Mental Health, Begins with Me

Ah-Yusuf, Nursing, Universitas Airlangga

Resume Kuliah Jiwa 2 AJ-1
diposting oleh ah-yusuf-fkp - 25 August 2017
kategori : Keperawatan Jiwa - 90 komentar

Setelah mengikuti perkuliahan, tuliskan resume atau umpan balik Anda disini...

terimakasih.



90 Komentar

1. DWI FERAFURISCA DESI

pada : 25 August 2017

"Resum kuliah jiwa 2 AJ 1 materi kuliah 1.
Kesehatan Jiwa adalah Perasaan Sehat dan Bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Sedangkan menurut UU KES. JIWA NO 03 THN 1966
Kondisi yg memungkinkan perkembangan fisik, intelektual emosional secara optimal dari seseorang dan perkebangan ini selaras dgn orang lain. Keperawatan jiwa adalah pelayanan keperawatan profesional didasarkan pada ilmu perilaku, ilmu keperawatan jiwa pada manusia sepanjang siklus kehidupan dengan respons psiko-sosial yang maladaptif yang disebabkan oleh gangguan bio-psiko-sosial, dengan menggunakan diri sendiri dan terapi keperawatan jiwa ( komunikasi terapeutik dan terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa ) melalui pendekatan proses keperawatan untuk meningkatkan, mencegah, mempertahankan dan memulihkan masalah kesehatan jiwa klien (individu, keluarga, kelompok komunitas ). Prinsip keperawatan jiwa terdiri dari empat komponen yaitu manusia, lingkungan, kesehatan dan keperawatan.peran sebagai manusia yaitu Fungsi seseorang sebagai makhluk holistik yaitu bertindak, berinteraksi dan bereaksi dengan lingkungan secara keseluruhan.sedangkan peran sebagai lingkungan yaitu Manusia sebagai makhluk holistik dipengaruhi oleh lingkungan dari dalam dirinya dan lingkungan luar, baik keluarga, kelompok, komunitas. sedangkan peran sebagai kesehatan Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang menunjukkan salah satu segi kualitas hidup manusia, oleh karena itu, setiap individu mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan yang sama melalui perawatan yang adekuat. dan peran sebagai keperawatan adalah Dalam keperawatan jiwa, perawat memandang manusia secara holistik dan menggunakan diri sendiri secara terapeutik. proses asuhan kepeawatan pada keperawatan jiwa adalah pengkajian yang terdiri dari data demografi riwayat kesehatan dahulu, sekarang dan keluarga, pengkajian pola pikir dll, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi hasil tindakan
"


2. DWI FERAFURISCA DESI

pada : 25 August 2017

"Resume trand dan isu keperawatan jiwa kuliah ke 2
Gangguan jiwa berat di indonesia mencapai 0,17 . berdasarkan data porporsi RT dengan ART Mengalami gangguan jiwa berat karena di pasung pada tahun 2013 di indonesia mencapai 14,3 % dengan pasien gangguan jiwa berat di kota menempati posisi ke 2 yaitu 10,7 % sedangkan persentasi gangguan jiwa berat tertinggi adalah di desa dengan persentasi 18,2 %. Di indonesia terdapat 56.000 orang di pasung di karenakan minimnya informasi akses dan informasi kesehtan jiwa (wordmentalhealtday 2014). Peristiwa pasung yg dialami orang gangguan jiwa ini sanggat menghebohkan untuk masyarakat dunia. Di dalam kegiatan pasung ini ada hak- hak dari manusia yang tidak sesuai yaitu kebebasan. Untuk mewujudkan indonesia bbas pasung 2019. Warga indonesia harus lebih banyak mendapat informasi tentang kesehatan jiwa dan cara menaggani gangguan jiwa tampa harus melakukan tindakan yang melanggar HAM orang lain. Tujuan program bebas pasung adalah mencapai masyarakat indonesia bebas pasung melalui terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa, tercapai peningkatan pengetahuan bagi tenaga kesehatan, terselenggaranya pelayanan kesehatan yang berkwalitas, tersedia skema pembiyaan yg memadai, tercapai kerjasama dan kordinator lintas sektor dalam upaya meningkatkan kesehtan jiwa, terselenggaranya sistem monotoring dan evaluasi dalam upaya peningkatan kesehatan. Untuk mencegah bertambahnya jumlah gangguan jiwa di indonesia dengan cara pencegahan premair yaitu upya promotif di mana kita memberikan penyuluhan tentang kesehatan jiwa pada mmasyarakat sedangkan dalam upaya preventif adalah untuk mencegah masalah keswa, mencegah kambuhnya gangguan jiwa pada masyarakat. Sedangkan untuk upaya kuratif adlah untuk penyembuhan dan pemulihan , dan penggurusan orang dengan gangguan jiwa, sedangkan untuk upaya rehabilitatif adalah untuk memulihkan fungsi sosial mantan penderita gangguan jiwa. Peran perawat dalam penanganan gangguan jiwa adalah sebagain konsultan, kolabolatror, nursing care, advokasi
"


3. MUHAMMAD FATHUR RIZAL

pada : 25 August 2017

"Resume Mata Kuliah Keperawatan Jiwa 2 ke-1 (Jumat, 18 Agustus 2017).
*Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa *
• Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
• Jiwa tidak dapat dilihat dari fisik tetapi dari manifestasinya, yaitu melalui:
- Kesadaran: diukur dengan kualitatif, anatara lain:
a. Sangat meningkat (agresif), dimana respon yang terlalu berlebihan terhadap stressor yang sederhana.
b. Sangat menurun (tidak ada respon), misalnya tidak makan atau mandi selama seminggu.
c. Berubah-ubah (irritable)
- Afek & emosi, psikomotor.
- Proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian, dll.
• Menilai gangguan jiwa tidak harus data subyektif tetapi juga obyektif dengan hanya melihat dan menilai.
• Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang berkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.
• Berbagai alternatif terapi modalitas diantaranya somato terapi, psikoterapi, manipulasi lingkungan dan sosio terapi.
• Terapi “tempeleng” sebenarnya tidak diperbolehkan.
• Perawat harus pandai dalam membuat strategi atau inside, waham tidak selalu diatasi dengan waham atau halusinasi tidak selalu diatasi dengan halusinasi.
• Psychoneuroimmunology orang dengan gangguan jiwa  ODGJ tidak merasakan penderitaan atau selalu merasa bahagia serta pikirannya selalu senang.
• Permasalahan saat ini adalah kesiapan keluarga dalam menerima pasca pasung.
• Kesehatan jiwa diatur dalam UU nomor 18 tahun 2014."


4. MUHAMMAD FATHUR RIZAL

pada : 25 August 2017

"Resume Mata Kuliah Keperawatan Jiwa 2 ke-2 (Jumat, 25 Agustus 2017).
*Trend & Isuue dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa*
• Skizofrenia sama halnya dengan diabetes ataupun hipertensi. Tidak meurun, tetapi terdapat kecenderungan berperilaku seperti orangtuanya.
• Di Negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%  hal ini berarti "


5. Abraham Steven Yotlely

pada : 26 August 2017

"Resume Mata Kuliah Jiwa ke 1

Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait materi. Gangguan kesehatan jiwa di indonesia adalah gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Penyebab gangguan jiwa dapat dilihat dari berbagai model yaitu psikoanalis, interpersonal, sosial, eksistennsi, supportif, komunikasi, perilaku, medik dan stress adaptasi.
Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Keperawatan jiwa juga berarti suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri teraupetik sebagai kiatnya.
Berbagai terapi yang digunakan sebagai alternatif penyembuhan gangguan jiwa adalah somantoterapi (farmakoterapi, ECT, pembedahan), psikoterapi dan manipulasi linkungan dan sosio terapi. Contoh-contoh terapi gangguan jiwa diantaranya pemberian psiko-farmaka, terapi aktivitas kelompok, terapi musik atau rekreasi dan community and family based approach.
Pilihan pengobatan gangguan jiwa yang sering dilakukan diindonesia adalah restrain (pasung), seclussion (pengasingan) dan restrain (pasung) + seclussion (pengasingan), tetapi ini adalah cara yang salah dan diskriminasi dan menjadikan ini sebagai stigma buruk indonesia dalam penangan penderita gangguan jiwa.
Undang-undang kesehatan mental no. 18 tahun 214 merupakan spirit baru dalam penanganan penderita gangguan jiwa meliputi reformasi kebijakan, pengucualian sosial, penghapusan stigma, pengurangan diskriminasi dan pencegahan pelanggaran hak asasi manusia. Level perawatan dimulai dari perawatan diri dan keluarga, formal dan informal di komunitas diluar sektor kesehatan, pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas, tim kesehatan jiwa di kabupaten/kota, kesehatan jiwa di RS dan pelayanan di RS jiwa.
Jadi upaya kesehatan jiwa itu adalah start from crudle till the grave, start from conception till the grave and start from pre married till the grave."


6. Achmad Ibrahim

pada : 26 August 2017

"Resume trend and issue dalam keperawatan jiwa
Pada orang dengan gangguan jiwa sering sekali masyarakat melakukan diskriminasi. Hal tersebut dikarenakan oleh stingma of mental illness masih banyak yang dipegang teguh oleh masyarakat. Susahnya stigma tersebut dihilangkan karena masyarakat takut kepada ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang berefek treatment atau tindakan yang salah pada ODGJ seperti pasung dan rantai. Karena itu perlu dilakukan upaya upaya oleh pemerintah untuk menghilangkan stigma tersebut, yakni upaya promotif dan preventif.
Upaya promotif meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap KESWA yang sasarannya adalah keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, masyarakat, fasyankes, media massa, lembaga keagamaan, lembaga permasyarakatan. Tetapi untuk upaya preventif untuk mencegah terjadinya masalah KESWA, mencegah timbul kambuhnya ODGJ dan mengurangi factor resiko pada ODGJ pada masyarakat secara umum maupun perorangan. Sasarannya adalah keluarga, lembaga dan masyarakat. Dalam upaya tersebut pemerintah telah melakukan progam bebas pasung tetapi banyak kendala pada progam bebas pasung diantaranya kesiapan SDM, kurangnya dukungan dari keluarga dan masyarakat, kurangnya dukungan pemerintah dalam anggaran, kurangnya upaya promotif bagi masyarakat dalam hal KESWA, dan kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota.
"


7. Achmad Ibrahim

pada : 26 August 2017

"Resume Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa.
Apa itu jiwa? Jiwa itu unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Menurut riskesdas 2013 gangguan kesehatan jiwa tergolong menjadi 2 yakni gangguan jiwa berat (physicosis) dan gangguan mental emosional. Penyebab gangguan jiwa sangat beragam, tetapi menurut pandangan saya penyebab yang paling banyak adalah strees adaptasi Karena banyak individu yang memiliki gangguan jiwa tidak bias menghadapi lingkungan baru. Oleh karena itu perlu adanya keperawatan jiwa untuk membantu individu yang terkena gangguan jiwa tidak sampai menuju ke gangguan jiwa berat tetapi menuju sembuh.
Keperawatan jiwa adalah suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya. Memiliki berbagai alternative terapi diantaranya terapi modalitas, terapi aktivitas kelompok, terapi music, community and family based approach, terapi ECT, pelayanan rehabilitasi, dan terapi tempeleng.
Untuk terapi tempeleng ini tidak boleh dilakukan karena kita harus memegang konsep humanistic yakni memanusiakan manusia. Tetapi terkadang orang dengan gangguan jiwa sangat bias membuat petugas medis jiwa meningkat emosinya. Banyak pada jaman dahulu Indonesia menggunakan treatment dirantai (restrain), pasung (seclusion), dan restrain + seclusion. Karena dulu orang dengan gangguan jiwa dianggap memalukan oleh keluarga, diskriminasi oleh masyarakat, dan stigma dari penduduk Indonesia. Tetapi sekarang tidak boleh dilakukan karena bertentangan dengan konsep humanistic.
Jadi untuk orang dengan gangguan jiwa harus secara dini untuk ditangani, koping keluarga juga sangat penting untuk kesembuhan orang dengan gangguan jiwa karena support keluarga memiliki kedudukan paling tinggi untuk kesembuhan pasien.

"


8. JULINDA MALEHERE

pada : 26 August 2017

"Resume matkul Jiwa 2 ke 1
Jiwa adalah unsur manusia non materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi berupa kesadaran, afek & emosi, psikomotor,proses berfikir, persepsi & sifat-sifat kepribadian. Gangguan jiwa di Indonesia secara umum tergolong atas gangguan jiwa berat (Psychosis) dan gangguan mental emosional.
Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonal yg berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yg mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi.Berbagai alternatif terapi seperti terapi modalitas yg terdiri dari somato terapi, psikoterapi, manipulasi lingkungan & sosio terapi. Alternatif lain berupa terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi,terapi rekreasi serta community & family based approach. Namun kenyataannya di Indonesia masih banyak orang dengan gangguan jiwa yg di perlakukan diskriminasi dengan cara dikurung, di restrain, di kucilkan dan bahkan ditelantarkan yg akibatnya akan menambah berat gangguan jiwa yg dialami.
So Stop the Stigma of Mental illness....."


9. Ribka Putri Sholecha

pada : 26 August 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke 2
baru baru ini, masalah kesehatan jiwa menjadi pembicaraan yg hangat di bidang kesehatan indonesia. Untuk mengurangi masalah kesehatan jiwa tidak hanya perawat yg berperan namun keluarga dan lingkungan dalam arti masyarakat juga sangat berpengaruh dalam teratasinya masalah jiwa."


10. JULINDA MALEHERE

pada : 27 August 2017

"Resume matkul Jiwa 2 ke 2 :
Masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu isu global, sehingga WHO mendesak Negara-negara anggotanya untuk mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensif yang menangani promosi kesehatan mental, pencegahan gangguan jiwa, dan identifikasi dini, perawatan, dukungan, pemulihan orang-orang dengan gangguan mental. Dinegara berkembang rendah menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90% yang artinya "


11. Beny wahyudi

pada : 27 August 2017

"
Jiwa 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

Unsur manusia yg bersifat non-materi,
tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi
Manifestasi Jiwa dengan :
•Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
•proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.

ESTIMASI Gg JIWA BERAT
(Nasional: 1,7/1000)
•Jumlah penduduk Jatim : 38 JUTA
•Jumlah penduduk dewasa : 70% X 38 JT = 26.6 JUTA ORANG
•Estimasi Gangguan jiwa berat : (Jatim: 0,22 %) 0.22 % X 26,6 JT = 58.520 ORANG
•Estimasi potensi ekonomi yang hilang :
•PASIEN: ORG X 2.200.000 RP (UMR)= 128.744.000.000
•CARE GIVER 1 ORANG MERAWAT = 128.744..000.000
TOTAL: 257 M/BULAN

Kapasitas RS Jiwa di Jatim :
•RS Jiwa Lawang : 600 TT
•RS Jiwa Menur : 300 TT
•Unit Psikiatri RSU : 100 TT
TOTAL : 1.000. TT
Sisanya: 57.520 orang, tinggal di Keluarga / Masyarakat

ESTIMASI GME (Nasional 6,0)
Jumlah penduduk Jatim : 38 JUTA
Jumlah penduduk dewasa : 70% X 36 JT = 26.6 JUTA
Estimasi GME (Jatim 6,4) 6,4 % x26.6 JUTA = 1.702.400 ORANG
Kualitas hidup terganggu
Kualitas kerja terganggu
Produktifitas terganggu

Penyebab gangguan jiwa dilihat dari :
1.Psikoanalisa
2.Interpersonal
3.Sosial
4.Eksistensial
5.Supportif
6.Komunikasi
7.Perilaku
8.Medik
9.Stress Adaptasi

Indonesian Mental Health Law No. 18 / 2014 :
•Semangat baru untuk :
•Reformasi kebijakan
•Keterlibatan sosial
•Completely remove of stigma
•Pengurangan deskriminasi
•Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia



JIWA 2

TREND DAN ISSUE
Dalam keperawatan kesehatan jiwa

Di Negara berkembang rendan-menengah temasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90% hal ini berarti < 10% orang dengan gangguan jiwa diterapi di fasilitas kesehatan

Gangguan jiwa di Indonesia :
•Gangguan Jiwa berat (Psichosis):
Terendah di kalbar (0,07)
Tertinggi di DIY (0,27)
•Gangguan Mental Emosional
Terendah di Lampung (1,2)
Tertinggi di Sulteng (11,6)

Tujuan pembangunan berkelanjutan 2015-2030 adalah : mencapai hidup sehat untuk segala usia
Pada tahun 2030 mengurangin angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, akibat luka-luka, akibat lalu lintas, meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan, dan meningkatkan pencegahan dan penanganan penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika.

Target Indikator kesehatan jiwa menurut RPJMN meningkat sebesar 10% hingga tahun 2019, jumlah penderita gangguan psikotik yang mendapat layanan KESWA di fasyankes / total jumlah kasus psikotik di masyarakat100%

Sasaran indikator kesehatan jiwa RENSTRA KEMENKES adalah meningkatnya mutu dan akses pelayanan kesehatan jiwa dan NAPI
Indikator :
Puskesmas merencankan upaya kesehatan jiwa 50 tapi terget perkiraan maju pada tahun 2019 mencapai 250, sedangkan fasyankes dari rencana 2015 30% target prakiraan pada 2019 menjadi 50%
Tujuan program bebas pasung :
Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan ganggan jiwa
Tercapainya penigkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan dibidang kesehatan jiwa
Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa berkualitas disetiap tingkat layanan masyarakat
Tersendianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk supaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah.
Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sektor dibidang upaya kesehatan jiwa.
Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi dibidang upaya kesehatan jiwa

ODMK ( Orang Dengan Masalah Kejiwaan )
“ orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa”.

ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa )
“seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Upaya promotif dan preventif
Promotif
Tujuan :
mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal
Menghilangkan stigma diskriminasi dan pelanggaran HAK AZASI ODGJ
Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap KESWA
Meningkatkan penerimaan dan PSM terhadap KESWA
Sasaran : keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, masyarakat, fasyankes, media massa, lembaga keagamaan, lembaga permasyarakatan.

Preventif
Tujuan :
Mencegah terjadinya masalah KESWA
Mencegah timbulnya/kambuhnya Gangguan jiwa mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan.
Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial
Sasaran : keluarga, lembaga dan masyarakat.
Penguatan upaya promotif dan preventif KESWA:
Pendekatan siklus kehidupan (continuum of care) dan kelompok risiko (population at risk)
Terintegrasi pada semua tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS
Sasaran pada keluarga, lembaga dan masyarakat
Tersedianya anggaran yang proporsional antara upaya promotif dan preventif dan upaya kuratif dan rehabilitatif

Tujuan upaya kesehatan jiwa :
Menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.
Menjamin setiap orang mengembangkan potensi kecerdasan.
Memberikan perlindungan dan menjamin Yankes jiwa bagi ODMK dan ODGJ berdasarkan hak asasi manusia.
Memberikan Yankes secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan melalui upaya promotif preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi ODMK dan ODGJ
Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya upaya kesehatan jiwa
Meningkatkan mutu upaya kesehatan jiwa sesuai perkembangan IPTEK
ODMK dan ODGJ memperoleh hak sebagai warga negara

Upaya kuratif KESWA
Upaya kuratif
Tujuan:
Penyembuhan dan pemulihan
Pengurangan pendiritaan
Pengendalian disabilitas
Pengendalian gejala penyakit
Sasaran : ODGJ


Upaya rehabilitatif
Tujuan :
Mencegah dan mengendalikan disabilitas
Memulihkan fungsi sosial
Memulihkan fungsi okupasional
Mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat
Sasaran : ODGJ

Peran perawat :
1.Melakukan kegiatan promotif dan penggiat program indonesia bebas pasung 2019
2.Melakukan preventif di komunitas : screening, penyuluhan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan resiko/ masalah kesehatan jiwa
3.Melakukan case finding klien pasung
4.Menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung
5.Melakukan praktik kepeerawatan sesuai kewenangan dan peraturan dengan memperhatikan etik dan budaya pasien
6.Aplikasi asuhan keperwatan dengan pendekatan keperawatan transkultural
7.Menangani krisis keluarga dengan pasien pasung
8.Melakukan intergasi dengan institusi pendidkan keperawatan dalam rangka promotif, preventif
dan rehabilitastif kasus pasung
9.Melakukan rujukan ke unit psikiatri di RSU/RSJ

Kendala program bebas pasung :
1.Kesiapan SDM
2.11 provinsi belum berpartisipasi dalam penyelenggaraan program bebas pasung
3.Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran program indonesia bebas pasung
4.Kurangnya upaya promotif bagi masyarakat dalam hal kesehatan jiwa
5.Kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan ditingkat provinsi, dan
kabupaten / kota
"


12. RICHA KUMALASARI

pada : 27 August 2017

"resume mata kuliah jiwa 2 ke-1
" Gangguan jiwa bisa terjadi pada semua orang, tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Pada era sekarang, gangguan jiwa didefinisikan sebagai masalah medis. Gangguan jiwa ini termasuk di dalamnya yaitu ketidaknormalan cara berpikir, kemauan, emosi, dan tindakan. Ketidaknormalan ini terlihat dalam berbagai macam gejala seperti rasa putus asa, gelisah, cemas, histeris, perilaku konvulsif, pikiran buruk dan negatif.
Faktor yang menyebabkan gangguan jiwa sangatlah kompleks sehingga dapat meningkatkan stressor .Banyaknya jumlah penderita gangguan jiwa yang ada di Indonesia berdampak pada berbagai sektor, seperti pemerintah, rumah sakit jiwa, keluarga, dan masyarakat sekitar. Di lingkungan pemerintah dapat menurunkan pendapatan di tiap provinsinya, di lingkungan rumah sakit masih ditemukan kurangnya kapasitas tempat tidur sehingga para penderita gangguan jiwa terpaksa untuk tinggal di keluarga/masyarakat yang mana kita tahu hal ini dapat berdampak lebih buruk terhadap lingkungan sekitar. Mereka tidak mendapatkan fasilitas layanan kesehatan yang memadai, sehingga menambah beban keluarga. Akibatnya banyak keluarga yang acuh dan memilih untuk memasung dan mengasingkan mereka. Pemasungan dan pengasingan inilah yang membuat Indonesia sempat menjadi perbincangan dunia di tahun 2014 silam. Kejadian tersebut sangatlah perlu untuk dijadikan bahan evaluasi serta pengambilan kebijakan oleh pemerintah pusat dalam hal menangani para penderita gangguan jiwa, sehingga kehidupan mereka memiliki kesejahteraan dalam hal pemenuhan fasilitas kesehatan meskipun mereka mengalami suatu keterbatasan.

resume mata kuliah jiwa 2 ke-2
"Trend dan issue dalam keperawatan jiwa adalah masalah yang sedang hangat dibicarakan dan dianggap penting. Masalah tersebut dapat dianggap ancaman atau tantangan yang akan berdampak besar pada keperawatan jiwa baik dalam tatanan regional maupun global. Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa, diantaranya sebagi berikut:trend kesehatan jiwa di mulai masa konsepsi, trend peningkatan masalah kesehatan jiwa di era global, globalisasi dan perubahan orientasi sehat, dan issue dalam pemberian pelayanan keperawatan jiwa.
Beberapa hal yang di issuekan yakni sebagai beriku. Pertama,pelayanan keperawatan mental psikiatri kurang dapat dipertanggung jawabkan karena masih kurangnya hasil riset keperawatan jiwa klinik,Kedua perawat psikiatri dinilai kurang siap menghadapi pasar bebas karena pendidikan yang masih rendah dan belum adanya lisensi untuk praktik yang diakui secara internasional, Ketiga pembedaan peran perawat jiwa berdasarkan pendidikan dan pengalaman sering kali tidak jelas dalam hal ini terkait job responsibility dan sistem reward di dalam pelayanan.
"


13. Jupita Ayu Purnamasari

pada : 27 August 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke 1
Menurut undang undang kesehatan jiwa adalah suatu kondisi dimana dapat menciptakan keadaan yang memungkinkan /mengijinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosi yang optimal pada seseorang, dan perkembangan ini selaras dengan orang-orang lain. Sedangkan keperawatan jiwa adalah suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunaa diri secara terapeutik sebagai kiatnya. Kejadian gangguan jiwa di Indonesia terbilang tinggi. Penyebab gangguan jiwa dapat dilihat dari berbagai model diantaranya psikoanalisa, interpersonal, dll. Dalam penanganan atau terapi pada gangguan jiwa sangat beragam, diantaranya pemberian psiko-farmaka, terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi, terapi musik, comunity and family based approach, dll. Terapi ini dapat diberikan sesuai dengan kasus yang dialami oleh pasien. Upaya kesehatan jiwa dapat dimulai dari masa ayunan (0-1,5 tahun) hingga lansia, mulai dari konsepsi hingga lansia, dan mulai dari sebelum menikah hingga lansia."


14. Ria Sabekti

pada : 27 August 2017

" Jiwa merupakan unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Jiwa dimanifestasikan pada kesadaran, afek & emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll. Di Indonesia orang yang mengalami gangguan jiwa terbilang cukup tinggi. Gangguan jiwa yang dialami di Indonesia pada umumnya adalah Gg Jiwa Berat (Psychosis) dan Gangguan Mental Emosional. Dari masalah kejiwaan di Indonesia ini, Negara mengalami kerugian yaitu sekitar 257 M/BULAN. Jiwa yang tidak sehat mengakibatkan kualitas hidup terganggu, kualitas kerja terganggu, dan produktifitas terganggu. Untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan dari masalah kesehatan jiwa tersebut maka keperawatan jiwa sangat diperlukan di Indonesia. keperawatan jiwa merupakan suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sbg ilmunya, dan penggunan diri secara terapeutik sbg kiatnya, Suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Di Indonesia hanya karena kurangnya informasi dan akses fasilitas kesehatan jiwa mengakibatkan sekitar 56.000 orang dengan gangguan jiwa dipasung. Hal ini sempat menghebohkan dunia karena dianggap tidak memanusiakan manusia, diskriminasi. Hingga sampai keluar peraturan No. 18 thn 2014 tindakan tersebut sudah berkurang di Indonesia.


"


15. Ria Sabekti

pada : 27 August 2017

"Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi, Penderita tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. Kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas, juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif. Kesehatan jiwa harus dimulai dari masa konsepsi malahan harus dimulai dari masa pranikah. Banyak penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan masa dalam kandungan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang di masa yang akan datang. Penelitian-penelitian berikut membuktikan bahwa kesehatan mental seseorang dimulai pada masa konsepsi. Untuk terus meningkatkan kesehatan jiwa pemrintah melakukan beberapa upaya yaitu secara promotif dan preventif. Salah satu tujuan upaya promotif yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal. Sedangkan salah satu tujuan upaya preventif yaitu mencegah timbulnya dampak psikososial. Dari upaya-upaya tersebut sasarannya yaitu, keluarga, masyarakat, dan lembaga. Salah satu tujuan dari upaya kesehatan jiwa adalah menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan tekanan, dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa. Selain dari dua upaya tersebut, ada upaya lain yaitu upaya kuratif dan rehabilitative yang keduanya tersebut bersasaran pada ODGJ untuk menghasilkan reformasi kesehatan jiwa. Agar upaya-upaya tersebut dapat tercapai dan terlaksana maka diperlukan kerjasama dari berbagai pihak seperti keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan termasuk perawat."


16. Jupita Ayu Purnamasari

pada : 27 August 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke 2
Di indonesia kuragnya pemahaman masyarakat membuat keterlambatan dalam penanganan seseorang yang masalah kejiawaan. Sehingga di Indonesia kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai 90% (treatmen gab). Seseorong yang mengalami gangguan kejiwaan mungkin tidak dapat sembuh sepenuhnya tetapi gangguan jiwa dapat dikontrol sehingga seorang dengan gangguan jiwa dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Seseorag dengan gangguan kejiwaan dapat diberdayakan sehingga sebelum kembali ke keluarga dapat diberikan rehabilitasi.
Untuk mempertahan dan meningkatkan deraajat kesehatan jiwa secara optimal maka dilakukan upaya promotif dimana yang menjadi sasaran utama adalah keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja dll. Upaya promotif yang dapat dilakukan adalah pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko. Ada tiga tahapan pencegahan yang dapat dilakukan yang pertama adala pre married dimana seseorang yang akan melakukan pernikahan dapat diberikan konseling pranikah. Kemudian yang kedua adalah conseption dimana tahap awal pertumbuhan janin dapat menentukan bagaimna dia kelak sehingga pada tahap ini perlu diperhatikan tentang nutrisi yang baik khususnya selama trimester pertama kehamilan, tentunya juga berbagai hal yang mendukung kesehatan janin. Yang ketiga adalah cradle (ayunan) istilah ini diambil dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir hingga usia 1,5 tahun, perhatian dari orangtua selama pertubuhan bayi dapat menetukan karakter seorang anak mendatang. Karena ternyata pembentukan karakter seseorang dapat dilakukan sejak dini dan gangguan jiwa dapat dialami dari usia 0 tahun. Hal ini dapat terjadi jika terjadi misstrust.
"


17. Ribka Putri Sholecha

pada : 27 August 2017

"Resume matkul jiwa ke2

Tidak hanya tindakan kuratif-rehabilitatif yg dapat mengurangi kesehatan jiwa namun tindakan preventif-promotif juga efektif untuk menangani masalah kesehatan jiwa yang ada di indonesia karena kesehatan jiwa manusia itu dimulai dari pre married, konsepsi hingga lansia."


18. Rambu Eri Hupunau

pada : 27 August 2017

" Resume Matkul Jiwa 2 ke 1

KONSEP DASAR
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Jiwa : Unsur manusia yang bersifat non materi tetapi fungsi dan manifestasi nya terkait pada materi.

Manifestasi dari jiwa :
• Kesadaran ,afek,emosi dan psikomotor
• Proses berpikir,persepsi,sifat sifat kepribadian dan lain lain
Mengukur kesadaran dijiwa sangat kualitatif
 Sangat meningkat bila respon berlebihan pada stres yang sedikit
 Sangat menurun
 Irretable (naik turun)
Gangguan kesehatan jiwa di indonesia (Riskesda 2013) :
1. Gangguan Jiwa berat : DIY, Aceh, Sulawesi selatan ,Bali dan Jawa Tengah
2. Gangguan Mental Emosional : Sulawesi Tenggara,Sulawesi selatan,Jawa Barat,DIY,dan Nusa Tenggara Timur (NTT)
Estimasi Gangguan Jiwa berat (1,7/1000) dan Estimasi Gangguan mental emosional (6,4/1000).

Penyebab Gangguan jiwa (lihat berbagai model):
 Psikoanalisa
 Interpersonal
 Sosial
 Eksistensial
 Supportif
 Komunikasi
 Perilaku
 Medik
 Strees Adaptasi
Keperawatan Jiwa : Suatu proses interpersonal yang berusaha meningkatkan dan mempertahankan perilaku,yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.

Berbagai alternatif terapi : TERAPI MODALITAS
Somato terapi :
 Farmako terapi
 ECT
 Pembedahan
Psiko terapi :
 Supportif
 Genetic Dinamik
Manipulasi lingkungan dan sosial terapi
Kenali peran perawata dalam :
 Pemberian psiko farmaka/ECT
 Terapi aktivitas kelompok
 Pelayanan Rehabilitasi
 Terapi music/rekreasi
 Comunity and family based approach
 Terapi Tempeleng (sudah tidak ada lagi)

Di Indonesia Sebanyak 56.000 orang dipasung karena minimnya informasi dan minimnya atau tidak adanya akses dan fasilitas untuk kesehatan jiwa.
Beberapa Jenis pasung:
1. Penahan/diikat (Restrain)
2. Diasingkan (Seclusion)
3. Ditahan/dikat dan diasingkan
Hentikan Stigma tentang penyakit jiwa
UU no 18/2014 tentang kesehatan jiwa di Indonesia :
 Kebijakan reformasi
 Keterlibatan sosial
 Penghapusan Stigma
 Menghilangkan diskriminasi
 Pencegahan pelanggaran HAM




INDONESIA BEBAS PASUNG,2014

Pengembangan Keperawatan Kesehatan Jiwa (Keperawatan yang kontinu/berkelanjutan)
Sehat Sakit

Anak Dewasa

Komunitas Rumah sakit

Rumah tempat lain

Kesimpulan

Usaha kesehatan jiwa dimulai dari :
• Dimulai dari Ayunan sampai mati
• Dimulai dari konsepsi sampai mati
• Dimulai dari sebelum menikah sampai mati
"


19. Rambu Eri Hupunau

pada : 27 August 2017

"Slmt malam pak,...
saya ingin tanyakan tentang terapi Modalitas (somato terapi).ada 3 yaitu :Formako terapi,ECT dan Pembedahan.
Maksud dari pembedahan itu terapi seperti bagaimana dan biasanya untuk kasus gangguan jiwa seperti apa?
terima kasih"


20. ENDANG SUSIANA

pada : 28 August 2017

"Dengan mempelajari ilmu jiwa kita mampu mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain serta mampu menerima orang lain apa adanya"


21. Linda Pradani Agesti

pada : 28 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
Jiwa merupakan unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi Jiwa antara lain yaitu kesadaran, efektif dan emosi, psikomotor dan proses berfikir persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll. Dalam pemeriksaan kesadaran ada perbedaan antara kasus fisk dan jiwa, di jiwa menggunakan pemeriksaan kesadaran secara kualitatif sedangkan GCS (fisik) mengunakan pemeriksaan kesadaran secara kuantitatif. Ada kategori pemeriksaan kualitatif yaitu :
1. Sangat meningkat
2. Sangat menurun
3. Kadang naik kadang menurun
Ciri khas pasien gangguan jiwa yaitu agresif atau menarik diri. Menurut data riskesdas tahun 2013 kasus gangguan jiwa berat yang paling tinggi kasusnya yaitu di provinsi DIY. Sedangkan gangguan mental emosional menurut riskesdas tahun 2013 yang paling tinggi kasusnya yaitu provinsi Sulawesi Tengah. Gangguan jiwa tersebut disebakan antara lain :
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensial
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku
8. Medik
9. Stress Adaptasi
Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Definisi yang lain yaitu suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunan diri secara terapeutik sebagai kiatnya. Alternatif terapi yaitu terapi modalitas dalam Keperawatan jiwa antara lain yaitu Terapi somatic, psikoterapi, dan manipulasi lingkungan dan sosio terapi. Dan upaya kesehatan jiwa adalah …
 START FROM CRUDLE TILL THE GRAVE
 START FROM CONCEPTION TILL THE GRAVE
 START FROM PRE MARRIED TILL THE GRAVE

"


22. Linda Pradani Agesti

pada : 28 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
Jiwa merupakan unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi Jiwa antara lain yaitu kesadaran, efektif dan emosi, psikomotor dan proses berfikir persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll. Dalam pemeriksaan kesadaran ada perbedaan antara kasus fisk dan jiwa, di jiwa menggunakan pemeriksaan kesadaran secara kualitatif sedangkan GCS (fisik) mengunakan pemeriksaan kesadaran secara kuantitatif. Ada kategori pemeriksaan kualitatif yaitu :
1. Sangat meningkat
2. Sangat menurun
3. Kadang naik kadang menurun
Ciri khas pasien gangguan jiwa yaitu agresif atau menarik diri. Menurut data riskesdas tahun 2013 kasus gangguan jiwa berat yang paling tinggi kasusnya yaitu di provinsi DIY. Sedangkan gangguan mental emosional menurut riskesdas tahun 2013 yang paling tinggi kasusnya yaitu provinsi Sulawesi Tengah. Gangguan jiwa tersebut disebakan antara lain :
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensial
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku
8. Medik
9. Stress Adaptasi
Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Definisi yang lain yaitu suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunan diri secara terapeutik sebagai kiatnya. Alternatif terapi yaitu terapi modalitas dalam Keperawatan jiwa antara lain yaitu Terapi somatic, psikoterapi, dan manipulasi lingkungan dan sosio terapi. Dan upaya kesehatan jiwa adalah …
 START FROM CRUDLE TILL THE GRAVE
 START FROM CONCEPTION TILL THE GRAVE
 START FROM PRE MARRIED TILL THE GRAVE

"


23. Yusuf

pada : 28 August 2017

"Untuk Rambu Eri Nupunau

Slmt malam pak,...
saya ingin tanyakan tentang terapi Modalitas (somato terapi).ada 3 yaitu : Formako terapi,ECT dan Pembedahan.
Maksud dari pembedahan itu terapi seperti bagaimana dan biasanya untuk kasus gangguan jiwa seperti apa?

Tanggapan:
Psiofaramaka jelas, ECT jelas, Pembedahan adalah salah satu pilihan terapi yang sangat jarang dipilih pada gangguan jiwa (tetapi bisa jadi ada) jika penyebabnya ada penekanan pada massa otak (gangguan jiwa yg disebabkan SOO-sindroma otak organik), sehingga salah satu terapinya dengan mengurangi tekanan massa otak dengan pembedahan semacam trepanasi atau sejenisnya. meskipun sangat jarang."


24. Abraham Steven Yotlely

pada : 28 August 2017

"Resume mata kuliah jiwa II ke 2 : Trend & Issue Dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa

Majelis Umum PBB pada tanggal 16 september 2011 mencetuskan deklarasi politik tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit neurologis : penyakit mental dan neurologis, termasuk alzheimer adalah penyebab morbiditas yang penting dan berkontribusi terhadap beban penyakir menular yang tidakmenular secara global, dimana ada kebutuhan untuk menyediakan akses yang tepat terhadap program dan intervensi perawatan kesehatan yang efektif.
Resolusi WHO tentang kesehatan mental (januari, 2012) mendesak negara anggota untuk mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensip untuk mennangani promosi pencegahan gangguan jiwa mental dan identifikasi dini, perawatan, dukungan, perawatan dan pemulihan orang-orang dengan gangguan mental. Di Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini berarti "


25. Dismalyansa

pada : 28 August 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke-1 (Konsep Dasar Keperawatan Jiwa)
Keperawatan jiwa adalah suatu bidang khusus dari praktik keperawatan yang menerapkan teori peilaku sebagai ilmunya, penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya. Kesehatan jiwa merupakan unsur yang bersifat non-materi tetapi dapat dinilai melalui beberapa aspek :
1. Kesadaran dinilai secara kualitatif yaitu meningkat (agresif) ataukah menurun (menarik diri), afek, emosi dan psikomotor.
2. Proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian.
Terapi modalitas dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Somato terapi terdiri dari :
a) Farmako terapi yaitu penggunaan obat yang mempunyai efek terapeutik langsung pada proses mental bersifat empiris. Dasar pemilihan obat diliahat dari riwayat penyakit, keadaan klinis, diagnosis dan target gejala, kontra indikasi obat dan sosial ekonomi pasien. Jenis dari farmako terapi diantaranya : anti psikotik, anti depresi, anti cemas, sedatif hipnotikal dan anti maniak.
b) ECT (Electro Convulsif Terapi) dilakuakn pada katatonik, gaduh gelisah, stupor, depresi berat dan tidak boleh dilakukan pada penderitapenyakit tulang, hipertensi, tumor kepala, hamil dan aunerisma otak. Dosis 1seri sebanyak 6 kali. Namun ECT yang berlebih dapat merusak otak secara pelan-pelan sehingga menurunkan kognitif.
c) Pembedahan.
2. Psikoterapi
a) Supportif terutama dukungan dari keluarga dan genetik dinamik.
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi.
Model pasung dan pengasingan sudah tidak dibenarkan lagi karena melanggar hak asasi manusia serta merupakan bentuk diskriminasi. Sehingga sekarang berkembanglah upaya kesehatan jiwa yang menganut model :
1. Start from crudel till the grave (berawal sejak masa anak-anak
2. Start from conception till the grave (berawal saat merencanakan kehamilan)
3. Start from pre married till the grave (berawal dari pasangan muda yang akan menikah dan membentuk keluarga baru)
"


26. Dismalyansa

pada : 28 August 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke-2 ( Trend dan Issu Keperawatan Jiwa )

Treatment gap pada pasien jiwa terjadi akibat kurangnya suppot sistem dari lingkungan. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) setelah pulang dari rumah sakit jiwa kecenderungan tidak diterima lagi di lingkungan asal dikarenakan adanya stigma negatif.
Terdapat 3 kelompok gangguan jiwa :
1. Sembuh total sebanyak 33%
2. Sembuh sosial sebanyak 33%
3. Menetap di rumah sakit.
Upaya kesehatan jiwa yang menganut model :
1. Start from crudel till the grave (berawal sejak masa anak-anak)
Menurut teori tabula rasa bahwa sifat seseorang dibentuk dari hasil didikan lingkungan sehingga model pengasuhan mempengaruhi perkembangan anak. Namun pembentukan karakter juga tidak telepas dari faktor genetik yang menganut teori genetika mendell. Kemudian munculah perpaduan antara kedua teori tersebut yaitu teori integrasi sebab kedua teori tersebut saling mempengaruhi tidak dapat berdiri sendiri.
2. Start from conception till the grave (berawal saat merencanakan kehamilan)
Pola asuh yang baik masih memunculkan masalah gangguan jiwa sehingga dibentuklah skrinning antenatal care untuk mendeteksi adanya kelainan selama kehamilan serta mempersiapkan ibu untuk menerima dan menjalankan perannya sehingga tidak menimbulkan distress yang berlebih.
3. Start from pre married till the grave (berawal dari pasangan muda yang akan menikah dan membentuk keluarga baru)
Pasangan usia subur perlu mendapatkan pengetahuan mengenai tugas dan tahap perkembangan keluarga sehingga lebih siap berkeluarga dan bermasyarakat.
"


27. Heriberta Tuto Suban

pada : 28 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1 :KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non materi,tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi,diataranya berupa kesadaran,afek dan emosi,psikomotor,proses berpikir,persepsi dan sifat-sifat kepribadian dll.Pemeriksaan kesadaran pada jiwa di ukur secara kualitatif sedangkan pada kasus pemeriksaan fisik dukur secara kuantitatif(GCS). Adapun kriteria pada pemeriksaan kualitatif yaitu:
1. sangat meningkat(agresif)
2. sangat menurun (menarik diri)
Ciri utama orang dengan gaganguan jiwa adalah agresif dan menarik diri.
Faktor-faktor penyebab gangguan jiwa adalah : psikoanalisa,Interpersonal,sosial,eksistensi,supportif,komunikasi,perilaku,medik dan stress adaptasi.
Keperawatan jiwa adalah
*.suatu proses interpersonalyang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.
*.suatu bidang spesialisasidari praktik keperawatan yang menerapkan teori perilakusebagai ilmunya dan penggunan diri secara terapiutik sebagai kiatnya.
Macam-macam terapi "terapi modalitas":
1. samato terapi
2. psikoterapi
3. manipulasi lingkungan dan sosio terapi
Kesimpulan :
Upaya kesehatan jiwa di mulai dari ayunan ibu.
"


28. Lilik Manowati

pada : 28 August 2017

"Resume keperawatan jiwa 2 materi ke-1
Konsep dasar keperawtan jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi Jiwa :
1. Kesadaran, afek & emosi, psikomotor
2. Proses berfikir, persepsi, & sifat_sifat kepribadian.
gangguan kesehatan jiwa menurut Riskedas 2013 : gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional.
Penyebab gangguan jiwa antara lain : Psikoanalisa, interpersonal,sosial,eksistensial,supportif,komunikasi,perilaku,medik,stresadaptasi.
Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonalyang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.
Upaya kesehatan jiwa :
Start from crudle till the grave
Start from conception till the grave
Start from pre married till the grave"


29. Lilik Manowati

pada : 28 August 2017

"Resume Kesehatan jiwa 2 materi ke-2

Trend dan Issue Dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa 2

Jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia setiap tahun akan semakin mengalami peningkatan dikarenakan oleh banyak faktor pencetus. Dan sebagian besar penderita gangguan jiwa tersebut belum mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa dengan benar. Salah satunya 56.000 orang gangguan jiwa di Indonesia pernah mengalami dipasung. Hal ini terjadi dikarenakan minimnya informasi, akses dan fasilitas kesehatan jiwa. Pasung adalah suatu tindakan pelanggaran HAM ODGJ. Jadi mulai dari sekarang dan dimulai dari diri sendiri sebagai seorang tenaga kesehatan jiwa yang telah mengerti tentang ilmu kesehatan jiwa marilah kita "STOP THE STIGMA OF MENTAL ILLNESS" karena kita semua perlu sehat jiwa jadi marilah kita bekerja bersama
PLEASE CHANGE I BY WE"


30. Arsi Susilawati

pada : 29 August 2017

""Resume Keperawatan Jiwa 2 Materi 1"
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
"Jiwa" adalah unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya(kesadaran,afek dan emosi,psikomotor,proses berpikir,persepsi dan sifat-sifat kepribadian) terkait pada materi.
"Keperawatan Jiwa" adalah suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya yang merupakan suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilakuvyang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.
Berbagai alternatif Terapi Modalitas yang bisa di lakukan dalam konsep keperawatan jiwa adalah Somato terapi,Psikoterapi dan Manipulasi lingkungan dan Sosio terapi.
Penyebab Gangguan Jiwa di antaranya adalah psikoanalisa,interpersonal,sosial,eksistensial,supportif,komunikasi,perilaku,medik dan stress adaptasi.Dalam pemeriksaan kasus gangguan jiwa untuk pengukuran kesadaran bersifat kualitatif berbeda dengan kasus pasien dengan gangguan fisik pada umumnya yang bersifat kuantitaf,mis:GCS.Pada kasus pasien yang mengalami gangguan jiwa faktor kesembuhan dalam perawatan sangat dipengaruhi oleh tipe gangguan jiwa yang dialami apakah agresif atau menarik diri dimana pada ODGJ yang agresif kemungkinan kesembuhan lebih besar dan cepat daripada ODGJ yang menarik diri,diperkiraan karena pada kasus ODGJ yang agresif lebih mudah untuk digali penyebab dan masalah kejiwaan yg dialami sehingga bisa ditangani cepat dengan intervensi yang tepat.
"stop stigma pada ODGJ""


31. YAYUK RATNASARI DEWI ANGGRENI

pada : 29 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA II MATERI 1
PENGANTAR UMUM KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
Masalah kesehatan jiwa masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, provinsi DIY memiliki angka gangguan jiwa berat (psychosis) yang sangat tinggi. Sedangkan provinsi Sulawesi Tenggara memiliki angka yang tinggi untuk gangguan mental emosional. Penyebab gangguan jiwa dalam beberapa model seperti psikoanalisa, interpersonal, sosial, ekstensial, supporif, komunikasi perilaku dan stress adaptasi, namun menurut saya yang paling sering terjadi di masyarakat adalah stress adaptasi seperti pengalaman traumatis.Berbagai terapi, salah satunya terapi modalitas adalah salah satu pendekatan yang bertujuan mengubah perilaku klien gangguan jiwa dengan perilaku maladaptifnya menjadi perilaku yang adaptif. Selain itu terdapat somatoterapi (farmakoterapi, ECT), psikoterapi (TAK), manipulasi lingkungan dan sosioterapi yang melibatkan keluarga didalamnya.
Sedangkan kondisi di Indonesia saat ini dengan banyaknya penduduk yang mengalami gangguan jiwa, stigma negative dan citra ODGJ sebagai orang yang harus dihindari atau dikucilkan dari masyarakat masih marak terjadi, seperti pemasungan, restrain, dikurung, atau pengasingan. Keperawatan jiwa sebagai suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintergrasi, dimana peran perawat diharapkan dapat memberikan informasi terkait akses dan fasilitas kesehatan jiwa yang tepat bagi masyarakat dengan anggota keluarganya ODGJ.

RESUME KEPERAWATAN JIWA II MATERI 2
TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA
Indonesia memiliki angka yang masih cukup tinggi dalam masalah gangguan jiwa, dengan kesenjangan pengobatan masalah kesehatan jiwa mencapai >90% dengan kata lain hanya "


32. laily bestari p

pada : 29 August 2017

"jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non materi. akan tetapi fungsi dan manifestasi terkait pada materi. manifestasi jiwa ada 2:
1. kesadaran, afek, emosi, dan psikomotor
2. proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian,dll


Ciri ODGJ adalah agresif dan menarik diri. gangguan jiwa dibagi menjadi dua yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional.

penyebab gangguan jiwa antara lain:
1. psikoanalisa
2. interpersonal
3. sosial
eksistensial, dan lain-lain"


33. SALMA HAYANI SHOLIHAH

pada : 29 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1

Gangguan jiwa masih menjadi stigma negatif pada masyarakat Indonesia yang membuat masyarakat Indonesia memandang rendah dan mengucilkan orang-orang dengan gangguan jiwa bahkan sebagian orang atau malah keluarga mereka sendiri melakukan pemasungan untuk mencegah orang dengan gangguan jiwa berkeliaran dan mengganggu warga sekitar. Hal ini bukanlah sesuatu hal yang baru melihat dari pertumbuhan penduduk dan masih tingginya angka orang yang dengan gangguan jiwa berat di Indonesia sendiri. Dan tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas RS jiwa yang tidak sanggup menampung seluruh pasien dengan gangguan jiwa pada daerahnya masing-masing. Akan tetapi sebagai seorang perawat haruslah memahami perannya sebagai care giver untuk setidaknya mengurangi bertambah parahnya peningkatan gangguan jiwa di Indonesia ini dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa berupa terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitas dan berbagai macam terapi-terapi yang ada. Dan memperbaiki nama baik Indonesia karena sempat menjadi perbincangan ramai dunia internasional karena buruknya penanganan orang dengan gangguan jiwa. Dan sebagai perawat kita diharapkan mampu mengurangi stigma negatif bahwa orang dengan gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan, tidak dapat hidup seperti layaknya orang banyak. Dan meningkatkan upaya kesehatan jiwa mulai dari pre married hingga akhir hayat."


34. SALMA HAYANI SHOLIHAH

pada : 29 August 2017

"Seperti yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya bahwa gangguan jiwa masih menjadi stigma negatif pada masyarakat dan menurut pandangan masyarakat bahwa gangguan jiwa itu merupakan penyakit keturunan namun hal itu tidaklah sepenuhnya benar karena gangguan jiwa itu sebenarnya memiliki kecenderungan perilaku yang diwariskan secara genetik oleh ayah dan ibu. Akan tetapi berdasarkan teori integrasi menyebutkan bahwa bukan hanya genetik yang menjadi tolak-ukur gangguan jiwa itu dapat diturunkan akan tetapi dari faktor lingkungan juga ikut berperan dalam hal ini. Untuk itu WHO membuat resolusi untuk meningkatkan kesehatan jiwa dengan pembangunan strategi dan peraturan mengenai promotif, preventif gangguan mental, dan identifikasi dini serta adanya support system dari lingkungan dan keluarga. Support system inilah yang penting karena ketika klien dinyatakan sembuh maka keluarga mampu menerima pasien kembali dan memberikan dukungan serta kasih sayang pada klien. Membahas mengenai kesehatan jiwa kita sebagai perawat sudah sepantasnya memberikan pelayanan kesehatan jiwa mulai dari tingkat desa, kabupaten, kota dan fasilitas pelayanan kesehatan karena kesehatan jiwa itu bukan hanya untuk orang dengan gangguan jiwa saja namun pada setiap insan manusia yang memiliki jiwa agar terbentuk masyarakat yang memiliki upaya kesehatan jiwa yang sehat, bebas dari ketakutan dan tekanan dan hal itu dimulai dari pre married, konsepsi hingga usia lanjut. Pemerintah juga tengah berusaha melaksanakan upaya kesehatan jiwa yaitu dengan implikasi UU No. 18 tahun 2014 dengan membangun pelayanan kesehatan jiwa yang berjenjang dan komprehensif serta terintegrasi serta meningkatkan upaya promotif dan preventif guna mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat."


35. Astin Thamar Genakama

pada : 29 August 2017

"Resume Keperawatan Jiwa 2 pertemuan 1
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa yaitu kesadaran, afek & emosi, psikomotor, proses berpikir, presepsi & sifat-sifat kepribadian, dll. Gangguan jiwa di indonesia sebanyak 0,17% yang mengalami gangguan jiwa berat (psychosis) dan 6% yang mengalami gangguan mental emosional. Presentasi tertinggi terdapat pada DIY dan di Jawa Timur sendiri terdapat 0,22% 58.520 orang dari jumlah penduduk dewasa 26,6 juta orang dari total penduduk 38 juta orang, sedangkan daya tampung 3 RS jiwa di Jawa Timur hanya 1000 jiwa dan sisanya 57.520 orang tinggal dikeluarga/masyarakat. Penyebab gangguan jiwa adalah psikoanalisa, interpersonal (pada dirinya sendiri), sosial (pergaulan/komunitas), eksistensial, suportif, komunikasi, perilaku, medik, stress adaptasi (tidak dapat melakukan adaptas dengan baik). Keperawatan jiwa sendiri merupakan suatu proses interpersonal yang berupayameningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Berbagai alternatif terapi salah satunya yaitu terapi modalitas. Terapi modalitas sendiri dibagi menjadi 3 yaitu somato terapi ( farmako terapi, ECT, Pembedahan), psikoterapi (suportif dan genetic dinamik) dan manipulasi lingkungan & sosioterapi . terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi yang sering dilakukan di ruangan RSJ dimana terapi ini bermanfaat untuk menilai apakah pasien sudah daptat erinteraksi dengan baik antar sesamanya atau tidak. Pada pelayanan rehabilitasi pasien sering melakukan apa yang menjadi hobinya (kerajinan tangan, olah raga, dll), kemudian ada juga tepai musik/rekreasi (pasien diajak untuk bermain musik atau rekreasi disekitar wilayah RSJ). . Di Indonesia sendiri seseorang yang mengalami gangguan jiwa sering diasingkan oleh masyarakat/keluarga, tidak dirawat, sering disiksa, dipasung, dikurung dan menjadi aib bagi keluarganya. Banyak individu yang mengalami gangguan jiwa yang di buang oleh keluarganya karna stigma yang muncul dimasyarakat kalau pasien jiwa adalah aib bagi keluarganya. Gangguan jiwa sendiri sering diartikan sebagai penyakit akibat salah pada nenek moyang/kerasukan/guna-guna dari orang lain. Pasien jiwa yang berada di rumah sakit dan telah sembuhpun terkadang ketika dikembalikan ke keluarga maka akan diasingkan dan dibatasi ruang lingkupnya, hal ini yang harus diperhatikan oleh perawat dimana ketika mempersiapkan pasien untuk pulang maka harus juga mempersiapkan keluarga untuk menerima kembali pasien dan menginformasikan kepada keluarga untuk melibatkan individu tersebut dalam kegiatan-kegiatan dimasyarakat ataupun dalam melakukan suatu peerjaan yang diinginkannya. "


36. FIQIH ARDI PRADANA

pada : 29 August 2017

"RESUME MATKUL JIWA 2 KE 1
“Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Jiwa merupakan Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Masalah gangguan jiwa setiap tahunnya meningkat di Indonesia. Penyebabnya secara garis besar faktor ekonomi, gen, adaptasi lingkungan dan beban masalah.
Keperawatan jiwa berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Penangannya menggunakan terapi seperti Farmako terapi, ECT, pembedahan, supportif, genetic dinamik, manipulasi lingkungan dan social.
Dahulu di Indonesia masyarakat awam masih menggunakan pasung untuk anggota keluarganya yg mengidap penyakit jiwa, namun perlahan pasung sudah mulai menghilang namun muncul sebagai gelandangan. Dalam hal ini, pemerintah mengeluarkan peraturan “Indonesian Mental Health Law
No. 18 / 2014” yang intinya memanusiakan orang dengan gangguan jiwa agar mendapatkan haknya sesuai mana mestinya.


RESUME JIWA 2 KE 2
“Trend and issue”
Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan sekaligus menyumbang angka gangguan jiwa yang besar, menjadi sorotan dunia dan ditambah penanganan oleh orang Indonesia sendiri yaitu pasung, rantai dan dikucilkan.
Namun sekarang hal tersebut sudah hamper hilang karena pemerintah dan jajarannya gencar memfokuskan upaya penanganan jiwa dengan “Implikasi UU18/2014, tentang perubahan system kesehatan jiwa” yang harusnya mampu mengurangi pengeluaran anggaran cukup besar dari APBN maupun APBD bagi orang dengan gangguan jiwa. Upayanya yaitu dengan upaya preventif dan promotif keswa, dari mulai sejak balita penelitiannya.
Namun dalam hal ini, dalam menjalankan programnya, pemerintah terkendala oleh kurangnya SDM, biaya yang tidak sedikit, kurangnya advokasi dan promotif terhadap pemegang kekuasaan di daerah maupun provinsi.




"


37. Linda Pradani Agesti

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 2
TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA

Isu Strategis Baru (RPJMN 2014-2019)
Perubahan struktur penduduk yang diikuti dengan transisi epidemiologi: Peningkatan kesehatan lansia dan pengendalian penyakit mental.
Sasaran Umum :
Meningkatan status kesehatan masyarakat ditandai dengan menurunnya angka kesakitan penyakit tidak menular : Jantung, diabetes, stroke, hipertensi dan kesehatan jiwa.
Tujuan Program Bebas Pasung
Mencapai masyarakat Indonesia bebas pasung melalui:
1. Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
2. Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa
3. Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat
4. Tersedianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat maupun daerah.
5. Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sector di bidang upaya kesehatan jiwa.
6. Terselenggaranya system monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa

Upaya Promotif dan Preventif
Upaya Promotif
Tuuan :
1. Mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal
2. Menghilangkan stigma, diskriminasi dan pelanggaran hak asasi ODGJ
3. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat KESWA
4. Meningkatkan penerimaan dan PSM terhadap KESWA
5. Sasaran : keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, masyarakat, fasyankes, media massa, lembaga keagamaan, lembaga pemasyarakatan.
Upaya Preventif
Tujuan :
1. Mencegah terjadinya masalah keswa
2. Mencegah timbulnya/kambuhnya gangguan jiwa
3. Mengurangi faktor resiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan
4. Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial
5. Sasaran : Keluarga, lembaga dan masyarakat

Pencegahan gangguan jiwa yang paling efektif yaitu saat Conception (saat pembuatan)
"


38. Albina jenita

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA TGL 18/08/2017
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non -materi,tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.Manifestasi jiwa antara lain yaitu kesadaran,afek dan emosi,psikomotor,proses berpikir, persepsi,sifat-sifat kepribadian.Pengkajiaan kesadaran pada pasien dengan gangguaan jiwa berbeda dengan pasien gangguan fisik.Dimana pada pasien gangguan fisik dikaji secara kuantititaf sementara pasien gangguan jiwa"


39. Albina jenita

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1 TGL 1808/2017

KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi,tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.Manifestasi jiwa diantaranya yaitu kesadaran,afek dan emosi,psikomotor,proses berpikir,persepsi dan sifat-sifat kepribadian.Pengkajian tingkat kesadaran dengan pasien gangguan fisik berbeda dengan pasien gangguan jiwa.Dimana pasien gangguaan fisik dikaji secara kuantititaf (GCS)sedangkan pasien gangguaan jiwa dikaji secara kualitatif.Kualitatif di kaji berdasarkan respon pasien yaitu (1) Kesadaran meningkat/agresif yaitu respon terlalu berlebihan terhadap stresor sederhana yang diberikan,(2) kesadaran menurun/tidak ada respone, contohnya tidak makan dan mandi selama 1 minggu, (3)kesadaran turun naik/irretable.Masalah yang menonjol pada gangguaan jiwa yaitu agresif dan menarik diri, dimana dalam proses penyembuhan agresif lebih cepat sembuh daripada menarik diri.Di indonesia gangguan jiwa umumnya digolongkan menjadi 2 bagian yaitu gangguan jiwa berat (psychosis) dan gangguan mental emosional. Penyebab gangguan jiwa adalah psikoanalisa,interpersonal,sosial,eksistensial,supportif,komunikasi,perilaku,medik dan stress adaptasi.Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku,yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.Adapun beberapa alternatif terapi yaitu terapi somatic,psikoterapi,manipulasi lingkungan dan sosio therapi.Disini peran perawat sangat diperhatikan dalam memberikan pelayanan kepada pasien melalui pemberian psiko-farmaka,therapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitas,terapi musik dan community & family based aproach.Kita sebagai perawat harus tahu satu hal bahwa waham tidak selalu diatasi dengan waham atau halusinasi tidak selalu diatasi dengan halusinasi.Masalah penanganan gangguan jiwa masyarakat di indonesia perlu diperhatikan karena di pengaruhi beberapa faktor yaitu minimnya informasi dan minimnya atau tidak ada akses dan fasilitas kesehatan jiwa.Masyarakat masih menggunakan pasung sebagai cara yang baik untuk mengamankan pasien gangguan jiwa.Ada 3 jenis pasungan yaitu penahan/diikat (restrain),diasingkan (seclusion),diikat dan diasingkan (restrain+seclusion).Kesehatan jiwa diatur dalam uu no.18/2014."STOP THE STIGMA OF MENTAL ILLNESS"
"


40. Albina jenita

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA
MATERI 1 TGL 1808/2017

KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi,tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.Manifestasi jiwa diantaranya yaitu kesadaran,afek dan emosi,psikomotor,proses berpikir,persepsi dan sifat-sifat kepribadian.Pengkajian tingkat kesadaran dengan pasien gangguan fisik berbeda dengan pasien gangguan jiwa.Dimana pasien gangguaan fisik dikaji secara kuantititaf (GCS)sedangkan pasien gangguaan jiwa dikaji secara kualitatif.Kualitatif di kaji berdasarkan respon pasien yaitu (1) Kesadaran meningkat/agresif yaitu respon terlalu berlebihan terhadap stresor sederhana yang diberikan,(2) kesadaran menurun/tidak ada respone, contohnya tidak makan dan mandi selama 1 minggu, (3)kesadaran turun naik/irretable.Masalah yang menonjol pada gangguaan jiwa yaitu agresif dan menarik diri, dimana dalam proses penyembuhan agresif lebih cepat sembuh daripada menarik diri.Di indonesia gangguan jiwa umumnya digolongkan menjadi 2 bagian yaitu gangguan jiwa berat (psychosis) dan gangguan mental emosional. Penyebab gangguan jiwa adalah psikoanalisa,interpersonal,sosial,eksistensial,supportif,komunikasi,perilaku,medik dan stress adaptasi.Keperawatan jiwa merupakan suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku,yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi.Adapun beberapa alternatif terapi yaitu terapi somatic,psikoterapi,manipulasi lingkungan dan sosio therapi.Disini peran perawat sangat diperhatikan dalam memberikan pelayanan kepada pasien melalui pemberian psiko-farmaka,therapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitas,terapi musik dan community & family based aproach.Kita sebagai perawat harus tahu satu hal bahwa waham tidak selalu diatasi dengan waham atau halusinasi tidak selalu diatasi dengan halusinasi.Masalah penanganan gangguan jiwa masyarakat di indonesia perlu diperhatikan karena di pengaruhi beberapa faktor yaitu minimnya informasi dan minimnya atau tidak ada akses dan fasilitas kesehatan jiwa.Masyarakat masih menggunakan pasung sebagai cara yang baik untuk mengamankan pasien gangguan jiwa.Ada 3 jenis pasungan yaitu penahan/diikat (restrain),diasingkan (seclusion),diikat dan diasingkan (restrain+seclusion).Kesehatan jiwa diatur dalam uu no.18/2014."STOP THE STIGMA OF MENTAL ILLNESS"
"


41. Arsi Susilawati

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA 2 MATERI 2
"TREND & ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA"
Di negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia,kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%,dalam hal ini berarti "


42. Arsi Susilawati

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA 2 MATERI 2
"TREND & ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA"
Di negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia,kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%,dalam hal ini berarti "


43. Endang Susiana

pada : 30 August 2017

"Resume jiwa 1
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait materi.
Manifestasi jiwa antara lain tampak pada kesadaran, afek, emosi, psikomotor, proses berfikir, persepsi, dan sifat kepribadian.
Pengertian kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sehat, emosional, psikologis, dan sosiologi yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan koping yang efektif, konsep diri yang positif dan kestabilan emosional.
WHO pada tahun 2008 menjelaskan orang yang sehat jiwanya adalah orang yang dapat melakukan hal berikut:
1. Menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk.
2. Merasa bebas secara relatif dari ketegangan dan kecemasan.
3. Memperoleh keputusan dari usahanya atau perjuangan hidupnya.
4. Merasa lebih puas untuk memberi dari pada menerima.
5. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan.
6. Mempunyai daya kasih sayang yang besar.
7. Menerima kekecewaan untuk digunakan sebagai pelajaran di kemudian hari.
8. Mengarahkan rasa permusuhan pada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
Gangguan jiwa menurut PPDG lll adalah sindroma pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan gejala penderitaan ( distress ) atau Hendaya ( impairment ) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia, yaitu fungsi psikologis, perilaku,biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat ( Maslin,2002; Maramis,2010)
Sumber penyebab gangguan jiwa :
1. Faktor simpatik ( somatogenik )
2. Faktor psikologis ( psikotes ok )
3. Faktor sosial budaya


"


44. Fitriana Nur Rochmi

pada : 30 August 2017

"Resume I
Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Oleh: Fitriana Nur Rochmi (13171123046)
Jiwa adalah Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.Manifestasi Jiwa: Kesadaran, afek & emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll. Penyebab gangguan jiwa : Psikoanalisa ,Interpersonal, Sosial , Eksistensial , Supportif, Komunikasi , Perilaku , Medik , Stress Adaptasi. Untuk menangani hal tersebut keperawatan memberikan terapi modalitas antara lain; somato tx, psikotropika, Manipulasi lingkungan & Sosio terapi . selain itu dapat dilakukan terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi,terapi rekreasi serta community & family based approach. Namun banyak yang menangani gangguan jiwa skezofrenia dengan melakukan restrain dan seclusion sebagai jalan terakhir . Sesungguhnya itu merupakan pilihan yang salah .
Start from crudle till the grave ,start from conception till the grave , start from pre married till the grave
"


45. Fitriana Nur Rochmi

pada : 30 August 2017

"Resume II
Trend & Issue Keperawatan Kesehatan Jiwa
Oleh: Fitriana Nur Rochmi (13171123046)


Penanganan keperawatan jiwa masih menjadi trend & issue . Karena pandangan masyarakat dalam menangani kesehatan jiwa itu dengan cara seperti dipasung, dikucilkan, hal itu merupakan cara penanganan yang salah. Maka dibutuhkan kebijakan dari pemerintah dalam mengatasi kesehatan jiwa. Melakukan upaya promotif & Preventif dalam Kesehatan Jiwa dengan cara berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada di masyarakat.
"


46. laily bestari p

pada : 30 August 2017

"Resume Keperawatan Jiwa 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.

Manifestasi Jiwa :
•Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
•proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.


Penyebab gangguan jiwa dilihat dari :
1.Psikoanalisa
2.Interpersonal
3.Sosial
4.Eksistensial
5.Supportif
6.Komunikasi
7.Perilaku
8.Medik
9.Stress Adaptasi

Gangguan jiwa dibagi 2, yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional.
Ciri ODGJ:
1. Agresif
2. Menarik diri


Resume Keperawatan Jiwa 2

TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN JIWA
Dalam keperawatan kesehatan jiwa

Di Negara berkembang rendan-menengah temasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90% hal ini berarti < 10% orang dengan gangguan jiwa diterapi di fasilitas kesehatan

Tujuan program bebas pasung :
Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan ganggan jiwa
Tercapainya penigkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan dibidang kesehatan jiwa
Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa berkualitas disetiap tingkat layanan masyarakat
Tersendianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk supaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah.

Perbedaan ODMK dan ODGJ

ODMK ( Orang Dengan Masalah Kejiwaan )
“ orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa”.

ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa )
“seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Tujuan upaya kesehatan jiwa :
Menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.
Menjamin setiap orang mengembangkan potensi kecerdasan.
Memberikan perlindungan dan menjamin Yankes jiwa bagi ODMK dan ODGJ berdasarkan hak asasi manusia.
Memberikan Yankes secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan melalui upaya promotif preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi ODMK dan ODGJ
ODMK dan ODGJ memperoleh hak sebagai warga negara

Upaya kuratif KESWA
Upaya kuratif
Tujuan:
Penyembuhan dan pemulihan
Pengurangan pendiritaan
Pengendalian disabilitas
Pengendalian gejala penyakit
Sasaran : ODGJ

Upaya rehabilitatif
Tujuan :
Mencegah dan mengendalikan disabilitas
Memulihkan fungsi sosial
Memulihkan fungsi okupasional
Mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat
Sasaran : ODGJ

Peran perawat :
1.Melakukan kegiatan promotif dan penggiat program indonesia bebas pasung 2019
2.Melakukan preventif di komunitas : screening, penyuluhan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan resiko/ masalah kesehatan jiwa
3.Melakukan case finding klien pasung
4.Menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung
5.Melakukan praktik kepeerawatan sesuai kewenangan dan peraturan dengan memperhatikan etik dan budaya pasien
6.Aplikasi asuhan keperwatan dengan pendekatan keperawatan transkultural
"


47. reza dwi agustiningrum

pada : 30 August 2017

"Resume Keperawatan Jiwa 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.

Manifestasi Jiwa :
•Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
•proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.


Penyebab gangguan jiwa dilihat dari :
1.Psikoanalisa
2.Interpersonal
3.Sosial
4.Komunikasi
5.Perilaku
6.Medik
7.Stress Adaptasi, dan lainnya

Gangguan jiwa dibagi 2, yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional.
Ciri ODGJ:
1. Agresif
2. Menarik diri


Resume Keperawatan Jiwa 2

TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN JIWA
Dalam keperawatan kesehatan jiwa

Tujuan program bebas pasung :
Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan ganggan jiwa
Tercapainya penigkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan dibidang kesehatan jiwa
Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa berkualitas disetiap tingkat layanan masyarakat
Tersendianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk supaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah.

Perbedaan ODMK dan ODGJ

ODMK ( Orang Dengan Masalah Kejiwaan )
“ adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa”.

ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa )
“adalah seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Tujuan upaya kesehatan jiwa :
Menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.
Memberikan perlindungan dan menjamin Yankes jiwa bagi ODMK dan ODGJ berdasarkan hak asasi manusia.
ODMK dan ODGJ memperoleh hak sebagai warga negara

Upaya kuratif KESWA
Upaya kuratif
Tujuan:
Penyembuhan dan pemulihan
Pengurangan pendiritaan
Pengendalian gejala penyakit
Sasaran : ODGJ

Upaya rehabilitatif KESWA
Tujuan :
Mencegah dan mengendalikan disabilitas
Memulihkan fungsi sosial
Mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat
Sasaran : ODGJ

Peran perawat :
1.Melakukan kegiatan promotif dan penggiat program indonesia bebas pasung 2019
2.Melakukan preventif di komunitas : screening, penyuluhan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan resiko/ masalah kesehatan jiwa
3.Melakukan case finding klien pasung
4.Menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung
5.Melakukan praktik kepeerawatan sesuai kewenangan dan peraturan dengan memperhatikan etik dan budaya pasien
6.Aplikasi asuhan keperwatan dengan pendekatan transcultural nursing
"


48. Magdha Betrissianisa Khoir

pada : 30 August 2017

"Resume Jiwa T1
Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Oleh : Dr. Ah. Yusuf, S.Kp., M.Kes.

Undang-Undang Kesehatan Jiwa No.18 tahun 2014
Jiwa, merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.

Manifestasi Jiwa :
Kesadaran, afek & emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, sifat-sifat kepribadian, dll.
• Mengukur kesadaran secara kualitatif
- Sangat meningkat : respon pada stressor berlebihan dengan gejala agresif.
- Sangat menurun : respon pada stressor berlebihan dengan gejala tidak responsive.
- Meningkat-Menurun : respon pada stressor tidak stabil. Gejalanya terkadang marah, terkadang tidak.

RISKESDAS 2013
Gangguan Jiwa di Indonesia berupa Gangguan Jiwa Berat (Psychosis) (0,17 %) dan Gangguan Mental Emosional (6 %).

Penyebab Gangguan Jiwa :
- Psikoanalisa
- Interpersonal
- Social
- Eksistensial
- Supportif
- Komunikasi
- Perilaku
- Medic
- Stress adaptasi
"


49. Magdha Betrissianisa Khoir

pada : 30 August 2017

"Resume Jiwa T2
Trend & issue dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa
Oleh : Dr. Ah. Yusuf, S.Kp., M.Kes.

Apakah suatu daerah dapat mengeluarkan kebijakan membangun sebuah rumah sakit jiwa untuk mengurangi ODGJ? Apabila diperbolehkan, bagaimana standard untuk mendirikan suatu rumah sakit jiwa?
"


50. Rambu Mema

pada : 30 August 2017

"Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
 Jiwa →unsur manusia yang bersifat non-materi tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi
 Manifestasi jiwa
• Kesadaran, afek, dan emosi, psikomotor
• Proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian
 Penyebab Gangguan Jiwa:
1. Psikoanalisa
2. Interpersonal
3. Sosial
4. Eksistensial
5. Supportif
6. Komunikasi
7. Perilaku
8. Medik
9. Stress Adaptasi
 Prinsip keperawatan jiwa terdiri dari empat komponen yaitu manusia, lingkungan, kesehatan dan keperawatan.
 Dalam keperawatan jiwa, perawat memandang manusia secara holistik dan menggunakan diri sendiri secara terapeutik. Metodologi dalam keperawatan jiwa adalah menggunakan diri sendiri secara terapeutik dan interaksinya interpersonal dengan menyadari diri sendiri, lingkungan, dan interaksinya dengan lingkungan. Kesadaran ini merupakan dasar untuk perubahan. Klien bertambah sadar akan diri dan situasinya, sehingga lebih akurat mengidentifikasi kebutuhan dan masalah serta memilih cara yang sehat untuk mengatasinya. Perawat memberi stimulus yang konstruktif sehingga akhirnya klien belajar cara penanganan masalah yang merupakan modal dasar dalam menghadapi berbagai masalah.
 Proses keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa merupakan tantangan yang unik karena masalah kesehaan jiwa mungkin tidak dapat dilihat langsung, saperti pada masalah kesehatan fisik yang memperlihatkan bermacam gejala dan disebabkan berbagai hal. Kejadian masa lalu yang sama dengan kejadian saat ini, tetapi mungkin muncul gejala yang berbeda dan kontradiksi. Kemampuan mereka untuk berperan dalam menyelesaikan masalah juga bervariasi. Hubungan saling percaya antara perawat dan klien merupakan dasar utama dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa. Hal ini penting karena peran perawat dalam asuhan keperawatan jiwa adalah membantu klien untuk dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Klien mungkin menghindar atau menolak berperan serta dan perawat mungkin cenderung membiarkan, khususnya terhadap klien yang tidak menimbulkan keributan dan tidak membahayakan.


"


51. Rambu Mema

pada : 30 August 2017

""RESUME TREND AND ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA”
Disadari bahwa gangguan mental dan neurologis, termasuk penyakit Alzheimer, adalah penyebab penting mordibility dan berkontribusi terhadap penyebab penyakit menular global dimana pentingnya kebutuhan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.
Trend dan Issu Keperawatan adalah sesuatu yang sedang dibicarakan banyak orang tentang praktek/mengenai keperawatan baik itu berdasarkan fakta ataupun tidak, trend dan issu keperawatan tentunya menyangkut tentang aspek legal dan etis keperawatan.
I. Trend dan Issu Keperawatan Dan Kecenderungan Dalam Keperawatan Jiwa
Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi→ Perkembangan terkini menyimpulkan bahwa berbicara masalah kesehatan jiwa harus dimulai dari masa konsepsi malahan harus dimulai dari masa pranikah.banyak penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan masa dalam kandungan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang di masa yang akan datang. Penelitian-penelitian berikut membuktikan bahwa kesehatan mental seseorang dimulai pada masa konsepsi.Van de carr (1979) menemukan bahwa seorang pemusik yang hebat terlahir dari seorang ayah yang menggeluti musik, pola-polanya sudah dipelajari sejak dalam kandungan pada saat bayi belum lahir yang sudah terbiasa terpapar oleh suara-suara komposisi lagu yang teratur.Marc Lehrer, seorang ahli dari university of California menemukan bahwa dari 3000 bayi yang diteliti serta diberikan stimulasi dini berupa suara, musik, cahaya, getaran dan sentuhan, ternyata setelah dewasa memiliki perkembangan fisik, mental dan emosi yang lebih baik. Kemudian Craig Ramey, meneliti bahwa stimulasi dini, bonding and attachment pada bayi baru lahir dapat meningkatkan inteligensi bayi antara 15-30%.
2. Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa→ Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi, Penderita tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. Kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas, juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif. Klien gangguan jiwa dari kalangan menengah ke atas, sebagian besar disebabkan tidak mampu mengelola stress dan ada juga kasus mereka yang mengalami post power syndrome akibat dipecat atau mutasi jabatan dan sangat banyak yang menderita psikosomatik yaitu rasa cemas yang berlebihan diperparah dengan munculnya penyakit, contoh Utami seorang ibu muda berusia 34 tahun itu sudah hampir satu tahun merasakan keluhan penyakit yang sering berpindah-pindah. Dia mengeluh merasa pegal-pegal, badannya terasa tidak enak, perut terasa penuh dan mual serta sering merasa seperti keluar keringat dingin. Anthony juga sering merasa dadanya sesak bila bernapas. Utami bercerita bahwa ia pernah berobat di bagian penyakit dalam dan telah dilakukan beberapa tes bahkan sampai melakukan CT-Scan dan MRI namun dinyatakan hasilnya semua dalam batas normal. Utami tentunya tidak percaya hal tersebut karena dia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Teman-temannya mengatakan mungkin dia stres dengan pekerjaan, tapi utami selalu menyangkal hal itu. Oleh dokter ahli penyakit dalam, Utami disarankan untuk datang ke psikiater khususnya yang bergerak di bidang psikosomatik karena mungkin ada problem psikis yang melatarbelakangi keluhannya Utami sempat kesal karena saran itu, dia berkata, "Memangnya saya gila Dok?!". Hal itu dikarenakan dia merasa kehidupannya baik-baik saja. Bilapun ada masalah, Utami memang cenderung lebih menyimpannya sendiri dan tidak pernah membicarakan dengan orang lain bahkan dengan suaminya sekalipun. "Saya memang biasa menyimpan apapun kekesalan dan kemarahan saya sendiri," ujarnya kepada dokter penyakit dalamnya.
3. Kecenderungan dalam penyebab gangguan jiwa → penyebabnya antara lain berasal dari
1) Faktor keturunan, kelainan pada otak, penyakit infeksi (tifus, hepatitis, malaria dan lain-lain), kecanduan obat dan alkohol dan lain-lain.
2) Gangguan mental, emosional atau kejiwaan. Penyebabnya, karena salah dalam pola pengasuhan (pattern of parenting) hubungan yang patologis di antara anggota keluarga disebabkan frustasi, konflik, dan tekanan krisis.
3) Gangguan sosial aau lingkungan. Penyebabnya dapat berupa stressor psikososial (perkawinan, problem orangtua, hubungan antarpersonal dalam pekerjaan atau sekolah, di lingkungan hidup, dalam masalah keuangan, hukum, perkembangan diri, faktor keluarga, penyakit fisik, dan lain-lain).
4. Kecenderungan situasi di era globalisasi adalah suatu era dimana tidak ada lagi pembatas antara negara-negara khususnya di bidang informasi, ekonomi, dan politik. Perkembangan IPTEK yang begitu cepat dan perdagangan bebas yang merupakan ciri era ini, berdampak pada semua sector termasuk sektor kesehatan.
5. Globalisasi dan perubahan orientasi sehat →Pengaruh globalisasi terhadap perkembangan yankes termasuk keperawatan adalah tersedianya alternatif pelayanan dan persaingan penyelenggaraan pelayanan. tenaga kesehatan (perawat jiwa) hrs mempunyai standar global dalam memberikan pelayanan kesehatan, jika tdk ingin ketinggalan.
6. Kecenderungan penyakit jiwa →Meningkatknya Post Traumatic Syndrome Disorder yaitu suatu kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa mengerikan.
 Trauma yang katastropik, yaitu trauma di luar rentang pengalaman trauma yang umum di alami manusia dlm kejadian sehari-hari. Mengakibatkan keadaan stress berkepanjangan dan berusaha untuk tidak mengalami stress yang demikian Mereka mjd manusia yang invalid dlam kondisi kejiwaan dengan akibat akhir menjadi tidak produktif. Trauma bukan semata2 gejala kejiwaan yang bersifat individual, trauma muncul sebagai akibat saling keterkaitan antara ingatan sosial dan ingatan pribadi tentang peristiwa yang mengguncang eksistensi kejiwaan
Meningkatnya Masalah psikososial.
7. Trend dalam pelayanan keperawatan mental psikiatri→Sehubungan dengan trend masalah kesehatan utama dan pelayanan kesehatan jiwa secara global, harus fokus pelayanan keperawatan jiwa sudah saatnya berbasis pada komunitas (community based care) yang memberi penekanan pada preventif dan promotif.
8. Trend Pelayanan Keperawatan Mental Psikiatri di Era Globalisasi→Sejalan dengan program deinstitusionalisasi yg didukung ditemukannya obat psikotropika yg terbukti dpt mengontrol perilaku klien gangguan jiwa, peran perawat tidak terbatas di RS, tetapi dituntut lebih sensitif terhadap lingkungan sosialnya, serta berfokus pada pelayanan preventif dan prmotif. Perubahan hospital based care menjadi community based care. Perawat mental psikiatri harus mengintegrasikan diri dalam community mental health, dengan 3 kunci utama :
 Pengalaman dan pendidikan perawat, peran dan fungsi perawat serta hubungan perawat dengan profesi lain di komunitas.
 Reformasi dalam yankes menuntut perawat meredefinisi perannya.
 Intervensi keperawatan yang menekankan pada aspek pencegahan dan promosi kesehatan.
9. Issue Seputar Pelayanan Keperawatan Mental Psikiatri Yaiitu :
 Pelayanan kep. Mental Psikiatri, kurang dapat dipertanggung jawabkan karena masih kurangnya hasil hasil riset keperawatan Jiwa Klinik.
 Perawat Psikiatri, kurang siap menghadapi pasar bebas karena pendidikan yang rendah dan belum adanya licence untuk praktek yang diakui secara internasional.
 Pembedaan peran perawat jiwa berdasarkan pendidikan dan pengalaman sering kali tdk jelas “Position description.” job responsibility dan sistem reward di dlm pelayanan.
 Menjadi perawat psikiatri bukanlah pilihan bagi peserta didik (mahasiswa keperawatan).
II. Lingkup Kesehatan Jiwa sangat luas dan kompleks, juga saling berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia. Mengacu pd UU No. 23 1992 tentang Kes. Dan Ilmu Psikiatri, masalah kesehatan jiwa secara garis besar digolongkan menjadi:
1. Masalah perkembangan manusia yg harmonis dan peningkatan kualitas hidup, yaitu masalah kejiwaan yang berkaitan dengan makna dan nilai2 kehidupan manusia.
 Masalah psikososial yaitu masalah psikis atau kejiwaan yang timbul akibat terjadinya perubahan sosial, meliputi :
- Psikotik gelandangan.
- Pemasungan penderita gangguan jiwa.
- Masalah anak jalanan.
- Masalah anak remaja (tawuran, kenakalan).
- Penyalaggunaan Narkotik dan psikotropik.
- Masalah seksual (penyimpangan seksual, pelecehan seksual dll.
- Tindak kekerasan sosial (kemiskinan, penelantaran tdk diberi nafkah, korban kekerasan pd anak, dll)
- Trend Bunuh Diri pada Anak,Remaja danDewasa
Bunuh diri : suatu tindakan mencabut nyawa sendiri dgn sengaja cara. Bunuh diri merupakan masalah psikologis dunia yang sangat mengancam, angka kejadian terus meningkat. Metode yg paling disukai = menggunakan pistol, menggantung diri dan minum racun.
Latar belakangnya beragam : asmara, pekerjaan, cek-cok rmh tangga, ekonomi (perasaan malu terlilit utang.
- Masalah Napza dan HIV/ AIDS
- Gangguan penggunaan zat adiktif ini sangat berkaitan dan merupakan dampak dari pembangunan serta teknologi dari suatu negara yang semakin maju. Hal terpenting yang mendukung merebaknya NAPZA di negara kita adalah perangkat hukum yang lemah bahkan terkadang oknum aparat hukum seringkali menjadi backing ditambah dengan keragu-raguan penentuan hukuman bagi pengedar dan pemakai, sehingga dampaknya SDM Indonesia kalah dengan Malaysia yang lebih bertindak tegas terhadap pengedar dan pemakai NAPZA. Kondisi ini akan semakin menigkat untuk masa yang akan datang khususnya dalam era globalisasi.
- Dengan banyaknya kasus bunuh diri dan depresi pd anak, maka pola asuh keluarga kembali menjadi sorotan Pola asuh yang baik adalah pola asuh dimana orang tua menerapkan kehangatan yang tinggi disertai dengan kontrol yang tinggi. Kehangatan adalah Bagaimana orang tua menjadi teman curhat, teman bermain, teman yang menyenangkan bagi anak terutama saat rekreasi, belajar dan berkomunikasi. Berbagai upaya agar anak dekat dan berani bicara pada ortunya saat punya masalah. Ortu menjadi teman dalam ekspresi feeling anak sehingga anak menjadi sehat jiwanya. Bagaimana anak dilatih mandiri dan mengenal disiplin di rumahnya.
- Masalah Ekonomi dan Kemiskinan.
Pengangguran telah menyeababkan rakyat indonesia semakin terpuruk. Daya beli lemah, pendidikan rendah, lingkungan buruk, kurang gizi, mudah teragitasi, kekebalan menurun dan infrastruktur yg masih rendah menyebabkan banyak rakyat mengalami gangguan jiwa. Masalah ekonomi paling dominan menjadi pencetus gangguan jiwa di Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan bahwa saat terjadi kenaikan BBM selalu dsertai dengan peningkatan dua kali lipat angka gangguan jiwa. Hal ini diperparah dengan biaya sekolah yang mahal, biaya pengobatan tak terjangkau dan penggusuran yang kerap terjadi.







































Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat.

Beban penyakit atau burden of disease penyakit jiwa di Tanah Air masih cukup besar. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti schizophrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.

Berdasarkan jumlah tersebut, ternyata 14,3% di antaranya atau sekira 57.000 orang pernah atau sedang dipasung. Angka pemasungan di pedesaan adalah sebesar 18,2%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka di perkotaan, yaitu sebesar 10,7%
Upaya promotif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a. Mempertahankan dan meningkatkan derajat Kesehatan Jiwa masyarakat secara optimal;
b. Menghilangkan stigma, diskriminasi, pelanggaran hak asasi ODGJ sebagai bagian dari masyarakat;
c. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa; dan
d. Meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa
Upaya preventif Kesehatan Jiwa ditujukan untuk:
a. Mencegah terjadinya masalah kejiwaan;
b. Mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa;
c. Mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan; dan/atau
d. Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial.

Upaya rehabilitatif Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan Kesehatan Jiwa yang ditujukan untuk:
a. Mencegah atau mengendalikan disabilitas;
b. Memulihkan fungsi sosial;
c. Memulihkan fungsi okupasional; dan
d. Mempersiapkan dan memberi kemampuan odgj agar mandiri di masyarakat.

Upaya promotif dan prefentif keswa :
• Pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko
• Terintregasi dalam tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS
1. CRADLE : Sejak dalam ayunan
Jika orang tua tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI bayi 80-150 ml dalam sekali minum. Di bulan pertama, bayi akan menyusu 8 hingga 12 kali sehari atau tiap 1,5 jam sampai 3 jam, maka bayi akan mengalami stress dan merasa tidak diperhatikan ketika hidup di dunia ini dan hal itu akan berdampak pada saat dia dewasa dan mempengaruhi kondisi jiwa nya.
2. CONCEPTION : dari pembuahan sampai kehamilan
Jika pada masa ini ibu tidak diperhatikan oleh suami dan keluarganya makan akan berdampak stress pada ibu dan juga akan berdampak pula pada janin yang dikandungnya, selain itu jika kebutuhan gizi ibu kurang maka akan menghambat pertumbuhan janin sehingga anak yang dikandungnya mengalami pertumbuhna yang tidak optimal, biasanya pada kehamilan trimester pertama ibu akan mengalami mual dan muntah, namun ibu harus tetap mengkonsumsi makanan agar janin yang dikandungnya dapat tumbuh dengan optimal dan mendapatkan gizi sesuai dengan kebutuhannya.
3. Pre-Married : Dari Sebelum menikah
Konseling pra nikah sangat bermanfaat bagi pasangan usia subur yang hendak melakukan pernikahan, karena pada masa konseling ini mereka dapat merencanakan pernikahan dan kehidupan selama menjalani rumah tangga, sehingga ketika mereka hidup sebagai keluarga mereka akan lebih siap menjalaninya daripada orang yang tidak melakukan konseling pra nikah.
"


"


52. Aziz Nashiruddin

pada : 30 August 2017

"Resume I : Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Aziz Nashiruddin H. / 13171123045
Jiwa adalah Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi Jiwa: Kesadaran, afek, emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian. Penyebab gangguan jiwa : Psikoanalisa ,Interpersonal, Sosial , Eksistensial , Supportif, Komunikasi , Perilaku , Medik , Stress Adaptasi. Untuk menangani hal tersebut keperawatan memberikan terapi modalitas antara lain; somato tx, psikotropika, Manipulasi lingkungan & Sosio terapi . selain itu dapat dilakukan terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi,terapi rekreasi serta community & family based approach.
Keperawatan jiwa adalah suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Selain itu juga merupakan suatu bidang spesialisasi dari praktek keperawatan yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya dan penggunaan diri sebagai terapeutik untuk kiatnya.
"


53. Aziz Nashiruddin

pada : 30 August 2017

"Resume II : Trend & Issue Keperawatan Kesehatan Jiwa
Aziz Nashiruddin H. / 13171123045

Penanganan keperawatan jiwa masih menjadi trend & issue . Pandangan masyarakat Indonesia dalam menangani masalah kesehatan jiwa dengan cara restrain, seclution atau di kucilkan, serta restrain dan seclution. Di Indonesia sendiri terdapat 58.000 orang yang dipasung, hal ini merupakan cara penanganan yang salah. Maka dibutuhkan kebijakan dari pemerintah dalam mengatasi kesehatan jiwa. Melakukan upaya promotif & Preventif dalam Kesehatan Jiwa dengan cara berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada di masyarakat.
Di Indonesia terdapat Undang-undang kesehatan jiwa no. 18 tahun 2014 yang berisi tentang perubahan kebijakan, pengikutsertaan social, perubahan stigma, pengurangan diskriminasi, dan pencegahan pelanggaran hak asasi manusia."


54. Bella Putri Sinta Prastika

pada : 31 August 2017

"TUGAS RESUME 1
Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa

A. Pengertian jiwa : Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
B. Manifestasi Jiwa :
1. Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
2. proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.
C. Menurut penelitian Gangguan Kesehatan Jiwa Riskesdas 2013
# Gangguan jiwa di Indonesia terdiri dari :
a. Gangguan jiwa berat (Psychosis)
b. Gangguan mental emosional
# estimasi gangguan jiwa berat menurut Nasional (1,7/1000)
# sedangkan kapasitas RS Jiwa di Jatim :
• RS Jiwa Lawang : 600 TT
• RS Jiwa Menur : 300 TT
• Unit Psikiatri RSU : 100 TT  sisanya yang tidak tertampung tinggal di keluarga/masyarakat.
# estimasi gangguan Mental emosional menurut Nasional (6,0)
# Mengakibatkan :
• kualitas hidup terganggu
• kualitas kerja terganggu
• produktifitas terganggu
D. penyebab gangguan jiwa :
o Psikoanalisa
o Interpersonal
o Sosial
o Eksistensial
o Supportif
o Komunikasi
o Perilaku
o Medik
o Stress Adaptasi
E. Pengertian keperawatan jiwa : proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi.
F. Altenatif terapis :
1. Somato TX : farmako terapi, ECT, Pembedahan
2. Psikoterapi : supportif, genetic dinamik
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi
4. TAK
5. pelayanan rehabilitasi
6. terapi musik / rekreasi
7. community & family based approach
8. terapi tempeleng : yang sekarang sudah tidak digunakan
9. kurungan pasien : sduah tidak ada yang menggunakan, karena sudah di larang

G. penanganan kemarahan gangguan jiwa dengan :
a. renstraim
b. seclusion
c. restrain + seclusion -semua ini sudah tidak di pergunankan di Indonesia
H. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
1. Memberikan label kepada berbeda orang
2. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
3. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
4. Kehilangan status dan diskriminasi
5. Tolakan dan menjijikan
6. Penghinan, malu
7. Stigma tergantung pada kekuasaan
I. Hukum kesehatan mental Indonesia no. 18/2014
# semangat baru untuk:
a. reformasi kebijakan,
b. Inklusi sosial,
c. Benar-benar menghilangkan stigma,
d. pengurangan diskriminasi,
e. Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.

J. Pengembangan keperawaatn kesehatan jiwa (Continuity Care):
1. Sehat – sakit
2. Muda – tua
3. Rumah sakit – komunitas
4. Rumah – tempat lain
K. Level perawatan & tindakan secara lengkap :
a. Rumah sakit jiwa
b. Keswa di RSU
c. Tim kesehatan jiwa di (kabupaten/kota)
d. Pelayanan leswa di puskesmas
e. Formal dan informal di komunitas di luar sector kesehatan
L. Kesimpulan dari upaya kesehatan jiwa :
1. Start from crudle till the grave
2. Start from conception till the grave
3. Start from pre married till the grave
"


55. Bella Putri Sinta Prastika

pada : 31 August 2017

"TUGAS RESUME 2
Trend dan Issue dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa

A. Resolusi kesehatan jiwa menurut Who (januari tahun 2012) :
 Mendesak anggota Negara untuk:
- Mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensif yang meningkatkan promosi gangguan jiwa, dan identifikasi awal, perawatan, dukungan, pengobatan, dan pemulihan orang-orang dengan gangguan mental
- Untuk memberikan prioritas dan penyederhanaan yang sesuai dengan kesehatan mental serta untuk mengalokasikan yang sesuai penelitian.

 Masalah keswa sangat besar :
- Di Negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90%, hal ini berarti < 10% orang dengan gengguan jiwa di terapi di fasilitas kesehatan.
B. Gangguan jiwa di Indonesia menurut nasional :
1. Gangguan jiwa berat (Psychosis)
2. Gangguan mental emosional
C. Proporsi RT dengan ART mengalai gangguan jiwa berat yang pernah dipasung, menurut tempat tinggal (2003):
a. Kota (10,7)
b. Desa (18,2)
c. Indonesia (14,3)
D. Hukum kesehatan mental Indonesia no. 18/2014
# semangat baru untuk:
a. reformasi kebijakan,
b. Inklusi sosial,
c. Benar-benar menghilangkan stigma,
d. pengurangan diskriminasi,
e. Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.

E. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
1. Memberikan label kepada berbeda orang
2. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
3. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
4. Kehilangan status dan diskriminasi
5. Tolakan dan menjijikan
6. Penghinan, malu
7. Stigma tergantung pada kekuasaan
F. Masalah yang terjadi terdiri dari :
a. Kemenkes, direktorat, dinkes, pemprop, pemkab/ pemkot
b. Medis, psikolog, peksos, perawat :
- Dosen
- Generalis
- Generalis +
- Spesialis
- Pemegang program PKM
G. Arah kebijakan baru (global dan nasional):
1. Sustainable development goals 2015-2030
2. Isu strategis baru rpjmn 2014-2019
H. Peta stategi kesehatan jiwa 2014-2019, meliputi :
1. Dampak
2. Outcame
3. Proses strategi yang harus di lakukan
4. Sumber data kesehatan
Dan rincian datanya bertujuan untuk:
a. Terwujudnya masyarakat peduli kesehtan jiwa
b. Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa & napza yang komperhensif
c. Terwujudnya upaya kewa dan napza berbasis masyarakat
d. Terwujudnya yankes dan napza di tingkat primer & rujukan
e. Terwujudnya yankesmas & napza di luar sector kesehatan
f. Terwujudnya program promosi dan prevensi keswa dan napza
g. Terwujudnya integritas dan kerjasama keswa dan napza dalam program lp/ls
h. Advokasi kesehatan jiwa & napza
i. Terwujudnya perencanaan program keswa & napza yang terpadu
j. Terwujudnya penelitian dan evaluasi keswa dan napza
k. Terwujudnya system informasi keswa & napza berbasis data dan pengetahuan
l. Terwujudnya dukungan dan regulasi
m. Terwujudnya sdm yang kompeten
n. Terwujudnya perbekalan keswa sesuai pedoman
o. Terwujudnya data
I. Indicator kesehatan jiwa berdasarkan :
1. WHO mental health action plan 2013-2020
2. ASEAN mental health taskforce
3. RPJMN 2014-2019
J. Sedangkan tujuannya bebas pasung adalah :
 Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
 Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa
 Terselenggarakannya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat
 Terselenggaranya skema pembiayaan yang memdai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat mapun daerah.
 Tercapinya kerjasama dan koordinasi lintas sector di bidang upaya kesehatan jiwa
 Terselenggaranya system monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa
K. Upaya pengendaliannya dapat dengan promotif dan preventif, dengan sasarannya adalah keluarga, lembaga dan masyarakat sekitar.
L. Uapaya kuratif keswa :
1. Upaya kuratif
2. Upaya rehabilitative
M. Reformasi pelayanan kesehatan jiwa :
 Effective
 Appropriate
 Efficient
 Responsible
 Accessible nad equitable
 Safe
 Continuous
 Capable
N. Kendala program bebas pasung :
o Kesiapan SDM
o 11 propinsi belum berpartisipasi dalam program bebas pasung
o Kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat
o Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran bebas pasung
o Kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota.
"


56. Rambu Eri Hupunau

pada : 31 August 2017

"Resume Matkul Keperawatan Jiwa 2 ke 2
TREND DAN ISSUE
DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
• Situasi kesehatan jiwa :global dan Regional
• Kebijakan dan kesenjangan,komitmen dan sinkronisasi peran perawat
SITUASI KESEHATAN JIWA :GLOBAL,REGINAL DAN NASIONAL
Deklarasi umum rapat majelis tingkat tinggi (Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa,16 September 2011) tentang pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular menyatakan bahwa : Gangguan mental dan neurologis termasuk penyakit Alzheimer,merupakan penyebab morbiditas yang penting dan berkontribusi terhadap beban penyakit menular.
Resolusi WHO tentang kesehatan mental (Januari 2012)mendorong negara negara anggota untuk :
 Mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensif yang menangani promosikesehatan mental,pencegahan gangguan mental,dan identifikasi dini perawtan,dukungan,penanganan dan pemulihan orang orang dengan gangguan mental
 Untuk memberikan prioritas dan penyederhanaan yang tepat dan untuk mengalokasikan sumber dana yang sesuai
Kesenjangan pengobatan masalah kesehatan jiwa sangat besar.Di negara berkembang rendah sampai menengah seperti di Indonesia,kesenjangan pengobatan pasien gangguan jiwa mencapai > 90% hal ini berarti < 10% orang dengan gangguan jiwa diterapi difasilitas kesehatan.
Menurut data RISKESDAS 2013,jumlah RT yang mememiliki ART yang mengalami gangguan jiwa dan dipasung menurut tempat tinggalnya adalah didesa sebanyak 18,2 % lebih banyak dari pada di kota yang hanya 10,7 %.
Menurut penelitian,sebanyak 56.000 orang gangguan jiwa di pasung di Indonesia karena minimnya informasi serta minimnya akses danfasilitas kesehatan jiwa yang dimiliki.
PROSES STIGMA ( Link dan Phelan,2001)
1. Masyarakat membedakan dan memberi label pada orang orang yang berbeda
2. Perbedaan pada orang –orang berlabel terkait dengan kareteristik yang tidak diinginkan danstreotipe yang tidak beralasan.
3. Orang –orang berlabel dianggap sebagai kelompok luar “mereka” dan bukan bagian dari “kita”
4. Pemisahan orang-orang berlabel mengalami kehilangan status danmengalami reaksi emosional terhadap orang yang berlabel ketakutan,penolakan dan jijik.
5. Orang yang diberilabel mungkin merasa malu,terhina
6. Stigma tergantung pada kekuatan.
UU no 18/2014 tentang kesehatan jiwa di Indonesia :
 Kebijakan reformasi
 Keterlibatan sosial
 Penghapusan Stigma
 Menghilangkan diskriminasi
 Pencegahan pelanggaran HAM




INDONESIA BEBAS PASUNG,2014

Arah kebijakan baru (Global dan Nasional)
Tujuan pembangunan berkelanjutan (2015 – 2030) mencapai hidup sehat bagi semua orang : pada tahun 2030 mengurangi x% kematian dini dari penyakit tidak menular (NCDs)mengurangi kematian akibat luka,termasuk mengurangi angka kematian karena kecelakaan lalu lintas,mempromosikan kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat,memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan Narkotika dan obat obatan.
ISU STRATEGI BARU RPJMN TAHUN 2014 – 2019
Perubahan struktur penduduk yang diikuti transisi epidemiologi :peningkatan kesehatan lansia dan pengendalian penyakit mental.Sasaran umummeningkatnya status kesehatan masyarakat ditandai dengan menurunnya angka kesakitan penyakit tidak menular : Jantung,Diabetes,stroke Hipertensi dan kesehatan jiwa.
PETA STRATEGI KESEHATAN JIWA 2014 -2019 :
1. Terwujudnya masyarakat peduli kesehatan jiwa
2. Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa dan Napza yang komprehensif
3. Terwujudnya upaya kesehatan jiwa dan napza berbasis masyarakat
4. Terwujudnya pelayanan kesehtan jiwa dan napza ditingkat primer dan rujukan
5. Terwujudnya Yankeswa dan napza diluar sektor kesehatan
6. Terwujudnya program promosi keswa dan napza
7. Terwujudnya integrasi kerjasama kewa dan napza dalam program LP/LS
8. Advokasi keswa dan napza
9. Terwujudnya perencanaan keswa dan Napza yang terpadu
10. Terwujudnya penelitian dan evaluasi Keswa dan napza
11. Terwujudnya sistem informasi kewa dan napza berbasis data dan pengetahuan
12. Terwujudnya dukungan kebijakan dan regulasi keswa dan napza
13. Terwujudnya SDM keswa dan napza yang kompoten
14. Terwujudnya perbekalan keswa sesuai pedoman
15. Terwujudnya data keswa dan napza
16. Terwujudnya penganggaran bidang keswa dan napza
Rencana kesehatan jiwa WHO tahun 2013 -2020 Rencana Kesehatan Jiwa ASEAN RPJMN 2014 -2019

Target psycologi :layanan cakupan fasilitas untuk gang.mental berat meningkat 20%

Proporsi orang dengan gangguan mental yang parah (psikosis,depresi berat sedang) yang menggunakan pelayanan(%)
Jumlah pasien yang mendapat pengobatan jiwa/Jumnlah total pasien jiwa di masyarakat x 100%
Presentasi penderita ganguan psikotik yang mendapat pelayanan keswadi fasyankes

TARGET
Meningkat hingga 10% hingga tahun 2019

Jumlah penderita gang.psikotik yang mendapat pelayanan di Faskeswa/Total penderita psikosis di masyarakat

TUJUAN BEBAS PASUNG
Mencapai masyarakat Indonesia bebas pasung melalui :
1. Terselnggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
2. Tercapainyab peningkatan pengetahuan dari semuanpemangku kepentingan di bidang Keswa
3. Terselenggaranya pelayanan Keswa yang berkualitas disetiap tingkat layanan masyarakat
4. Tersedianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk upaya pelayanan kesehatan jiwa baik ditingkat pusat maupun daerah
5. Tercapainya koordinasi dan kerjasama lintas sektor dibidang Kesehatan jiwa
6. Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi dibidang kesehatan jiwa

IMPLIKASI UU NO 18 THN 2014 PADA PERUBAHN KESEHATAN JIWA
• ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan): Mempunyai masalah fisik,mental ,sosial,pertumbuhan dan kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jwa
• ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) : seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perassan yang termanifestasi dalam sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna dan dapat menimbulkanpenderitaan danhambatan dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia.
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN JIWA
Pasal 33 :
(1) Untuk melaksanakan upaya kesehatan jiwa,pemerintah membangun sistem kesehatan jiwa yang berjenjang dan komprehensif
(2) Sistem pelayanan kesehatan jiwa sebagaimana tercantum pada ayat 1terdiri dari :
a. Pelayanan kesehatan jiwa dasar
b. Pelayanan kesehatan jiwa rujukan
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF
A. UPAYA PROMOTIF
Tujuan :
 Mempertahankan dan meningkatkan derajat Keswamas secara optimal
 Menghilangkan stigma,diskriminasi dan pelanggaran hak asasi ODGJ
 Meningkatkan pemahaman dan peranserta masyarakat terhadap Keswa
 Meningkatkan penerimaan dan PSM terhapad Keswa
Sasaran :
Keluarga,lembaga pendidikan ,tempat kerja,Masyarakat,fasyankes,media massa,lembaga keagamaan,lembaga pemasyarakatan
B. UPAYA PREVENTIF
Tujuan ;
 Mencegah timbulnya masalah Keswa
 Mencegah timbulnya/kambuhnya gang,jiwa pada masyaraka secara umum atau perorangan
 Mencegah timbulnya masalah psikososial
Sasaran :
Keluarga,lembaga dan masyarakat
Pendekatan upaya promotif dan preventif Keswa :
• Pendekatan siklis kehidupan dan kelompok resiko
• Terintegrasi pada semua tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS
• Sasaran pada keluarga,lembaga dan masyarakat
• Tersedianya anggaran yang proporsional
C. UPAYA KURATIF
Tujuan :
 Penyembuhan dan pemulihan
 Pengurangan penderitaan
 Pengendalian disabilitas
 Pengemndalian gejala penyakit
Sasaran : ODGJ
D. UPAYA REHABILITATIF
Tujuan :
 Mencegah dan mengendalikan disabilitas
 Memulihakan fungsi sosial
 Memulihkan fungsi sosial okupasional
 Mempersiapkan memberikan kemampuan untuk mandiri di masyarakat
Sasaran ; ODGJ
TUJUAN UPAYA KESEHATAN JIWA :
1. Menjamin setiap orang mencapai kualitas hidup yang baik
2. Menjamin setiap orang mengembangkan potensi kecerdasan
3. Memberikan perlindungan dan pelayanan yankes bagi ODGJ dan ODMK
4. Memberikan yankes secara terintegrasi dan komprehensif
5. Menjamin tersedian dan keterjangkauansumber daya dalam upaya keswa
6. Meningkatkan mutu upaya kesehatan jiwa
7. ODMK dan ODGJ sebagai hak warga negara
PERAN PERAWAT :
1. Melakukan upaya promotif dan penggiat upay program Indonesia bebas pasung 2019
2. Melaukan preventif di komunitas
3. Melakukan case finding klien pasung
4. Menjalankan peran advokasi
5. Melaukan praktik keperawatan sesuai dengan peraturan
6. Aplikasi asuhan keperawatan dengan pendekatan keperawatan transkular
7. Menangani krisis keluarga dengan pasien pasung
8. Melakukan integrasi dengan institusi pendidikan keperawatan
9. Melakukan rujukan
KENDALA PROGRAM BEBAS PASUNG
1. Kendala SDM
2. 11 propinsi belum berpartisipasi
3. Kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat
4. kurangnya dukungan Pemda
5. Kurangnya upaya promotif
6. Kutangnya advokasi dan sosialisasi

"


57. Mohammad dheni ardhiyanto

pada : 31 August 2017

"Resume kuliah jiwa AJ1 materi 1
Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa

1. Pengertian jiwa : Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
2. Manifestasi Jiwa :
a. Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
b. proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.
3. Menurut penelitian Gangguan Kesehatan Jiwa Riskesdas 2013
Gangguan jiwa di Indonesia terdiri dari :
a. Gangguan jiwa berat (Psychosis)
b. Gangguan mental emosional
Estimasi gangguan jiwa berat menurut Nasional (1,7/1000) sedangkan kapasitas RS Jiwa di Jatim :
 RS Jiwa Lawang : 600 TT
 RS Jiwa Menur : 300 TT
 Unit Psikiatri RSU : 100 TT  sisanya yang tidak tertampung tinggal di keluarga/masyarakat.
Estimasi gangguan Mental emosional menurut Nasional (6,0) mengakibatkan :
 kualitas hidup terganggu
 kualitas kerja terganggu
 produktifitas terganggu
4. Penyebab gangguan jiwa : Psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik, stress adaptasi
5. Pengertian keperawatan jiwa : proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi.
6. Altenatif terapis :
a. Somato TX : farmako terapi, ECT, Pembedahan
b. Psikoterapi : supportif, genetic dinamik
c. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi
d. TAK
e. pelayanan rehabilitasi
f. terapi musik / rekreasi
g. community & family based approach
h. terapi tempeleng : yang sekarang sudah tidak digunakan
i. kurungan pasien : sduah tidak ada yang menggunakan, karena sudah di larang
7. Penanganan kemarahan gangguan jiwa dengan :
a. renstraim
b. seclusion
c. restrain + seclusion -semua ini sudah tidak di pergunankan di Indonesia
8. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
a. Memberikan label kepada berbeda orang
b. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
c. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
d. Kehilangan status dan diskriminasi
e. Tolakan dan menjijikan
f. Penghinan, malu
g. Stigma tergantung pada kekuasaan
9. Hukum kesehatan mental Indonesia no. 18/2014
Semangat baru untuk:
a. reformasi kebijakan,
b. Inklusi sosial,
c. Benar-benar menghilangkan stigma,
d. pengurangan diskriminasi,
e. Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.
10. Pengembangan keperawaatn kesehatan jiwa (Continuity Care):
a. Sehat – sakit
b. Muda – tua
c. Rumah sakit – komunitas
d. Rumah – tempat lain
11. Level perawatan & tindakan secara lengkap :
a. Rumah sakit jiwa
b. Keswa di RSU
c. Tim kesehatan jiwa di (kabupaten/kota)
d. Pelayanan leswa di puskesmas
e. Formal dan informal di komunitas di luar sector kesehatan
12. Kesimpulan dari upaya kesehatan jiwa :
a. Start from crudle till the grave
b. Start from conception till the grave
c. Start from pre married till the grave
"


58. Mohammad dheni ardhiyanto

pada : 31 August 2017

"Resume kuliah jiwa AJ1 materi 2
Trend dan Issue dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa

1. Resolusi kesehatan jiwa menurut Who (januari tahun 2012) :
Mendesak anggota Negara untuk:
Mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensif yang meningkatkan promosi gangguan jiwa, dan identifikasi awal, perawatan, dukungan, pengobatan, dan pemulihan orang-orang dengan gangguan mental, untuk memberikan prioritas dan penyederhanaan yang sesuai dengan kesehatan mental serta untuk mengalokasikan yang sesuai penelitian.
Masalah keswa sangat besar :
Di Negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90%, hal ini berarti < 10% orang dengan gengguan jiwa di terapi di fasilitas kesehatan.
2. Gangguan jiwa di Indonesia menurut nasional adalah gangguan jiwa berat (Psychosis) dan gangguan mental emosional
3. Proporsi RT dengan ART mengalai gangguan jiwa berat yang pernah dipasung, menurut tempat tinggal (2003): Kota (10,7), Desa (18,2), dan Indonesia (14,3)
4. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
a. Memberikan label kepada berbeda orang
b. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
c. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
d. Kehilangan status dan diskriminasi
e. Tolakan dan menjijikan
f. Penghinan, malu
g. Stigma tergantung pada kekuasaan
5. Arah kebijakan baru (global dan nasional):
a. Sustainable development goals 2015-2030
b. Isu strategis baru rpjmn 2014-2019
6. Peta stategi kesehatan jiwa 2014-2019, meliputi : Dampak, Outcame, Proses strategi yang harus di lakukan, Sumber data kesehatan
Dan rincian datanya bertujuan untuk:
a. Terwujudnya masyarakat peduli kesehtan jiwa
b. Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa & napza yang komperhensif
c. Terwujudnya upaya kewa dan napza berbasis masyarakat
d. Terwujudnya yankes dan napza di tingkat primer & rujukan
e. Terwujudnya yankesmas & napza di luar sector kesehatan
f. Terwujudnya program promosi dan prevensi keswa dan napza
g. Terwujudnya integritas dan kerjasama keswa dan napza dalam program lp/ls
h. Advokasi kesehatan jiwa & napza
i. Terwujudnya perencanaan program keswa & napza yang terpadu
j. Terwujudnya penelitian dan evaluasi keswa dan napza
k. Terwujudnya system informasi keswa & napza berbasis data dan pengetahuan
l. Terwujudnya dukungan dan regulasi
m. Terwujudnya sdm yang kompeten
n. Terwujudnya perbekalan keswa sesuai pedoman
o. Terwujudnya data
7. Sedangkan tujuannya bebas pasung adalah :
a. Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
b. Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa
c. Terselenggarakannya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat
d. Terselenggaranya skema pembiayaan yang memdai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat mapun daerah.
e. Tercapinya kerjasama dan koordinasi lintas sector di bidang upaya kesehatan jiwa
f. Terselenggaranya system monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa
g. Upaya pengendaliannya dapat dengan promotif dan preventif, dengan sasarannya adalah keluarga, lembaga dan masyarakat sekitar.
8. Uapaya kuratif keswa : upaya kuratif dan upaya rehabilitative
9. Reformasi pelayanan kesehatan jiwa : Effective, Appropriate, Efficient, Responsible , Accessible nad equitable, Safe, Continuous, Capable
10. Kendala program bebas pasung :
a. Kesiapan SDM
b. 11 propinsi belum berpartisipasi dalam program bebas pasung
c. Kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat
d. Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran bebas pasung
e. Kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota.
"


59. Zulfa Suhailah

pada : 31 August 2017

"TUGAS RESUME 1
A. Pengertian jiwa : Unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
B. Manifestasi Jiwa :
1. Kesadaran, afek & emosi, psikomotor,
2. proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.
C. Menurut penelitian Gangguan Kesehatan Jiwa Riskesdas 2013
# Gangguan jiwa di Indonesia terdiri dari :
a. Gangguan jiwa berat (Psychosis)
b. Gangguan mental emosional
# estimasi gangguan jiwa berat menurut Nasional (1,7/1000)
# sedangkan kapasitas RS Jiwa di Jatim :
• RS Jiwa Lawang : 600 TT
• RS Jiwa Menur : 300 TT
• Unit Psikiatri RSU : 100 TT  sisanya yang tidak tertampung tinggal di keluarga/masyarakat.
# estimasi gangguan Mental emosional menurut Nasional (6,0)
# Mengakibatkan :
• kualitas hidup terganggu
• kualitas kerja terganggu
• produktifitas terganggu
D. penyebab gangguan jiwa :
o Psikoanalisa
o Interpersonal
o Sosial
o Eksistensial
o Supportif
o Komunikasi
o Perilaku
o Medik
o Stress Adaptasi
E. Pengertian keperawatan jiwa : proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi.
F. Altenatif terapis :
1. Somato TX : farmako terapi, ECT, Pembedahan
2. Psikoterapi : supportif, genetic dinamik
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi
4. TAK
5. pelayanan rehabilitasi
6. terapi musik / rekreasi
7. community & family based approach
8. terapi tempeleng : yang sekarang sudah tidak digunakan
9. kurungan pasien : sduah tidak ada yang menggunakan, karena sudah di larang

G. penanganan kemarahan gangguan jiwa dengan :
a. renstraim
b. seclusion
c. restrain + seclusion -semua ini sudah tidak di pergunankan di Indonesia
H. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
1. Memberikan label kepada berbeda orang
2. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
3. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
4. Kehilangan status dan diskriminasi
5. Tolakan dan menjijikan
6. Penghinan, malu
7. Stigma tergantung pada kekuasaan
I. Hukum kesehatan mental Indonesia no. 18/2014
# semangat baru untuk:
a. reformasi kebijakan,
b. Inklusi sosial,
c. Benar-benar menghilangkan stigma,
d. pengurangan diskriminasi,
e. Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.

J. Pengembangan keperawaatn kesehatan jiwa (Continuity Care):
1. Sehat – sakit
2. Muda – tua
3. Rumah sakit – komunitas
4. Rumah – tempat lain
K. Level perawatan & tindakan secara lengkap :
a. Rumah sakit jiwa
b. Keswa di RSU
c. Tim kesehatan jiwa di (kabupaten/kota)
d. Pelayanan leswa di puskesmas
e. Formal dan informal di komunitas di luar sector kesehatan
L. Kesimpulan dari upaya kesehatan jiwa :
1. Start from crudle till the grave
2. Start from conception till the grave
3. Start from pre married till the grave
"


60. Zulfa Suhailah

pada : 31 August 2017

"TUGAS RESUME 2
A. Resolusi kesehatan jiwa menurut Who (januari tahun 2012) :
 Mendesak anggota Negara untuk:
- Mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensif yang meningkatkan promosi gangguan jiwa, dan identifikasi awal, perawatan, dukungan, pengobatan, dan pemulihan orang-orang dengan gangguan mental
- Untuk memberikan prioritas dan penyederhanaan yang sesuai dengan kesehatan mental serta untuk mengalokasikan yang sesuai penelitian.

 Masalah keswa sangat besar :
- Di Negara berkembang rendah-menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90%, hal ini berarti < 10% orang dengan gengguan jiwa di terapi di fasilitas kesehatan.
B. Gangguan jiwa di Indonesia menurut nasional :
1. Gangguan jiwa berat (Psychosis)
2. Gangguan mental emosional
C. Proporsi RT dengan ART mengalai gangguan jiwa berat yang pernah dipasung, menurut tempat tinggal (2003):
a. Kota (10,7)
b. Desa (18,2)
c. Indonesia (14,3)
D. Hukum kesehatan mental Indonesia no. 18/2014
# semangat baru untuk:
a. reformasi kebijakan,
b. Inklusi sosial,
c. Benar-benar menghilangkan stigma,
d. pengurangan diskriminasi,
e. Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.

E. Stigma Proses menurut Link dan Phelan tahun 2001:
1. Memberikan label kepada berbeda orang
2. Orang yang sudah berlabel dihubungkan dengan karakteristik yang tidak diinginkan, dengan stereotypes yang tidak diinginkan.
3. Orang yang berlabel dilihat keluar dari “mereka” dan “kita” atau perpisahan.
4. Kehilangan status dan diskriminasi
5. Tolakan dan menjijikan
6. Penghinan, malu
7. Stigma tergantung pada kekuasaan
F. Masalah yang terjadi terdiri dari :
a. Kemenkes, direktorat, dinkes, pemprop, pemkab/ pemkot
b. Medis, psikolog, peksos, perawat :
- Dosen
- Generalis
- Generalis +
- Spesialis
- Pemegang program PKM
G. Arah kebijakan baru (global dan nasional):
1. Sustainable development goals 2015-2030
2. Isu strategis baru rpjmn 2014-2019
H. Peta stategi kesehatan jiwa 2014-2019, meliputi :
1. Dampak
2. Outcame
3. Proses strategi yang harus di lakukan
4. Sumber data kesehatan
Dan rincian datanya bertujuan untuk:
a. Terwujudnya masyarakat peduli kesehtan jiwa
b. Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa & napza yang komperhensif
c. Terwujudnya upaya kewa dan napza berbasis masyarakat
d. Terwujudnya yankes dan napza di tingkat primer & rujukan
e. Terwujudnya yankesmas & napza di luar sector kesehatan
f. Terwujudnya program promosi dan prevensi keswa dan napza
g. Terwujudnya integritas dan kerjasama keswa dan napza dalam program lp/ls
h. Advokasi kesehatan jiwa & napza
i. Terwujudnya perencanaan program keswa & napza yang terpadu
j. Terwujudnya penelitian dan evaluasi keswa dan napza
k. Terwujudnya system informasi keswa & napza berbasis data dan pengetahuan
l. Terwujudnya dukungan dan regulasi
m. Terwujudnya sdm yang kompeten
n. Terwujudnya perbekalan keswa sesuai pedoman
o. Terwujudnya data
I. Indicator kesehatan jiwa berdasarkan :
1. WHO mental health action plan 2013-2020
2. ASEAN mental health taskforce
3. RPJMN 2014-2019
J. Sedangkan tujuannya bebas pasung adalah :
 Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa
 Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa
 Terselenggarakannya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat
 Terselenggaranya skema pembiayaan yang memdai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat mapun daerah.
 Tercapinya kerjasama dan koordinasi lintas sector di bidang upaya kesehatan jiwa
 Terselenggaranya system monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa
K. Upaya pengendaliannya dapat dengan promotif dan preventif, dengan sasarannya adalah keluarga, lembaga dan masyarakat sekitar.
L. Uapaya kuratif keswa :
1. Upaya kuratif
2. Upaya rehabilitative
M. Reformasi pelayanan kesehatan jiwa :
 Effective
 Appropriate
 Efficient
 Responsible
 Accessible nad equitable
 Safe
 Continuous
 Capable
N. Kendala program bebas pasung :
o Kesiapan SDM
o 11 propinsi belum berpartisipasi dalam program bebas pasung
o Kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat
o Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran bebas pasung
o Kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota.
"


61. Ribka Putri S

pada : 31 August 2017

"RESUME JIWA KE 1
KONSEP KESEHATAN JIWA

Jiwa merupakan unsur manusia yang besifat non-materi namun fungsi dan manifestasinya terkait dengan materi. Manifestasi jiwa adalah kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat keprnadian. Adapun penyebab gangguan jiwa adalah psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik dan stress adaptasi.
Ada beberapa terapi alternatif untuk keperawatan jiwa yaitu dengan terapi modalitas yang meliputi :
1. Somato Tx
a. Farmako Terapi
b. ECT
c. Pembedahan
2. Psikoterapi
a. Supportif
b. Genetik Dinamik
3. Manipulasi Lingkungan dan Sosio Terapi
Dalam menangani masalah jiwa di masyarakat masih banyak yang menggunakan pemasungan baik itu restrain atau pemasungan. Namun tindakan itu adalah tindakan yang salah karena merupakan diskriminasi, pengabaian dan tidak manusiawi. Hentikan stigma masyarakat mengenai kesehatan jiwa di Indonesia.


Jiwa merupakan unsur manusia yang besifat non-materi namun fungsi dan manifestasinya terkait dengan materi. Manifestasi jiwa adalah kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat keprnadian. Adapun penyebab gangguan jiwa adalah psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik dan stress adaptasi.
Ada beberapa terapi alternatif untuk keperawatan jiwa yaitu dengan terapi modalitas yang meliputi :
1. Somato Tx
a. Farmako Terapi
b. ECT
c. Pembedahan
2. Psikoterapi
a. Supportif
b. Genetik Dinamik
3. Manipulasi Lingkungan dan Sosio Terapi
Dalam menangani masalah jiwa di masyarakat masih banyak yang menggunakan pemasungan baik itu restrain atau pemasungan. Namun tindakan itu adalah tindakan yang salah karena merupakan diskriminasi, pengabaian dan tidak manusiawi. Hentikan stigma masyarakat mengenai kesehatan jiwa di Indonesia.
"


62. RIZAL ACHMAD NURDIYANTO

pada : 31 August 2017

"RESUME MATA KULIAH JIWA 2 KE 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

Jiwa merupakan Unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Masalah gangguan jiwa di Indonesia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Penyebab gangguan jiwa secara garis besar disebabkan dari faktor ekonomi, gen atau riwayat keturunan sakit jiwa pada keluarga, adaptasi lingkungan dan beban masalah.
Keperawatan jiwa berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Beberapa metode terapi di fasilitas psikiatrik yang biasa diberikan antara lain adalah melakukan terapi modalitas, terapi psikofarmaka, ECT, terapi aktifitas kelompok, terapi music, terapi supportif, manipulasi lingkungan dan social.
Sampai saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang menggunakan teknik pemasungan pada anggota keluarganya yang mengidap penyakit jiwa. Berbagai macam tindak pengucilan ini biasanya dilakukan jauh dari kontak lingkungan warga sekitar. Karena ditakutkan akan mengganggu warga yang ada di sekitarnya.
Dalam hal ini, pemerintah mengeluarkan peraturan “Indonesian Mental Health Law
No. 18 / 2014” yang intinya memanusiakan orang dengan gangguan jiwa agar mendapatkan haknya sebagaimana mestinya. Diharapkan pasien jiwa bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan wajar seperti manusia sehat lainnya. Tidak ada lagi gelandangan orang gila yang berada di jalanan. Seluruh dari pasien dengan gangguan jiwa dapat memperoleh perawatan kesehatan jiwa dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhannya.

RESUME JIWA 2 KE 2
“Trend and issue”
Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan sekaligus menyumbang angka gangguan jiwa yang besar. Di Negara berkembang seperti Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai lebih dari 90%. Hal ini berarti hanya kurang dari 10% pasien jiwa yang mendapatkan terapy di fasilitas kesehatan jiwa. Sisanya berada di jalanan dan dipasung oleh keluarga. Di Indonesia tercatat ada 56.000 orang yang di pasung dengan masalah gangguan jiwa.
Namun sekarang hal tersebut sudah hampir hilang karena pemerintah dan jajarannya gencar memfokuskan upaya penanganan jiwa dengan “Implikasi UU18/2014, tentang perubahan sistem kesehatan jiwa” yang harusnya mampu mengurangi pengeluaran anggaran cukup besar dari APBN maupun APBD bagi orang dengan gangguan jiwa. Upayanya yaitu dengan upaya preventif dan promotif keswa, dari mulai sejak balita dilakukan penelitiannya. Namun dalam hal ini, dalam menjalankan programnya, pemerintah terkendala oleh kurangnya SDM, biaya yang tidak sedikit, kurangnya advokasi dan promotif terhadap pemegang kekuasaan di daerah maupun provinsi.
"


63. ALBINA JENITA

pada : 31 August 2017

"RESUME
KEPERAWATAN JIWA 2
MATERI 2 TGL 25/08/2017

TREND DAN ISSU DALAM KEPERAWATAN JIWA

Masalah kesehatan jiwa di indonesia sangat besar,dimana kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90 % dengan negara maju, yang berarti < 10 % orang dengan gangguan jiwa di terapi di fasilitas kesehatan. Hal ini karena minimnya informasi akses dan fasilitas kesehatan jiwa, sehingga pada tahun 2013 sebanyak 56.000 pasien gangguaan jiwa di pasung (riset kesehatan dasar 2013). Peristiwa pasung pada pasien gangguan jiwa menghebohkan dunia karena dianggap pelanggaran HAM ODGJ di masyarakat. Untuk itu maka dibuatlah program Indonesia bebas pasung pada orang gangguan jiwa tahun2019. Adapun tujuan bebas pasung yaitu terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa, tercapainya peningkatan pengetahuaan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa, Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat,terjadinya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah, terciptanya kerjasama dan koordinasi lintas sektor dibidang upaya kesehatan lingkungan, terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa. Untuk mencapai tujuan tersebuat maka dilakukan upaya promotif dan preventif. Upaya promotif dan preventife kesehatan jiwa dilakukan melalui pendekatan siklus kehidupan (continuum of care) dan Kelompok Resiko (population at risk) yang terintegrasi pada semua tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/Ls. Sasaran upaya promotif dan preventife adalah keluarga, masyarakat dan lembaga baik formal maupun nonformal yang berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa. Selain upaya promotif dan preventife ada juga upaya kuratif dan rehabilitaf kesehatan jiwa. Upaya kuratif bertujuaan untuk penyembuhan dan pemulihan, pengurangan penderitaan, pengendaliaan disabilitas dan pengendaliaan gejala penyakit. Sedangkan upaya rehabilitaf bertujuaan untuk mencegah dan mengendalikan disabilitas, memulihkan fungsi sosial, memulihkan fungsi okupasional,mempersiapkan dan memberikan kemampuaan agar mandiri di masyarakat. Sasaran upaya kuratif dan rehabilitaf adalah ODGJ. Oleh karena itu peran perawat sangat penting dalam menjaga kesehatan jiwa. Adapun peran perawat sebagai berikut : (1) melakukan kegiatan promotif dan penggiat program indonesia bebas pasung 2019, (2) melakukan preventif di komunitas ; screening,penyuluhan kesehatan individu, keluarga,kelompok dam masyarakat dengan resiko/masalah kesehatan jiwa, (3) melakukan case finding klien pasung, (4) menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung, (5) melakukan praktek keperawatan sesuai kewenangan dan peraturan dengan memperhatikan etik dan budaya pasien, (6) aplikasi asuhan keperawatan dengan pendekatan keperawatan transkultur, (7) menangani krisis keluarga dengan pasien pasung, (8) melakukan integrasi dengan institusi pendidikan keperawatan dalam rangka promotif, preventife dan rehabilitatif kasus pasung, (9) melakukan rujukan ke unit psikiatri di RSU/RSJ.
RESUME
KEPERAWATAN JIWA 2
MATERI 2 TGL 25/08/2017
TREND DAN ISSU DALAM KEPERAWATAN JIWA
Masalah kesehatan jiwa di indonesia sangat besar,dimana kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90 % dengan negara maju, yang berarti < 10 % orang dengan gangguan jiwa di terapi di fasilitas kesehatan. Hal ini karena minimnya informasi akses dan fasilitas kesehatan jiwa, sehingga pada tahun 2013 sebanyak 56.000 pasien gangguaan jiwa di pasung (riset kesehatan dasar 2013). Peristiwa pasung pada pasien gangguan jiwa menghebohkan dunia karena dianggap pelanggaran HAM ODGJ di masyarakat. Untuk itu maka dibuatlah program Indonesia bebas pasung pada orang gangguan jiwa tahun2019. Adapun tujuan bebas pasung yaitu terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa, tercapainya peningkatan pengetahuaan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa, Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat,terjadinya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah, terciptanya kerjasama dan koordinasi lintas sektor dibidang upaya kesehatan lingkungan, terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa. Untuk mencapai tujuan tersebuat maka dilakukan upaya promotif dan preventif. Upaya promotif dan preventife kesehatan jiwa dilakukan melalui pendekatan siklus kehidupan (continuum of care) dan Kelompok Resiko (population at risk) yang terintegrasi pada semua tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/Ls. Sasaran upaya promotif dan preventife adalah keluarga, masyarakat dan lembaga baik formal maupun nonformal yang berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa. Selain upaya promotif dan preventife ada juga upaya kuratif dan rehabilitaf kesehatan jiwa. Upaya kuratif bertujuaan untuk penyembuhan dan pemulihan, pengurangan penderitaan, pengendaliaan disabilitas dan pengendaliaan gejala penyakit. Sedangkan upaya rehabilitaf bertujuaan untuk mencegah dan mengendalikan disabilitas, memulihkan fungsi sosial, memulihkan fungsi okupasional,mempersiapkan dan memberikan kemampuaan agar mandiri di masyarakat. Sasaran upaya kuratif dan rehabilitaf adalah ODGJ. Oleh karena itu peran perawat sangat penting dalam menjaga kesehatan jiwa. Adapun peran perawat sebagai berikut : (1) melakukan kegiatan promotif dan penggiat program indonesia bebas pasung 2019, (2) melakukan preventif di komunitas ; screening,penyuluhan kesehatan individu, keluarga,kelompok dam masyarakat dengan resiko/masalah kesehatan jiwa, (3) melakukan case finding klien pasung, (4) menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung, (5) melakukan praktek keperawatan sesuai kewenangan dan peraturan dengan memperhatikan etik dan budaya pasien, (6) aplikasi asuhan keperawatan dengan pendekatan keperawatan transkultur, (7) menangani krisis keluarga dengan pasien pasung, (8) melakukan integrasi dengan institusi pendidikan keperawatan dalam rangka promotif, preventife dan rehabilitatif kasus pasung, (9) melakukan rujukan ke unit psikiatri di RSU/RSJ.

TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA ADALAH;



TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA ADALAH; CRUDLE - CONSEPTION - PREMARRIED.

"


64. Ungkas Herlambang

pada : 31 August 2017

"RESUME MATKUL JIWA 2 KE 1
“Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Jiwa merupakan unsur manusia yg bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Presentasi gangguan jiwa terbesar berada di Yogyakarta dengan 0,27 dan terkecil Kalimantan Barat 0.07 kemudian gangguan mental emosional dengan tertinggi di Sulteng 11.6 dan terendah Lampung dengan 1,2. Penyebab gangguan jiwa antara lain psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik dan stress adaptasi. Keperawatan jiwa adalah Suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi. Berbagai terapi yang bisa digunakan antara lain terapi modalitas, pemberian psikofarmaka/etc, terapi aktivitas kelompok, pelayanan rehabilitasi, terapi music/reksreasi, community and family based approach, Upaya Kesehatan Jiwa : Start from crudle till the grave, start frome conception till the grave dan start frome pre married till the grave.
"


65. Ungkas Herlambang

pada : 31 August 2017

"RESUME JIWA 2 KE 2
“Trend and issue”
Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan sekaligus menyumbang angka gangguan jiwa yang besar, menjadi sorotan dunia dan ditambah penanganan oleh orang Indonesia sendiri yaitu pasung, rantai dan dikucilkan. Apalagi pengobatan pasien gangguan jiwa yang diobati di faskes yang masih sedikit.dengan kasus tersebut, Indonesia mengeluarkan UU NO 18/2014 tentang perubahan sistem kesehatan jiwa yang berisi lebih mengutamakan upaya preventif dan promotif dalam meningkatkan kesehatan dalam keperawatan jiwa yang komprehensif serta berintegrasi. Kendala program dalam bebas pasung antara lain : kesiapan SDM, 11 propinsi belum berpartisipasi dalam program bebas pasung, kurangnya dukungan keluarga serta masyarakat, kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam anggaran program bebas pasung, kurangnya upaya promotif bagi masayarakat dalam kesehatan jiwa dan kurangnya advokasi serta sosialisasi terhadap pemegang kebijakan di tingkat provinsi dan kabupaten. Dalam pencapaian program pemerintah tersebut, dibutuhkan dukungan yang nyata dari semua pihak terutama masyarakat.
"


66. Endang Susiana

pada : 31 August 2017

"Resume Keperawatan Jiwa 2
Trend dan Issue dalam keperawatan jiwa
Tujuan program pasung
Mencapai masyarakat Indonesia bebas pasung melalui :
1.Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan gangguan jiwa.
2. Tercapainya peningkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan jiwa
3.Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di setiap tingkat layanan masyarakat.
4. Tersedianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk upaya kesehatan jiwa di tingkat pusat maupun daerah.
5. Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sektor di bidang upaya kesehatan jiwa
6. Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi di bidang upaya kesehatan jiwa.
Implikasi UU 18/2014 pada perubahan sistem kesehatan jiwa ( Mental Health System Reform)
Orang dengan masalah kejiwaan : orang yang mempunyai masalah fisik, mental,sosial,pertumbuhan,dan perkembangan dan/ atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.
Orang dengan gangguan jiwa :
Seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.
Sistem Pelayanan Kesehatan Jiwa pasal 33
1. Untuk melaksanakan upaya kesehatan jiwa, pemerintah membangun sistem pelayanan kesehatan jiwa yang berjenjang dan komprehensif.
2. Sistem pelayanan kesehatan jiwa sebagaimana di maksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. Pelayanan kesehatan jiwa dasar; dan
b. Pelayanan kesehatan jiwa rujukan.
Peran Perawat
1. Melakukan kegiatan promotif dan penggiat
program Indonesia bebas pasung 2019.
2. Melakukan preventif di komunitas, screening,
penyuluhan kesehatan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat dengan resiko /
masalah kesehatan jiwa
3. Melakukan cara dinding klien pasung
4. Menjalankan peran advokasi untuk melindungi
HAM pasien pasung.
5. Melakukan praktik keperawatan sesuai
kewenangan dan peraturan dengan
memperhatikan etik dan budaya pasien.
6. Aplikasi asuhan keperawatan dengan
pendekatan keperawatan transkultural.
7. Menangani krisis keluarga dengan pasien
pasung.
8. Melakukan integrasi dengan institusi pendidikan
keperawatan dalam rangka promotif, preventif,
dan rehabilitatif kasus pasung
9. Melakukan rujukan ke unit psikiatrik di RSU / RSI
Kendala Program Bebas Pasung
1. Kesiapan SDM
2. 11 Provinsi 32,35 persen belum berpartisipasi
dalam penyelenggaraan program bebas pasung.
3. Kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat.
4. Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam
menyediakan anggaran program Indonesia
bebas pasung.
5. Kurangnya upaya promotif bagi masyarakat
dalam hal kesehatan jiwa.
6. Kurangnya advokasi dan sosialisasi terhadap
pemegang kebijakan di tingkat provinsi, dan
kabupaten / kota.

"


67. MARINI STEFANI BAKER

pada : 31 August 2017

"KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Jiwa merupakan unsur manusia bersifat non- materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
Manifestasi jiwa :
 Kesadaran, afek & emosi, psikomotor
 Proses berpikir, persepsi dan sifat- sifat kepribadian, dll.
Keperawatan Jiwa adalah Suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi .
Merupakan suatu bidang spesialisasi dari praktik keperawatan, yang menerapkan teori perilaku sebagai ilmunya, dan penggunan diri secara terapeutik sebagai kiatnya.
Upaya kesehatan jiwa :
 Dimulai dari ayunan sampai meninggal
 Dimulai dari masa konsepsi sampai meninggal
 Dimulai dari pra- nikah sampai meninggal.
"


68. Heriberta Tuto Suban

pada : 31 August 2017

"RESUME MATERI II
TREND &ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA
Trend dan issue keperawatan jiwa adalah masalah yg lagi hangat di bicarakan dan dianggap penting. Masalah - masalah tsb dianggap sebagai ancaman atau tantangan yang akan berdampak pada keperawatan jiwa baik dalam tatanan regional maupun global. Tren penting dalam keperawatan jiwa adalah bahwa kesehatan jiwa dimulai dari masa konsepsi.
Di negara berkembang rendah – menegah termasuk Indonesia kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90%. Hal ini berarti < 10% orang dengan gangguan jiwa di terapi di failitas kesehatan.
Ada 3 kelompok orang dengan gangguan jiwa:
 33% sembuh total
 33% sembuh sosial
 33% penghuni tetap RSJ
Indikator kesembuhan seorang pasien jiwa adalah dilihat dari “activity daily” artinya dia sudah bisa beraktivitas secara normal dari sejak bangun pagi sampai malam.

"


69. MARINI STEFANI BAKER

pada : 31 August 2017

"MATERI II
TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Situasi Kesehatan Jiwa Global, Regional dan Nasional
- Resolusi Kesehatan Jiwa (WHO, 2012)
Mengembangkan kebijakan strategis yang bertujuan untuk mempromosikan kesehatan jiwa, mencegah gangguan jiwa, identifikasi dini, perawatan, dukungan, pengobatan dan pemulihan pasien dengan gangguan jiwa.
- Peraturan kesehatan jiwa Indonesia ( No. 12 tahun 2014)
Semangat baru untuk :
 Reformasi kebijakan
 Keikutsertaan masyarakat
 Benar- benar menghilangkan stigma
 Pengurangan diskriminasi
 Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.
Indonesia bebas pasung 2019.
Pasien Gangguan Jiwa :
- 33 % : sembuh total
- 33 % : sembuh sosial
- 33 % : menetap di RSJ.
Batasan sembuh pasien gangguan jiwa adalah mampu melakukan activity daily living.
Kita semua perlu sehat jiwa dengan bekerja sama. Jangan menyerah dengan pasien gangguan jiwa. Ketika kata “saya” diganti dengan kata “kita” maka sakit menjadi sembuh.
"


70. Vania pangestika

pada : 01 September 2017

"TREND DAN ISU DALAM KEPERAWATAN JIWA
Terkait dengan Trend dan Issu Keperawatan yang sedang menjadi konsumsi publik mengenai praktek keperawatan. Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi, Penderita atau yang sering kita sebut dengan ODGJ tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. Kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas tidak sedikit yang mengalami gangguan psikotik dan depresif. Ketidakmampuan mengelola stress yang baik merupakan salah satu penyebabnya. Di Negara berkembang rendah-menengah masalah kesehatan jiwa sangat besar termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini berarti "


71. Vania pangestika

pada : 01 September 2017

"Resume I
Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi, akan tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Sedangkan proses interpersonal yang berupaya untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang berkontribusi pada fungsi yang terintegrasi disebut dengan keperawatan jiwa. Sakit jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum, penyebabnyapun beraneka macam, dikarenakan oleh faktor sosial, komuniasi, perilaku dan stress adptasi. Berbagai terapi banyak digunakan untuk mengatasi masalah gangguan kejiwaan, antara lain: terapi modalitas, terapi aktifitas kelompok dan terapi rekreasi. Dalam menangani pasien dengan gangguan kejiwaan terdapat pula pelayanan rehabilitatif bagi pasien yang sudah maintenance, disana para pasien mendapatkan pelayanan sesuai dengan minat, misalnya pada bagian pertanian, perengkelan, membuat kerajinan tangan (hand made) dan lain sebagainya. "


72. aris sucipto

pada : 01 September 2017

"RESUME MATKUL JIWA 2 KE 1
“Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
 Jiwa adalah Unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Masalah gangguan jiwa setiap tahunnya meningkat di Indonesia. Penyebabnya secara garis besar faktor ekonomi, gen, adaptasi lingkungan dan beban masalah.
 Keperawatan jiwa merupakan upaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi.
 Penangannya menggunakan terapi seperti :
a. Farmakoterapi
b. ECT
c. Pembedahan
d. Supportif
e. Genetic dinamik
f. Manipulasi lingkungan
g. Social.
 Dahulu di Indonesia masyarakat pada umumnya menggunakan pasung untuk memenangkan anggota keluarganya yang menderita penyakit kejiwaan, tetapi perlahan pasung mulai menghilang namun muncul sebagai gelandangan. Dalam hal ini, pemerintah mengeluarkan peraturan “Indonesian Mental Health Law
No. 18 / 2014” yang intinya memanusiakan orang dengan gangguan jiwa agar mendapatkan haknya sebagai mana mestinya.

"


73. aris sucipto

pada : 01 September 2017

"RESUME JIWA 2 KE 2
“Trend and issue”
Indonesia merupaka Negara dengan jumlah penduduk yang besar dan juga merupakan penyumbang angka gangguan jiwa yang lumayan besar, Indonesia pun menjadi sorotan oleh Negara-negara di dunia karena penanganan untuk orang dengan gangguan jiwa yaitu menggunakan pasung, rantai dan diasingkan. Untuk menangani hal tersebut, Indonesia mengeluakan undang-undang No 18 tahun 2014 yang berisi tentang perubahan system kesehatan jiwa yang di perjelas pada pasal 3 yaitu tujuan upaya kesehatan jiwa, yang berisi :
1. Menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang dapat mengganggu Kesehatan Jiwa
2. Menjamin setiap orang dapat mengembangkan berbagai potensi kecerdasan
3. Memberikan pelindungan dan menjamin pelayanan Kesehatan Jiwa bagi ODMK dan ODGJ berdasarkan hak asasi manusia
4. Memberikan pelayanan kesehatan secara terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi ODMK dan ODGJ
5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya dalam Upaya Kesehatan Jiwa
6. Meningkatkan mutu Upaya Kesehatan Jiwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
7. Memberikan kesempatan kepada ODMK dan ODGJ untuk dapat memperoleh haknya sebagai Warga Negara Indonesia.
Tetapi dalam menjalankan program, pemerintah menemui beberapa kendala yaitu kurangnya SDM, biaya yang tidak sedikit, kurangnya edukasi tentang advokasi dan promotif pada orang yang berpengaruh di daerah maupun provinsi.
"


74. Imelda Mbati Mbana

pada : 01 September 2017

"KEPERAWATAN JIWA
PERTEMUAN KE 2

TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Di Negara berkembang rendan-menengah temasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90% hal ini berarti < 10% orang dengan gangguan jiwa diterapi di fasilitas kesehatan

Gangguan jiwa di Indonesia :
Gangguan Jiwa berat (Psichosis)
• Terendah di kalbar (0,07)
• Tertinggi di DIY (0,27)
• Gangguan Mental Emosional
• Terendah di Lampung (1,2)
• Tertinggi di Sulteng (11,6)
Tujuan pembangunan berkelanjutan 2015-2030 adalah :
• mencapai hidup sehat untuk segala usia
Pada tahun 2030 mengurangin angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, akibat luka-luka, akibat lalu lintas, meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan, dan meningkatkan pencegahan dan penanganan penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika.
Target Indikator kesehatan jiwa menurut RPJMN meningkat sebesar 10% hingga tahun 2019, jumlah penderita gangguan psikotik yang mendapat layanan KESWA di fasyankes / total jumlah kasus psikotik di masyarakat100%

Sasaran indikator kesehatan jiwa RENSTRA KEMENKES adalah
• meningkatnya mutu dan akses pelayanan kesehatan jiwa dan NAPI
Indikator :
• Puskesmas merencanakan upaya kesehatan jiwa 50 tapi terget perkiraan maju pada tahun 2019 mencapai 250, sedangkan fasyankes dari rencana 2015 30% target prakiraan pada 2019 menjadi 50%

Tujuan program bebas pasung :
• Terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang dengan ganggan jiwa
• Tercapainya penigkatan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan dibidang kesehatan jiwa
• Terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa berkualitas disetiap tingkat layanan masyarakat
• Tersendianya skema pembiayaan yang memadai untuk semua bentuk supaya kesehatan jiwa ditingkat pusat maupun daerah.
• Tercapainya kerjasama dan koordinasi lintas sektor dibidang upaya kesehatan jiwa.
• Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi dibidang upaya kesehatan jiwa

ODMK ( Orang Dengan Masalah Kejiwaan )
• orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa”.

ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa )
• seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Upaya promotif dan preventif

Promotif

Tujuan :
mempertahankan dan meningkatkan derajat keswamas secara optimal
Menghilangkan stigma diskriminasi dan pelanggaran HAK AZASI ODGJ
Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap KESWA
Meningkatkan penerimaan dan PSM terhadap KESWA
Sasaran : keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, masyarakat, fasyankes, media massa, lembaga keagamaan, lembaga permasyarakatan.

Preventif

Tujuan :
Mencegah terjadinya masalah KESWA
Mencegah timbulnya/kambuhnya Gangguan jiwa mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan.
Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial

Sasaran :

• Keluarga,
• Lembaga
• Masyarakat.

Penguatan upaya promotif dan preventif KESWA:
• Pendekatan siklus kehidupan (continuum of care) dan kelompok risiko (population at risk)
• Terintegrasi pada semua tingkat layanan kesehatan dan kegiatan LP/LS
• Sasaran pada keluarga, lembaga dan masyarakat
• Tersedianya anggaran yang proporsional antara upaya promotif dan preventif dan upaya kuratif dan rehabilitatif

Tujuan upaya kesehatan jiwa :
• Menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.
• Menjamin setiap orang mengembangkan potensi kecerdasan.
• Memberikan perlindungan dan menjamin Yankes jiwa bagi ODMK dan ODGJ berdasarkan hak asasi manusia.
• Memberikan Yankes secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan melalui upaya promotif preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi ODMK dan ODGJ
• Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya upaya kesehatan jiwa
• Meningkatkan mutu upaya kesehatan jiwa sesuai perkembangan IPTEK
• ODMK dan ODGJ memperoleh hak sebagai warga negara

Upaya kuratif KESWA
Upaya kuratif

Tujuan:
• Penyembuhan dan pemulihan
• Pengurangan pendiritaan
• Pengendalian disabilitas
• Pengendalian gejala penyakit

Sasaran : ODGJ


Upaya rehabilitatif
Tujuan :
• Mencegah dan mengendalikan disabilitas
• Memulihkan fungsi sosial
• Memulihkan fungsi okupasional
• Mempersiapkan dan memberikan kemampuan agar mandiri di masyarakat
Sasaran : ODGJ

Peran perawat :
a. Melakukan kegiatan promotif dan penggiat program indonesia bebas pasung 2019
b. Melakukan preventif di komunitas : screening, penyuluhan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan resiko/ masalah kesehatan jiwa
c. Melakukan case finding klien pasung
d. Menjalankan peran advokasi untuk melindungi HAM pasien pasung
e. Melakukan praktik kepeerawatan sesuai kewenangan dan peraturan dengan memperhatikan etik dan budaya pasien
f. Aplikasi asuhan keperwatan dengan pendekatan keperawatan transkultural
g. Menangani krisis keluarga dengan pasien pasung
h. Melakukan intergasi dengan institusi pendidkan keperawatan dalam rangka promotif, preventif dan rehabilitastif kasus pasung
i. Melakukan rujukan ke unit psikiatri di RSU/RSJ

Kendala program bebas pasung :
• Kesiapan SDM
• 11 provinsi belum berpartisipasi dalam penyelenggaraan program bebas pasung
• Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran program indonesia bebas pasung
• Kurangnya upaya promotif bagi masyarakat dalam hal kesehatan jiwa
• Murangnya advokasi dan sosialisasi terhadap pemegang kebijakan ditingkat provinsi, dan
kabupaten / kota

"


75. VINDA KUSWANA MURTI

pada : 03 September 2017

"Resume Mata Kuliah Keperawatan Jiwa 2 Kedua (Jumat, 25 Agustus 2017)
Trend an Issu dalam Keperawatan Jiwa
Teori Integritas: sifat manusia dipengaruhi lingkungan sekitar
Teori Tidal Model: teori mengontrol perilaku melalui dirinya sendiri
Gangguan jiwa tidak bisa sembuh, karena stigma yanga ada di lingkungan yang tidak bisa menerima.
Gangguan jiwa dimulai:
• Teori Freud (psiko seksual): fase oral yang diawalai umur 1-1,5 tahun. Tugas perkembangan, proses pemenuhan lewat mulut
• Teori Erik Erikson: tugas perkembangan pertumbuhan Tras vs Tras. Misalnya anak menangis sampai guling – guling usia 0-6 bulan. Usia >6 bulan anak sudah bisa menerima aroma ibu maka anak tetap menangis jika bersama orang lain.
Mistras dapat lanjut pada pertumbuhan lanjut, contoh: masa remaja: perilaku anak bisa terlihat jika anak memetang orang tuanya.
12-45 tahun adalah masa – masa seseorang dapat mengalami skizofrenia
• Teori God and God:
Conception: (bergantung pada usia ibu dan usia hamil)
1. Trimester I: yang dibutuhkan adalah nutrisi, karena hormone progesterone meningkat maka ibu sering mual – mual maka ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi dengan cara makan sedikitr tapi sering
2. Trimester II : pertumbuhan janin sangat diperhatikan, maka yang penting diperiksa yaitu BB ibu dan bertambahnya lingkar perut ibu
3. Trimester III : persiapan jalan lahir, maka yang perlu dipersiapkan yaitu rutin melakukan senam hamil
• Teori Pre Married: tidak boleh menikah dengan saudara sedarah (kakak maupun adik)


"


76. VINDA KUSWANA MURTI

pada : 03 September 2017

"Resume Mata Kuliah Jiwa 2 pertama (jumat, 18 Agustus 2017)
Resume Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada meteri. Penyebab gangguan jiwa sangat beragam namun yang paling utama adalahkarena stressor lingkungan yang berlebihan sehingga koping individu itu tidak mampu menahan stressor yang berlebihan maka mengakibatkan gangguan jiwa. Maka hal tersebut yang menjadi tantangan keperawatan jiwa untuk menolong orang – orang yang mengalami gangguan jiwa.
Berbagai terapi sebagai alternative yang digunakan untuk menyembuhkan pasien gangguan jiwa diantaranya farmakoterapi, ECT, dan pembedahan. DI Indonesia sering dilakukan pemasungan, pengasingan bagi seorang gangguan jiwa, tidakan tersebut salah. Sebaiknya jika menemukan seorang dengan ngangguan jiwa maka di bawa ke pihak RSJ atau pihak yang dapat menangani masalah – masaaah gangguan jiwa. Kelarga dan lingkungan setempat harus mampu menerima keadaan dan dapat bersama – sama sadar untuk membantu penyembuhan seseorang yang mengalami gangguan jiwa.
Tujuan program bebas pasung adalah mencapai masyarakat Indonesia bebas pasung melalui terselenggaranya perlindungan HAM bagi orang gangguan jiwa.

"


77. dismalyansa

pada : 05 September 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke-1 (Konsep Dasar Keperawatan Jiwa)
Keperawatan jiwa adalah suatu bidang khusus dari praktik keperawatan yang menerapkan teori peilaku sebagai ilmunya, penggunaan diri secara terapeutik sebagai kiatnya. Kesehatan jiwa merupaknan unsur yang bersifat non-materi tetapi dapat dinilai melalui beberapa aspek :
1. Kesadaran dinilai secara kualitatif yaitu meningkat (agresif) ataukah menurun (menarik diri), afek, emosi dan psikomotor.
2. Proses berpikir, persepsi dan sifat-sifat kepribadian.
Terapi modalitas dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Somato terapi terdiri dari :
a) Farmako terapi yaitu penggunaan obat yang mempunyai efek terapeutik langsung pada proses mental bersifat empiris. Dasar pemilihan obat diliahat dari riwayat penyakit, keadaan klinis, diagnosis dan target gejala, kontra indikasi obat dan sosial ekonomi pasien. Jenis dari farmako terapi diantaranya : anti psikotik, anti depresi, anti cemas, sedatif hipnotikal dan anti maniak.
b) ECT (Electro Convulsif Terapi) dilakuakn pada katatonik, gaduh gelisah, stupor, depresi berat dan tidak boleh dilakukan pada penderitapenyakit tulang, hipertensi, tumor kepala, hamil dan aunerisma otak. Dosis 1seri sebanyak 6 kali. Namun ECT yang berlebih dapat merusak otak secara pelan-pelan sehingga menurunkan kognitif.
c) Pembedahan.
2. Psikoterapi
a) Supportif terutama dukungan dari keluarga dan genetik dinamik.
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi.
Model pasung dan pengasingan sudah tidak dibenarkan lagi karena melanggar hak asasi manusia serta merupakan bentuk diskriminasi. Sehingga sekarang berkembanglah upaya kesehatan jiwa yang menganut model :
1. Start from crudel till the grave (berawal sejak masa anak-anak
2. Start from conception till the grave (berawal saat merencanakan kehamilan)
3. Start from pre married till the grave (berawal dari pasangan muda yang akan menikah dan membentuk keluarga baru."


78. dismalyansa

pada : 05 September 2017

"Resume matkul jiwa 2 ke-2 ( Trend dan Issu Keperawatan Jiwa )

Treatment gap pada pasien jiwa terjadi akibat kurangnya suppot sistem dari lingkungan. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) setelah pulang dari rumah sakit jiwa kecenderungan tidak diterima lagi di lingkungan asal dikarenakan adanya stigma negatif.
Terdapat 3 kelompok gangguan jiwa :
1. Sembuh total sebanyak 33%
2. Sembuh sosial sebanyak 33%
3. Menetap di rumah sakit.
Upaya kesehatan jiwa yang menganut model :
1. Start from crudel till the grave (berawal sejak masa anak-anak)
Menurut teori tabula rasa bahwa sifat seseorang dibentuk dari hasil didikan lingkungan sehingga model pengasuhan mempengaruhi perkembangan anak. Namun pembentukan karakter juga tidak telepas dari faktor genetik yang menganut teori genetika mendell. Kemudian munculah perpaduan antara kedua teori tersebut yaitu teori integrasi sebab kedua teori tersebut saling mempengaruhi tidak dapat berdiri sendiri.
2. Start from conception till the grave (berawal saat merencanakan kehamilan)
Pola asuh yang baik masih memunculkan masalah gangguan jiwa sehingga dibentuklah skrinning antenatal care untuk mendeteksi adanya kelainan selama kehamilan serta mempersiapkan ibu untuk menerima dan menjalankan perannya sehingga tidak menimbulkan distress yang berlebih.
3. Start from pre married till the grave (berawal dari pasangan muda yang akan menikah dan membentuk keluarga baru)
Pasangan usia subur perlu mendapatkan pengetahuan mengenai tugas dan tahap perkembangan keluarga sehingga lebih siap berkeluarga dan bermasyarakat."


79. Muhammad Hadiyanul Haqi

pada : 06 September 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA KE 1
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat non materi, tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi. Manifestasi jiwa meliputi kesadaran, afek dan emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian.
Gangguan jiwa bisa disebabkan oleh berbagai faktor yakni psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, medik, stress adaptasi.
Berbagai alternatif terapi bagi penderita gangguan jiwa, antara lain :
1. Somatik terapi meliputi farmako terapi, ECT (elektro convulsif terapi).
2. Psikoterapi meliputi pencegahan dan pengelolaan perilaku agresif, terapi perilaku kognitif, terapi group atau kelompok.
3. Manipulasi lingkungan dan sosio terapi, terapi ini lebih kepada intervensi atau perencanaan oleh keluarga.

"


80. Muhammad Hadiyanul Haqi

pada : 06 September 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA KE 2
TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN
Di Negara berkembang rendah – menengah termasuk indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini menunjukan berarti "


81. Abraham Steven Yotlely

pada : 08 September 2017

"Resume mata kuliah jiwa II ke 2 : Trend & Issue Dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa

Majelis Umum PBB pada tanggal 16 september 2011 mencetuskan deklarasi politik tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit neurologis : penyakit mental dan neurologis, termasuk alzheimer adalah penyebab morbiditas yang penting dan berkontribusi terhadap beban penyakir menular yang tidakmenular secara global, dimana ada kebutuhan untuk menyediakan akses yang tepat terhadap program dan intervensi perawatan kesehatan yang efektif.
Resolusi WHO tentang kesehatan mental (januari, 2012) mendesak negara anggota untuk mengembangkan kebijakan dan strategi komprehensip untuk mennangani promosi pencegahan gangguan jiwa mental dan identifikasi dini, perawatan, dukungan, perawatan dan pemulihan orang-orang dengan gangguan mental. Di Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai >90%, hal ini berarti "


82. riza mustika

pada : 10 September 2017

"Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa
A. Jiwa adalah : Unsur manusia yg bersifat non-materi, ,tetapi fungsi dan manifestasinya terkait pada materi.
B. Manifestasi Jiwa: 1.Kesadaran, afek & emosi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, & sifat-sifat kepribadian, dll.
C. Gangguan jiwa: dibagi 2 yaitu gangguan jiwa berat atau psychosis dan gangguan mental emosianal .
D. KEPERAWATAN JIWA adalah Suatu proses interpersonal yang berupaya meningkatkan dan mempertahankan perilaku, yang mengkontribusi pada fungsi yg terintegrasi
E. Terapi modalitas kep jiwa:
a) Somato Tx:Farmako terapi ,ECT,Pembedahan
b) Psikoterapi: Supportif , Genetic dinamik
c) Manipulasi lingkungan & Sosio terapi
PASUNG merupakan sebuah rangka kayu yang dipasangkan pada kaki, tangan, atau leher. Di Indonesia, pasung adalah cara kuno masyarakat tradisional dalam menangani penderita sakit jiwa. Dengan batang pohon yang telah dibelah, kedua kaki penderita jiwa diselonjorkan dan dibelenggu.
Menahan Pengasingan Menahan + Pengasingan Akhir Pilihan Pengobatan Orang Indonesia untuk Klien dengan Skizofrenia Kronis
Indonesian Mental Health Law
No. 18 / 2014 New Spirit for: POLICY REFORMATION ,SOCIAL INCLUTION ,COMPLETELY REMOVE OF STIGMA ,REDUCTION OF DISCRIMINATION ,PREVENTION OF VIOLATION OF HUMAN RIGHT

MATERI PERTEMUAN KE 2 (25082017)
TREND AND ISUE DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
SITUASI KESEHATAN JIWA : global dan regional
Kebijakan dan kesenjangan, komitmen dan sinkronisasi, peran perawat
RESOLUSI KESEHATAN MENTAL MENURUT WHO ,JANUARI 2012
1. Kebijakan dan strategi komprehensil pengembangan yang menyatakan promosi kesehatan mental, pencegahan gangguan mental, dan identifikasi awal, perawatan, dukungan, perawatan dan pemulihan orang dengan gangguan mental.
2. Untuk memberikan prioritas yang berhenti dan berhenti menuju kesehatan mental. Dan mendaftarkan sumber daya yang sangat tepat.
Dinegara berkembang rendah menengah termasuk Indonesia, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa mencapai > 90 % hal ini berarti "


83. YAYUK RATNASARI DEWI ANGGRENI

pada : 16 September 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA II MATERI 2
TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN JIWA
Indonesia memiliki angka yang masih cukup tinggi dalam masalah gangguan jiwa, dengan kesenjangan pengobatan masalah kesehatan jiwa mencapai >90% dengan kata lain hanya "


84. MUHAMMAD FATHUR RIZAL

pada : 18 September 2017

"Resume pertemuan tanggal 15-09-2017
"Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat"

Kesehatan jiwa masyarakat dapat diperoleh apabila seseorang dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin dan anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya tambahan-tambahan emosi.
Masyarakat sehat jiwa dapat dicapai apabila keluarga dan masyarakat sejahtera.
Terdapat beberapa stressor di masyarakat, antara lain:
a. Timbulnya harapan yang banyak; apabila memiliki harapan yang banyak/berlebihan, maka hidup tidak akan ada ketenangan.
b. Meningkatnya permintaan dan kebutuhan; sebagai tuntutan rasa harga diri
c. Dampak teknologi modern
d. Urbanisasi, karena efek banyaknya tuntutan.
e. kepadatan penduduk; menjadikan daya saing dan pertengakaran semakin meningkat.
f. keluarga; keluarga nuclear menjadikan role palying terganggu dan identitas tidak jelas (misalnya tidak butuh orangtua karena menganggap dirinya mandiri).
Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam sosialisasi / pembelajaran anak.
Adapun tugas orangtua yaitu mengasuh (fisik & motorik), mendidik (sikap & perilaku), dan mengajar (kecerdasan).
Indeks Tekanan Ruang (ITR) yang baik yaitu 180 - 200. jadi, rumah yang terlalu besar ataupun terlalu kecil juga tidak baik.
Sedangkan sekolah sebagai lembaga sekunder, dimana merupakan tempat anak mengenal antara lain budaya, role play yang baik, pemecahan masalah, hubungan formal, belajar hidup yang baik di lingkungan.
Peran lembaga dalam kesehatan jiwa yaitu meliputi keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah, sekolah dan lembaga sekunder lainnya.
Upaya kesehatan jiwa masayarakat tidak hanya mencegah tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, dan tidak hanya mengurangi skizofrenia tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain."


85. JULINDA MALEHERE

pada : 25 September 2017

"Resume Matkul Jiwa 2 ke 3
Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi.
Stresor di masyarakat terjadi akibat timbulnya harapan-harapan yg banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan, dampak teknologi modern, urbanisasi dan kepadatan penduduk.
Keluarga merupakan tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi / pembelajaran anak
(basic training peroces) : mengasuh (Fisik & Motorik), mendidik (sikap & perilaku), mengajar (kecerdasan)
Keadaan fisik rumah harus sesuai antara luas rumah dengan jumlah penghuni, idealnya Indeks Tekanan Ruang (ITR) 180-220
Bila rumah terlalu besar dampaknya masing-2 orang tidak dapat saling memantau, Hubungan interaksi face to face kuran, Mother figure tidak ada, Father figure tidak ada, Komunikasi kurang. Sedangkan Bila rumah terlalu kecil dampaknya pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang.
Keadaan lingkungan hidup yang sehat adalah tenang  sepi,cukup rangsangan, tidak ada polusi, dapat istirahat / tidur dengan baik.
Suasana kehidupan keluarga yang baik : Orang tua hidup serasi, Orang tua komunikatif, “Father – Mother figure” tampak, Kemanunggalan kedua orang tua
Sekolah sebagai lembaga sekunder tempat anak mengenal dan belajar tentang budaya dan lingkungan.
Peran lembaga dalam kesehatan jiwa terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat yaitu Keluarga, Lingkungan, Keadaan fisik rumah, Sekolah & lembaga sekunder lainnya.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat
•Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi.
•Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat
•Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain
"


86. YAYUK RATNASARI DEWI ANGGRENI

pada : 25 September 2017

"RESUME KEPERAWATAN JIWA III
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Suatu keadaan dimana setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Contoh : pada anak, seorang anak harus difasilitasi dalam setiap tahap perkembangannya dalam mencapai prestasi atas tugas perkembangannya. Komponen dalam mewujudkan masyarakat sehat jiwa adalah keluarga dan masyarakat yang sejahtera.
Keadaan saat ini dengan : Negara sedang berkembang , tenaga, pikiran, & dana (terbatas) diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan penyakit menular & infeksi masih terus perlu diberantas & dicegah serta permasalah lainnya masih menjadi stressor di masyarakat.
Stressor masyarakat : terlalu banyak harapan, peningkatan permintaan kebutuhan sebagai tuntutan kebutuhan atas harga diri, dampak teknologi modern, urbanisasi dan kepadatan penduduk.
Keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam proses sosialisasi dan pembelajaran anak (basic training process) dengan role model ayah dan ibu. Tujuan keluarga yaitu melestarikan (norma etika dan keturunan), meningkatkan dan bermasyarakat.
Dalam mencapai tujuan tersebut melalui cara :
• Mengasuh (fisik dan motorik : learning experience)
• Mendidik (sikap dan perilaku: watak dan kepribadian
• Mengajar (kecerdasan : pemecahan masalah).
Ditunjang dengan :
• Keadaan fisik rumah : dimana rumah yang terlalu besar dan terlalu kecil, sama-sama berpengaruh dalam hubungan face to face dan pola komunikasi di dalam keluarga karena jarak ruangan.
• Keadaan lingkungan hidup : suasana tenang dan gaduh, polusi adalah beberapa faktor dalam menentukan kenyamanan keluarga.
• Suasana kehidupan keluarga : dimana pola hubungan antara orang tua sebagai role mode dan figure di dalam suatu keluarga dapat berpengaruh dalam pola perkembangan keluarga.

Sekolah sebagai sarana lembaga sekunder yang diperuntukkan oleh anak untuk mengenal budaya (etika di masyarakat) dan berbagai pelajaran (role play dan pemecahan masalah) maupun sosial (membina hubungan formal dengan guru/ teman sebaya).
Peran lembaga dalam kesehatan jiwa yang terintegrasi dengan keterlibatan semua komponen : keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah dan sekolah.
Dalam mewujudkan kesehatan jiwa masyarakat, terdapat upaya yang bertujuan agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi. Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain. Upaya di keperawatan melalui CMHN (Community Mental Health Nursing)."


87. Abraham Steven Yotlely

pada : 25 September 2017

"RESUME MATA KULIAH JIWA II KE 3 : KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Kesehatan jiwa masyarakat merupakan suatu keadaan setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksiml mungkin oleh karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Menurut Good & Good, masyarakat dikatakan sehat jiwa apabila masyarakat dan keluarga berada dalam keadaan sejahtera. Masyarakat di negara berkembang membutuhkan tenaga, pikiran dan dana (terbatas) yang diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta memberantas dan mencegah penyakit menular dan infeksi.
Stresor yang timbul dimasyarakat adalah timbulnya harapan-harapan yang banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan (perumahan dan perlengkapannya, transportasi, komunikasi, pendidikan dan gaya hidup), dampak teknologi moderen (arus informasi yang mudah diakses, peralatan yang moderen, teknologi yang semakin canggih), urbanisasi (pergeseran masyarakat dari desa ke kota, extended famaly menjadi nuclear family, negara agraris menjadi industri, mobilisasi semakin cepat dan peran keluarga yang semakin berkurang), kepadatan penduduk (daya saing semakin ketat, hukum alam akan terjadi) serta keluarga (role playing terganggu, idenntity tidak jelas).
Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama yang berperan dalam proses sosialisasi atau pembelajaran anak (basic training proces). Keluarga mempunya fungsi untuk melestarikan keturunan, meningkatkan taraf hidup dan berperan dalam proses bermasyarakat. Hal ini dilakukan dengan mengasuh, mendidik dan mengajar serta ditunjang oleh keadaan fisik rumah yang sesuai, keadaan lingkungan hidup yang baik dan suasana kehidupan keluarga yang sejahtera. Dalam mengasuh, keluarga berperan dalam membesarkan anak, menjaga diri dan pengenalan budaya. Mendidik dilakukan untuk membentuk watak, kepribadian dan meneruskan budaya (antisipasi, simpati dan empati) pada anak. Mengajarkan anak untuk memperoleh kecerdasan sehingga berperan dalam pemecahan masalah, ingin maju, mencari alternatif pemecahan masalah dan menentukan pilihan.
Keadaan fisik rumah harus sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal didalamnya. Bila rumah terlalu besar akan mengakibatkan antara anggota keluarga tidak bisa saling memantau, hubungan interaksi face to face kurang, figur ayah dan ibu tidak ada, komunikasi kurang dan komunikasi kurang. Rumah yang terlalu kecil akan mengakibatkan tekanan terlalu tinggi, anggota keluarga tidak betah tinggal di rumah dan lebih banyak keluar serta jarang pulang. Keadaan lingkungan hidup yang tenang, cukup rangsangan dan tidak ada polusi dapat membuat anggota keluarga dapat istirahat atau tidur dengan baik. Suasana kehidupan keluarga yang harmonis terjadi jika orang tua hidup serasi, komunikatif, figure ayah dan ibu yang nampak dan adanya kemanunggalan diantara kedua orang tua.
Sekolah sebagai lembaga sekunder dimana menjadi sarana anak untuk mengenal budaya (kawan, guru, agama, dll), role play yang lebih baik, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok dan hubungan formal. Sekolah juga mengajarkan ciri manusia yang hidup di masyarakat dan belajar hidup yang lebih baik di masyarakat. Peran lembaga dalam kesehatan jiwa dapat tercapai dengan terintegrasinya seluruh komponen yang terlibat meliputi keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah dan sekolah serta lembaga sekunder lainnya.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat merupakan suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencaai prestasi belajar semaksimal mungkin karena tidak adanya hambatan. Upaya kesehatan jiwa masyarakat tidak hanya mencegah tetapi juga meningkakan kesehatan jiwa masyarakat serta tidak hanya mengurangi skizofrenia tetapi juga banyak jenis gangguan lainnya.
"


88. riza mustika wenny

pada : 27 September 2017

"KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Keluarga dan masyarakat good and good untuk menuju sejahtera
Stressor dimasyarakat
- Timbulnya harapan yang banyak
- Meningkatnya permintaan kebutuhan (Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;Perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi, komunikasi, pendidikan, gaya hidup)
- Dampak teknologi modern (arus dari luar mudah diakses,pengaruh budaya, peralatan rumah tangga jadi modern, makanan siap saji, ibu bekerja di luar rumah)
- Urbanisasi (pergeseran dari masyarakat desa ke kota, mobilisasi semakin cepat)
- Kepadatan penduduk (daya saing semakin ketat hukum alam akan terjadi pertengkaran)
- Keluarga (Role Playing Terganggu, Identity Tdk Jelas)

KELUARGA
Merupakan Tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi / pembelajaran anak (basic training peroces)
Tugas Keluarga
- MENGASUH (Fisik & Motorik) : Membesarkan,menjaga diri, pengenalan budaya dan teritori
- MENDIDIK (Sikap & Perilaku) : Membentuk watak, Membentuk kepribadian, Meneruskan budaya (antisipasi, simpati & empati)
- MENGAJAR (kecerdasan) : pemecahan masalah, ingin maju, alternative, penentuan pilihan (dg argumentasi)

RUMAH TERLALU BESAR
 Masing-2 orang tidak dapat saling memantau
 Hubungan interaksi face to face kurang
 Mother figure tidak ada
 Father figure tidak ada
 Komunikasi kurang
 Jarak ruangan membantu pressure
 Sebaiknya ada family table talk
RUMAH TERLALU KECIL
• pressure terlalu tinggi, orang tidak betah tinggal di rumah, lebih banyak keluar, tidak pulang, dll.

KEADAAN LINGKUNGAN HIDUP
• Tenang ¹ sepi,
• cukup rangsangan
• tidak ada polusi
• dapat istirahat / tidur dengan baik

SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
 Orang tua hidup serasi
 Orang tua komunikatif
 “Father – Mother figure” tampak
 Kemanunggalan kedua orang tua
 (ibu melarang, ayah boleh ?)

SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA SEKUNDER
Sarana anak untuk mengenal:
 Budaya; kawan guru, agama, dll.
 Role play yang lebih baik
 Memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok
 Hubungan formal
Ajarkan pula:
 Ciri manusia hidup di masyarakat
 Belajar hidup yang baik di lingkungan (dikasih à terima kasih, jangan merintangi orang lain, dll)

PERAN LEMBAGA DALAM KESEHATAN JIWA
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat:
 Keluarga
 Lingkungan
 Keadaan fisik rumah
 Sekolah & lembaga sekunder lainnya

UPAYA KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
• Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi.
• Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat
• Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain


"


89. arsi susilawati

pada : 27 September 2017

"
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
Keluarga dan masyarakat good and good untuk menuju sejahtera
Stressor dimasyarakat
- Timbulnya harapan yang banyak
- Meningkatnya permintaan kebutuhan (Tuntutan kebutuhan rasa harga diri;Perumahan, perlengkapan isi rumah, sarana transportasi, komunikasi, pendidikan, gaya hidup)
- Dampak teknologi modern (arus dari luar mudah diakses,pengaruh budaya, peralatan rumah tangga jadi modern, makanan siap saji, ibu bekerja di luar rumah)
- Urbanisasi (pergeseran dari masyarakat desa ke kota, mobilisasi semakin cepat)
- Kepadatan penduduk (daya saing semakin ketat hukum alam akan terjadi pertengkaran)
- Keluarga (Role Playing Terganggu, Identity Tdk Jelas)
UPAYA KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
• Suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin, karena tidak adanya hambatan” emosi.
• Tidak hanya mencegah, tetapi juga meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat
• Tidak hanya mengurangi skizofrenia, tetapi juga banyak jenis gangguan yang lain

KELUARGA
Merupakan Tempat yang pertama & utama dalam proses sosialisasi / pembelajaran anak (basic training peroces)
Tugas Keluarga
- MENGASUH (Fisik & Motorik) : Membesarkan,menjaga diri, pengenalan budaya dan teritori
- MENDIDIK (Sikap & Perilaku) : Membentuk watak, Membentuk kepribadian, Meneruskan budaya (antisipasi, simpati & empati)
- MENGAJAR (kecerdasan) : pemecahan masalah, ingin maju, alternative, penentuan pilihan (dg argumentasi)

KEADAAN LINGKUNGAN HIDUP
• Tenang ¹ sepi,
• cukup rangsangan
• tidak ada polusi
• dapat istirahat / tidur dengan baik

SUASANA KEHIDUPAN KELUARGA
 Orang tua hidup serasi
 Orang tua komunikatif
 “Father – Mother figure” tampak
 Kemanunggalan kedua orang tua
 (ibu melarang, ayah boleh ?)

PERAN LEMBAGA DALAM KESEHATAN JIWA
Terintegrasi pada seluruh komponen yang terlibat:
 Keluarga
 Lingkungan
 Keadaan fisik rumah
 Sekolah & lembaga sekunder lainnya




"


90. Abraham Steven Yotlely

pada : 07 October 2017

"RESUME MATA KULIAH JIWA II KE 3 : KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Kesehatan jiwa masyarakat merupakan suatu keadaan setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksiml mungkin oleh karena tidak adanya hambatan-hambatan emosi. Menurut Good & Good, masyarakat dikatakan sehat jiwa apabila masyarakat dan keluarga berada dalam keadaan sejahtera. Masyarakat di negara berkembang membutuhkan tenaga, pikiran dan dana (terbatas) yang diarahkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta memberantas dan mencegah penyakit menular dan infeksi.
Stresor yang timbul dimasyarakat adalah timbulnya harapan-harapan yang banyak, meningkatnya permintaan kebutuhan (perumahan dan perlengkapannya, transportasi, komunikasi, pendidikan dan gaya hidup), dampak teknologi moderen (arus informasi yang mudah diakses, peralatan yang moderen, teknologi yang semakin canggih), urbanisasi (pergeseran masyarakat dari desa ke kota, extended famaly menjadi nuclear family, negara agraris menjadi industri, mobilisasi semakin cepat dan peran keluarga yang semakin berkurang), kepadatan penduduk (daya saing semakin ketat, hukum alam akan terjadi) serta keluarga (role playing terganggu, idenntity tidak jelas).
Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama yang berperan dalam proses sosialisasi atau pembelajaran anak (basic training proces). Keluarga mempunya fungsi untuk melestarikan keturunan, meningkatkan taraf hidup dan berperan dalam proses bermasyarakat. Hal ini dilakukan dengan mengasuh, mendidik dan mengajar serta ditunjang oleh keadaan fisik rumah yang sesuai, keadaan lingkungan hidup yang baik dan suasana kehidupan keluarga yang sejahtera. Dalam mengasuh, keluarga berperan dalam membesarkan anak, menjaga diri dan pengenalan budaya. Mendidik dilakukan untuk membentuk watak, kepribadian dan meneruskan budaya (antisipasi, simpati dan empati) pada anak. Mengajarkan anak untuk memperoleh kecerdasan sehingga berperan dalam pemecahan masalah, ingin maju, mencari alternatif pemecahan masalah dan menentukan pilihan.
Keadaan fisik rumah harus sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal didalamnya. Bila rumah terlalu besar akan mengakibatkan antara anggota keluarga tidak bisa saling memantau, hubungan interaksi face to face kurang, figur ayah dan ibu tidak ada, komunikasi kurang dan komunikasi kurang. Rumah yang terlalu kecil akan mengakibatkan tekanan terlalu tinggi, anggota keluarga tidak betah tinggal di rumah dan lebih banyak keluar serta jarang pulang. Keadaan lingkungan hidup yang tenang, cukup rangsangan dan tidak ada polusi dapat membuat anggota keluarga dapat istirahat atau tidur dengan baik. Suasana kehidupan keluarga yang harmonis terjadi jika orang tua hidup serasi, komunikatif, figure ayah dan ibu yang nampak dan adanya kemanunggalan diantara kedua orang tua.
Sekolah sebagai lembaga sekunder dimana menjadi sarana anak untuk mengenal budaya (kawan, guru, agama, dll), role play yang lebih baik, memecahkan masalah dengan bekerja dalam kelompok dan hubungan formal. Sekolah juga mengajarkan ciri manusia yang hidup di masyarakat dan belajar hidup yang lebih baik di masyarakat. Peran lembaga dalam kesehatan jiwa dapat tercapai dengan terintegrasinya seluruh komponen yang terlibat meliputi keluarga, lingkungan, keadaan fisik rumah dan sekolah serta lembaga sekunder lainnya.
Upaya kesehatan jiwa masyarakat merupakan suatu upaya agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, anak sekolah dapat mencaai prestasi belajar semaksimal mungkin karena tidak adanya hambatan. Upaya kesehatan jiwa masyarakat tidak hanya mencegah tetapi juga meningkakan kesehatan jiwa masyarakat serta tidak hanya mengurangi skizofrenia tetapi juga banyak jenis gangguan lainnya.
"


Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Note

Blog ini digunakan sebagai media ekspresi dosen, informasi dan komunikasi, sarana pembelajaran untuk interaksi antara Dosen Pembimbing dan Mahasiswa. Blog ini juga dapat digunakan untuk khalayak umum pemerhati masalah kesehatan dan keperawatan, Terimakasih.

Greetings

Terimakasih, Selamat bergabung dengan Blog Kami, Yusuf, Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga Surabaya.

Pengunjung

561326