vocational sebagai usaha untuk memperolah fungsi dan penyesuaian diri secara maksimal, serta untuk mempersiapkan pasien secara fisik, mental, dan vocational.
4. Therapy musik/rekreasi
5. Pendekatan berbasis masyarakat dan keluarga
Tindakan terakhir dari pilihan therapy orang Indonesia untuk klien dengan schizophrenia kronik :
1. Penahanan
2. Penahanan di Kesehatan mental
3. Penahan dan pengasingan
Orang ‘berlabel’ mengalami status kehilangan dan diskriminasi. Sebagai konsekwensinya orang mengalami reaksi emosional terhadap ketakutan orang-orang berlabel, tolakan dan jijik.












TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Resolusi WHO tentang kesehatan mental (Januari, 2012) mendorong negara-negara anggota untuk mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensif yang menangani promosi kesehatan mental, pencegahan gangguan jiwa, dan identifikasi dini perawatan , dukungan perawatan dan pemulihan orang-orang dengan gangguan mental.
Di negara berkembang termasuk Indonesia, "


53. FIRDA DWI YULIANA

pada : 05 September 2017

"Resume Mata Kuliah Keperawatan Jiwa 1
Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi, fungsi dan manifestasi jiwa terkait pada materi.
Kesehatan jiwa diatur dalam UU nomor 18 tahun 2014.
Cara mengukur kesadaran pada orang dengan gangguan jiwa berbeda dengan cara mengukur kesadaran pada orang sakit pada umumnya. Kesadaran pada orang dengan gangguan jiwa diukur dengan cara kualitatif.
Tingkat kesadaran pada orang dengan gangguan jiwa:
a. Kesadaran meningkat (agresif), kemungkinan untuk sembuh lebih besar jika segera ditangani
b. Kesadaran gampang berubah (Irritable), gampang ngamuk dan gampang untuk diam atau depresi
c. Kesadaran menurun (sedikit respon), klien cenderung bersikap menarik diri. Pada orang dengan gangguan jiwa yang memiliki tingkat sedaran ini, sangat sukar untuk disembuhkan.
Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang berkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Ada beberapa terapi yang dapat digunakan untuk menyembuhkan klien dengan gangguan jiwa, diantaranya yaitu:
a. Psikofarmakologi. Terapi obat-obatan yang diberikan ditujukan untuk mengobati gangguan fungsi neuro-transmitter sehingga gejala-gejala klinis tadi dapat dihilangkan.
b. Psikoterapi.
Macam-macam bentuk psikoterapi :
1) Psikoterapi suportif (memberikan dorongan, semangat dan motivasi).
2) Psikologi kognitif (memulihkan kembali fungsi kognitif; daya pikir dan daya ingat).
3) Psikoterapi perilaku (untuk memulihkan gangguan perilaku yang menjadi perilaku yang mampu menyesuaikan diri).
4) Psikoterapi keluarga (untuk memulihkan penderita dan keluarganya, dengan melibatkan keluarga dalam proses terapi)
c. Terapi Psikososial. Terapi ini bertujuan agar pasien mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri, mampu mandiri tidak tergantung pada orang lain sehingga tidak menjadi beban keluarga. Catatan : klien harus tetap mengkonsumsi obat psikofarmaka.
d. Rehabilitasi. Program rehabilitasi penting dilakukan sebagi persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat. Program ini biasanya dilakukan di lembaga (institusi) rehabilitasi misalnya di suatu rumah sakit jiwa.
Program rehabilitasi :
1) Terapi kelompok : bertujuan membebaskan penderita dari stress dan dapat membantu agar dapat mengerti jelas sebab dari kesukaran dan membantu terbentuknya mekanisme pembelaan yang lebih baik dan dapat diterima oleh keluarga dan masyarakat
2) Menjalankan ibadah keagamaan bersama
3) Kegiatan kesenian,
4) Terapi fisik berupa olah raga
5) Keterampilan, berbagai macam kursus, bercocok tanam
6) Rekreasi.
Pada zaman dahulu, terapi “Tempeleng” merupakan salah satu terapi yang sering di lakukan oleh perawat jiwa. Salah satu tujuannya yaitu untuk mempertahankan diri dari ancaman yang kadang datang dari klien. Akan tetapi, terapi tersebut sekarang sudah tidak diperbolehkan, karena dianggap tidak memanusiakan manusia, dan menambah trauma yang dapat memperparah gangguan jiwa klien.
"


54. sofiyanti normalinda banoet

pada : 05 September 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA TM 2
TREND & ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
NAMA : SOFIYANTI NORMALINDA BANOET
NIM : 131711123014
KELAS AJ 2 B20
Gangguan jiwa masih dipandang sebelah mata bahkan tidak termasuk dalam program wajib puskesmas. Gangguan jiwa bukan penyakit keturunan tetapi kecenderungan perilaku dari orangtua tetap akan diturunkan ke generasi selanjutnya. Karena anak adalah perpaduan dari kedua orangtua. Contohnya ketika orangtua punya perilaku suka marah-marah maka perilaku marah-marah tersebut akan diikuti oleh anak.
Masalah kesehatan jiwa bukan hanya masalah penderitanya sendiri tetapi juga masalah tetangga,keluarga, dan masyarakat sebagai support sistem. Stigma masyarakat harus di ubah untuk membantu proses penyembuhan pasien jiwa. Berdasarkan riset didapat bahwa 30% pasien jiwa sembuh total dimana mereka bisa melakukan ADL dari bangun tidur hingga tidur lagi dengan mandiri, 30% sembuh sosial dan 30% menjadi penguni tetap RSJ. Pasien jiwa yang agresif 60% bisa sembuh total dengan early detection.
Berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, terdapat fakta bahwa 56.000 orang di pasung di indonesia hanya karena minimnya informasi serta akses dan fasilitas kesehatan jiwa. Tindakan pasung adalah pelanggaran HAM ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Termasuk ketika kita menyebut mereka (ODGJ) dengan sebutan orang gila, sesungguhnya itu adalah pelanggaran HAM. Stigma ini yang harusnya di ubah.
Indikator kesehatan jiwa(RPJMN) 2014-2019 yaitu presentasi penderita gangguan psikotik yang mendapat pelayanan keswa di fasyankes. Targetnya meningkat sebesar 10% hingga tahun 2019. Jumlah penderita gangguanpsikotik yang mendapat layanan keswa di fasyankes / total jumlah kasus psikotik dimasyarakat x 100%
Sedangkan indikator kesehatan jiwa menurut renstra kemenkes, sasarannya yaitu meningkatnya mutu dan akses pelayanan kesehatan jiwa dan Napza.
Adapun perbedaan antara ODMK dan ODGJ
ODMK/ orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.
ODGJ/ orang dengan gangguan jiwa adalah seseorang yang mengalamai gangguan dalam pemikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.
Upaya promotif dan preventif menjadi prioritas dalam mencegah terjadinya peningkatan ODGJ. Upaya ini juga untuk mencegah timbulnya dampak masalah psikososial, mencegah terjadinya masalah kesehatan jiwa, meningkatkan pemahaman dan peran masyarakat terhadap kesehatan jiwa dan menghilangkan stigma, diskriminasi dan pelanggaran Hak Azasi ODGJ dimana sasarannya adalah keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, media massa, lembaga keagamaan, lembaga pemasyarakatan dan masyarakat itu sendiri.
Selain upaya promotif dan preventif dilakukan juga upaya kuratif kesehatan jiwa dan upaya rehabilitasi, dimana sasarannya adalah ODGJ. Tujuannya adalah penyembuhan dan pemulihan, pengurangan penderita, pengendalian disabilitas dan pengendalian gejala penyakit. Sedangkan tujuan dan upaya rehabilitatif adalah untuk mencegah dan mengendalikan disabilitas, memulihkan fungsi sosial, memulihkan fungsi okupational dan mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat.
Sebagai perawat kita jangan pernah menyerah dengan ODGJ, karena ketika “saya” diganti dengan “kita” maka yang sakit akan berubah menjadi sembuh.
Kita semua perlu sehat jiwa sehingga marilah kita bekerja bersama-sama untuk mewujudkan itu.
Stop stigma buruk terhadap ODGJ, jangan panggil mereka dengan sebutan yang kasar “orang gila”.
"


55. Dwi Astutik

pada : 06 September 2017

"Resume Jiwa
Oleh : Dwi Astutik
Keperawatan jiwa merupakan suatu unsur non materi, namun fungsi dan manefestasinya terkait pada materi. Manefestasinya berupa kesadaran, afek, dan emosi psikomotor, proses berfikir, persepsi, sefat sifat kepribadian. Masalah gangguan jiwa telah tertera dalam RISKESDAS 2013. Jumlah Gangguan jiwa di Indonesia semakin hari semakin meningkat baik gangguan jiwa berat maupun gangguan mental emosional. Penyebab gangguan jiwa ini beragam. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menyembuhkan gangguan jiwa antara lain adalah dengan (1) Terapi moddalitas, ada umumnya merupakan media yang tepat bagi klien untuk mengekspresikan konflik yang belum terselesaikan, (2) Terapi aktifitas kelompok, terapi kelompok ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan uji realitas, mengendalikan impuls (dorongan internal), meningkatkan harga diri, memfasilitasi pertumbuhan, kematangan dan keterampilan sosial klien, pelayanan rehabilitasi, (3) Terapi musik, terapi musik ini sangat bagus untuk diterapkan pada gangguan jiwa dan terapi (4)Tempeleng tidak diperbolehkan lagi digunakan di indonesia. Minimnya akses dalam kesehatan jiwa sehiungga di Indonesia sekitar 56.000 ribu orang gangguan jiwa dipasung. Ini disebabkan karena penderita gangguan jiwa yang sering mengamuk dan dapat membahayakan orang lain apabila tidak di pasung. Hal ini sudah termasuk pelanggaran HAM dalam memperlakukan ODGJ. Kendala program bebas pasung kesiapan SDM yang kurasng kurangan dukungan keluarga dan masyarakat, kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebebasan di tingkat provinsi. Stigma orang terhadap orang yang mngalami gangguan jiwa itu negatif. Masyarakat beranggapan bahwa gangguan jiwa itu tidak dapat disembuhkan dan kebanyakan mereka melakukan pengucilan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dengan membuat kebijakan baru untuk meningkatkan status kesehatan jiwa salah satunya yaitu dengan menurunkan angka kesakitan penyakitan tidak menular salah satunya yaitu kesehatan jiwa. Sistem pelayanan kesehatan jiwa telah diatur dalam dalam pasal 33 yang meliputi upaya promotif dan perventif kurativ dan rehabilitative.

"


56. HASANUDIN

pada : 22 October 2017

"A. Pengertian Kesehatan Jiwa Masyarakat
Kesehatan Jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan emosi.
B. Masyarakat Sehat Jiwa
Keluarga dan masyarakat harus hidup sejahtera kedua duanya. Tidak hanya salah satu dari komponen tersebut
C. Stresor Dimasyarakat
1. Harapan Terlalu Banyak
2. Meningkatnya Permintaan Kebutuhan
3. Dampak Teknologi Moderen : 80 – 90% perceraian adalah dampak dari media social
D. Perbedaan Ekstended Family dan Nuclear Family
• Ekstended Family : Anak lebih tau tata karma dan sopan santun namun kurang bisa mengambil keputusan
• Nuclear Family: Memiliki sifat kemandirian namun memiliki sifat sombong ketika sukses nanti
Dalam keharmonisan keluarga hendaknya suami istri tinggal satu rumah dan tinggal bersama karena jika tidak demikian akan timbul dampak negative bagi rumah tangga sehingga memiliki banyak persoalan dan permasalahan dalam hidup.
Gunakan media massa dan social seperlunya saja, jangan digunakan untuk curhat pribadi karena akan menimbulkan masalah bagi keharmonisan suatu keluarga
Karena fenomena saat ini suami banyak bekerja dirumah, istri bekerja diluar rumah sehingga peran suami sebagai kepala rumah tangga digantikan oleh istri yang berakibat timbulnya harga diri rendah dari seorang suami.

"


57. Nova Anika

pada : 25 October 2017

"Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat

Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana sesorang mampu mencapai prestasi kerja yang maksimal dikarenakan tidak adanya hambatan emosi yang merugikan seperti iri dengki dalam perjalanannya mencapai prestasi

Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah upaya agar setiap manusia mampu mencapai prestasi kerja tanpa hambatan emosi, mencegah dan meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, mengurangi berbagai jenis gangguan jiwa

Masyarakat sehat jiwa dimulai dari kemampuan keluarga merawat dan menerima kondisi orang dengan gangguan jiwa dalam keluarga itu sendiri, dan masyarakat yang mampu menghargai serta berpartisipasi merawat orang dengan gangguan jiwa dilingkungannya sehingga mencapai masyarakat yang sejahtera

Stressor yang terjadi dimasyarakat meliputi :
• Meningkatnya harapan harapan yang banyak,
• meningkatnya permintaan kebutuhan,
• dampak teknologi modern yang memungkinkan arus dari luar muda diakses,
• urbanisasi,
• kepadatan penduduk,
• keluarga : sebagai tempat pertama bagi anak dalam proses bersosialisasi. Tugas keluarga dalam melestarikan keluarga, meningkatkan kehidupan, dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, dan mengajarkan anak. membesarkan, menjaga, membentuk watak dan kepribadian, meneruskan budaya, serta pemecahan masalah dalam keluarga yang ditunjang dengan keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup, dan suasana kehidupan keluarga

sekolah sebagai lembaga sekunder adalah sarana bagi anak untuk mengenal budaya dan sosialisasi, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok dan hubungan formal

peran lembaga dalam kesehatan jiwa terintegrasi pada seluruh komponen, yaitu keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumh, sekolah dan lembaga sekunder lainnya
"


58. maria fatima koa

pada : 25 October 2017

"NAMA : MARIA FATIMA KOA
NIM : 131711123055

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PENGERTIAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajarsemaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan emosi.setiap manusia dapat mencapai prestrasi kerja semaksimal mungkin, yang ditandai adanya optimalisasi prestrasi, kreativitas dan produktivitas dalam dunia kerja.
Beberapa stresor dimasyarakat antara lain timbulnya harapan yang terlalu banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern, urbanisasi dan kepadatan penduduk
1.Timbulnya harapan yang banyak
Sebelum merdeka terjadi kebobrokan, kejelekan dan kebododhan akibat penjajah. Setelah merdeka ternyata harapan belum tentu sama kenyataan serta terdapat kekecewaan dan kecemasan.
2.Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan dalam meningkatkan harga diri, yang meliputi perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi dan kkomunikas, pendidikan serta gaya hidup.
3.Dampak teknologi modern
a.Arus dari luar mudah diakses
b.Pengaruh budaya
c.Peralatan rumah tangga jadi modern
d.Makanan siap saji, hangat, dingin.
e.Ibu bekerja diluar rumah
f.Kesiapan terhadap perubahan yang cepat
g.Kesesuaian perkembangan teknologi dengan kebutuhan saat ini
4.Urbanisasi
a.Pergeseran dari masyarakat desa kekota
b.Keluarga besar berubah menjadi keluarga inti
c.Agraris berubah menjadi industri
d.Mobilisasi semakin cepat
e.Ikatan keluarga menjadi longgar, kontak menurun, komunikasi menurun.
f.Peran keluarga semakin berkurang
5.Kepadatan penduduk
a.Daya saing semakin ketat
b.Hukum alam akan terjadi pertengkaran

Beberapa stresor dimasyarakat ini perlu dikenali untuk mempersiapkan kemampuan adaptasi keluarga dalam menjalani dan memenuhi tuntutan kehidupan di masyarakat. Selain itu, keluarga mempunyai tugas untuk menyiapkan anak dalam menghadapi tuntutan kehidupan pada masanya.
Beberapa tugas keluarga antara lain:
1.Mempersiapakan anak menghadapi perubahan yang cepat
2.Tidak semua perubahan penting dan perlu diikuti
3.Dunia berubah dengan cepat, sehingga setiap orang akan dituntut menghadapi perubahan itu
4.Waspada terhadap peran keluarga yang semakin berkurang

AREA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI MASYARAKAT
Ruang lingkup keperawatan jiwa masyarakat terdiri atas berbagai rentang masalah kesehatan jiwa antara kondisi sehat dan sakit, pada usia naka sampai usia lanjut, perawatan di rumah sakit atau masyarakat, serta kondisi kesehatan jiwa dirumah ataupun ditempat khusus ( industri atau penjara). Area keperawatan kesehatan jiwa masyarakat ini mencakup seluruh kasus yang terjadi pada usia anak, dewasa, usis lanjut, baik pada kasus individu, kelompok maupun keluarga.

MASYARAKAT SEHAT JIWA
Negara sedang berkembang
Tenaga, pikiran, & dana (terbatas) diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
Penyakit menular & infeksi masih terus perlu diberantas & dicegah


STRESOR DI MASYARAKAT

Timbul harapan yang banyak:

-sebelum merdeka
-kebobrokan, kejelekan, kebodohan akibat penjajah
-setelah merdeka
-harapan, kenyataan ???
-kekecewaan ---- kecemasan ???

Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;
-perumahan
-perlengkapan isi rumah
-sarana transportasi, komunikasi
-pendidikan
-gaya hidup
Dampak teknologi modern
-arus dari luar mudah diakses
-pengaruh budaya
-peralatan rumah tangga jadi modern
-makanan siap saji, hangat, dingin
-ibu bekerja di luar rumah
-apakah kita sudah siap dg segala perubahannya
-teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
-bagaimana dengan “Padat Karya keluarga
-MENGASUH(Fisik & Motorik)
Membesarkan
Menjaga diri; “learning experience”
Pengenalan budaya; pengenalan teritori
-MENDIDIK (Sikap & Perilaku)
Membentuk watak
Membentuk kepribadian
Meneruskan budaya; (antisipasi, simpati & empati)
-MENGAJAR (kecerdasan)
pemecahan masalah
ingin maju
alternatif
penentuan pilihan (dg argumentasi) jangan pokok-e

RUMAH TERLALU BESAR
Masing-2 orang tidak dapat saling memantau
Hubungan interaksi face to face kurang
Mother figure tidak ada
Father figure tidak ada
Komunikasi kurang
Jarak ruangan membantu pressure
Sebaiknya ada family table talk

RUMAH TERLALU KECIL
pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang, dll.
KEADAAN LINGKUNGAN HIDUP
Tenang, sepi,
cukup rangsangan
tidak ada polusi
dapat istirahat / tidur dengan baik

SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
Orang tua hidup serasi
Orang tua komunikatif
“Father – Mother figure” tampak
Kemanunggalan kedua orang tua
(ibu melarang, ayah boleh ?)

SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA SEKUNDER
Sarana anak untuk mengenal:
Budaya; kawan guru, agama, dll.
Role play yang lebih baik
Memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok
Hubungan formal
Ajarkan pula:
Ciri manusia hidup di masyarakat
Belajar hidup yang baik di lingkungan (dikasih  terima kasih, jangan merintangi orang lain, dll)

PERAN LEMBAGA DALAM KESEHATAN JIWA
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat:
Keluarga
 Lingkungan
Keadaan fisik rumah
Sekolah & lembaga sekunder lainnya







"


59. Nurul Yuiarsih

pada : 26 October 2017

"Kesehatan jiwa masyarakat adalah Suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Untuk terciptanya masyarakat sehat jiwa yaitu keluarga dan masyarakat harus sama-sama sejahtera. Adapun beberapa stresor di masyarakat: Timbulnya harapan yang banyak, Meningkatnya permintaan kebutuhan, Dampak teknologi modern, Urbanisasi, Kepadatan Penduduk, keluarga, keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan. Upaya Kesehatan Jiwa Masyarakat: Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi, tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain.

"


60. TAMARA REGINA

pada : 26 October 2017

"TAMARA REGINA VALLENTINA
P1337420114009 / AJ-2
RESUME KEPERAWATAN JIWA

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
(PAK YUSUF)

• Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
• Meningkatnya permintaan kebutuhan :
1. Tuntunan kebutuhan rasa harga diri : perumahan, perlengkapan isi rumah, pendidikan, gaya hidup, transportasi dan komunikasi.
2. Dampak teknologi modern : arus dari luar mudah diakses dan pengaruh budaya.
3. Kepadatan penduduk : daya saing semakin ketat dan hukum alam akan terjadi pertengkaran.
• Keluarga adalah tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi atau pembelajaran anak (basic training peroces).
• Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat . Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain."


61. Dinda Berlian Primadiana

pada : 26 October 2017

"KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, masyarakat sehat jiwa tercipta jika keluarga dan masyarakat dalam keadaan sejahtera.
Stressor di masyarakat disebabkan oleh meningkatnya permintaan kebutuhan masyarakat itu sendiri, diantaranya:
1. Tuntunan kebutuhan rasa harga diri : perumahan, perlengkapan isi rumah, pendidikan, gaya hidup, transportasi dan komunikasi.
2. Dampak teknologi modern : arus dari luar mudah diakses dan pengaruh budaya.
3. Kepadatan penduduk : daya saing semakin ketat dan hukum alam akan terjadi pertengkaran.
Keluarga adalah tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi atau pembelajaran anak (basic training peroces). Karena tugas keluarga adalah mengasuh, mendidik, dan mengajar, yang selanjutnya tugas-tugas tersebut ditunjang oleh keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup, dan suasana kehidupan keluarga. Anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat . Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain. Sedangkan upaya keperawatan dapat diwujudkan dalam bentuk Community Mental Health Nursing (CMHN)
"


62. Dwi Astutik

pada : 27 October 2017

"Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat

Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana sesorang mampu mencapai prestasi kerja yang maksimal dikarenakan tidak adanya hambatan emosi yang merugikan seperti iri dengki dalam perjalanannya mencapai prestasi. Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah upaya agar setiap manusia mampu mencapai prestasi kerja tanpa hambatan emosi, mencegah dan meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, mengurangi berbagai jenis gangguan jiwa.
Masyarakat sehat jiwa dimulai dari kemampuan keluarga merawat dan menerima kondisi orang dengan gangguan jiwa dalam keluarga itu sendiri, dan masyarakat yang mampu menghargai serta berpartisipasi merawat orang dengan gangguan jiwa dilingkungannya sehingga mencapai masyarakat yang sejahtera.
Stressor yang terjadi dimasyarakat meliputi, meningkatnya harapan harapan yang banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern yang memungkinkan arus dari luar muda diakses, urbanisasi, kepadatan penduduk, keluarga. Tugas keluarga dalam melestarikan keluarga, meningkatkan kehidupan, dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, dan mengajarkan anak. membesarkan, menjaga, membentuk watak dan kepribadian, meneruskan budaya, serta pemecahan masalah dalam keluarga yang ditunjang dengan keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup, dan suasana kehidupan keluargaPeran lembaga dalam kesehatan jiwa terintegrasi pada seluruh komponen, yaitu keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumh, sekolah dan lembaga sekunder lainnya.
"


63. Firda Dwi Yuliana

pada : 27 October 2017

"KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
Walaupun sekarang sudah banyak ditemukan rumah sakit jiwa, namun masih banyak masyarakat yang memperlakukan orang dengan gangguan jiwa dengan cara yang tidak manusiawi. Seperti dipasung selama 10 tahun, dipasung di lokasi yang jauh dari pemukiman, diasingkan, dikurung di tempat sempit yang tidak memungkinkan orang dengan gangguan jiwa untuk tidur, bahkan ada orang dengan gangguan jiwa yang diletakkan di rumah yang terendam air
Baik buruknya keluarga dan masyarakat tergantung pada kesejahteraan setiap elemen.
Pada negara berkembang, tenaga, pikiran dan dana yang terbatas diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Seperti membrantas dan mencegah penyakit menular dan infeksi. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat yang sudah modern seperti sekarang ini, kita harus memikirkan juga pentingnya mensehatkan jiwa masyarakat karena pada zaman yang serba canggih seperti sekarang ini muncul banyak stressor pada masyarakat.
Salah satu stressor yang muncul adalah tuntutan kebutuhan rasa harga diri seperti berlomba-lomba membuat rumah yang bagus, perlengkapan isi rumah yang bagus, sarana transportasi, komunikasi, pendidikan dan gaya hidup.
Dampak dari teknologi modern, diantaranya yaitu:
1. Arus dari luar mudah diakses
2. Pengaruh budaya
3. Peralatan rumah tangga jadi modern
4. Makanan siap saji, hangat, dingin
5. Ibu bekerja di luar rumah
6. Apakah kita sudah siap dg segala perubahannya
7. Teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
8. Bagaimana dengan “padat karya”
Perubahan akibat adaya urbanisasi:
1. Pergeseran dari masyarakat desa à kota
2. Extended family à nuclear family
3. Agraris à industri
4. Mobilisasi semakin cepat
5. Ikatan keluarga menjadi longgar, kontak menurun, komunikasi menurun
6. Waspadai peran keluarga yang semakin berkurang

Aspek yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa masyarakat adalah cara mengasuh, mendidik, dan mengajar anak. karena setiap keluarga memiliki cara tersendiri. Ketiga elemen tersebut ditunjang oleh keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan rumah dan suasana kehidupan keluarga.
Anak yang berasal dari keluarga inti memiliki sifat yang berbeda dari anak yang berasal dari anak dari keluarga besar. Anak dari keluarga inti cenderung lebih mandiri namun saat mendapat stressor cenderung lebih cepat stess dan lebih arogant. Sedangkan anak dari keluarga besar cenderung kurang bisa mandiri namun mau berjuang untuk mendapatkan sesuatu.
CMHN (Comunity Mental Health Nursing)
Level perawatan dan tindakan:
1. Rumah sakit jiwa -> MPKP
2. Keswa di RSU -> PICU CMHN
3. Tim kesehatan jiwa di (kabupaten/kota) -> AC CMHN
4. Pelayanan kesma di puskesmas -> IC CMHN & BC CMHN
5. Formal dan informal di komunitas diluar sektor kesehatan -> DSSJ KKJ
6. Prawatan diri individu dan keluarga -> SHG UKSJ
Semakin tinggi level perawatan dan tindakan maka semakin tinggi biayanya
Semakin tinggi level perawatan dan tindakan maka semakin rendah frekuensi kebutuhan
Semakin tinggi level perawatand an tindakan maka semakin tinggi kualitas pelayanannya"


64. Ida Berliana

pada : 28 October 2017

"Nama : Ida Berliana
Nim : 131711123013
Resume “Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat”

Kesehatan jiwa masyarakat : suatu keadaan dimana sesorang mampu mencapai prestasi kerja yang maksimal dikarenakan tidak adanya hambatan emosi yang merugikan seperti iri dengki dalam perjalanannya mencapai prestasi.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah upaya agar setiap manusia mampu mencapai prestasi kerja tanpa hambatan emosi, mencegah dan meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, mengurangi berbagai jenis gangguan jiwa.
Masyarakat sehat jiwa dimulai dari kemampuan keluarga merawat dan menerima kondisi orang dengan gangguan jiwa dalam keluarga itu sendiri, dan masyarakat yang mampu menghargai serta berpartisipasi merawat orang dengan gangguan jiwa dilingkungannya sehingga mencapai masyarakat yang sejahtera.
Stressor yang terjadi di masyarakat , meliputi :
• Meningkatnya harapan harapan yang banyak
• Meningkatnya permintaan kebutuhan : Meningkatnya kebutuhan rasa harga diri
• Dampak teknologi modern yang memungkinkan arus dari luar mudah di akses
• Urbanisasi: Pergeseran dari masyarakat desa ke kota, dari agraris ke industry, dari axtended family ke nuclear family.
• Kepadatan penduduk: Daya saing semakin ketat
• Keluarga : Role plying terganggu, identitas tidak jelas dimana keluarga sebagai tempat pertama bagi anak dalam proses bersosialisasi. Tugas keluarga dalam melestarikan keluarga, meningkatkan kehidupan, dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, dan mengajarkan anak. Membesarkan, menjaga, membentuk watak dan kepribadian, meneruskan budaya, serta pemecahan masalah dalam keluarga yang ditunjang dengan keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup, dan suasana kehidupan keluarga.
Sekolah sebagai lembaga sekunder adalah sarana bagi anak untuk mengenal budaya dan sosialisasi, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok dan hubungan formal.
Peran lembaga dalam kesehatan jiwa terintegrasi pada seluruh komponen, yaitu keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah, sekolah dan lembaga sekunder lainnya.
Peran lembaga dalam kesehatan jiwa: Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat: Keluarga, Lingkungan , Keadaan fisik rumah Sekolah & lembaga sekunder lainnya .
Upaya kesehatan jiwa Masyarakat: Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi. Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain.
"


65. HENI MURTI WAHYUNI

pada : 30 October 2017

"- Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat -

Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana sesorang mampu mencapai prestasi kerja yang maksimal dikarenakan tidak adanya hambatan emosi yang merugikan seperti iri dengki dalam perjalanannya mencapai prestasi.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah upaya agar setiap manusia mampu mencapai prestasi kerja tanpa hambatan emosi, mencegah dan meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, mengurangi berbagai jenis gangguan jiwa
Masyarakat sehat jiwa dimulai dari kemampuan keluarga merawat dan menerima kondisi orang dengan gangguan jiwa dalam keluarga itu sendiri, dan masyarakat yang mampu menghargai serta berpartisipasi merawat orang dengan gangguan jiwa dilingkungannya sehingga mencapai masyarakat yang sejahtera
Stressor yang terjadi dimasyarakat meliputi : Meningkatnya harapan harapan yang banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern yang memungkinkan arus dari luar muda diakses, urbanisasi, kepadatan penduduk, keluarga : sebagai tempat pertama bagi anak dalam proses bersosialisasi. Tugas keluarga dalam melestarikan keluarga, meningkatkan kehidupan, dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, dan mengajarkan anak. membesarkan, menjaga, membentuk watak dan kepribadian, meneruskan budaya, serta pemecahan masalah dalam keluarga yang ditunjang dengan keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup, dan suasana kehidupan keluarga
Sekolah sebagai lembaga sekunder adalah sarana bagi anak untuk mengenal budaya dan sosialisasi, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok dan hubungan formal
Peran lembaga dalam kesehatan jiwa terintegrasi pada seluruh komponen, yaitu keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumh, sekolah dan lembaga sekunder lainnya."


66. sofiyanti normalinda banoet

pada : 30 October 2017

"Resume Keperawatan Jiwa 2
Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat
Dr. Ah. Yusuf, S.Kp., M.Kes.
Nama : Sofiyanti Normalinda Banoet
NIP : 131711123014

Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
Orang dengan gangguan jiwa banyak diperlakukan dengan semena-mena dimasyarakat. Paling banyak diantaranya adalah di pasung dan ditempatkan ditempat yang tidak layak.
Hingga saat ini kesehatan jiwa sepertinya tidak diperhitungkan dalam program pemerintah. Hal ini mungkin disebabkan karena saat ini negara sedang berkembang sehingga tenaga, pikiran dan dana (terbatas) diarahkan untuk meningkatkkan taraf hidup masyarakat. Masih banyak penyakit menular dan infeksi masih terus perlu diberantas dan dicegah sehingga kesehatan jiwa sepertinya disepelehkan.
Kesehatan jiwa di masyarakat bisa terganggu dengan adanya stressor. Beberapa hal yang menjadi stressor yaitu meningkatnya permintaan kebutuhan karena tuntutan kebutuhan rasa harga diri (perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi, komunikasi, pendidikan, gaya hidup), dampak teknologi modern, urbanisasi, kepadatan penduduk, keluarga (berhubungan dengan cara mengasuh, mendidik dan mengajar, keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup,suasna kehidupan keluarga.
Adapun usaha kesehatan jiwa di masyarakat, tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Tidak hanya mengurangi skozofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain. Upaya keperawatan yaitu dengan community mental health nursing (komunitas perawat kesehatan jiwa)

"


67. YANI ARNOLDUS TOULASIK

pada : 31 October 2017

"NAMA : Yani Arnoldus Toulasik
NIM : 131711123058
Kelas : Aj2 B20

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Kesehatan jiwa masyarakat adalah Suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi
Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;
• perumahan
• perlengkapan isi rumah
• sarana transportasi, komunikasi
• pendidikan
• gaya hidup
Dampak teknologi modern
• Arus dari luar mudah diakses
• Pengaruh budaya
• Peralatan rumah tangga jadi modern
• Makanan siap saji, hangat, dingin
• Ibu bekerja di luar rumah
• Apakah kita sudah siap dg segala perubahannya
• Teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
Urbanisasi adalah pergeseran dari masyarakat desa ke kota, perubahan extended family ke nuclear family, perubahan agraris ke industry, dan mobilisasi semakin cepat
Akibat Kepadatan Penduduk
– daya saing semakin ketat
– hukum alam akan terjadi pertengkaran (White)
KELUARGA adalah Tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi / pembelajaran anak (basic training peroces)
Kriteria MENGASUH (Fisik dan Motorik) adalah
• Membesarkan
• Menjaga diri; “learning experience”
• Pengenalan budaya; pengenalan teritori
Kriteria mendidik (Sikap & Perilaku) adalah
• Membentuk watak
• Membentuk kepribadian
• Meneruskan budaya; (antisipasi, simpati dan empati)
Akibat rumah terlalu besar
• Masing-masing orang tidak dapat saling memantau
• Hubungan interaksi face to face kurang
• Mother figure tidak ada
• Father figure tidak ada
• Komunikasi kurang
• Jarak ruangan membantu pressure
• Sebaiknya ada family table talk
Akibat rumah terlalu kecil adalah pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang, dll.
SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
• Orang tua hidup serasi
• Orang tua komunikatif
• “Father – Mother figure” tampak
• Kemanunggalan kedua orang tua
• (ibu melarang, ayah boleh ?)
Sekolah sebagai sarana anak untuk mengenal:
• Budaya; kawan guru, agama, dll.
• Role play yang lebih baik
• Memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok
• Hubungan formal
Ajarkan pula:
• Ciri manusia hidup di masyarakat
• Belajar hidup yang baik di lingkungan
Upaya kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi.



"


68. MARIA YASINTHA SERAN

pada : 02 November 2017

" NAMA : MARIA YASINTHA SERAN
NIM : 131711123056
KELAS : AJ2/B20

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
BY : Dr. Ah. Yusuf S.Kp.M.Kes

Kesehatan jiwa masyarakat adalah : Suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal, karna tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Pada anak diperhatikan tumbuh kembang. Masyarakat sehat jiwa jika keluarga dan masyarakat sejahtera. Pada masyarakat negara sedang berkembang, tenaga, pikiran dan dana terbatas diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, penyakit menular dan infeksi masih terus perlu diberantas dan dicegah dan perlu difikirkan kesehatan jiwa masyarakat bahwa kesehatan fisik lebih penting.
Meningkatnya permintaan kebutuhan meliputi : tuntutan rasa harga diri, perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi, komunikasi, pendidikan, gaya hidup. Dampak teknologi modern yaitu : Arus dari luar mudah diakses, pengaruh budaya, peralatan rumah tangga jadi modern, makanan siap saji, hangat, dingin, ibu bekerja diluar rumah, apakah kita sudah siap dengan segala perubahannya, teknologi modern memang perlu.
Urbanisasi adalah Pergeseran dari masyarakat desa ke kota, extended family menujuh nuclear family, agraris menujuh industri, mobilisasi semakin cepat, ikatan keluarga menjadi longggar, kontak menurun, komunikasi menurun, waspadai peran keluarga yang semakin berkurang. Kepadatan penduduk maka daya saing semakin ketat dan hukum alam akan terjadi pertengkaran. Keluarga role playing terganggu dan identity tidak jelas dan keluarga merupakan tempat pertama dalam proses sosialisasi/pembelajaran anak ( basic training peroces ). Keluarga juga dapat melestarikan, meningkatkan, dan bermasyarakat, mengasuh, mendidik dan mengajar. Mengasuh fisik dan motorik, mendidik sikap dan perilaku dan mengajarkan kecerdasan.
Suasana kehidupan rumah : Orang tua hidup serasi, orang tua komunikatif, bapak dan mama menjadi figur yang tampak, kemanunggalan kedua orang tua. Sekolah menjadi lembaga sekunder dan peran dalam lembaga dalam kesehatan jiwa dapat melibatkan keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah, sekolah dan lembaga sekunder lainnya.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat merupakan suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin karna tidak adanya hambatan emosi, tidak hanya mencagah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain.
Upaya keperawatan adanya CMHN ( Comunity Mental Health Nursing )
"


69. maria evarista sugo

pada : 02 November 2017

"NAMA : MARIA EVARISTA SUGO
NIM : 131711123059

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PENGERTIAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajarsemaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan emosi.setiap manusia dapat mencapai prestrasi kerja semaksimal mungkin, yang ditandai adanya optimalisasi prestrasi, kreativitas dan produktivitas dalam dunia kerja.
Beberapa stresor dimasyarakat antara lain timbulnya harapan yang terlalu banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern, urbanisasi dan kepadatan penduduk
1.Timbulnya harapan yang banyak
Sebelum merdeka terjadi kebobrokan, kejelekan dan kebododhan akibat penjajah. Setelah merdeka ternyata harapan belum tentu sama kenyataan serta terdapat kekecewaan dan kecemasan.
2.Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan dalam meningkatkan harga diri, yang meliputi perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi dan kkomunikas, pendidikan serta gaya hidup.
3.Dampak teknologi modern
a.Arus dari luar mudah diakses
b.Pengaruh budaya
c.Peralatan rumah tangga jadi modern
d.Makanan siap saji, hangat, dingin.
e.Ibu bekerja diluar rumah
f.Kesiapan terhadap perubahan yang cepat
g.Kesesuaian perkembangan teknologi dengan kebutuhan saat ini
4.Urbanisasi
a.Pergeseran dari masyarakat desa kekota
b.Keluarga besar berubah menjadi keluarga inti
c.Agraris berubah menjadi industri
d.Mobilisasi semakin cepat
e.Ikatan keluarga menjadi longgar, kontak menurun, komunikasi menurun.
f.Peran keluarga semakin berkurang
5.Kepadatan penduduk
a.Daya saing semakin ketat
b.Hukum alam akan terjadi pertengkaran

Beberapa stresor dimasyarakat ini perlu dikenali untuk mempersiapkan kemampuan adaptasi keluarga dalam menjalani dan memenuhi tuntutan kehidupan di masyarakat. Selain itu, keluarga mempunyai tugas untuk menyiapkan anak dalam menghadapi tuntutan kehidupan pada masanya.
Beberapa tugas keluarga antara lain:
1.Mempersiapakan anak menghadapi perubahan yang cepat
2.Tidak semua perubahan penting dan perlu diikuti
3.Dunia berubah dengan cepat, sehingga setiap orang akan dituntut menghadapi perubahan itu
4.Waspada terhadap peran keluarga yang semakin berkurang

AREA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI MASYARAKAT
Ruang lingkup keperawatan jiwa masyarakat terdiri atas berbagai rentang masalah kesehatan jiwa antara kondisi sehat dan sakit, pada usia naka sampai usia lanjut, perawatan di rumah sakit atau masyarakat, serta kondisi kesehatan jiwa dirumah ataupun ditempat khusus ( industri atau penjara). Area keperawatan kesehatan jiwa masyarakat ini mencakup seluruh kasus yang terjadi pada usia anak, dewasa, usis lanjut, baik pada kasus individu, kelompok maupun keluarga.

MASYARAKAT SEHAT JIWA
Negara sedang berkembang
Tenaga, pikiran, & dana (terbatas) diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
Penyakit menular & infeksi masih terus perlu diberantas & dicegah


STRESOR DI MASYARAKAT

Timbul harapan yang banyak:

-sebelum merdeka
-kebobrokan, kejelekan, kebodohan akibat penjajah
-setelah merdeka
-harapan, kenyataan ???
-kekecewaan ---- kecemasan ???

Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;
-perumahan
-perlengkapan isi rumah
-sarana transportasi, komunikasi
-pendidikan
-gaya hidup
Dampak teknologi modern
-arus dari luar mudah diakses
-pengaruh budaya
-peralatan rumah tangga jadi modern
-makanan siap saji, hangat, dingin
-ibu bekerja di luar rumah
-apakah kita sudah siap dg segala perubahannya
-teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
-bagaimana dengan “Padat Karya keluarga
-MENGASUH(Fisik & Motorik)
Membesarkan
Menjaga diri; “learning experience”
Pengenalan budaya; pengenalan teritori
-MENDIDIK (Sikap & Perilaku)
Membentuk watak
Membentuk kepribadian
Meneruskan budaya; (antisipasi, simpati & empati)
-MENGAJAR (kecerdasan)
pemecahan masalah
ingin maju
alternatif
penentuan pilihan (dg argumentasi) jangan pokok-e

RUMAH TERLALU BESAR
Masing-2 orang tidak dapat saling memantau
Hubungan interaksi face to face kurang
Mother figure tidak ada
Father figure tidak ada
Komunikasi kurang
 JaraK ruangan membantu pressure
Sebaiknya ada family table talk
RUMAH TERLALU KECIL
pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang, dll.
KEADAAN LINGKUNGAN HIDUP
Tenang  sepi,
cukup rangsangan
tidak ada polusi
dapat istirahat / tidur dengan baik

SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
Orang tua hidup serasi
Orang tua komunikatif
“Father – Mother figure” tampak
Kemanunggalan kedua orang tua
(ibu melarang, ayah boleh ?)

SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA SEKUNDER
Sarana anak untuk mengenal:
Budaya; kawan guru, agama, dll.
Role play yang lebih baik
Memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok
Hubungan formal
Ajarkan pula:
Ciri manusia hidup di masyarakat
Belajar hidup yang baik di lingkungan (dikasih
 terima kasih, jangan merintangi orang lain, dll)
PERAN LEMBAGA DALAM KESEHATAN JIWA
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat:
Keluarga
Lingkungan
 Keadaan fisik rumah
 Sekolah & lembaga sekunder lainnya







"


70. MARIA FLORENTINA MOI

pada : 02 November 2017

"NAMA : MARIA Florentina Moi
NIM : 131711123073

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PENGERTIAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajarsemaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan emosi.setiap manusia dapat mencapai prestrasi kerja semaksimal mungkin, yang ditandai adanya optimalisasi prestrasi, kreativitas dan produktivitas dalam dunia kerja.
Beberapa stresor dimasyarakat antara lain timbulnya harapan yang terlalu banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern, urbanisasi dan kepadatan penduduk
1.Timbulnya harapan yang banyak
Sebelum merdeka terjadi kebobrokan, kejelekan dan kebododhan akibat penjajah. Setelah merdeka ternyata harapan belum tentu sama kenyataan serta terdapat kekecewaan dan kecemasan.
2.Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan dalam meningkatkan harga diri, yang meliputi perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi dan kkomunikas, pendidikan serta gaya hidup.
3.Dampak teknologi modern
a.Arus dari luar mudah diakses
b.Pengaruh budaya
c.Peralatan rumah tangga jadi modern
d.Makanan siap saji, hangat, dingin.
e.Ibu bekerja diluar rumah
f.Kesiapan terhadap perubahan yang cepat
g.Kesesuaian perkembangan teknologi dengan kebutuhan saat ini
4.Urbanisasi
a.Pergeseran dari masyarakat desa kekota
b.Keluarga besar berubah menjadi keluarga inti
c.Agraris berubah menjadi industri
d.Mobilisasi semakin cepat
e.Ikatan keluarga menjadi longgar, kontak menurun, komunikasi menurun.
f.Peran keluarga semakin berkurang
5.Kepadatan penduduk
a.Daya saing semakin ketat
b.Hukum alam akan terjadi pertengkaran

Beberapa stresor dimasyarakat ini perlu dikenali untuk mempersiapkan kemampuan adaptasi keluarga dalam menjalani dan memenuhi tuntutan kehidupan di masyarakat. Selain itu, keluarga mempunyai tugas untuk menyiapkan anak dalam menghadapi tuntutan kehidupan pada masanya.
Beberapa tugas keluarga antara lain:
1.Mempersiapakan anak menghadapi perubahan yang cepat
2.Tidak semua perubahan penting dan perlu diikuti
3.Dunia berubah dengan cepat, sehingga setiap orang akan dituntut menghadapi perubahan itu
4.Waspada terhadap peran keluarga yang semakin berkurang

AREA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI MASYARAKAT
Ruang lingkup keperawatan jiwa masyarakat terdiri atas berbagai rentang masalah kesehatan jiwa antara kondisi sehat dan sakit, pada usia naka sampai usia lanjut, perawatan di rumah sakit atau masyarakat, serta kondisi kesehatan jiwa dirumah ataupun ditempat khusus ( industri atau penjara). Area keperawatan kesehatan jiwa masyarakat ini mencakup seluruh kasus yang terjadi pada usia anak, dewasa, usis lanjut, baik pada kasus individu, kelompok maupun keluarga.

MASYARAKAT SEHAT JIWA
Negara sedang berkembang
Tenaga, pikiran, & dana (terbatas) diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
Penyakit menular & infeksi masih terus perlu diberantas & dicegah


STRESOR DI MASYARAKAT

Timbul harapan yang banyak:

-sebelum merdeka
-kebobrokan, kejelekan, kebodohan akibat penjajah
-setelah merdeka
-harapan, kenyataan ???
-kekecewaan ---- kecemasan ???

Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;
-perumahan
-perlengkapan isi rumah
-sarana transportasi, komunikasi
-pendidikan
-gaya hidup
Dampak teknologi modern
-arus dari luar mudah diakses
-pengaruh budaya
-peralatan rumah tangga jadi modern
-makanan siap saji, hangat, dingin
-ibu bekerja di luar rumah
-apakah kita sudah siap dg segala perubahannya
-teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
-bagaimana dengan “Padat Karya
keluarga
-MENGASUH(Fisik & Motorik)
Membesarkan
Menjaga diri; “learning experience”
Pengenalan budaya; pengenalan teritori
-MENDIDIK (Sikap & Perilaku)
Membentuk watak
Membentuk kepribadian
Meneruskan budaya; (antisipasi, simpati & empati)
-MENGAJAR (kecerdasan)
pemecahan masalah
ingin maju
alternatif
penentuan pilihan (dg argumentasi) jangan pokok-e

RUMAH TERLALU BESAR
Masing-2 orang tidak dapat saling memantau
Hubungan interaksi face to face kurang
Mother figure tidak ada
Father figure tidak ada
Komunikasi kurang
 Jarak ruangan membantu pressure
Sebaiknya ada family table talk
RUMAH TERLALU KECIL
pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang, dll.
KEADAAN LINGKUNGAN HIDUP
Tenang
 sepi,
cukup rangsangan
tidak ada polusi
dapat istirahat / tidur dengan baik

SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
Orang tua hidup serasi
Orang tua komunikatif
“Father – Mother figure” tampak
Kemanunggalan kedua orang tua
(ibu melarang, ayah boleh ?)

SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA SEKUNDER
Sarana anak untuk mengenal:
Budaya; kawan guru, agama, dll.
Role play yang lebih baik
Memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok
Hubungan formal
Ajarkan pula:
Ciri manusia hidup di masyarakat
Belajar hidup yang baik di lingkungan (dikasih
 terima kasih, jangan merintangi orang lain, dll)
PERAN LEMBAGA DALAM KESEHATAN JIWA
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat:
 Keluarga
 Lingkungan
 Keadaan fisik rumah
 Sekolah & lembaga sekunder lainnya







"


71. yeane fiorola ire

pada : 02 November 2017

"NAMA : yeane fiorola ire
NIM : 131711123012

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PENGERTIAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajarsemaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan emosi.setiap manusia dapat mencapai prestrasi kerja semaksimal mungkin, yang ditandai adanya optimalisasi prestrasi, kreativitas dan produktivitas dalam dunia kerja.
Beberapa stresor dimasyarakat antara lain timbulnya harapan yang terlalu banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern, urbanisasi dan kepadatan penduduk
1.Timbulnya harapan yang banyak
Sebelum merdeka terjadi kebobrokan, kejelekan dan kebododhan akibat penjajah. Setelah merdeka ternyata harapan belum tentu sama kenyataan serta terdapat kekecewaan dan kecemasan.
2.Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan dalam meningkatkan harga diri, yang meliputi perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi dan kkomunikas, pendidikan serta gaya hidup.
3.Dampak teknologi modern
a.Arus dari luar mudah diakses
b.Pengaruh budaya
c.Peralatan rumah tangga jadi modern
d.Makanan siap saji, hangat, dingin.
e.Ibu bekerja diluar rumah
f.Kesiapan terhadap perubahan yang cepat
g.Kesesuaian perkembangan teknologi dengan kebutuhan saat ini
4.Urbanisasi
a.Pergeseran dari masyarakat desa kekota
b.Keluarga besar berubah menjadi keluarga inti
c.Agraris berubah menjadi industri
d.Mobilisasi semakin cepat
e.Ikatan keluarga menjadi longgar, kontak menurun, komunikasi menurun.
f.Peran keluarga semakin berkurang
5.Kepadatan penduduk
a.Daya saing semakin ketat
b.Hukum alam akan terjadi pertengkaran

Beberapa stresor dimasyarakat ini perlu dikenali untuk mempersiapkan kemampuan adaptasi keluarga dalam menjalani dan memenuhi tuntutan kehidupan di masyarakat. Selain itu, keluarga mempunyai tugas untuk menyiapkan anak dalam menghadapi tuntutan kehidupan pada masanya.
Beberapa tugas keluarga antara lain:
1.Mempersiapakan anak menghadapi perubahan yang cepat
2.Tidak semua perubahan penting dan perlu diikuti
3.Dunia berubah dengan cepat, sehingga setiap orang akan dituntut menghadapi perubahan itu
4.Waspada terhadap peran keluarga yang semakin berkurang

AREA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI MASYARAKAT
Ruang lingkup keperawatan jiwa masyarakat terdiri atas berbagai rentang masalah kesehatan jiwa antara kondisi sehat dan sakit, pada usia naka sampai usia lanjut, perawatan di rumah sakit atau masyarakat, serta kondisi kesehatan jiwa dirumah ataupun ditempat khusus ( industri atau penjara). Area keperawatan kesehatan jiwa masyarakat ini mencakup seluruh kasus yang terjadi pada usia anak, dewasa, usis lanjut, baik pada kasus individu, kelompok maupun keluarga.

MASYARAKAT SEHAT JIWA
Negara sedang berkembang
Tenaga, pikiran, & dana (terbatas) diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
Penyakit menular & infeksi masih terus perlu diberantas & dicegah


STRESOR DI MASYARAKAT

Timbul harapan yang banyak:

-sebelum merdeka
-kebobrokan, kejelekan, kebodohan akibat penjajah
-setelah merdeka
-harapan, kenyataan ???
-kekecewaan ---- kecemasan ???

Meningkatnya permintaan kebutuhan
Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;
-perumahan
-perlengkapan isi rumah
-sarana transportasi, komunikasi
-pendidikan
-gaya hidup
Dampak teknologi modern
-arus dari luar mudah diakses
-pengaruh budaya
-peralatan rumah tangga jadi modern
-makanan siap saji, hangat, dingin
-ibu bekerja di luar rumah
-apakah kita sudah siap dg segala perubahannya
-teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
-bagaimana dengan “Padat Karya
keluarga
-MENGASUH(Fisik & Motorik)
Membesarkan
Menjaga diri; “learning experience”
Pengenalan budaya; pengenalan teritori
-MENDIDIK (Sikap & Perilaku)
Membentuk watak
Membentuk kepribadian
Meneruskan budaya; (antisipasi, simpati & empati)
-MENGAJAR (kecerdasan)
pemecahan masalah
ingin maju
alternatif
penentuan pilihan (dg argumentasi) jangan pokok-e

RUMAH TERLALU BESAR
Masing-2 orang tidak dapat saling memantau
Hubungan interaksi face to face kurang
Mother figure tidak ada
Father figure tidak ada
Komunikasi kurang
 Jarak ruangan membantu pressure
Sebaiknya ada family table talk
RUMAH TERLALU KECIL
pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang, dll.
KEADAAN LINGKUNGAN HIDUP
Tenang
 sepi,
cukup rangsangan
tidak ada polusi
dapat istirahat / tidur dengan baik

SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
Orang tua hidup serasi
Orang tua komunikatif
“Father – Mother figure” tampak
Kemanunggalan kedua orang tua
(ibu melarang, ayah boleh ?)

SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA SEKUNDER
Sarana anak untuk mengenal:
Budaya; kawan guru, agama, dll.
Role play yang lebih baik
Memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok
Hubungan formal
Ajarkan pula:
Ciri manusia hidup di masyarakat
Belajar hidup yang baik di lingkungan (dikasih  terima kasih, jangan merintangi orang lain, dll)
PERAN LEMBAGA DALAM KESEHATAN JIWA
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat:
 Keluarga
Lingkungan
Keadaan fisik rumah
Sekolah & lembaga sekunder lainnya







"


72. Ade putrina

pada : 02 November 2017

"Ade putrina
13171123032
B20-aj2
RESUME
~Kesehatan Jiwa Masyarakat~

•Pengertian Kesehatan Jiwa Masyarakat
Kesehatan Jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan emosi.

>keluarga : sebagai tempat pertama bagi anak dalam proses bersosialisasi.

>sekolah sebagai lembaga sekunder adalah sarana bagi anak untuk mengenal budaya dan sosialisasi, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok dan hubungan formal

>peran lembaga dalam kesehatan jiwa yaitu keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah sekolah dan lembaga sekunder lainnya

√Dampak dari teknologi modern, diantaranya yaitu:
1.Arus dari luar mudah diakses
2.Pengaruh budaya
3.Peralatan rumah tangga jadi modern
4.Makanan siap saji, hangat, dingin
5.Ibu bekerja di luar rumah
6.Apakah kita sudah siap dgn segala perubahannya
7.Teknologi modern memang perlu tapi apakah sudah sesuai untuk negara yg sedang berkembang
8.Bagaimana dengan “padat karya”
~•Aspek yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa masyarakat adalah cara mengasuh, mendidik, dan mengajar anak.

¤CMHN (Comunity Mental Health Nursing)
Level perawatan dan tindakan:
1.Rumah sakit jiwa: MPKP
2.Keswa di RSU: PICU CMHN
3.Tim kesehatan jiwa di (kab/kota): AC
CMHN
4.Pelayanan kesma di puskesmas: IC CMHN
dan BC CMHN
5.Formal dan informal di komunitas diluar sektor kesehatan: DSSJ KKJ
"


73. Putri Dewi Suciningtyas

pada : 05 November 2017

"Nama : Putri Dewi Suciningyas
NIM : 131711123040
Kesehatan Jiwa Masyarakat
•Suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi
Stesor dimasyarakat
1. Timbulnya harapan yang banyak
2. Tuntutan kebutuhan Harga diri:
3. Dampak teknologi modern
4. Urbanisasi
5. Kepadatan Penduduk
• Keluarga Tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi / pembelajaran anak Keluarga berfungsi melestarikan, meningktkan dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, mengajar ditunjang oleh keadaan fisik rumah , keadaan lingkungan hidup, suasana kehidupan keluarga
•Arti dalam mengasuh anak adalah membesarkan menjaga diri, pengenalan budayaMendidik (sikap dan perilaku) yaotu Membentuk watakMembentuk kepribadian Meneruskan budaya; (antisipasi, simpati & empati)
Mengajar yaitu pemecahan masalah ingin maju alternative penentuan pilihan (dg argumentasi)
Ciri manusia hidup di masyarakat
a.Belajar hidup yang baik di lingkungan (dikasih terima kasih, jangan merintangi orang lain, dll)
b.Peranan lembaga dalam kesehatan jiwa
c.Terintegrasi pada seluruh
d.Keadaan fisik rumah
e.Sekolah & lembaga sekunder lainnya
Upaya kesehatan jiwa komponen yang terlibat:
a.Keluarga
b.Lingkungan.
Kualitas pelayanan yang dibutuhkan
1.Rumah sakit jiwa
2.Kesehatan di RSU
3.Tim Kesehatan Jiwa (kabupaten/ jiwa)
4.Pelayanan keswa
5.Formal dan informal di komunitan diluar sector kesehatan
6.Perawatan diri individu dan keluarga
"


74. ChoirinaNA

pada : 05 November 2017

"Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat

Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
Masyarakat sehat jiwa apabila dalam keluarga dan masyarakat sudah baik dan sejahtera. Stresor yang ada di masyarakat timbul karena:
1. Harapan yang banyak, yang tidak bisa dicapai atau direalisasikan.
2. Meningkatnya permintaan kebutuhan
3. Dampak teknologi modern
4. Urbanisasi
5. Kepadatan penduduk
6. Keluarga
Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam proses sosialisasi/ pembelajaran anak. Keluarga mempunyai tugas untuk melestarikan, meningkatkan dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, dan mengajar yang ditunjang oleh keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup dan suasana kehidupan keluarga. Dengan mengasuh (fisik dan motorik) dapat sebagai pengenalan budaya. Mendidik (sikap dan perilaku) dapat membentuk watak, kepribadian dan meneruskan budaya (antisipasi, simpati dan empati). Sedangkan mengajar (kecerdasan) bertujuan agar anak bisa untuk memecahkan masalah, ingin maju, dan bisa untuk menentukan pilihan (dengan argumentasi).
Sekolah sebagai lembaga sekunder sebagai sarana anak untuk mengenal budaya, kawan, guru agama dll. Untuk mengenal perannya yang lebih baik, dapat memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok.
Upaya Kesehatan Jiwa Masyarakat:
a. Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi.
b. Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat
c. Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain.

"


75. FRIDA RACHMADIANTI

pada : 12 November 2017

"RESUME
Materi : Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat
A. DEFINISI
Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
B. PENYEBAB STRESSOR
Masyarakat sehat jiwa apabila dalam keluarga dan masyarakat sudah baik dan sejahtera. Stresor yang ada di masyarakat timbul karena:
1.Harapan yang banyak, yang tidak bisa dicapai atau direalisasikan.
2.Meningkatnya permintaan kebutuhan
3.Dampak teknologi modern
4.Urbanisasi
5.Kepadatan penduduk
6.Keluarga
Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam proses sosialisasi/ pembelajaran anak. Keluarga mempunyai tugas untuk melestarikan, meningkatkan dan bermasyarakat dengan cara mengasuh, mendidik, dan mengajar yang ditunjang oleh keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup dan suasana kehidupan keluarga. Dengan mengasuh (fisik dan motorik) dapat sebagai pengenalan budaya. Mendidik (sikap dan perilaku) dapat membentuk watak, kepribadian dan meneruskan budaya (antisipasi, simpati dan empati). Sedangkan mengajar (kecerdasan) bertujuan agar anak bisa untuk memecahkan masalah, ingin maju, dan bisa untuk menentukan pilihan (dengan argumentasi). Sekolah sebagai lembaga sekunder sebagai sarana anak untuk mengenal budaya, kawan, guru agama dll. Untuk mengenal perannya yang lebih baik, dapat memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok.
C. UPAYA KESEHATAN JIWA MASYARAKAT:
Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi. Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain. Untuk mewujudkan upaya keperawatan yang dapat dilakukan dalam bentuk Community Mental Health Nursing dimana perawat membantu untuk meningkatkan kesehatan jiwa dalam komunitas tersebut.
"


76. Pahlevi Betsytifani

pada : 16 November 2017

"Nama : Pahlevi Betsytifani
NIM : 131711123051/ AJ 2

RESUME KEPERAWATAN JIWA
(KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT)

A. Kesehatan Jiwa Masyarakat
Suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
B. Stresor di masyarakat
Stresor yang timbul di masyarakat meliputi:
1. Timbulnya harapan-harapan yang banyak.
Banyaknya harapan yang tidak menjadi kenyataan dapat menimbulkan kecemasan dan kekecewaan.
2. Meningkatnya permintaan kebutuhan.
Meliputi: tuntutan kebutuhan rasa harga diri, perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi, komunikasi, pendidikan, gaya hidup.
3. Dampak teknologi modern.
Hal ini terjadi karena ketidaksesuaian teknologi modern dengan negara yang sedang berkembang serta ketidaksiapan negara yang sedang berkembang dalam menerima teknologi modern.
4. Urbanisasi.
Urbanisasi menyebabkan ikatan keluarga menjadi longgar, kontak menurun, komunikasi menurun, kurangnya peran dalam keluarga, hal ini terjadi karena pergeseran dari masyarakat desa ke kota, adanya agraris industri dan mobilisasi yang semakin cepat.
5. Kepadatan penduduk.
Meiputi: daya saing semakin ketat, hukum alam akan terjadi pertengkaran (White).
6. Keluarga.
• Dalam keluarga hal yang terjadi adalah: role playing terganggu, identity tidak jelas.
• Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam proses sosialisasi/ pembelajaran anak (basic training process).
• Keluarga (meningkatkan, melestarikan, bermasyarakat) dengan cara mengasuh, mendidik, mengajar yang ditunjang oleh keadaan fisik rumah, keadaan lingkungan hidup, dan suasana kehidupan keluarga.
C. Sekolah sebagai lembaga sekunder
• Sarana anak untuk mengenal: budaya (kawan, guru, agama), role play yang lebih baik, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok, hubungan formal.
• Ajarkan pula: ciri manusia hidup di masyarakat, belajar hidup yang baik di lingkungan.
D. Peran lembaga dalam kesehatan jiwa
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat: keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah, sekolah dan lembaga sekunder lainnya.
E. Upaya kesehatan jiwa mayarakat
• Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
• Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain.
F. Upaya keperawatan
Dapat dilakukan dengan Community Mental Health Nursing.
G. Level perawatan dan tindakan
• Pearwatan diri individu dan keluarga.
• Formal dan informal di komunitas di luar sektor kesehatan.
• Pelayanan keswa di Puskesmas.
• Tim kesehatan jiwa di kabupaten/kota.
• Keswa di RSU.
• Rumah sakit jiwa.
"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

561329